Master of Arts, Pengajar Privat

The Crystal Stopper by Maurice LeBlanc

Lupin: “Untuk itu, aku berniat melakukan tindakan kasar itu hanya sebagai jalan terakhir dan kalau rencanaku yang lain tak dapat dilakukan.”

Keren. Alhamdulilah buku pertama yang kubaca kisah Lupin berakhir memuaskan. Hidup adalah sebuah penderitaan, dan penderitaan itu semakin besar saat pecahnya badai politik yang membuat orang terkasih menemui ajalnya. Butuh dua kali percobaan baca untuk menuntaskan kisah pencuri legendaris Prancis ini. tahun 2017, kubeli beberapa serinya, tak satupun dapat kuselesaikan baca. Saya pilih acak saja, kebetulan seri ini, sudah dapat separuhnya. Mandek. Akhirnya tahun lalu kupaksakan kelar satu, tahun satu (minimal), tahun depan satu lagi. buku yang sudah kubeli harus kuselesaikan. Lega juga akhirnya selesai baca. Hufh… Betapa suara yang terkecil sekalipun menggema dalam kesunyian!

Awalnya sungguh membosankan, kukira ada hal gaib yang coba diangkat sebab crystalnya hilang tak tersentuh siapapun, memainkan waktu kusangka, ternyata bukan. Segalanya bisa dijelaskan, dan karena ini pengalaman pertamaku menuntaskan serial Lupin, saya langsung angkat topi di dua bab akhir. kita tahu, sang terhukum mati akan selamat, jelas. Kemahsyuran sang pencuri agung akan berhasil membebaskannya, tapi caranya mengejutkanku, elegan.

Kisahnya tentang Arsene Lupin, mencuri sudah jadi pekerjaannya. Naas, debut bacaku ini. petualangannya kepergok, dalam proyek rampok di Vila Marie-There, gerombolannya tertangkap, tertuduh membunuh saksi pencurian malam itu, dan diancam hukuman mati. Saat posisi terkepung polisi, Lupin berpikir cepat. “… Aku akan mengeluarkan kalian berdua dari penjara… namun, aku hanya dapat melakukannya jika aku bebas.” Maka ia berpura-pura menjadi pihak yang menangkap para pencuri, keduanya diserahkan dan Lupin lalu pura-pura sibuk, lanjut kabur. “Di sini! Aku berhasil menangkap mereka, Tolong!” Teriak Lupin.

Lupin yang bebas, menyusun siasat untuk menyelamatkan Gilbert dan Vaucheray dari hukuman. Percobaannya mendapat pertentangan keras lawan berat. Bangsawan Daubrecq memainkan andil agar sang pemuda tetap dieksekusi, adu cerdik, adu kekuasaan dan pengaruh. Sebagai deputi jaringan sosialnya luas. Lupin mendapat desakan pula dari ibunda Gilbert, Clarisse yang masa lalunya rumit dan merentang menjadi pematik lain. Maka beberapa pencurian dilakukan lagi, barang utama itu adalah Crystal Stopper, benda segenggaman sejenis sumbat yang konon bisa memainkan masa.

Anehnya, setelah Lupin berhasil memilikinya, ia hilang, sudah ada di genggaman Daubrecq lagi. rasa penasaran dan strategi lain disusun, harus gegas sebab Gilbert dan Vaucheray didakwa hukuman mati atas kejahatan pencurian yang berakibat kematian pelayan tuan rumah. Apa yang bisa dilakukan melawan musuh yang seperti itu, sangat kuat, sangat cerdas, yang telah mempersiapkan segalanya, sehingga ke perincian terkecil, dan yang mempermainkan lawan-lawannya dengan sangat mudah? Semakin mendekati hari H semakin memuncak tensinya, dan tanpa perlu telaah lebih, kita sudah dapat mengandalkan Arsene Lupin untuk mendedah segala kerumitan ini. “Sebuah gambaran kiasan! Sang malaikat pemberani menghancurkan ulat yang jahat.”

Lupin memiliki banyak nama panggilan, mayoritas termasyur. Di sini ia sering dipanggil Gubernur oleh anak buahnya. Terasa hebat, bisa jadi setara Sherlock Holmes? Saya punya bukunya, mereka Vs. lho… patut dinanti, patut kunikmati seberapa gila pertarungan Holmes vs Lupin. Inggris vs Prancis? “Gila? Mengapa? Apa yang orang lain bisa lakukan aku juga bisa melakukannya.”

Cetakan tata letaknya kurang OK, pengaturan spasi dan paragaraf juga tak rapi. Ada halaman dobel, beberapa paragraf dicetak lagi di halaman beberapa di depannya, makanya pas baca pertama agak bingung, sampai akhirnya terasa familiar, kata ulangan ternyata setelah kulihat detailnya. Mungkin editingnya ngantuk, copy/cut paste kalimatnya kena block beberapa. Untungnya dobel, coba kalau kurang, maka jadi terpenggal kisahnya. Selalu melihat sisi positif dari hal-hal minor. Hohoho…

Pengungkapan penjahat utama juga bikin terhenyak, sebab sepanjang kisah kita disodori nama Daubrecq yang luar biasa hebat, seolah main villain. Sampai akhirnya nama-nama orang kondang disebut, daftarnya dibuka, dan jreng jreng… dia cuma pion. Dua puluh tujuh nama yang terkenal: Langeroux, Dechamount, Vorengdale, d’Albufex, Victorien Mergy, dan lainnya… di bawahnya terdapat tanda tangan pimpinan Two Seas Canal Company, tanda tangan yang ditulis menggunakan darah. Hahaha, politik memang kejam. Jadi ingat Mary Jane beberapa tahun lalu akan dihukum mati oleh Indonesia sebab kasus Bandar narkoba drai Filipina, dengan mendadak hukuman mati yang harusnya dieksekusi beberapa Bandar, satu nama ini ditunda, entah lobi apa yang ada di belakangnya, yang jelas sampai sekarang Mary Jane masih hidup dalam penjara.

Cara pengungkapan semacam ini banyak ditiru Hollywood. Semakin kita mempelajari situasinya semakin buruk situasi yang tampak oleh karakter utama. Di setiap sisi, dia dihadapkan dengan ketidakpastian, kegelapan, kebingungan, ketidakberdayaan. Semakin berat konfliksnya semakin bagus kisahnya. Di sini pembaca ditipu, bahwa seorang yang tampak digdaya ternyata tak sehebat yang ditampilkan, karena ada tangan lain yang menggerakkannya. Beberapa kusebut di sini: Fast and Furious 4, penjahat utamanya malah orang yang selama ini sudah dekat, nama anonym itu tak seantah yang dikira. Bane memberi kejutan besar dalam The Dark Knight Rises, setelah jumawa kokoh sepanjang menit, ia malah bak kucing imut di hadapan sang Batman di akhir. jangan lupakan pula The Mandarin di Iron-Man 3, ya ampun semua penonton tertipu. Sudah menjadi tugasnya untuk mematuhi suratan takdir. Sang Gentlemen of Thief!

Kita tidak lagi berperan dalam sebuah tragedi. Beberapa menit berlalu dalam kesunyian yang pekat. Lalu sang Marquiz memberi perintah. “Bagian tersulit dari sebuah bisnis, bukanlah akhirnya, melainkan permulaannya.”

The Crystal Stopper | by Maurice LeBlanc | The Project Gutenberg EBook The Crystal Stopper | Release date: August 16, 2008 [Ebook #1563] | Penerjemah Airin Kusumawardani | Editor Dewi Fita | Proof Reader Widyawati Oktavia | Penata letak Yahya | Desainer Sampul Gita Mariana | Penerbit Bukune | Cetakan pertama, April 2012 | ii + 366 hlm; 14 x 20 cm | ISBN 602-220-046-6 | Skor: 4/5

Karawang, 140121 – Kate Bush – The Man I Love

Buku ini kubeli di Gramedia World Karawang, 260517 bersama Meyka dan Hermione

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s