Pagi yang Membingungkan

Perry Mason: Kasus Gadis Kembar by Erle Stanley Gardner

Seorang ayah yang pergi tanpa pamit pada putrinya selagi sarapan?” Tanya Della Street

Seorang pengacara harus selalu berhati-hati dalam menyelidiki calon-calon kliennya untuk memastikan ia tidak punya maksud yang bertentangan. Buku kedua serial Perry Mason yang kubaca. Pengalaman pertama Kasus Dendam Membara memuaskan, maka langsung beli empat buku Erle Stanley Gardner lainnya. Dan sebagai buku akhir tahun, kisah yang disaji kembali memuaskan, lebih bagus dari yang pertama. Tensinya lebih tinggi, sebab pembunuh utama tampak tak terdeteksi, lebih dramatis sebab bukti shahih baru tiba di kantor pengadilan tinggal hitungan menit! Lebih membingungkan, sebab sang tersangka malah defensif tak mau menjadikan orang-orang dalam lingkaran keluarga terseret. Yang mungkin patut disayangkan justru judulnya, spoiler sebab kata ‘kembar’ menjadi kunci pengungkapan.

Di Rumah daerah Vauxman Avenue. Pagi itu Carter Gilman meminta anaknya untuk membuatkan sarapan tambah. Muriell Gilman tanpa curiga ke dapur membuat roti panggang, tapi saat kembali ke meja makan ayahnya menghilang. Menanyakan ke saudara tirinya Glamis Barlow di lantai atas, tak tahu. Ke ibu tirinya Nancy Gilman masih tidur. Di ruang kerja bapaknya terdapat duit berserakan, serpihan kayu yang gompal, dan beberapa berkas berhamburan. Dalam keadaan panik, ia mendapat petunjuk. Sebuah kertas mencatat bila ada yang janggal hubungan pengacara Perry Mason. Catatan berbunyi: “Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi Perry Mason, pengacara. Hubungi dia saja.”

Sang pengacara yang mendapati laporan itu gegas menuju TKP, menyelidik bersama detektif sobatnya Paul Drake. Banyak kejanggalan, sebab jam 11 siang itu sang tamu sudah buat janji sebelumnya, sekaligus adalah kliennya dengan nama alias. Sempat ragu akan datang tidaknya. Carter akhirnya bisa menyampaikan alasan kenapa ia menghilang. Pertemuan itu sekaligus menjadi kesepakatan bahwa Mason disewa menjadi pembelanya, atas kasus apa? Laporan yang masuk adalah istrinya, istri barunya mengalami pemerasan yang dilakukan detektif swasta yang terkenal akan kejeliannya, detektif Vera M. Martel. Jadi ia meminta perlindungan dalam konstitusi. Karena ini tak biasa, maka Mason memberi jawaban yang juga tidak biasa. Meminta uang muka tujuh ratus lima puluh dolar!

Tampaknya Perry lebih tenang, sebab kasusnya tak sebesar yang dikira, tapi ia selalu waspada. Keluarga ini semua tampak mencurigakan. Anaknya memberi laporan setengah-setengah, kliennya melakukan kebohongan, sebab keesokan harinya Perry mendapat telepon dari Vera, yang ketika diselidiki adalah asisten Carter. Anak tiri Glamis yang cuek, seksi, dan tampak bebas ini perlu dicurigai pula sebab malam itu ia mengajak pacarnya Hartley Elliot menginap. Ia gadis yang impulsif, ia melakukan segala sesuatu menurut dorongan hati. Alasannya aki mobilnya ngadat sepulang dari dugem, makanya esoknya mau diperbaiki. Dan hari itu ia melenggang ke Vegas untuk berjudi, yang kebetulan adalah kantor detektif Vera. Ada pertemuan dan konspirasi apa di sana? Kita kan hidup dalam era yang segalanya berlangsung serba kilat. ‘Sidik jari Anda sudah menutupi sidik jari orang yang ingin Anda lindungi.’ Ketika ada kekhawatiran , “Oh, tentu, jika saya tidak mau orang lain tahu, mereka tidak akan tahu. percayalah.”

Kasus benar-benar menjadi liar setelah hari berikutnya ditemukan mayat detektif Vera di sebuah jurang. Tanda-tanda pembunuhan sudah jelas, ia mati tercekik, mobilnya sengaja dijerumuskan seolah-olah kecelakaan. Perry Mason jelas pening, sebab semua tampak benang kusut. Gerak cepat menanyai semua anggota keluarga, termasuk istrinya Nancy atas keterlibatannya. “Nancy Gilman seorang wanita bohemian yang berpandangan bebas, jika muncul skandal mengenai putrinya, hal itu akan berakibat buruk pada transaksi ini.” Masa lalunya yang hitam, menikah dengan orang lain, tapi ternyata hamil duluan dan dicurigai bukan anak dalam pernikahan. Ujungnya tampak ia memiliki catatan aib yang disembunyikan. Ada dua anak gadis yang tampaknya misterius. “Sekarang saya meminta kalian bertiga memberi saya semua kuasa, hak, dan kepentingan atas semua barang dan uang yang berada di ruang kerja kemarin.”

Benar saja, pihak polisi langsung menetapkan Carter sebagai tersangka. Carter tak akan membunuh seekor lalatpun, dan Glamis tidak lebih tahu apa yang terjadi. Kasus menyeret ke partner bisnisnya Gilman Associates Investment Pool dengan manager Roger C. Calhoun. Gerak Mason dibatasi sebab ia tampak mencoba menyembunyikan barang bukti, dan dalam hitungan hari saja, persidangan kasus pembunuhan dilakukan. Selanjutnya kita menikmati sajian bagus persidangan, mungkin salah satu novel sidang yang baik yang kunikmati. Mason melawan jaksa kota yang terkenal kejam Hamilton Burger. Dihakimi oleh Hakim Alvord yang tegas dan keras. Dramatis sampai jelang ketuk palu. Jadi siapa pembunuh Vera? Nancy Gilman, Carter Gilman, Muriell Gilman, dan Glamis Barlow, atau malah sang tamu?

Sejatinya saya sudah bisa menebak pembunuhnya ketika pagi yang membingungkan itu ditutup. Hanya empat kemungkinan pelaku: Nancy sang istri yang mendekam di kamar, Murriel yang melaporkan ke Mason, Glamis yang cuek dan suka tampil seksi, dan Elliot sang tamu yang ketika diminta jadi saksi malah mencoba kabur. “… Anda tidak akan mendapat hukuman ringan. Ini masalah penting, kasus pembunuhan. Kesaksian Anda sangat penting, Mr. Elliot.” Saya berani mencoret sang tersangka utama, kenapa? Jelas sekali ia bilang melindungi orang-orang tersayang, jadi rela dikorbankan atas kasus ini, yang secara otomatis bisa dibilang tak melakukan. Walaupun terancam kasus pembunuhan tingkat pertama? Ya… dan ketika twist diungkap, betapa apa yang tampak di permukaan tak sama dengan kenyataan keseluruhan.

Della Street, sekretaris pribadi Mr. Mason memainkan peran penting di dua seri ini, jelas ada sesuatu di antara mereka. Makan malam, teman curhat, sampai partner kerja. Mengungkap banyak kasus, menyelesaikan dengan brilian. Sidekick sempurna andai ada cinta di antara mereka. “Oo. Kata Della. “Berarti ada yang sedikit tidak beres.” / “Banyak yang tidak beres,” kata Mason. “Tapi aku belum tahu sumbernya, aku ingin bertindak hati-hati agar jari-jariku tidak terbakar.”

Patut dicermati, pengacara menanyakan kliennya dengan jeli dan menekannya dengan tatapan tajam. “Aku hanya ingin katakana bahwa aku sudah sering memeriksa saksi. Telingaku sudah terlatih dan dapat segera mengenali nada suara yang salah…”. Termasuk ketika Bu Nancy diminta tes kejujuran. Manson langsung meminta Drake mencari, siapa penguji poligraf terbaik negeri ini? Tes uji kebohongan. Kita panggil Cartman Jasper. Alat canggih yang mencatat rekaman darah, respirasi, dan daya tahan kulit terhadap listrik. Ternyata memang beberapa poin penting jujur, justru ketika ditanyakan tentang anaknya alat itu mendeteksi kemungkinan ada yang tak beres, dan karena judul buku ini maka pasti kalian tahu ada masalah di masa lalunya.

Cara interogasinya memikat. Cara menasehati klien atau saksi juga diarahkan dan diyakinkan. Jangan bicara apa-apa mengenai cuaca, jangan beri peluang kepada siapa pun. Saya akan ke sana secepatnya! “Ingat apa yang saya katakan. Katakan yang sebenarnya atau tutup mulut, jangan berikan informasi apa-apa, jawab pertanyaan seperlunya.”

Drama pengadilan juga sangat seru. Adu taktik penuntut umum dan pengacara dalam menanyai saksi menjadi tekanan dan perlu kejelian, sebab setiap kata yang disampaikan seolah penting semua. Seringkali keduanya melempar keberatan, “Keberatan karena tidak kompeten, tidak materiil…” Dan karena jagoan kita adalah sang pengacara maka kalian tentunya bisa menebak siapa yang bakal keluar dari gedung pengadilan dengan senyuman. “Aku berlomba melawan waktu dan kesulitan besar sekaligus bukti yang menakjubkan. Jika pengacara dihadapkan pada posisi seperti itu, satu-satunya yang dapat dilakukan adalah mengambil inisiatif dan terus maju. Mari kita ke sana.”

Ada satu kalimat yang patut dicatat. Surat permohonan habeas corpus, ilmu baru nih. Apa itu suratnya? Ketika terdesak Mason memberi wejangan ke sekretarisnya, seolah ini wasit. Ok, nanti kucari tahu.

Senjata terakhir. Kita sudah terus mendapat kabar buruk, tentunya ini kabar baik. Biasanya jika kita terdesak, semuanya tampak tidak memihak kita Kejadian-kejadian hari ini misterius. Dan pagi yang membingungkan berakhir dengan memukau jitu. Seorang detektif baik, tidak akan buru-buru mengambil kesimpulan. Mari kita nikmati tiga buku berikutnya. Cerita detektif memang selalu memikat untuk diikuti. Terasa terbakar!

Dunia hukum memang sepenuhnya terbalik. Mereka membuka borgol pada penjahat dan memasangnya pada pergelangan tangan petugas hukum.”

Perry Mason: Kasus Gadis Kembar | by Erle Stanley Gardner | Copyright 1993 | Judul asli The Case of the Duplicate Daughter | Alih bahasa Ivonne S. | dari Penerbit Thayer Hobson | Penerbit Alice Saputra Communications Co. | Cetakan pertama 1995 | Skor: 4.5/5

Karawang, 080121 – Louis Prima & Keely Smith – That Old Black Magic

Thx to Lifian, Jkt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s