Penyuluhan dan Tata Cara Pelaksaannya yang Ideal

Penyuluhan by E.A Munro, R.J. Manthel, J.J. Small

“… yang perlu diingat ialah pentingnya melaksanakan kegiatan hanya pada suasana yang benar-benar mengandung kemungkinan keberhasilan yang besar. Kemungkinan kegagalan juga harus didiskusikan, karena tidak mungkin penyuluh untuk menjamin keberhasilan dari yang direncanakan.”

Jika ada orang berbicara kepada Anda, dengarkanlah. Sedang mencoba membaca dan memelajari buku-buku manajemen penunjang kerja. Ini salah satunya, selain leadership, komunikasi sampai psikologi, konseling menjadi konsen saja sebab dalam jobdesk saya diwajibkan melakukannya. Buku meliputi teknik dan metode yang dapat digunakan dalam membantu klien memahami dirinya sendiri secara lebih baik dan lebih efektif. Teknik-teknik hubungan tatap muka antardua orang, yaitu penyuluh dan klien. Di buku ini lebih ke umum, artinya ga fokus ke karyawan. Beberapa bahkan untuk pelajar.

Syarat-syarat dasar etika penyuluhan: (1) kerahasiaan, (2) kesukarelaan, dan (3) pengambilan keputusan oleh klien sendiri. Penyuluhan harus menjaga agar suasana tidak dipengaruhi oleh hubungan lain yang telah ada sebelumnya, misalnya hubungan teman, hubungan atasan dan bawahan, dan sebagainya. Untuk dapat berhasil dengan baik, penyuluh hendaknya mempunyai kecakapan melakukan apa yang direncanakan yaitu segala sesuatu yang dilakukan itu tidak lepas dari hasil pengalaman, latihan, dan penguasaan pengetahuan tentang penyuluhan.

Sejujurnya saya tak paham teorinya, pendidikan akademiku tak menyertakannya. Maka buku ini jelas potensial memberi banyak nutrisi. Penyuluh hendaknya tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas tentang orang lain, tapi juga tentang dirinya sendiri. Sekurang-kurangnya ada dua etika lagi yang perlu dipertimbangkan. Pertama, perlu diperhatikan bahwa ketrampilan-ketrampilan itu terbatas hanya mempengaruhi orang lain melalui pembicaraan, cara lain misal pengobatan, pemeriksaan melalui ujian berbagai alat hanya sebagai alat. Kedua, karena penyuluhan adalah suatu usaha yeng berkenan dengan orang lain, maka ketrampilan tidak mungkin bersifat netral atau bebas nilai. Hubungan manusia, antar pribadi dan usaha mempengaruhi orang lain.

Saya mengandalkan pengalaman. Bila ada karyawan yang hadir ke meja konseling, saya akan lebih banyak mendengarkan. Dan di sini tepat, sebab kemampuan mendengar sangat penting. Mendengar yang benar-benar mendengar. Tugas penyuluhan ialah mendengarkan, menyimak, memahami,, dan memberikan tanggapan yang sejauh mungkin berguna bagi klien. Setiap klien mengharapkan adanya sikap empati, penghargaan, dan kepekaan dari penyuluh.

Di sini disebut penyuluh dan klien. Pemahaman tentang proses, masalah, dan pelaksanaan penyuluhan daripada teorinya. Dalam aspek teorinya, penyuluhan seyogyanya merupakan suatu batang tubuh pengetahuan yang dibentuk dari berbagai sumber, seperti penelitian tentang pengaruh teknik-teknik tertentu, peninggian derajat dan penghargaan terhadap unsur-unsur pribadi yang bersifat subjektif, pemahaman tentang perkembangan manusia, dan pengetahuan tentang masyarakat.

Saya juga bukan orang psikologi, saya belajar otodidak semuanya. Pada dasarnya saya pelahap segala jenis bacaan. Faktor pribadi sangat penting dan bersifat amat menentukan dalam hubungan penyuluhan, penyuluhan yang bersifat mekanis dan tidak sungguh-sungguh karang sekali dapat mencapai hasil yang baik, malahan merugikan klien. Berusaha keras untuk menyadari faktor-faktor yang ikut mempengaruhi proses, mustahil penyuluh sepenuhnya objektif dan rasional. Pengetahuan penyuluh tentang dirinya sama pentingnya dengan pengetahuan tentang klien dan penyuluhan.

Saya juga suka baca tentang komunikasi. ‘Bicara Dapat Mengubah hidup Anda’ karya Dorothy Sarnoff bahkan sudah say abaca lebih dari sedekade lalu, salah satu buku favorit saya. Kemampuan interpersonal ini sangat penting di sini. Meyakinkan klien dia bebas untuk mengemukakan isi pembicaraan apa pun yang dimauinya. Dorongan minimal adalah semua isyarat, anggukan, sepatah kata atau suara tertentu, gerakan badan, atau pengulangan kata-kata kunci yang menunjukkan penyuluh mempunyai perhatian dan ikut serta dalam pembicaraan. Mendengarkan merupakan dasar bagi semua wawancara. Kegiatan ini menghendaki agar penyuluh lebih banyak diam dan menggunakan inderanya menanggap semua pesan. Suasana hangat penting, dan diam kadang-kadang sama artinya dengan berbicara.

Diam kita bisa banyak makna. Setiap ucapan, isyarat, dan keadaan diam akan mengubah corak hubungan antara penyuluh dan klien. Keadaan diam itu dapat merupakan peluang bagi penyuluh dan klien untuk berpikir. Keadaan ini menumbuhkan kepercayaan dan bahkan akhirnya mendorong klien untuk mau berterus terang dalam membukakan dirinya.

Tata caranya dijelaskan detail. Idealnya bagaimana, bahkan di sini dibuatkan daftar latihan. Penyuluh sebaiknya duduk berhadapan dengan klien dalam suasana bebas, santai dengan jarak cukup memadai untuk memungkinkan klien merasa senang. Tangan penyuluh hendaknya tetap diam dan wajahnya menunjukkan suasana yang bersahabat. Penyuluh harus bertekad mengembangkan dirinya baik melalui latihan maupun kehidupan nyata, mengingat perkembangan pribadi adalah suatu proses tanpa henti. Peningkatan pengenalan tentang diri sendiri dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya akan memungkinkan penyuluh dapat bekerja efektif dengan orang-orang lain.

Dengan tema yang sangat umum, saya beberapa kali baca cepat, terutama kala bagian sekolah yang menjelaskan Guru BP (Bimbingan Konseling) dengan siswa, sebab sudah tak relate. Seorang penyuluh yang sungguh-sungguh harus mau menerima tanggung jawab dan ketidakpastian, siap menempatkan diri dalam posisi yang mengandung resiko, baik resiko pribadi, resiko yang menyangkut perasaan, resiko yang menyangkut hubungan dengan orang lain, maupun resiko jabatan. Penyuluh harus sebagai pribadi utuh dan terbuka tanpa topeng serta tidak melaksanakan tugas semata-mata berdasarkan aturan permainan yang telah disiapkan terlebih dulu saja.

Penyuluh telah siap mendengarkan apa yang akan dikemukakan oleh klien dan siap untuk memberikan bantuan. Hendaknya penuh kehangatan, dengan nada dan kata-kata yang bersifat menerima klien. Semua ini harus dilakukan secara wajar, tidak dibuat-buat. Kata-kata ‘khawatir’, ‘sulit’, ‘masalah’ harus dipakai hati-hati dan kalau perlu tidak dipakai sama sekali, kecuali kalau klien sendiri memakainya. Penggunaan pengarahan yang terlalu cepat atau terlalu sering terhadap klien yang enggan malahan dapat mengakibatkan timbulnya suasana risi (tidak tenang) atau menjengkelkan pada diri klien dan penyuluh tampak kurang peka terhadap suasana kejiwaan klien.

Setidaknya penyuluh memiliki sifat luwes, hangat, dapat menerima orang lain, terbuka, dapat merasakan penderitaan orang lain, mengenal diri sendiri, tidak berpura-pura, menghargai orang lain, tidak mau menang sendiri, dan objektif. Mengurai sifat penyuluh yang paling baik adalah dengan memadukan hasil-hasil penelitian, pendapat para ahli, pengalaman pribadi, dan akal sehat. Sifat penyuluh sebagai model, hubungan penyuluhan, dan keberanian penyuluh untuk melakukan penyuluhan. Tiga unsur pokok yang penting di dalam menumbuhkan dan mengembangkan hubungan penyuluhan ialah empati, penghargaan, dan kesegaran.

Keberhasilan penyuluh sangat ditentukan oleh anggapan-anggapan klien terhadap tingkah laku dan tindakan penyuluh. Klien akan menyadari dan memberikan tanggapan terhadap kontak mata, gerak-gerik, isyarat, dan sikap penyuluh. Penyuluh yang berbicara terlalu banyak dapat mengakibatkan klien menjadi kerdil karena merasa bahwa gagasan-gagasan yang dimilikinya seolah-olah tidak penting. Demikian selaan-selaan bicara yang sedikit mungkin akan lebih memberanikan klien untuk berbicara. Penting, klien dapat merasakan bahwa ia diterima, berguna, dan bebas untuk berbicara.

Dari buku ini saya belajar untuk lebih sering melihat diri sendiri. Pikirkanlah cara-cara yang mungkin itu, pilihlah salah satu yang paling baik dan laksanakanlah. Melihat diri sendiri seperti orang lain melihat diri Anda adalah suatu cara yang baik untuk mempelajari diri sendiri. Bagaimana trust itu sangat penting. Kepercayaan klien tumbuh karena klien menganggap penyuluh akan merahasiakan keterangan yang diungkap. Penyuluh tidak menimbulkan kesan bagi para anggota kelompok bahwa dia memihak salah seorang atau sebagian anggota kelompok.

Sedikit hal perlu saya perlu perbaiki tentang nilai adalah pesan bahwa penyuluh tak boleh memaksakan nilai-nilai yang dianutnya kepada klien. Beberapa kali saya konseling menunjuk contoh yang ideal dalam perilaku, dan itu kurang bagus. Sebab ideal bagiku belum tentu bagus buat klien. Contoh-contoh pribadi dapat mengalihkan perhatian dari klien dan memperlemah kedudukan klien sebagai titik pusat dalam hubungan penyuluhan.

Teknik komunikasi yang baik sangat diperlukan. Pertanyaan terbuka atau tertutup sangat menentukan respon klien. Dalam banyak kasus jawaban yang langsung dan sederhana adalah paling baik, meskipun jawaban itu berupa penolakan untuk mengemukakan informasi yang dimaksudkan. Termasuk respon kita, nasihat hendaknya diberikan sesedikit mungkin, diberikan bila benar perlu dan diminta. Pemberian nasihat merupakan ketrampilan yang mudah disalahgunakan. Nasihat terbuka seolah ia ahli, dan lambat laun akan mencipta salah.

Termasuk poin rahasia. Selama ini saya ternyata kurang rapat menjaga hal-hal yang boleh dan tak boleh dibagikan kepada teman. Baiklah, saya akan jaga mulai hari ini. Anda adalah bebas, sebebas-bebasnya, Anda tidak terikat oleh keadaann jasmaniah atau rohaniah, Anda adalah kendaraan lautan kedamaian dan ketenangan. Tetaplah dalam keadaan ini untuk setidak-tidaknya selama lima menit. Hak klien agar keterangan yang dikemukakan dirahasiakan oleh penyuluh adalah sifat mendasar agar hubungan sungguh akrab dan hangat.

Merumuskan tujuan ialah mendorongnya untuk memikirkan beberapa kemungkinan cara bertindak atau bertingkah laku. Hal ini mengajak klien untuk berpikir praktis. Contoh, pertanyaan, “Apakah yang ingin Anda lakukan jika Anda ingin mengubah tingkah laku?” Dia harus memastikan bahwa ia bersungguh-sungguh kepada dirinya sendiri untuk mencapai tujuan yang diinginkannya dan dengan demikian dia bersedia pula menerima tanggung jawab.

Membuat catatan merupakan usaha sederhana tetapi sangat penting karena kegiatan ini mempunyai andil besar di dalam rencana pengubahan tingkah laku. Latihan penenangan dapat digunakan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi suasana khusus yang menegangkan, seperti wawancara, ujian, atau pertemuan penting. Dengan memadu teknik membayangkan sesuatu, kesadaran jasmaniah, dan bermain peran.

Penyuluhan biasanya bekerja dalam batas kewenangan lembaganya. Setiap lembaga memiliki nilai-nilai tertentu yang harus ditaati oleh penyuluh, baik nilai tertulis atau tidak. Tugas penyuluh adalah membantu klien untuk mendapatkan akal sehatnya dalam mengenali nilai-nilai yang dianut, mengambil keputusan dan menetapkan identitasnya sendiri.

Akhirnya tujuan akhir dan meraih kesimpulan penyuluhan sangat penting. Ketika penyimpulan, penyuluh harus berusaha menggarisbawahi hal-hal yang sangat menonjol, menyatakan dalam bahasa yang mudah dimengerti dan sederhana, dan akhirnya memberikan tanggapan terhadap sampai sejauh mana ketepatan kesimpulan yang dibuat. Dan perlu diperhatikan ada empat jenis nilai dalam penyuluhan: moral, sosial, undang-undang, dan agama. Sebagaimana usaha pengarahan lain, maka pemberian penafsiran dapat mengandung aspek-aspek negatif. Keefektifan penyuluh hendaknya tidak diukur dengan ketepatan dan banyaknya penafsiran yang diberikan.

Penyuluhan bukanlah satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah. Kegiatan seperti musik, drama, olahraga, pengobatan, dan sebagainya adalah juga tak kalah pentingnya untuk digunakan dalam membantu mengatasi masalah klien. Persoalan nilai merupakan hal yang sangat pokok dalam penyuluhan.

Setelah menyelesaikan baca buku ini, saya semakin penasaran tentang konseling sebab akan melebar ke mana-mana. Ada banyak teknik, ada banyak teori yang perlu dipelajari, kebetulan kemarin saya dapat (dan juga beli) buku Psikologi Konseling. So, here we go! Menghargai orang lain adalah nilai yang tingkatannya tinggi, sedangkan cara berpakaian dan cara-cara memelihara rumah merupakan nilai yang tidak begitu tinggi derajatnya. Sepakat!

Mari ngobrol dan ngopi.

Penyuluhan | by E.A Munro, R.J. Manthel, J.J. Small | Judul asli Counseling: A Skill Approach. | Penerbit Methuen Publications (N2) Ltd. Edisi pertama tahun 1979 | Alih bahasa Drs. Erman Amti | Penyunting Dr. Prayitno, M. Sc. Ed. | Penerbit, Percetakan, Toko buku Ghalia Indonesia, Safar 1404 / November 1983 | Perancang kulit sampul Thilun S | Cetakan kedua, Zulhijjah 1405 / September 1985 | Skor: 3.5/5

Karawang, 281220 – Al Green – Let’s Stay Together

Thx Dede Hidayat, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s