The Power of Sugestive

Mind and Body by William Atkinson

Bagi Hippocrates, “Alam adalah dokter dari semua penyakit.” Ambrose Pare menorehkan kata-kata ini di sekolah kedokteran Ecole de Medicine di Paris, “Je le ponsez et Dieu le guarit”, yang artinya, “Aku terluka, dan Tuhan yang menyembuhkan.”

Buku yang berisi cara-cara penyembuhan dengan pikiran, optimism dan segala hal pemainan mindset. Dari sejarah panjang pengobatan tradisional, benda-benda yang dijadikan perantara menyakinkan pasien, sampai adegan mistis di era modern yang tetap dimanfaatkan. Tubuh dan pikiran ada keterkaitan, itu jelas, tapi pengobatan dengan membuat pasien meyakini bahwa penyakitnya bisa disikat dengan kata-kata, terdengar aduhai. Terapi, konseling, coaching, sampai hal remeh temeh ngobrol curhat, bisa dilaksanakan. Segalanya mungkin, dan perlu mengeluarkan uneg-uneg. Teori muncul dan lenyap, tetapi fakta-fakta akan selalu ada.

Kondisi fisik adalah melulu pantulan dari keadaan mental. Kondisi mental memengaruhi kondisi fisik, sehingga kita melihat kondisi fisik akan memengaruhi keadaan kondisi mental. Adalah segi dari sesuatu yang lebih besar dari yang lain – kutub-kutub yang berlawanan dari Realitas yang sama. Pikiran sadar memiliki tiga kualitas kehendak, intelek, emosi, sementara pikiran bawah sadar memiliki kualitas sangat penting nutrisi, atau memelihara tubuh secara umum.

Iritasi batuk tidak memiliki penyebab mekanis, secara permanen dapat ditekan oleh kehendak. Dengan mempertimbangkan bermacam-macam kinerja yang dilakukan Pikiran Bawah Sadar, kita tidak boleh beranggapan bahwa pikiran ini terletak di otak, tetapi tersebar di seluruh tubuh secara fisik, ada di setiap sel, setiap organ, setiap otot, setiap saraf – di setiap bagian tubuh.

Intinya, penyembuhan bawah sadar itu sangat penting. Ada empat metode utama di buku ini: keyakinan, imajinasi, kepercayaan dan sugesti dan psikoterapi. Pikiran bawah sadar harus digunakan tanpa sadar, dengan kata lain, tak ada selain kekuatan mental bawah sadar yang dapat mengendalikan, memandu, dan menentukan fungsi organ tubuh. Tak ada bagian di tubuh manusia yang tidak menunjukkan adanya sel, semua sel ini intinya berada di tengah-tengah yang hidup seperti kuning telur. Saat seorang manusia sanggup mengontrol kehidupan dan kematian selnya, dia menjadi pencipta.

Berkali-kali menganggukkan kepala sebab sepakat sekali, terapi adalah dari dalam. Semua penyembuhan tubuh harus melibatkan penyembuhan sel, yaitu memulihkan sel yang aktivitas normal dan fungsi sel tersebut. Tubuh dapat dibandingkan dengan Negara komunis atau koloni sosialis, setiap anggota dengan riang mengabdikan hidup untuk bekerja, dan sering untuk hidupnya sendiri, serta untuk kebaikan bersama. Sel otak tentu saja yang paling terorganisasi, dan yang paling sangat dibedakan.

Kebetulan di kantor ada sesi terapi, ada metode untuk menyembuhkan karyawan yang sakit, tak hanya mental kadang yang sakit fisik-pun kita terapi. Maaf bukan kita, tapi atasan kita yang memiliki sertifikat terapis. Tak kala tubuh dipenuhi dengan zat gizi, sistem secara umum akan berkembang dengan baik, dan pikiran akan aktif, pekerjaan perbaikan akan berlangsung dengan cepat. Ungkapan dalam kedokteran adalah vis vita atau vis medicatrix nature artinya ‘kekuatan alami penyembuhan’, upaya ampuh dalam penyembuhan penyakit jika dilakukan sebagai mana mestinya.

Saya sendiri sering menjadi coach, atau konsultan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Ekperimen-ekperimen biologi menunjukkan bahwa sel-sel mampu mengalami kejutan, kesenangan, dan rasa takut. Mereka juga mengalami derajat perasaan yang berbeda, dan bereaksi ketika menanggapi rangsangan. Professor Bascom berpendapat, “Kehidupan bukan paksaan; ia adalah gabungan kekuatan. Kehidupan adalah produk dari kehidupan pikiran. Sejauh mana pikiran bisa dimanfaatkan sebagai penyebab gerakan yang memiliki tujuan pada organisme adalah persoalan yang sulit dijawab…”

Setiap konseling, karyawan selalu kuajak ngobrol dengan solusi kembali ke karyawan sendiri. Terutama karyawan yang memiliki absen banyak, sering sakit dan izin ke klinik. Penyakit adalah kegagalan sel-sel dalam mengelola zat buangan mereka, atau melaksanakan tugas mereka sepenuhnya. “Perbaikan sel adalah proses intelektual… sel bukanlah mesin belaka, melainkan sebuah entitas yang hidup, melakukan segala sesuatu yang tidak dilakukan tubuh… ini adalah proses intelektual yang dilakukan secara tak sadar.”

Carpenter bilang, “Konvertibilitas kekuatan fisik dan korelasinya dengan alat vital berkat adanya hubungan antara aktivitas mental, dan aktivitas fisik yang rumit sulit untuk dianalisis, seluruhnya mengarah pada satu kesimpulan – sumber dari segenap kekuatan pikiran. Kesimpulan secara fisik adalah puncak piramida yang memiliki landasan dalam naluri primitif manusia.”

Komunitas besar ini, atau bangsa sel ini, dibagi menjadi banyak komunitas kecil, di antaranya merupakan organ utama tubuh, semisal perut, usus, hati, ginjal, limpa, dan lain-lain. Semuanya dapat berjalan sesuai dengan aturan umum, masing-masing organ koloni ini memiliki ‘pikiran kolektif’, yaitu pikiran koloni besar yang dikenal sebagai Pikiran Bawah Sadar.

Proses penyembuhan dengan menggunakan Sugesti atau Penyembuhan dengan keyakinan. Yang terjadi adalah terapis memperbaiki ide dalam pikiran pasien dengan memberinya sugesti. Sugesti adalah manifestasi asas operasi universal dalam segala bentuk penyembuhan mental, di bawah kedok apa pun, yang bisa disajikan dengan penerapan metode apa pun. Sejauh ini kita akan melihat bahwa teori-teori metafisikan, kepercayaan-kepercayaan, dan dogma-dogma khusus hanyalah topeng lahiriah sugesti. Dokter John Hunter mengatakan, “Keadaan pikiran mampi menghasilkan penyakit, sedangkan keadaan yang lain adalah hasil dari efek obat.”

Dr. Murphy mengatakan bahwa ‘vitalitas’ atau ‘kekuatan vital’ hanyalah aksi dari Pikiran Bawah Sadar yang beroperasi melalui sistem simpatetik, organ pikiran, dan sel pikiran. Semua energi vital, pada akhirnya adalah energi mental. Kesehatan adalah hasil dari fungsi normal dari Pikiran Bawah Sadar, begitu juga penyakit akibat fungsi abnormal. Kekuatan penyembuhan sejati harus datang sendiri melalui Pikiran Bawah Sadar, walau dapat dirangsang, dibangun, dan diarahkan oleh pelbagai kekuatan luar.

Sejujurnya banyak nama asing di buku ini, atau malahan nyaris semua asing. Kutipan dari para dokter atau professor di bidang kesehatan sangat dominan dan banyak sekali dibicarakan. Di mulai dari masa lampau sampai update di abad 20. Sedikit orang bisa dipengaruhi oleh emosi kuat, yang lain sangat dipengaruhi oleh emosi yang lemah. Itu sebabnya, harus selalu ada perbedaan besar dalam hasil metode penyembuhan melalui keyakinan iman. Penyakit yang paling bisa menerima iman menyembuhkan rasa gugup.

Mesmer menyatakan bahwa di Alam ada gaya magnet universal yang memiliki efek terapi yang kuat jika diterapkan secara benar, bahwa magnet yang universal tersebut dapat mengalir dari besi ke tubuh pasien, dia menyebutnya cara ‘magnetisme makhluk.’ Zaman itu disebut zaman Mesmerisme, lalu muncul Hipnotisme modern yang diprakarsai oleh Franz Anton Mesmer, salah satu muridnya. Hipnotis sejatinya hanya perlu menghadirkan keadaan mental ‘perhatian yang mengandung harapan’ ke tubuh pasien. Lalu muncul Terapeutik Sugestif, “Ini semua soal sugesti, pasien-pasien saya disugesti untuk tidur, dan penyakit mereka disugesti untuk keluar. Ini sangat sederhana, sesudah Anda memahami hukum-hukum sugesti.” Kata dokter Liebault.

Dr. Haygarth di London mengajukan gagasan bahwa kehebatan sebenarnya metode penyembuhan ini terletak pada pikiran, kepercayaan dan imajinasi si pasien, bukan terletak pada traktor besi (media). Kesembuhan adalah hasil dari keadaan mental yang diproduksi oleh pasien, bukan kualitas logam peralatan.

Dalam proses penyembuhan penyakit, ada pengaruh tindakan dari keadaan mental harapan, iman, dan imajinasi pasien, terlepas dari setiap kebajikan yang terkandung dalam metode atau sistem itu sendiri. Singkatnya, semua obat ini termasuk kategori keyakinan yang menyembuhkan. Seluruh tubuh terdiri dari konfederasi entitas cerdas, masing-masing melakukan fungsi dengan kecerdasan yang persis disesuaikan dengan pelaksanaan tugas khusus sebagai anggota konfederasi tersebut.

Dr. Tuke menyimpulkan, “Pemikiran kuat diarahkan ke tiap bagian yang cenderung meningkatkan ke arah vaskulariasi, dan berdampak pada sensibilitas.” Kepribadian dokter serta sikap dan minat pasien jauh lebih ampuh ketimbang obat-obatan. Dunia tak akan kekurangan omong kosong.

Fakta bahwa pencernaan seseorang akan terluka atau sakit setelah dia menerima kabar buruk, dan langsung kehilangan nafsu makan. Proses kinerja tubuh terhambat, dan seluruh sistem di dalam tubuh merasakan efek impuls gelombang mental dan spiritual menyedihkan yang bisa menurunkan suhu tubuh vital. Kabar buruk tidak hanya menghambat fungsi pencernaan, tapi juga menghambat pembentukan sekresi pada pencernaan. Kabar buruk mendadak bisa melumpuhkan organ jantung di luar pemulihan, sedang berita menyenangkan, menenangkan, dan tak menghentak bisa menggairahkan sistem granular secara keseluruhan, meningkatkan sekresi, membantu pencernaan, mengirim getaran gembira untuk sensorium (pusat sensasi).

Dr F. W. Southworth mengatakan, “Ketakutan adalah penyakit menular dan kadang-kadang memantul dari pikiran ke pikiran yang lain dengan kecepatan tinggi…” Emosi bahagia yang menyenangkan, menghasilkan senyawa kimia bergizi yang dapat merangsang sel untuk menghasilkan energi.

Sir George Pager, M.D. menyatakan, “Dalam banyak kasus, saya melihat alasan-alasan untuk percaya bahwa kanker berasal dari kecemasan yang berlarut-larut.”

Kuselesaikan baca Jumat pagi (11/12/20) saat cuti mau servis mobil, buku ini kubaca santuy di sela bacaan lain yang lebih berat. Kukira akan mengupas kekuatan pikiran dan tata caranya, ternyata lebih banyak menyodorkan data-fakta, dan kutipan para penyembuh. Memang tak tinggi ekspektasi, tapi tetap saja sajiannya terlampau melimpah kutipan tak bagus. Buku pertama berlabel ‘Greatest Self-Improvemnet Books Series’ yang kulahap, buku kedua terbitan Bright bersampul putih yang kunikmati, yang pertama isinya pure kutipan para penulis dunia yang kusebut sebagai buku terburuk tahun lalu.

Kukira buku ini akan berisi mindset dan seluk beluk koneksi fisik dan mental. Ternyata lebih banyak pola dan metode penyembuhan penyakit. Kesimpulannya adalah, ada rantai tak berujung berupa aksi dan reaksi antara Pikiran dan Tubuh – antara Tubuh dan Pikiran. Melankolia berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘empedu hitam’, dan histeria berarti ‘rahim atau saluran rahim’. Profesor Halleck, “Pikiran sepenuhnya tergantung pada sistem syaraf, seperi halnya tanaman tergantung pada matahari, hujan, dan udara…”

Saya mungkin tak sampai bisa menerapi orang dengan membuatnya terlelap sebab saya lebih banyak konseling, ngobrol sama karyawan. Namun inti buku ini memang kekuatan mental. Melakukan terapi dengan menempatkan orang yang sakit dengan cara memanipulasi orang tersebut ke dalam tidur buatan.

Menguap diproduksi oleh gagasan murni tentang kelelahan, nah kuy. Mari ngopi, yang penting hepi.

>.<

Mind and Body: Bagaimana Menyeimbangkan Pikiran dan Tubuh | by William Atkinson | Penerjemah Sushela M. Nur | Penyunting Zulkarnaen Ishak | Penyelaras akhir Reddy Suzayzt | Tata letak Werdiantoro | Ilustrasi sampul Sekar Bestari | Perancang sampul Katalika Project | Penerbit Bright Publisher | Cetakan I, 2020 | ISBN 978-623-7778-08-0 | x + 134 hlm.; 13.5 x 20 cm | Skor: 3.5/5

Karawang, 161220 – Celine Dion – The Power of Love

Thx to CHR Indf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s