Cekam dalam Sunyi

Jenazah Lazarus by Dorothy Scarborough, Ph. D

Aku mencari ke mana-mana untuk membuktikan realitas, hingga akhirnya aku mengerti bahwa standar realitas telah berubah…”

Kompilasi kisah misteri dari berbagai penulis terkemuka dunia. Para hantu adalah makhluk abadi sejati, di mana yang mati ‘dihidupkan’ sepanjang masa. Hantu-hantu memiliki vitalitas yang lebih besar pada masa kini daripada sebelumnya. Semakin hari semakin banyak, semakin variatif bentuknya. Para hantu yang menyatroni kesusastraan, dan akan selalu seperti itu. Seolah para hantu tak pernah habis atau mati.

Semakin manusia mengenal hukum alam, semakin tekunlah manusia mencari tahu masalah supranatural. Bisa saja mengklaim tak percaya takhayul, tapi tak benar-benar meninggalkannya. Sekalipun telah meninggalkan dunia sihir dan alkimia, ia masih memiliki waktu yang melimpah dalam penelitian yang bersifat psikis. Bahkan hantu orang yang begitu lama terlupakan menguap, merenggangkan tulang belulang, dan pergi dari kuburnya untuk menakuti.

Kita menyebutnya hantu modern, semakin rumit jenisnya. Dulu mana ada hantu suster ngesot? Atau hantu panggilan telepon? Salah dua jenis hantu yang muncul dekade 2000-an, hantu-hantu baru yang lebih demokratis, sehingga memiliki ketertarikan dan bersinggungan dengan manusia. Pada dasarnya efisiensi neraka dan ilmu pengetahuan merupakan teror terburuk yang menjadi momok. Ilmu pengetahuan sendiri merupakan hal supranatural, gaib dan perlu telusur lebih dalam.

Hantu-hantu masa kini memiliki ketertarikan aktif bukan hanya dalam masalah publik, tapi juga seni. Para penulis selalu mengambil keuntungan dari keyakinan bahwa hantu tidak bisa membalas menulis, belakangan mereka mengembangkan tulisan yang lebih menggigit. Kehadiran sosok hantu yang tidak terlihat oleh jauh lebih mengerikan dari hantu yang bisa dilihat dan berusaha menghindar.

#1. Pepohonan WillowAlgernon Blackwood

Salah satu dari kami melakukan ini, dan pastinya itu bukan aku.”

Pembuka yang ngeri, tak ada hantu di sini, hanya angin mendesis, gesekan dengan daun-daun, di pulau terpencil, pesisir sungai, dua orang mendayung dalam perahu cekam. Mengerikan, bikin merinding. Sampai-sampai saya kerjap mata berkali-kali dalam setiap lembarnya. Horor yang bagus memang harus seperti ini, sungguh mengintimidasi. Tawaran cekam tak perlu bombastis, hanya dua orang bermalam dalam kesunyian. Desis hawa dingin, udara membelai nyiur pohon-pohon willow! Cerpen terbaik ada di mula. Melihat kano dibalik di samping tenda, ketika bangun tidur saja sudah paranoid. Aku segera memandang ke sekitarku, suatu pandangan ketakutan yang mendekati rasa panik, sia-sia memperhitungkan cara untuk lolos.

Sebuah sungai yang meluap, mungkin selalu menunjukkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dua orang naik perahu, menyusuri sungai di hutan asing, saling curiga, saling tak percaya, ada makhluk tak kasat mata memantau, menyenggol, menghantui mereka. Penyibakan rahasia alam yang besar, tentu saja, selalu mengesankan dan tidak aneh dengan perasaan seperti itu.

Suatu dunia yang asing, suatu dunia yang hanya dihuni pepohonan willow dan jiwa-jiwa pohon willow. Mereka selalu berbicara sendiri, tertawa kecil, menjerit melengking, kadang kala menghela napas… Pembagian dunia di sini begitu tipis sehingga entah bagaimana ia bisa bocor. Pohon-pohon willow besenandung, karena di sini pohon willow menjadi simbol dan kekuatan yang melawan kita.

Ketakutan yang merasuki adalah ketakutan besar yang belum pernah kukenali atau pernah kurasakan sebelumnya, yang menimbulkan rasa ngeri dan bertanya-tanya dalam diriku mengenai bagaimana cara menghadapi efek buruknya. Lebih bijaklah kalau kita tidak membicarakannya, atau bahkan memikirkannya, karena apa yang dipikirkan akan terucap, dan apa yang terungkap akan terjadi.

Kesepian di tempat kemah di Danube, dapatkah aku melupakannya?

Seluruh pengalaman yang pinggirannya kami sentuh ini sama sekali tidak dikenal umat manusia, ini suatu pengalaman yang baru, dan memang menakutkan. Satu-satunya peluang kita adalah bersikap setenang mungkin. Keremehan diri kita mungkin menyelamatkan kita. Kita harus menjaga pikiran kita tetap tenang. Pikiran kitalah yang mereka rasakan. Kita harus mengontrol pikiran kita, atau semuanya berakhir.

Kita berkemah di sebuah titik di mana wilayah mereka menyentuh kita, di mana tirai di antara kita semakin tipis. Menakutkan! Pepohonan willow menyembunyikan yang lain, tetapi yang lain itu merasakan keberadaan kita. Jika kita membiarkan pikiran kita membukakan rasa takut kita, kita akan habis. Benar-benar habis. Pikiran kita naik ke dunia mereka. Kita harus membuat mereka tidak bisa membaca pikiran kita sama sekali jika memungkinkan.

Bagian cekam itu hanya berupa narasi, penggambaran lingkungan di keterasingan. “Kami berbaring di sana, menjaga api tetap hidup, berbicara tanpa tentu arahnya, mengamati kerimbunan semak pepohonan willow di sekeliling kami, mendengarkan deru angin dan sungai, keterpencilan tempat ini benar-benar meliputi diri kami, dan keheningannya terlihat alami, karena bisikan suara kami menjadi sedikit tidak nyata dan dipaksakan…”

#2. Bayangan di DindingMary E. Wilkins Freeman

Kisah yang lebih biasa. Kematian saudara yang memunculkan bayangan di dinding, semacam arwah. Lalu mengajak saudara yang lain untuk menyatu dalam bayang. Berdua lebih baik. Edward lebih dulu, dan saudara-saudaranya menjadi saksi bayangan, Henry menyusul. Kata-katanya didektekan oleh ketakutan, ketakutan yang telah begitu lama ia lawan, tetapi akhirnya mencengkramnya juga.

#3. Si Pembawa PesanRobert W. Chambers

Itu pertanda buruk, kau tahu pepatah Morbihan, ‘Saat burung laut berpaling dari laut, kematian tertawa di hutan, dan penduduk hutan yang bijak membuat perahu.” Rada ambigu, sebab narasinya sering melompat kaget. Buku kronik Jacques Sorgue tergeletak di atas meja, sudah membuat ngeri, ngengat kepala tengkorak merayap di atas permadani manjadi saksi kemunculan hantu lama, menuntut balas keturunan. “Kematian adalah anugerah Tuhan. Aku tidak takut kematian saat kita bertemu, namun sendirian, oh suamiku, aku takut Tuhan akan mengambilmu dariku.”

#4. LazarusLeonid Andreyev

Dalam hidup ini ada kehidupan dan keindahan; di luarnya,… kematian, yang merupakan teka-teki.” Orang yang secara ajaib dibangkitkan dari kematian. Sebagai kisah yang dipilih sebagai judul, ceritanya rada aneh. Lazarus yang sudah mati, bangkit lagi. tak seperti Lazarus semasa masih hidup yang ceria, periang, dan suka menolong, senang tertawa dan melontarkan lelucon, Lazarus yang bangkit dari kematian ini linglung dan agak limbung. Orang-orang kabur, dan takut atas tingkah lakunya. Hal yang wajar sebab manusia yang sudah pernah mengunjungi alam kubur ini tampak mengerikan, tiga hari tiga malam berada di kuasa maut yang penuh misteri. Lautan seperti suatu padang belantara, dan kedalamannya bisu dan kosong.

Jika kau berbohong, dan aku benci kebohonganmu, dan jika kau mengatakan kebenaran, aku benci kebenaranmu. Kalah, tetapi tidak tertaklukkan.

#5. Monster Berjari Lima W. F. Harvey

Tentang Adrian Borlsover, pria mengagumkan di masa hidup yang menjadi legenda setelah kematiannya. Ahli perabukan anggrek dan mati dalam tua. Hobinya dalam botani, kehilangan pengelihatan, dan rabaan jemarinya lalu menjelma semacam ‘hantu’ sebab wasiatnya meminta tangannya dibalsem, diawetkan. Cahaya bulan dan ranting-rantingnyalah yang membuat gambaran ini terbayang dalam imajinasiku.

Ponakannya Eustace Borlsover dan saudara lainnya yang mendapati warisan rumah berserta isinya lalu dicekam teror, tangan merayap seolah ada yang belum tuntas di masa hidupnya. Dan benar saja, sebuah sulut api di perapian menghabisi ketamakan manusia. Berhubungan dengan pikiran, dan semakin sedikit kita memikirkannya semakin besarlah kesempatan kita untuk lolos. Di atas segalanya, jangan berpikir, apa pun yang menurutmu akan terjadi.

#6. Misa BayanganAnatole France

Kisah dalam kisah. Catherine Fontaine, si perawan tua dan legenda kekasih di masa lalu. “Sepanjang hidupnya bekerja sebagai penggali makam, dia memiliki watak yang menyenangkan, tentunya hasil daro pekerjaan yang dijalaninya, karena sering kali dikatakan bahwa orang yang bekerja di pemakaman memiliki sikap periang.”

Aku tahu bahwa mereka biasa kembali pada apa yang mereka kasihi.

#7. Apa Itu?Fitz-James O’Brien

Ini kisah dendam juga, rumah tua yang dianggap angker sulit dijual sebab dikata ada hantu yang menunggu. Kebahagiaan spiritual yang tak terbayangkan, yang tidak akan kuserahkan demi takhta sekalipun. Dalam spekulasi sura, akhirnya memang ditempati, pelayan mereka tak betah, akhirnya resign. Dan malam duel yang aneh. Hammond yang sungguh lelah. “Dan kau, semoga bermimpi bertemu dengan hantu setan, dan penyihir.”

Hal seperti itu tidak pernah terjadi sejak dunia diciptakan.

#8. Jari Tengah Kaki KananAmbrose Bierce

Duel Dalam Gelap. Ini juga tentang rumha tua Manton berhantu. Memang harus berhati-hati dalam berkata, “Aku tidak takut akan apa pun.” Jelas terdengar sombong. Dalam petarung di gelap malam, ada sosok lain yang membantu. Endingnya keren, satu kalimat yang jreng mengungkap sebuah dendam: ‘Gertrude adalah nama almarhumah Nyonya Manton, saudari Tuan Brewer.’

#9. Cangkang PerasaanOlivia Howard Dunbar

Hidup begitu ringan dan menyenangkan tanpa emosi yang menghancurkan. “Pernahkah kau memikirkan betapa kesepian dan menyedihkannya keadaan bagi seseorang yang baru mati? Kasihanilah dia, Allah. Kita yang masih hidup, seharusnya mengasihinya.”

Memang sulit mematikan persepsi. Pasangan Theresa dan Allan yang dihantui kenangan. Kebahagiaanku adalah kebahagiaan tidak terbatas yang berada di luar pengertian manusia.

#10. Perempuan di Seven BrothersWilbur Daniel Steele

Sejatinya ini menjadi inspirasi film The Lighthouse yang dibintangin Edward Cullen dan Green Goblin. Terlalu banyak kemiripan. Bagaimana dua orang penjaga mercusuar mengalami kejenuhan, halusinasi, horor sepi. Masturbasi dengan cewek bayangan seorang putri duyung.

Di Kingdom Come, mercusuar di pantai.Fedderson sudah 23 tahun di sana, Ray sang junior. Kau akan sangat malas di mercusuar. Seberapa pun banyak waktu yang kau habiskan untuk bermain-main, masih ada banyak waktu yang tersisa. Plek, sama The Lighthouse!

#11. Di Depan Gerbang Myla Jo Closser

Tentang anjing Bull-Terrier Inggris yang mencium keanehan pada bayang. Menemui hantu anjing tua yang ternyata adalah anjing lama sang tuan rumah, jadi mereka saling sapa dan berceloteh bagaimana menjadi anjing penjaga. Bagaimana tuan rumah merindukan anjing almarhum.

#12. LigeiaEdgar Allan Poe

Pernah baca cerpen ini di buku kumpulan Cerpennya Poe. Jadi ini tentang rasa kehilangan irang terkasih. Legeia yang meninggal dunia, suaminya berlarut dalam duka. Setelah masa dukacita lewat, ia menikah lagi dengan Lady Rowena Trevanion dari Tremaine yang merasa hantu sang mendiang istri masih tinggal di rumah. Tekatan batin, dan rasa cinta yang tertinggal itu mencipta horor, hingga ia ada di masa trace yang dikira mati. Ketika secara mengejutkan bangkit, ia bukan Lady Rowena ia adalah Ligeia yang kembali!

Hembusan yang tidak teratur, dan berbagai sosok yang bergerak sangat halus di dinding hanyalah efek alami dari angin yang biasanya berhembus.

#13. Kebun Buah BerhantuRichard le Gallienne

Misteri sebuah kotak kecil. Sekali lagi tentang rumah tua yang sunyi dengan piano tua, kebun buah yang aneh yang buat berbaring di musim panas di bawah pohon apel. Menjadi tempat baca buku-buku tua yang di rumah itu juga, lalu dalam keadaan sadar tak sadar ia bertemu hantu. “Anak malang! Ceritakanlah kesedihanmu kepadaku, jadi mungkin aku bisa membnatu agar hatimu yang sedih beristirahat…”

#14. Para PemanahArthur Machen

Para prajurit yang saleh, berderap dalam doa. Inggris melawan Jerman di Perang Dunia Pertama, di kota Sedan pasukan Jerman berjumlah ribuan bisa dikalahkan sebab peluru meriam berisi gas beracun yang tak dikenal. Dan anggapan St. George membawa para pemanah Agincount-nya telah membantu mereka.

St George demi kejayaan England!”

#15. Sesosok HantuGuy de Maupassant

Ditutup dengan bagus pula. Dari penuturan si tua Marquis de la Tour-Samuel di depan perapian. Tentang hantu masa lalu, tahun 1827 bulan Juli ia bertugas di resimen di Rouen, bertemu kawan lama, dan kawannya dalam keadaan hancur hatinya. Keesokan harinya mereka membuat janji bertemu, dan dua surat misterius mengungkap kejanggalan. Endingnya menggantung karena selama 56 tahun pun rahasia dalam ruangan itu hanya diungkap secuil.

Kumpulan cerpen yang keren sekali. Sayang sekali banyak sekali typo, entah bagaimana Penerbit Grup Gramedia bisa meloloskan tulisan typo semelimpah ini, seolah tak ada proof reader, tak ada cek and recheck ketat. Benar-benar mengganggu. Namun memang pada dasarnya buku bagus, klasik memukau. Seolah pizza disajikan dengan nampan buruk.

Sang penulis Dorothy Scarborough, Ph. D (1878-1935) menyelesaikan program masternya di Columbia dengan disertasi berjudul The Supernatural in Modern English Fiction (1917). Sylvia Ann Grider, penulis feminis Let’s Hear It menyatakan bahwa disertasinya begitu meyakinkan para professor dan kolega sehingga diterbitkan menjadi karya referensi. Karya paling terkenalnya The Wind yang sudah diadaptasi ke film dengan Lilian Gish sebagai pemeran utamanya.

Aku tak pernah mendengar suara seperi itu, tipis dan tegang seperti benang!”

Jenazah Lazarus | by Dorothy Scarborough, Ph. D | Diterjemahkan dari Famous Modern Ghost Stories | Selected with an introduction by Dorothy Scarborough, Ph. D | Maret 1921 | Penerjemah Peusy Sharmaya, Ph. D | Copyright 2011 | Penerbit Elex Media Komputindo | EMK 777110466 | ISBN 9788-979-27-9555-4 | Skor: 4.5/5

Untuk Ashley Horace Thorndike, Litt. D., Dosen bahasa Inggris, Columbia University: Yang menuntun studi awalku dalam bidang Suptanatural

Karawang, 081220 – Bill Withers – Heartbreak Road / Cat Yusuf Steven – Words

Thx to Buku Vide, Yogya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s