Kisah tentang Pengadilan tanpa Proses Pengadilan

The King of Torts by John Grisham

Di dunia yang penuh penderitaan, Mr. Carter, ini memang salah satu yang paling menyedihkan. Hatiku jarang tersentuh hingga menitikan air mata, tapi Tequila pernah membuatku menangis…”

Kisahnya menelusur selama setahun setengah peralihan, pengacara muda Clay Carter, lulusan Sekolah Hukum Georgetown yang memiliki kekasih rupawan nan kaya, dituntut untuk segera menikah, tapi keuangannya yang biasa dipandang sebelah mata sama calon mertua yang memiliki club county mewah. Dianggap kurang ambisius dan kurang kerja keras. Masalahnya kau tidak beranjak ke mana-mana. kau pintar dan berbakat, tapi tak memiliki ambisi. Tertahan empat tahun di Kantor Pembela Umum (OPD), mengurus orang-orang miskin di pengadilan. Membela para pembunuh, pengedar narkoba, sampai jenis kriminal lain yang sering terjadi di DC. Kelas kambing. Ia paralegal, bukan penyidik. Ia menolak, sesering ia mengiyakan.

Ia kini menangani kasus pembunuhan Pumpkin yang ditembak Tequila Watson, sesama kulit hitam yang seolah biasa. Topik menjadi menarik karena seolah tersangka tak memiliki motif, ia mengalami ketergantungan obat terlarang. Dalam masa rehabilitasi, dan saat memiliki dua jam masa bebas keluar dari tempatnya dikurung, mendapat pistol, melakukan pembunuhan tanpa sebab. Clay menjadi pembela umum yang ditunjuk pengadilan, dan kini mencoba melakukan penelusuran sebelum sidang. Kerja di area kering, singkatnya ia tak memiliki masa depan dengan ekonomi melimpah. Pekerja biasa yang terjebak rutinitas kalangan bawah. Di usia tiga puluh satu tahun, masih kere, mau nikah kapan kau?!

Maka tak mengherankan, ketika acara makan malam sama keluarga Rebecca, merayakan ulang tahun ibunya yang menor karena keseringan operasi plastik dan ayahnya yang suka omong besar sering meeting sama orang penting di Pemerintahan, sebut Gubernur atau Walikota sesering mengunyah, acara itu menjadi bencana. Pendiri BVH Grup di bidang property yang kurang ideal sebagai calon mertua. Disindir, didesak memutuskan, lantas tonjokan keras itu, ayah Rebecca menawari kerja di tempat yang menjanjikan. Ia memiliki teman lama, punya utang budi dan dengan referensinya akan mudah diterima. Hidup ini memang permainan tentang saling bertukar budi, dan ketika seseorang mencoba menolongmu, maka kau menerima budi. Suatu kelak mungkin kau punya kesempatan membalasnya. Gajinya dua kali lipat, tindakan ini seolah bilang, calon mertuanya mencarikan jalan buat masa depannya. Beberapa hari kemudian, ia menjawab tidak. Clay akan menemukan jalannya sendiri, sempat adu mulut di telpon, tapi keputusannya sudah tepat. Konsekuensi ini, mencipta kerenggangan hubungan, dan di tempat Clay dan Rebecca pertama bertemu di kafe, rasanya cocok, mereka mengakhiri segalanya di Abe’s Place. di situ pula disepakati mereka break. Clay lelah, Rebecca juga. Mereka sepakat tak ada komunikasi sebulan pas, di sini mereka akan bertemu lagi untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan. Kisah asmara ini, segalanya berantakan.

Namun inilah titik baliknya. Hanya berselang beberapa lama, ia ditelpon orang misterius bernama Max Pace, ia menawarkan pekerjaan di biro hukum dengan angka yang menjanjikan. Tak ada perusahaan lain yang menembangkan riset untuk obat anti kecanduan. Kebanyakan perusahaan farmasi menyerah bertahun-tahun lalu. Setelah bertemu, Pace mengaku sebagai tukang padam kebakaran. “… yang penting di sini, saya disewa perusahaan besar untuk memadamkan kebakaran.” Tawaran kerja itu bohong, dan hanya sekali itu akan menipunya. Ia mengajak kerja sama, dengan tubuh atletis dan meyakinkan, ia menawarkan uang besar dalam lingkaran pengadilan Amerika yang hitam. Dari sinilah kita memacu andrenalin. Ini pada dasarnya perjanjian menjaga kerahasiaan.

Clay diminta mendirikan biro hukum sendiri, keluar dari OPD, merekrut tim, lalu melakukan lobi terhadap para korban. Sahabat-sahabatnya di OPD dan pemilik toko komputer diajak bergabung. Angka nol yang disodorkan sulit ditolak. Dengan modal lima juta dollar masuk rekeningnya, ia gegas menjalankan aksi. Segalanya berjalan cepat, sebuah obat yang salah, terlampau cepat disahkan FDA untuk beredar, obat mengatasi kecanduan narkoba, kita sebut saja Tarvan, itu memang berhasil mengatasi para junkies di pusat rehabilitasi, tapi efeknya ternyata dahsyat. Para konsumen, setelah beberapa hari memiliki kecenderungan membunuh, siapapun tanpa sebab. Tequila hanyalah salah satu kasus.

Kami tidak mengharapkan khotbah tentang moral. Ambil uangmu, selesaikan tugas, dan semua orang senang. Tangannya gemetar ketika menorehkan tanda tangan, bukan karena perasaan takut atau keraguan moral, tetapi karena guncangan angka nol. Dari pekerja kere melonjak jadi OKB. Tersenyum-senyum dungu pada diri sendiri.

Clay diminta memadamkan api, menelusur keluarga korban, mengajaknya berunding, meminta tak melakukan tuntutan hukum, dan diberi uang lima juta. Angka fantastis yang sulit diterima, ok anggota keluarga telah tiada sebagai korban, tapi masa tak bisa kembali, tatap masa depan. Total ada tujuh, Clay bergerak cepat pada akhirnya hanya enam yang ditemukan, satu pelacur remaja tak bisa ditemukan ahli warisnya, proses memadamkan api ini fee-nya luar biasa. Membuat ngiler semua anggota tim. Sebagai pekerja kantor pemerintah bergaji tak lebih dari lima puluh ribu per tahun, angka yang ditawarkan memang sungguh diluar logika. “Mengapa aku?” Clay bertanya, dijawab Max, “Itu pertanyaan yang sama dengan yang diajukan oleh pemenang lotere. Kau telah memenangkan lotere, Clay. Lotere ahli hukum…” Pikirannya kembali mengembara menjelajahi dunia fantasi di mana uang tumbuh di pohon dan ia bisa membeli apa pun yang ia inginkan. Setelan jas Italia, mobil sport Jerman, real estate Georgetown, kantor di pusat kota, berikutnya apa?

Lalu kita akan mengikuti sepak terjang Biro Hukum J. Clay Carter II. Laboratorium manusia adalah istilah yang digunakan Pace untuk menyatakan obat yang coba-coba tapi justru sudah dipasarkan. Target berikutnya adalah obat untuk usia tua, 40 hingga 70 tahun untuk kebugaran yang justru mencipta tumor di kelamin. Dyloft yang malang ini dikejar Clay dan kawan-kawan. Kali ini dibalik, ia menjadi penuntut obat-obatan yang gagal. Memasang iklan di televisi berbiaya dua juta, lalu digandakan! *
Uang dengan cepat dikeluarkan. Perjuangan panjang menuntut ganti rugi yang diharapkan diselesaikan di belakang layar. Para korban akan diberi uang tuntutan, dan biro hukum ini menarik fee berapa persen. Setiap down, mereka selalu berpedoman. Pikirkanlah uang, ia terus berkata pada diri sendiri, pikirkanlah uang imbalannya. Kasus kedua ini sukses besar, menjadikan Clay sebagai rookie of the year. Tercatat menuai uang jasa seratus juta dolar!

Nah, masalah timbul mulai di sini. Bisikan ketiga dari Pace tentang obat Maxatil. Ini lebih besar dari Dyloft. Perjuangan besar, akan menghasilkan uang yang besar. Atau justru kekalahan yang besar pula. Obat ajaib yang konon bisa mempertahankan tulang belakang, lebih kuat dan menurunkan hipertensi untuk wanita manopouse. Perusahaan Goffman yang besar dan masuk ke blue-chip saham. Makin banyak kasus yang kita dapatkan, makin besar kendali yang kita miliki, makin banyak kasus, makin besar uang jasa kita.

Clay mulai bertingkah pula, ingin jet Pesawat Gulfstream 5 dengan harga 30 juta dolar. Jet second itu dibayar cicil 300 ribu per bulan. Hufh… Orang harus membayar atas penghamburannya. Bikin akuntannya pening, dan responnya lucu. Masalah lain, tiga anggota timnya yang sukses di kasus kedua kini meminta mundur. Rodney, Paulette, dan Jonah. Ingin menikmati uang, masing-masing 10 juta yang didapatnya. Seolah melakukan nasehat ayah Clay. “Merencanakan masa depan adalah menggelikan. Hiduplah untuk saat ini, Clay. Urusan besok adalah untuk besok. Menurutku, tanganmu sudah sangat penuh sekarang. Uang banyak ini, jangan dihabiskan, Nak. Teman-teman baru akan muncul, wanita akan berjatuhan dari langit.” DC adalah ibukota tentang uang dan kekuasaan.

Maka ia merekrut tim lain. Dengan ujung tombak Oscar dan kawan-kawannya lulusan hukum, mereka menebar ancaman. Kita adalah ikan-ikan hiu, kita adalah burung pemangsa, tak lain dan tak bukan. Perlombaan menuju pengadilan sudah dimulai. Karena lawannya kali ini Perusahan farmasi besar, pertaruhan besar juga dilakukan. Beberapa timnya jelas wajar merasa was-was. “Aku masih khawatir, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak beres.”

Selain itu mereka juga menangani kasus-kasus lain. Salah satu yang paling menarik adalah Perusahaan di Reedsburg, Pennsylvania membuat semen yang tidak sempurna. Ini melibatkan dua belas ribu karyawan di kota yang dalam perundingan berakhir bencana. Dalam adegan keras dan menegangkan di atas meja, tawar-menawar itu nyaris deal. Perusahaan menyodorkan angka 17 ribu, Clay keukeh di angka 22 ribu. Tak ada kesepakatan, dari sinilah Clay melakukan kesalahan fatal yang pada akhirnya meruntuhkan segalanya.

Sebagai pekerja melakukan rutinitas, berbagai berkas dan dokumen di mana-mana, foto-foto istri dan anaknya menempel di dinding, orang baik yang bekerja keras demi gaji yang sangat rendah. Lompatan cepat dari kantor OPD menjadi milyader dalam gugatan massal, semuanya hanya dalam beberapa bulan, dan biro hukum hebat yang didirikannya. Sedih, tapi terlalu sibuk untuk bernostalgia. Keletihan menempa dengan keras, dan ketakutan juga. Itulah harga ketenaran.

Keadaan diperparah, Rebecca yang melakukan pertunangan bahkan sebelum sebulan masa break, meluluhlantakkan hati Clay. Bulan September nikah sama orang kaya, maka Clay melakukan perlawanan. Dengan ‘menyewa’ model dari Eropa Timur. Cantik pirang dengan leher jenjang bernama Ridley. Maka selain seluk-beluk pengadilan yang rumit, The King menawarkan drama cinta. Tak usah dipungkiri Clay dan Rebecca masih saling mencintai. Sepanjang malam yang panjang, Clay tenggelam dalam perasaan kasihan pada diri sendiri. Egonya terlalu hebat.

Teka-teki sang pemadam kebakaran Pace tetap tersembunyi hingga akhir. sebagai penyuplai rahasia ia datang dan pergi seenaknya. Namun pada akhirnya, ia terjerat juga. Diburu FBI atas penipuan di dunia saham, sebagai insider trading, kau bersalah, lima tahun di penjara. Clay kalang kabut, panutannya dikejar polisi! Dan kau hidup dari bocoran, kau mati dari bocoran.

Sepanjang lima ratus halaman kita tak mendapati Clay melakukan persidangan. Gugatan class action adalah tipuan belaka, setidaknya seperti cara yang dilakukan Clay dkk. Gugatan massal adalah penggelapan, perampokan terhadap costumer, lotere yang didorong keserakahan yang akhirnya mencelakai mereka semua. Mereka membayangkan diri sebagai kaum pemberontak, nonkonformis, jiwa-jiwa merdeka, bajak-bajak laut modern, jauh lebih modern untuk dibatasi peraturan-peraturan normal masyarakat. Persidangan merupakan hal penting, upaya berani untuk merombak penyalahgunaan sistem peradilan.

Ini adalah novel Grisham ke hhhmmm… coba saya hitung. A Pained House, Ford County, Skipping Christmas, The Partner, ternyata baru lima novel. Sejauh ini Grisham masih fresh. The King of Torts menampilkan tatanan yang mirip, pakem beliau memang di dunia peradilan yang tak adil. Namun tak seperti The Partner yang twist, The King memberi ending yang mencipta senyum. Sekalipun berakhir runtuh, biro hukum seumur jagung yang kena pailit, setidaknya kita diberi akhir yang bahagia. Seperti kata ayahnya Jarrett Carter, uang bukan segalanya. Endingnya manis dengan wawancara dengan Reporter koran The Post bernama Art Mariani dan penuturan kisah hidup satu setengah tahun penuh roller coaster.

Kalau ia tidak peduli, mengapa ia tidak bisa menghapus mereka dari benaknya. Ia mencintai sejarah, energi, dan nilai pentingnya. Bayar semua pajak, dan tidurlah dengan nyenyak. “Ini bisa benar-benar memengaruhi masa depanmu.”

Ganti Rugi | by John Grisham | Copyright 2003, Belfry Holdings, inc | Diterjemahkan dari The King of Torts | Alih bahasa Hidayat Saleh | GM 402 04.011 | Sampul Eduard Iwan Mangopang | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Januari 2004 | Cetakan ketiga, Desember 2006 | 544 hlm.; 18 cm | ISBN 979-22-0676-0 | Skor: 4.5/5

Karawang, 091120 – Billie Holiday – Strange Fruit (1939)

Buku ini salah satu dari Sembilan buku dalam giveaway saya bulan ini di Facebook, sampai tanggal 11-11 besok. Goodluck.

Thx to Leo Pandjaitan, Jkt & Anne Hyde, Bekasi