Kiat Bermain Saham

Kiat Bermain Saham by Surono Subekti

Ada dua tipe pemain saham: investor dan spekulan. Investor biasanya untuk jangka panjang dan (biasanya) berbasis pada analisis fundamental perusahaan. Spekulan bertransaksi untuk jangka pendek dan utamanya berbasis pada momen dan gerakan harga saham untuk itu spekulan sering disebut penjudi.

Semakin besar resikonya biasanya semakin besar hasilnya. Buku tipis saham yang terbit sebelum dunia digital menyerang. Bisa kalian bayangkan jual beli saham di era itu, tentu tak sesederhana sekarang yang tinggal duduk main HP, menanti naik turunnya harga buat eksekusi transaksi. Masa itu dan masa ke belakang tentunya, masih konvensional. Bahkan untuk mengabari teman/grup saham untuk sekadar ‘bergosip’ menggunakan telpon, atau bila butuh keputusan penting melibat banyak anggota, harus ngumpul.

Di era sekarang kita dengan mudah bergabung dalam grup WA/Telegram tentang saham, di masa itu mereka bikin klub investor dengan pertemuan rutin! Seseorang bergabung dalam suatu klub investor dengan tujuan memperoleh untung berdasarkan prinsip bahwa dua kepala adalah lebih baik daripada satu kepala. Langsung ngopi dan ngerumpi saham.

Deposito, hasil atau bunganya lebih tinggi tapi dananya tidak dapat ditarik setiap saat seperti tabungan. Hasilnya berupa deviden dan perubahan harga saham yang lebih sulit diprediksi. Pilihan investasi: obligasi, call money, pasar derivarif dan seterusnya.

Lagi pula dalam hidup apa pun profesi dan tindakan kita mengandung unsur judi, hanya kadarnya berbeda. Bahkan untuk pastor dan ulama, ada kadar judinya. Mereka sibuk berinvestasi untuk di alam sana, tetapi keadaan di sana belum tentu seperti yang dibayangkan. Jadi meskipun merasa yakin, masih ada kadar untung-untungannya pula. Kadar judi menjadi masalah bila potensial menyengsarakan pelaku, keluarga, atau orang lain.

Secara ekstrem saham dibagi menjadi dua, saham fundamental dan saham kucing kurap. Di era itu belum dikenal saham gorengan kali ya. Justru ketika baca saham kucing kurap rada aneh. Hehe… Faktor judi di saham kucing kurap itu sangat besar, disebut kucing kurap karena diusahakan setelah dipegang segera dilepas begitu ada kesempatan. Sedang saham fundamental, bisa disimpan bertahun-tahun di lemari besi, bahkan seumur hidup sampai pensiun kalau mau.

Tbk. Singkatan dari ‘Terbuka’, artinya PT yang go publik atau sahamnya dijual kepada masyarakat umum secara terbuka. Setiap tiga bulan Tbk. wajib melaporkan keuangan kepada Bursa Efek Jakarta (BEI) untuk disampaikan kepada para pemegang saham. Laporan keuangan yang dilaporkan kepada surat kabar terdiri atas Neraca, laporan Laba/Rugi, dan Laporan Saldo Laba.

Ekuitas adalah kekayaan Perusahaan, terdiri atas kekayaan yang disetor atau dari luar perusahaan, dan kekayaan dari hasil aktivitas itu sendiri. Orang tak selalu memilih harga saham yang paling murah. Itu tergantung dari pertimbangan. Salah satunya adalah prospek masa depan jangka panjang. Investor membeli saham dengan harapan nantinya berbiak seperti ikan yang sehat, investor lainnya tak jadi soal ikannya mati karena untuk dipotong-potong.

Kesehatan Perusahaan dinilai dari kemampuannya memenuhi kewajiban. Dapat dilihat dalam KWLU (Kewajiban Laba Usaha). Semakin kecil semakin baik. KWLU kurang dari satu tahun, artinya hanya dalam setahun laba usaha dapat menutup semua kewajiban. Perusahaan yang sehat dan dapat berkembang tentunya tentunya lebih bernilai daripada perusahaan yang sehat tapi kurang berkembang. Jadi carilah saham perusahaan dengan KWLU rendah dan rasio LUAH (Laba Usaha Aktiva Usaha) tinggi.

Kalau Anda menemukan perusahaan yang menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi dan harganya masih murah, Anda berpeluang meraih untung besar. Jika sudah fanatik dengan salah satu merek, konsumen akan bersedia membayar jauh lebih tinggi meskipun ada merek lain yang isinya relatif sama. Salah satu strategi bermain saham adalah memonitor hanya beberapa saham yang produknya akrab dengan kita, kemudian meramu efek berbagai perkembangan dan berita yang terkait dengan saham tersebut, ditambah dengan analisa keuangan.

Praktek lain yang merugikan pemegang saham minoritas adalah perusahaan sehat tiba-tiba melakukan rights issues (menerbitkan saham baru tambahan) untuk mengakusisi perusahaan sakit yang masih merupakan afiliasinya.

Setiap berita yang kita dengar, lihat, baca, dapat dianalisa kemana pengaruhnya. Suatu saham yang sehat dan baik, belum tentu layak dibeli karena harganya (dalam pengertian PER (Price Earning Rasio) dan PBV (Price to Book Value)) sangat mahal, demikian juga sebaliknya.

Murah-mahalnya saham ditentukan oleh PER-PBV. Harga saham Rp 200,- mungkin lebih mahal daripada harga saham Rp 1.000,- meskipun murah, belum tentu layak dibeli. Hal memengaruhi selain faktor pertumbuhan, adalah jenis produk, besarnya perusahaan yang berpengaruh terhadap likuiditas saham, dominan-tidaknya produk perusahaan di pasar, likuiditas manajemen, dan sebagainya termasuk faktor X yang kadang dominan.

Kuselesaikan baca sekali duduk di Minggu sore (4/10/20), dibaca di antara selang-seling Sembilan buku lain. Lumayan menghibur, era itu sudah ada kode saham. Sekarang-pun semua yang dipajang di bursa menggunakan kode empat huruf, seperti Unilever untuk UNVR, Indofood INDF, BRI Syariah BRIS, Alam Sutra ASRI, dst. Kubaca di sini tak ada sama sekali penyebutan kode.

Pemain pemula mohon perhatian! Jangan berhutang untuk main saham meskipun Anda yakin pasti untung. Keyakinan Anda bisa menjadi boomerang, dana yang Anda gunakan idealnya tidak lebih dari 50% dana yang bebas. Jika uang bebas untuk waktu lama, mungkin lebih baik ditanam pada obligasi daripada deposito. Maksudnya kalau amblas-pun, tidak terlalu mengganggu. Jangan gunakan dana tabungan untuk membeli rumah atau anak sekolah, misalnya. Pengalaman adalah guru terbaik, lapangan adalah guru terbaik. Saya sudah main saham hampir dua tahun, Alhamdulillah sudah positif, sudah untung. Sejatinya ingin jadi investor, tapi tiap minggu/bulan pas lihat grafik hijau, tangan ini gatal buat jual, akhirnya yo wes yang warna hijau berkali-kali kujual buat kuputar. Sampai-sampai berpikir, ini kok cari duit sederhana dan gampang ya? Cuma tanam duit, pilih saham bagus, diamkan, sebulan dua bulan dicek udah untung. Wew… kenapa ga dari dulu pas masih lajang sih. Hiks. Namun nggak papa terlambat, masih bisa kok nabung saham. Terus bergerak dan belajar. Termasuk baca buku saham dari yang jadul (seperti buku ini – buku kedua saham yang selesai kubaca setelah Simple Stories for Simple Investor) sampai baca buku saham terbitan baru, saya lahap semuanya. Beberapa buku pinjam, beberapa beli sudah di rak. Buku ini jadi lebih terasa sangat Ok karena ditulis oleh orang yang sudah pengalaman, dan analisis masuk akal. Buku-buku Saham seperti ini yang patut dinikmati dan sarannya dijadikan acuan. Saya adalah pembaca yang rakus.

Terkahir, kunci bermain saham adalah sabar, jangan serakah, dan dapat menahan diri. Ingat karakter Anda belum tentu cocok untuk bermain saham. Bila Anda mudah emosional, dianjurkan jangan bermain saham karena banyak Bandar, aktor intelektual provokator, dan kejutan di bursa saham.

Paling ideal memang menjadi investor merangkap spekulan berbasis fundamental, momen, dan gerakan harga. Persaingan bukan hanya terhadap harga, tapi image dan janji. Jadikan bermain saham sebagai hobi. Memilih saham sama seperti memilih orang. Salah satu alasan membeli saham adalah membeli masa depan perusahaan.

Salam cuan. (

Kiat Bermain Saham | by Surono Subekti | Copyright 1999 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | GM 208 99.388 | Desain sampul Agustinus Purwanto | Setting Sukoco | Cetakan ketiga, Mei 2000 | 124 hlm.; 18 cm | ISBN 979-655-388-0 | Skor: 3.5/5

Karawang, 131020 – Linkin Park – In The End

Thx to Lumbung Buku, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s