Menanamkan Optimisme & Berpikir Positif

Born to Win by Promod Batra, MBA

Doa satu menit, “Saya memiliki semua yang saya butuhkan. Terima kasih banyak untuk segalanya, yang tidak saya punyai, tidak saya perlukan. Demikianlah adanya. Berilah saya kesehatan, kebajikan, kemampuan untuk melayani, dan keteguhan hati. Anugerahilah juga semua ini bagi mereka yang dekat…”

Hal penting dalam kehidupan adalah sikap Anda. Kejujuran masih merupakan kebajikan terbaik, dengan sedikit akal budi. Buku-buku motivasi dan self-improvement mungkin adalah buku-buku akhir yang akan kupilih nikmati, karena pada dasarnya kita semua tahu bahwa yang mendorong untuk maju adalah kalian sendiri. Bukan dari luar, dari pribadi luhur terdalamlah apa yang akan mencipta bahagia di masa depan. Buku ini sejatinya sekadar iseng kubeli, bersama dengan tumpukan novel utama, saya menyebutnya buntut, buat pelengkap budget, maka ketika kubaca di tengah gempuran KSK, menjadi buku selingan yang nyaman dan asyik. Teorinya tentu sudah banyak kalian tahu, tapi tetap saja ketika disajikan dalam ringan dan mudah masuk, menjadi santapan bervitamin. Berpikir positif, kretif, dan inovatif.

Hidup ini singkat maka menjalani kehidupan dengan antusiasme, keceriaan, ketulusan, dan kejujuran. Masalah akan selalu ada karena itu bagian dari kehidupan. Saya tidak pernah menceritakan masalah, kecemasan, kekhawatiran, dan stress saya kepada siapa pun kecuali ia dapat membantu atau membimbing saya. Satu-satunya orang yang tak mempunyai masalah adalah mereka yang telah dikubur atau mereka yang bukunya telah mengambang di Sungai Gangga. Masalah adalah tanda kehidupan. “Ya Tuhan berilah aku lebih banyak masalah serta kebajikan untuk memecahkannya.”
Tiada orang lain yang bisa dipercaya di dunia ini selain diri sendiri. Karena seteru terbesar atau sahabat terbaik saya adalah diri saya sendiri. Tidak ada orang yang dapat melukai Anda tanpa izin dari Anda. Kehidupan ini sendiri adalah sebuah menu besar. Saat kehidupan menawarkan hidangan lezat, pilih beberapa saja lalu singkirkan sisanya. Yang penting adalah kualitas, bukan kuantitas. Orang yang tamak adalah orang yang selalu stres.

Kekayaan dan stress tidak terpisahkan, kecuali jika Anda orang yang arif dan matang. Materi dan fisik memang penting, tapi ambil seperlunya karena itu semua sementara. Maka jangan terlalu melihat ke atas yang akan membuatmu gila. Pembanding yang baik siapa? Apa yang harus dilakukan? Sederhana. Bandingkan diri Anda hanya dengan diri Anda sendiri.

Tawa dan senyum bagian keseharian. Tawa adalah tonikum terbesar dari alam. Tawa yang baik akan langsung membuat Anda merasa lebih baik dalam segala hal. Jika Anda tidak dapat tertawa, Anda pun tidak dapat menangis. Keduanya berdampingan, mereka adalah bagian dari satu fenomena kesejatian dan keotentikan.

Jangan terlampau serius menghadapi segala hal. Osho menertawai keseriusan: “Saya belum pernah melihat pohon yang serius… burung yang serius. Saya belum pernah menyaksikan matahari terbit yang serius. Keseriusan adalah penyakit. Spiritualitas adalah tawa kesukaan, adalah kegembiraan.”

Berpikir iyu penting tapi tetap pada koridor. Berpikir itu sama alamiahnya dengan bernapas, Anda tidak bernapas jika mencium bau busuk… jadi janganlah berpikir jika sekeliling Anda ‘busuk’. Beberapa hal bisa saja mencipta pening, tapi selalu pada batas yang wajar. Segalanya akan berlalu dengan tempaan angin waktu. Ingatlah, saat-saat sulit tidak akan bertahan lama, hanya orang yang tangguhlah yang bisa bertahan.
Beberapa target mungkin terlepas atau meleset. Jika Anda mengakui dengan jujur bahwa Anda bertindak di bawah harapan, Anda bukan saja diampuni tetapi juga memperoleh respek secara professional. Beranilah untuk mencoba, Anda akan menyadari bahwa ketakutan Anda hanyalah ketakutan yang tidak beralasan.

Setiap manusia selalu punya kelebihan dan kekurangan. Saya tahu kekurangan-kekurangan istri saya. Daftarnya bisa panjang. Bukankah bodoh membandingkan istri saya dengan istri-istri dari mereka yang tidak saya kenal dengan baik? Syukuri kehidupan saat ini, jalani dengan optimis dan positif thinking. Tak ada yang perlu dikhawatirkan berlebih. Citra diri Anda membaik jika Anda mempunyai hubungan keluarga yang baik, standar moral yang baik, sahabat yang baik, uang yang cukup. Anda mencintai apa yang Anda lakukan untuk mencari nafkah, mematuhi hal-hal yang mendasar dari agama, dst.

Hari ini ya saat ini, tak ada kemarin atau hari esok. Setiap helaan napas dan tatapan nyaman kehidupan. Karena Anda hanya dapat menyimpan satu pikiran di benak Anda pada satu kesempatan. Tujuan, tidak lain dan tidak bukan ialah dengan batas waktu.
Bicara masalah muatan dan permasalahan. Jika kaleng satu liter dapat menampung satu liter minyak, itu sudah baik! Tetapi jika mengharapakannya menampung satu galon berarti tidak realistis. Saya selalu menganggap anak sebagai kaleng satu liter, apapun yang dia lakukan dan capai selalu membuatku puas. Bahkan kegagalan mereka pun menyenangkan bagi saya. Kegagalan sangat kecil jika Anda meninjaunya dari perspektif yang lebih luas dari keseluruhan hidup.
Kita semua tidak bisa menjadi besar dan melakukan hal-hal hebat, tetapi kita dapat melakukan hal-hal kecil secara sungguh-sungguh. Mulailah dengan langkah kecil, langkah pertama, yang paling krusial adalah sikap nyata di mula. Kalau kita sudah melakukan sesuatu, sesuatu yang lain akan mengikuti, lalu akan ada telaah atau evaluasi, dan berikutnya akan melihat hasil. Selalu syukuri kalau tak sesuai, selalu syukuri seandainya pas sama target. Hidup ya begini, jalani, dan selalu bersyukur apapun itu.

Hubungan yang sejati adalah keluarga. Teman akan pergi, lawan akan menjauh, orang-orang sekitar hanya bersinggungan ketika sedang dan dalam pusaran. Kita harus ingat bahwa, kecuali dengan orang tua dan anak-anak kita, tidak ada hubungan yang abadi. Keluarga nomor satu karena ketika kita sedang terjatuh, merekalah orang-orang pertama yang akan ada dan bersama.

Saya jadi terasa tersindir ketika menyambung masalah waktu. Di kantor saya selalu bilang untuk datang lebih awal 10 sebelum bel masuk, atau datang yang penting tak terlambat. Jangan pernah lupa pada aksoima Amerika, “Jika anda sepuluh menit lebih awal, berati Anda terlambat lima menit.” Datanglah selalu 15 menit lebih awal untuk sebuah janji. Nah, dengan menaati janji dan kewajiban kita telah menghargai kehidupan.

Jadikan akal sehat sebagai panduan Anda. Saya ingin bahagia karena saya harus menghasilkan pikiran-pikiran yang baik.

Born to Win: Bagaimana sikap positif dapat memberikan hasil menakjubkan dalam hidup Anda! | by Promod Batra, MBA | Diterjemahkan dari Born to Win: How a positive attitude can bring amazing results in your life! | Copyright @ Think Inc, 2002 | BIP0206129 | alih bahasa Gianto Widianto | Editor Fadjar Pujianto | Cover & Layout Anthenrys | Penerbit PT. Bhuana Ilmu Populer | 134 hlm,; 21 cm | ISBN 979-694-240-2 | Skor: 3.5/5

Karawang, 071020 – Celine Dion – The Power of Love