#Juni2020 Baca

Rekap baca bulan Juni, bulannya Sherina Munaf.

“Antara teologi dan ilmu pengetahuan terletak suatu wilayah tak bertuan. Wilayah itu diserang baik oleh teologi maupun oleh ilmu pengetahuan. Wilayah itu adalah filsafat.”Bernard Russel

Bulan Juni memang khusus untuk #30HariMenulis #ReviewBuku jadi bulan kelahiran Sherina Munaf ini kuantiti baca ga kugubris, dan mengimbas ke kualitas bukunya juga. Lebih banyak yang tipis, dan tak kusangka, semua 14 buku yang selesai kubaca berhasil kuulas di bulan yang sama! Menyenangkan sekali menghabiskan asupan buku melimpah, bersyukurnya kita hidup di era sekarang. Akses ke karya jadi mudah, dan terhubung instan.

#1. Cala Ibi Nukila Amal

Sebuah buku sebenarnya hanya terdiri dari beberapa kalimat utama. Sisanya adalah pengulangan, pemekaran, penjelasan, perumitan, bahkan pembingungan. Buku yang merumitkan diri sendiri. Memainkan pola acak, memilih diksi yang mencoba puitik – bisa juga kalian sebut aneh, menelusur kata seenaknya sendiri. Ini semacam puisi berbentuk prosa, atau bisa disebut puisi panjang tanpa penggalam rima, bagaimana bisa nyaris tak ada tanda kutip sekalipun itu kalimat langsung. Beberapa kalimat bagaikan mengingatku pada sesuatu, kadang terasa seperti remah roti dalam hutan menguatkan dugaan, menepis keraguan, menambah keraguan, bahkan membatalkannya. Maksdunya jelas, agar tampak syahdu, biar terlihat eksotis. Tindakan, tak ada yang lebih percuma daripada gagasan tanpa laku yang mengikuti, puisi yang dihidupi. Bayangkan, untuk bilang kipas angin/AC saja ia menulis: ‘Udara hasil manufaktur, dingin seperti marmer di dinding dan lantai.’ Haha… jan, sak enak dewe. Buku tanpa tanda kutip sehingga pembaca diminta menafsir mana kalimat langsung? Dalam sunyi, namun sarat bunyi.

#2. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat Dr. Harry Hamersma

Makin banyak manusia tahu, makin banyak pertanyaan timbul. Tentang asal usul dan tujuan, tentang dia sendiri, tentang nasibnya, tentang kebebasan, dan kemungkinan-kemungkinannya. Betapa beruntung saya bisa menikmati buku bermutu ini, kubeli dari Surabaya (Thx to Adi Angga, AFP) dalam rangkaian buku The Good Wives. Tipis sehingga bisa dinikmati singkat, tapi ilmunya jelas begitu tebal. Seperti judulnya, ini buku 50 halaman yang bisa jadi hanya di teras menyaksi sepintas ilmu dasar, tepat di depan pintu tuan rumah yang memiliki persoalan kompleks nan rumit, karena filsafat yang luas maka segala tanya itu harus didedah dan ditelusur. ‘Dalam sajak kuno, ada tanya besar yang hingga kini masih snagat relevan dan akan tetap revelan nantinya. ‘Aku datang – entah dari mana, aku ini – entah siapa, aku pergi – entah ke mana, aku akan mati – entah kapan, aku heran bahwa aku bergembira…’ – anom.

#3. The Devil Wears Prada Lauren Weisberger

Tentang gadis kosmopiltan di New York yang selepas lulus kuliah, melakukan kehendak bebas keliling dunia selama beberapa bulan sama pacarnya, lantas kembali ke Amerika guna menatap hidup, menata karier yang lebih serius. Dengan semburan energi baru, aku meneguk habis sisa kopiku, memanasakan lagi secangkir untuk Alex. Bercita-cita menjadi penulis di media keren The New Yorker, maka ketika ada peluang kerja di majalah mode, kontrak satu tahun diambilnya, idep-idep jadi batu loncatan, sebagai fresh graduate jelas membutuh pengalaman. Majalah runaway yang tersohor, bagi kalangan penikmat mode dan fashion. Baginya sesuatu yang baru, apalah itu, namanya majalah – satu gen dengan koran, konek ke literasi yang jadi impiannya. Dan siapa sangka, setahun di kantor itulah kenangan horror hidupnya terjadi. Bos paling kejam sedunia, yang tulunjuknya adalah perintah, yang perintahnya adalah sabda, yang sabdanya menjadi rujukan kerja, seolah SOP (standar Operational practice). Sungguh mendebarkan, sungguh mengasyikkan, diluardugaku, kisah chicklit ini sangat sangat menghibur. Bagaimana dunia perkantoran di kota sibuk, kota Apple di jantung Amerika itu berdetak. Thx to Raden Beben, Bekasi.

#4. The Mozart’s JourneyEduard Morike

Perjalanan sang maestro dari Wina ke Praha, mampir hotel lalu diminta menginap ke rumah bangsawan. Mencipta makan malam yang menakjubkan, diskusi seni melimpah, dan pamer keahlian memainkan musik. Sebuah kado istimewa dari dan untuk sang tuan rumah. Canda Tawa di Balik Karyanya. Sang istri yang seperti kehidupan khalayak umum, pusing memikirkan putaran uang, mendampingi seorang manusia besar. Thx to Afifah, Yogyakarta.

#5. Bulan KertasArafat Nur

Buku kedua bulan Juni yang kunikmati, sedang ingin bersantai memang makanya saya pilih yang roman modern dengan kerumitan kisah di level sedang. Cinta pertama memang selalu istimewa, cinta pertama di kala sekolah dari tanah Rencong, setting dari kelas tiga SMA sampai kuliah, mencintai adik kelas pindahan dari Medan, lalu ketika rasa itu bersambut ada sebuah halangan yang tak lazim. Iya, saya bilang tak lazim karena kendala itu dari dalam. Bukan internal dari kedua personal, tapi lebih dari sang gadis yang memimpikan dunia lain, dengan kesendirian, kesunyian, dan bulan kertas. “Di akhir zaman, orang yang menegakkan hukum agama, seperti memegang bara api dengan tangannya. Bila terus dipegang, tangan akan terbakar; bila dilepaskan bara akan padam.”

#6. Bukan Pasar MalamPramoedya Ananta Toer

Novel tanpa nama tokoh sama sekali. Dengan sudut pandang anak sulung, yang pulang kampung untuk menjenguk ayahnya yang sakit keras. Dengan setting Indonesia pasca merdeka di kota Blora yang sederhana. Keluarga ini memang sudah tidak utuh lagi. Si sulung yang pulang bersama istrinya yang baru setengah tahun dinikahi, penyampaian hidungnya yang dulu disukai, kini tidak lagi, heleh… bolak-balik rumah-rumahsakit, dan hari-hari terakhir penuh perenungan makna hidup sang ayah yang banyak jasanya kepada orang-orang sekitar. Drama keluarga 100 halaman yang lebih banyak merenung. “Hidup ini, Anakku, hidup ini tak ada harganya sama sekali. Tunggulah saatnya, dan kelak engkau akan berpikir, bahwa sia-sia saja Tuhan menciptakan di dunia ini.”

#7. Creative WritingA.S. Laksana

Banyak buku menyaji tips-tips menulis, saya baru baca 4-5 buku, termasuk ini. Sebelum menikmati, jargon Penulis Stephen King selalu kupegang, kuncinya satu: “Tulis, tulis, tulis.” Karena hanya mantra itu yang cocok untuk menjadi penulis. Action menulis adalah langkah utama yang tak bisa dibantah, setiap kali menikmati tata-cara entah namanya apa, termasuk saat menikmati Creative Writing. Lalu latiahn terus menerus yang akan mengasahnya. Seperti pemain bola yang pandai bikin gol, itu tak serta merta, itu butuh latihan yang keras, ditempa dengan darah dan keringat. Menurut William Blake, penyair Inggris hasrat saja tanpa ada tindakan akan membiakkan penyakit.  Oke, menulislah sekarang juga. Dan ‘menulislah yang buruk’. Beberapa tips usang, beberapa terasa baru. “Menulis cerita adalah seni merangkai adegan demi adegan, memusatkan penuturan dan memberi perhatian lebih pada bagian-bagian penting dan menurutkan secukupnya bagian-bagian kecil, tetap dengan cara yang menarik.”

#8. Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang Ben Sohib

Saya tak mengenal Ben Sohib, dari biodata di akhir buku ternyata pernah nulis dua buku: The Da Peci Code (2006), Rosid dan Delia (2008). Memang selalu ada yang pertama, dan buku ini cukup menjelaskan bagaimana beliau bercerita, gayanya absurd, diselingi komedi, lalu di akhir – kalau di Stand Up Comedy, muncul punch-line yang menohok. Beberapa cukup bikin tersenyum geram, beberapa belum tune-in sama alur, ujug-ujug sudah kelar, terlalu pendek. Ada dua dari sebelas yang sukses mencipta bahak, lalu berujar, “Ya ampuuun.” Sungguh aneh, sungguh menggelitik, dan hampir semua yang dikisahkan ada di sekitar kita, ada di sekeliling kita dengan budaya Betawi yang kental, khas ente, gue, serta segala akhiran ‘e’ yang termasyur itu. Nama-nama karakter unik atau dibuat merakyat disertai julukan, kehidupan kaum jelata dengan pemikiran terdalamnya guna bertahan hidup. “Lu pade demen ngajakin Apang pegi, bakal lucu-lucuan doang. Lu pade demen nanggepin apang, terusnye lu bayar pake duit recehan. Lu pade kagak pernah mikirin nasibnye!” Thx to Dema Buku, Jakarta.

#9. No ManyoonEndang Rukmana

Cerita plesetan New Moon-nya Stephanie Meyer. Dengan budaya betawi yang kental, lengkap dengan makanan tradisionalnya, bahkan mencantumkan resep masak. Cerita vampire versus manusia srigala jadi-jadian. Sungguh biasa, entah kenapa dulu saya membeli buku semacam ini. Dan bukan satu lagi, karena Toilet dari Twilight-pun juga kubeli. Sebelum ulas saya baca ulas singkat, sungguh mengecewakan.

#10. The Stranger Albert Camus

Terbitan Immortal tampak lebih sopan, bagian ketika Marie bercinta dengan sang protagonist hanya ditulis sepintas lewat tidur bersama, dan paginya dibangunkan. Atau untuk bilang bernafsu, Marina menulis ‘indraku terangsang’, tampak sungguh aman untuk Remaja, seolah para petinggi Lulus Sensor memantau ketat. Atau bisa dibilang pemilihan diksinya lebih pas dan nyaman. Unggul di banyak segi, dari sampul saja sudah terlihat istimewa. Kesempatan baca kedua ini, tetap asyik dan aneh. Terima kasih #MojokStore

#11. Martin Luther KingAnom Whani Wicaksana

Martin Luther King Jr. lahir pada 15 Januari 1929 di Atlanta, Georgia. Bernama asli Michael King Jr., ayahnya mengganti nama untuk menghormati tokoh Kristen Protestan Martin Luther. Anak ketiga dari empat bersaudara, terlahir dari keluarga berada. Saat berusia 10 tahun, menjadi penyanyi Gereja untuk  pemutaran perdana film Gone with the Wind. Pada bulan Mei 1941, neneknya meninggal dunia. Sempat membuat depresi hingga berniat bunuh diri. Semasa kecil hingga remaja dicekokin agama terus, justru membuatnya meragukan agama. “Keraguan saya mulai muncul tak henti-hentinya.” Namun bergeraknya waktu, ia menjadi relijius. Kekristenan adalah kekuatan potensial untuk perubahan sosial.

#12. Sepotong Senja Untuk PacarkuSeno Gumira Ajidarma

Menatap senja adalah suatu cara berdoa yang langsung menjelma, perubahannya dari saat ke saat meleburkan diri seseorang ke dalam peredaran semesta. Senja adalah janji sebuah perpisahan yang menyedihkan tapi layak dinanti karena pesona kesempurnaannya yang rapuh. Dunia senja yang sempurna bagi siapa pun yang memburu senja di pantai seperti memburu cinta yang selalu berubah setiap saat, meraih pesan-pesan dari kesementaraan terindah seantero semesta… kumpulan cerpen yang luar biasa dari sastrawan besar Indonesia yang masih hidup. Waktu meninggalkankan jejak, begitu pula saat-saat yang dilaluinya bersama dia. Segenap makna perjumpaannya meresap ke dalam hatinya dan ia tidak bisa melupakan dia. Thx to Fatihah Store, Yogyakarya.

#13. Cocktail for ThreeMadelaie Wickham (Sophie Kinsella)

Tentang tiga sahabat yang bekerja di majalah Londoner yang hobi menghabiskan malam di Manhattan Bar, kafe yang menyajikan koktail terlezat di kota London dengan jazz dan keriuhan pengunjung. Ngumpul sebulan sekali apapun aktivitas dan kesibukan yang mendera, menyempatkan waktu bergosip dan blak-blakan dengan konco kental. Roxanne: glamor, percaya diri, memiliki kekasih gelap dan berharap pria itu akan meninggalkan sang istri dan menikah dengannya. Maggie: ambisius dan mumpuni dalam pekerjaan, hingga menemukan satu hal yang tak dapat diatasinya, menjadi ibu. Candice: polos, baik hati, jujur hingga suatu ketika hantu masa lalu muncul mengacaukan hidupnya. “Aku berusaha menebus kesalahan. Aku berusaha membantu…”

#14. Aisya Putri: Operasi Milenia Asma Nadia

Asiyah Putri, anak bungsu dari single parent. Tinggal di Jalan Kemuning nomor satu. Ayahnya meninggal, dibesarkan dengan penuh cinta. Punya empat kakak: Vincent berkaca mata, tinggi tamvan. Kedua Harap, kuliah di IKJ dengan trendy aksesoris di banyak bagian, secara ga langsung calon seniman besar. Ketiga Hamka, gondrong dan kekar, olah raga adalah makanan sehari-hari. Keempat, Idwar kuliah di UI ambil Sastra. Semuanya memiliki kelebihan masing-masing, entah kekurangannya apa, tak tampak nyata. Put-Put eh Puput, panggilan sayangnya, kelas satu SMU 2000, nama beken SMU Mandiri. Diambil dari tarif ojek yang mengarah dan dari sekolah. Ada yang jago karakte, berguna banget ketika Putri dkk diganggung preman mendem. Ada yang jago puisi, merayu, gombal ala kadar. Ada yang rajin bersih-bersih kamar, cool. Ada yang hobi manjat gunung, mencintai alam. Hobi-hobi positif, dan catat! Mereka ga merokok semua. Sungguh sangat luar biasa, mendekati sempurna! “Burung dara nyangkut di kawat. Adinda cantik… nggak kuat.” Thx to Masa Laluku.

Ya, Juni 2020 tak ada catatan khusus tentang Sherina Munaf, tahun lalu sudah penuh sesak tiga ribu kata. Sampai jumpa di momen yang sama tahun depan.

Karawang, 170720 – Cry Johnnie Ray & The Four Lads (1951)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s