Ricuhnya Hidup Bersama Adam by Anne Mather

From London with Love

Saya cuma hendak membuktikan diri sendiri, bahwa saya ini tidak terikat.” – Maria

Tema utama memang mencari jati diri, gadis remaja 18 tahun yang ingin bebas, lepas, ingin membuktikan ia bisa bertahan jauh dari ayahnya. Kuakui kenyataan bahwa kamu menginginkan kebebasan yang agak lebih luas. Tapi tidak semua yang bagus mengandung kehangatan dan berisi.

Cerita cinta yang simpel, tapi menjadi elok bila dibawakan dengan bagus. Kisah klasik percintaan di tanah Inggris. Beberapa tampak tabu dibicarakan, bahkan di dunia Barat tahun 1970an, seperti cara berpakaian Maria yang hanya berbikini berjemur di kebun belakang, laiknya pakaian renang yang hanya harus dikenakan di pantai, bukan di sebuah perumahan elit. “Kecuali itu, aku tidak punya pakaian untuknya.” Beberapa terjemahan terbaca eksotis, karena baku jadul, atau culture di tanah air saat itu. “Masya Allah, Maria kau kira aku ini apa?”

Saya sudah bisa menebak akhirnya, walaupun keputusan hidup bersama adik tiri terasa janggal, atau segala pertentangan yang muncul kemudian, jelas hati yang tertaut karena cinta lebih kuat dan abadi, ketimbang menikah karena materi, profesi, atau sebuah prestise di mata umum. “Meskipun begitu, kedatangan Anda untuk tinggal bersama abang tiri Anda, rasanya agak – bagaimana ya – rasanya agak tak lazim.”

Kisahnya mengambil sudut pandang gadis lulus SMA dari Kilcarney, Irlandia yang memutuskan ikut abang tirinya ke London untuk kursus sekretaris atau perkantoran. Maria yang beranjak dewasa, menuntut kebebasan, ingin merantau jauh dari ayahnya Patrick Sheridan yang kolot, untungnya ibu tirinya Giraldine Massey, ibu Adam mendukung rencana itu. Orangnya memang sangat praktis pada umumnya, lebih mementingkan kegunaan ketimbang segi keindahan. Betapa picik kehidupan, orang-orang cuma tahu nikah, punya anak dan membesarkannya. Lain tidak. Ayahnya menjodohkan sama anak tetangga yang punya banyak lahan, sehingga dari pernikahan akan menyatukan kedua juragan pertanian ini. Maria memilih kabur, maka Adam, abang tirinya di London diminta menampung. Kau yang mula-mulanya bosan terkukung oleh empat tembok sempit. London ini, tidak cuma terdiri dari hal yang indah, megah, dan mulia.

Dr. Adam Massey, titel dokter diperolah di Cambridge untuk dokter umum dan bedah, temannya meninggal karena leukemia, sejak itu ia memutuskan membuka praktek umum. Adam idealis, ia melakukan segalanya untuk membantu kalangan kurang mampu. Di sini sang abang memang tampak sempurna, eh nyaris sempurna saking hebat dan baiknya. Contoh kasus, ia merawat Nyoya Ainsley, sebatang kara setelah satu-satunya putri merantau ke Australia. Atau keputusannya yang hebat. Praktik di kawasan Islington yang umum, ketimbang Kawasan mewah West End bergabung dengan klinik praktek dokter di Harley Street. Prinsip, di mana tenaganya dibutuhkan. Perkampungan kumuh, bangunan lembab, merupakan sumber penyakit. Di sana banyak penduduknya yang sudah tua. Adam ingin bekerja, menolong orang, mestinya ada kepuasan, membantu orang yang tak mampu. Luar biasa! “Karena selalu ada saja orang yang nantinya akan menyalahgunakan kebaikan hati.”

Ketika menerima surat rencana kedatangan Maria, jelas ia menolak keberatan. Namun sebelum membalas atau memberitahukan keluarga, Maria keesokan harinya sudah tiba di rumahnya. Tunangan Adam, seorang artis Miss Loren Griffiths, sebagai manusia terkenal dengan kesibukan luar biasa. Di hari pertamanya di London, langsung menancapkan permusuhan. Maria merasa tak kenal sang artis, sang artis merasa kedatangan adik tiri akan membuat gaduh. Rasa tidak senang pada Loren yang memang sudah ada, semakin bertambah saja melihat ketimangan hubungan Adam dengan sang artis, bahwa rasa tidak senang itu untuk sebagian disebabkan karena cemburu?

Ya karena sudah di rumah abangnya, maka Maria menyibukkan diri sebelum daftar kursus. Ada pelayan Alice Lacey, yang ikut sejak Adam kecil, rencana mundur setelah Adam menikah, sampai sekarang bertahan. Drama ini akan berkutat di sini. Keseharian Maria yang labil, maklumlah masa peralihan. Masa remaja yang mencari jati diri. Ricuh terus. Mau aktif ke sekitar, salah. Karena pernah jalan-jalan di Hyde Park, kejauhan semacam tersesat, padahal ingin santai menyaksi Pemandangan London di kala senja yang menarik, jalan-jalan penuh wisatawan dari pelbagai bangsa. Mau berdiam diri di rumah juga serba salah karena Adam sudah punya pelayan, maka ngapain coba? Malah pernah berjemur di kebun belakang pakai bikini bikin geger orang-orang. Salah satunya teman Adam yang datang berkunjung, menyaksi keseksiannya. Larry Hadley malah lalu menelpon dan mengajak jalan. Kena omel juga karena ia orang ga benar. Berkenalan dengan David Hallam, anak sang pengacara umum Victor Hallam. Juga serba salah, sebab Adam malah melarang kluyuran. Keremajaan dan keringannya memikat para anggota pria. Bikin repot. Menekankan bibir, menekuri ufuk. Manikmati tetirah di pantai.

Apalagi ketika kursus ternyata sudah berjalan sebulan, jadi opsinya mau tetap masuk berarti menyusul ketinggalan atau menunggu gelombang berikutnya sekitar dua bulan lagi? Memutuskan sekarang sahaja join, ketimbang makin lama manyun. Maka minimal ia sudah ada aktivitas. Hubungan yang buruk dengan sang artis, dan waktu sempit Adam sebagai dokter menjadi keseharian. Kesibukan seorang dokter tidak mungkin dapat diatur terlebih dulu. Selalu tergantung dari para pasien. Bersama mobil Rover-nya Adam bertugas di lalu lintas London yang padat. Mereka terlalu sibuk mencari nafkah, agar dapat menyangingi tetangga. Mereka tidak sadar, pada suatu waktu mereka juga tua.

Dan muncullah benih cinta. Orang biasanya mengenang hal-hal yang dulu-dulu saja, tanpa mempertimbangkan proses kematanganya yang sewajarnya menyusul. Adam mungkin mengagap Mari masih kecil, tapi ia bisa buktikan sudah dewasa. Berjalannya waktu untuk pertama kalinya ia bertanya pada diri sendiri, apakah kepergiaannya ke London merupakan dorongan keinginan membebaskan diri dari kesempitan Kilcarney, atau mungkin secara tak sadar karena kerinduan kepada Adam?

Ada rasa lima tahun sebelumnya saat abangnya ke Irlandia, waktu itu jelas Maria masih anak sekolah yang manja. Ada semacam percikan cinta di remaja 12 tahun itu kepada abang tirinya. Rasa itu ternyata malah menghebat. Ia mengkhawatirkan datangnya saat, apabila Adam menyadari kehadirannya, bukan sebagai adik tiri melainkan sebagai wanita. Maria selalu kikuk saat ada Adam di dekatnya. Menggigil karena udara yang agak dingin di luar, tetapi juga disebabkan oleh bakaran semangat. Dengan tiba-tiba saja kehidupan menjadi menarik. Semakin lama ia tinggal di Inggris dan hidup di rumah Adam, semakin terlibat pula dalam jeratan perasaan. Ia tak boleh memberikan dorongan terhadap perasaan yang ada pada dirinya.

Novel menemui titik akhir di pesta malam di rumah Miss Loren Griffiths. Malam itu Adam berangkat bersama Maria, pesta kalangan elit itu awalnya dikira bakal membosankan. Justru Maria bertemu dengan Victor Hallam, pengacara tua itu menjadi teman ngobrol asyik. Dan Adam yang diam-diam bertengkar dengan tuan rumah. Malam jelang tengah malam, terjadi sebuah ciuman terlarang. Hubungan kakak-adik tiri ini menjadi dramatis ketika sang ibu datang ke London memergoki. Kalutlah segala suasana. Bagi sebagian orang tertentu, bergunjing merupakan kesibukan yang asyik.

Esoknya, harus diputuskan ke arah mana semua ini? Sang tunangan yang mendesak Maria untuk pergi? Yang penting, kau sendiri merasa bahagia denganya. Adam yang mencinta memilih siapa? Aku cukup angkuh untuk menuntut kesucian dari wanita yang tidak akan menjadi istriku, juga aku sendiri tidak begitu. Bab terakhir menjadi eksekusi manis menutup ‘Ricuhnya Hidup Bersama Adam’. Aku senang mendengar kebenaran, daripada pemutarbalikan persoalan.

Kisah semacam ini mungkin ketika dibaca sekarang tampak sangat klise, terasa klasik cinta dari London. Menurutku masih sangat nyaman melahap masa buku-buku seperti ini. Bulan Juli 2020 kucanangkan menuntaskan baca-ulas jadul. Kovernya bagus banget. Dengan warna orange kelabu, yang duduk jelas Adam. Stylist berkaca mata dengan ‘v-neck’ nya, sementara Maria berpose kalem bersama segelas wine. Keremajaannya dipulas tjakep. Buku kedua ini jelas lebih bagus.

Maria pergi untuk sementara waktu, ia berhasil melarikan diri dari realitas.

Ricuhnya Hidup Bersama Adam | by Anne Mather | Diterjemahkan dari Living with Adam | Copyright Mills & Boon Ltd., Anne Mather 1972 | Alih bahasa A. Setiadi | Penerbit PT Gramedia | GM 77 109 | Pertama terbit 1977 | Desain sampul Sriyanto | Skor: 3.5/5

Karawang, 090720 – Louis Armstrong & His Hot Five – St. James Infirmary Blues (1929)

Thx to Anita Damayanti, dua dari Sembilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s