Menggapai Hati yang Rindu by Violet Winspear

Asmara Tertata di Virginia

Maafkan aku yang marah-marah padamu, dalam permainan salah seorang terluka bukanlah suatu hal yang dapat dihindari.” – Reid McShane

Cerita cinta yang sangat mudah ditebak. Seorang gadis menjadi pengasuh sementara anak tunggal berusia lima tahun, seorang duda di pedesaan. Tak diragukan lagi, bahkan sejak kalimat pertama bahwa akan ada benih cinta, dan ujungnya ketebak bersatu. Segala kendala yang diapungkan sekadar pemanis, masalah-masalah yang ditimbulkan hanya lika-liku hubungan lazimnya koneksi timbul-tenggelam. Apa daya, sungguh sesuai alur. Namun menikmati roman klasik, atau segala kisah cinta yang dicipta di abad 20 memang rata-rata mengedepankan harapan bersatu di kemudian hari, pertentangan hanya bumbu. Apalagi pertentangan itu dari dalam, jadi jelas happy ending sejak semula muncul ke permukaan.

Kisahnya tentang Beth Anderson, art director dari perusahaan iklan yang paling besar di Washington. Ia adalah pasien Dokter Doc, karena stress. Doc menganjurkan agar ia pergi berlibur di suatu tempat yang asing dan tenang. Ide diperkenalkan pada Reid McShane, seorang arsitek gila kerja muncul. Maka di pesta malam yang sederhana, mereka dipertemukan. Tawaran kerja bertugas menjaga anak laki-laki berusia lima tahun, bernama Josh McShane selama Reid bekerja spontan diterima. Ajakan itu dilakukan dengan dorongan seketika, tapi percayalah ada peran Doc di sana yang jadi comblang.

Tugas utama memang mengasuh Josh yang biasanya bersama tetangga mereka, nenek Daisy. Namun memang ini mutualisme, Beth yang butuh menepi menemukan ruman tenang di pedesaan Virginia. Ia tidak pernah menyaksikan rumah sedemikian indah. Bagaikan yang sering dilihat di kartu pos. Ada Rufus, anjing kesayangan. Lalu Phoebe, Si kambing betina dikurung di dalam pagar yang cukup tinggi, yang setiap pagi menghasilkan susu. Sungguh aduhai hidup di tengah desa, dengan tumbuhan berlimpah dan hewan-hewan peliharaan yang imut. Maka, suasana intim yang dicota, niscaya muncul gelombang asmara di antara mereka.

Dari pembukanya saja sudah dapat ditebak, Beth menyiapkan makan malam menungguh Reid pulang kerja, sebuah gambaran istri dengan setia menanti suami pulang makaryo. Apalagi dengan sudut pandang Beth, sehingga pembaca tahu apa yang ada di dalam hatinya, kegundahan, kegelisahan, keraguan, cinta, dan segala perasaan labil sang gadis. Jelas, ini akan menjadi cerita cinta yang sederhana. Sesekali keraguan muncul, kelesuan timbul. “Ada apa dengan Anda? Kelihatannya Anda kurang bersemangat.” Hanya pemanis kata sih, ujungnya cinta.

Gunjingan di Harford and Grey muncul, karena ia menghilang begitu saja di tengah kesibukan. Permintaan cuti dua bulan, seolah memang kabur dari tanggung jawab. Orang paling geram atas tindakan ini adalah bosnya, Jack. Ia merasa kehilangan karena Beth pergi tanpa meninggalkan kontak, dan informasi yang jelas. Ketika Jack berhasil menghubungi, dengan marah ia berkata, “Aku berada di Hongkong!” Wah-wah, ternyata Hongkong-pun menjadi Negara yang jadi alibi jauh dan asing di Amerika sana, kukira hanya di sini. Ckckck…

Lalu malam-malam yang sunyi di pedesaan itu, keduanya membuka diri, juga membuka hati, dan baju nantinya. Beth ternyata terluka tentang asmara, menolak cinta seorang pemuda mapan. Merasa bersalah juga, perasaan ga enak itu menggelayutinya bertahun-tahun setelahnya. Alasan ingin jadi wanita karier dulu, ingin menikmati kebebasan. “Tidak cukup tampan, atau tidak cukup kaya?” Cara menolak halus, ah wanita, katanya mereka memang berjiwa kreatif, artistik, neurotik, sensitif, dan mudah menangis. Tentu saja keberhasilan merupakan tujuan hidup. Tapi mengapa manusia tidak pernah merasa puas? Asmara Beth tertata di Virginia, keputusan pasangan hidup harus dibuat.

Sementara Reid merasa masa lalu yang salah telah memberinya pelajaran berharga tentang pasangan hidup. Semasa muda, pacarnya yang ingin berkarier memutuskan hubungan setelah melahirkan Josh. Sang pacar malahan meminta aborsi, yang langsung ditolak. Mengajak menikah, gentian ditolak. Sang arsitek memutuskan menepi membesarkan buah hati. Ia merupakan seorang pengusaha yang berhasil yang akhirnya mundur dan masuk ke hutan. Setiap jengkal rumahnya disusun bertahap, dan dipoles dengan cinta. Seolah, memang hanya menanti seorang istri sekaligus ibu tiri. “Anda cukup beruntung karena tak perlu merisuakan makanan yang Anda lahap berikutnya. Dan jangan pedulikan ejekan orang lain karena Anda miskin.”

Setelah tugas asuh selesai, Beth kembali ke rutinitas pekerjaan di bidang iklan. Dari temannya yang berujar bahwa laki-laki di Washington kebanyakan adalah laki-laki berhidung belang. Mematik rasa, Ia selalu merasa iri hati menyaksikan orang yang memulai harinya dengan senyum dan lagu. Reid tampak berbeda (heleh… klise ya). Tekanan Jack dan segala kepenatan hidup di kota, ia memutuskan kembali ke Virginia, sekadar berkunjung. Tanpa pemberitahuan, tiba-tiba muncul di depan rumah suatu malam di akhir prkan. Well, sejatinya Beth menuntaskan rindu karena malam itu, kejadian di kolam renang kembali terulang di kamar. Ia memejamkan mata, merasakan siksaan pada bathin karena ia mencintai laki-laki ini, dan ia tak dapat melakukan apapun untuk merealisir cinta mereka. Betapa bahagianya berada berdua di bawah sinar bulan musim panas, tanpa kehadiran orang lain. Dunia seolah-olah milik mereka berdua. Percakapan aneh tersaji suatu malam, “Ya, lebih baik minuman panas.” / “Kopi, teh, cokelat susu?” / Dalam hati Beth berkata, “Kopi, teh, atau diriku?” hahaha… Dasar cewek ya, sama sahaja.

Reid, laki-laki berwajah begitu tampan, jantan, dan tenang ia tak memercayai cinta. Beth, muda, cantik, dan ideal menjadi pasangan hidup, ia begitu mengagungkan asmara. Saling melengkapi, saling mencintai. Lantas apa masalahnya? Konflik berat sebenarnya adalah hak asuh Josh akan lebih sentosa di bawah ayah dan ibu tirinya? Ataukah ibu kandungnya yang menelantarkannya ketika lahir, lalu bermasalah dengan bayinya. Menikah dengan orang kaya, menuntut hak asuh setelah lima tahun yang asing. Sang penuntut menyewa pengacara terkenal, mahal dan sering memenangkan kasus. Seorang pengacara cekatan selalu dapat mengalihkan apa yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar. Lalu keputusan klise, Beth akan menikah dengan Reid untuk melindungi hak tersebut. Kukira pernikahan adalah urusan pribadi dua orang.

Jadi setelah sepakat untuk menikah demi melindungi hak Josh, suatu malam datanglah tamu bernama Conrad Rutherford. Seorang kaya yang meminta maaf, ia adalah suami sang mantan Reid. Memohon maaf karena suatu hari ke situ mengejutkan anak kandungnya dalam keadaan mabuk, dan membuat takut seperti orang stress. Maka tanpa persidangan, mereka mundur dari tuntutan. Jadi apakah dengan kemenangan ini, Reid dan Beth tetap melanjutkan rencana pernikahan?

Konflik kedua yang diangkat adalah tentang wanita apakah cocoknya di rumah mengurus rumah tangga atau menjalani karier. Sesekali ingin memakai busana atau aksesoris mewah. Perancang terkenal: Calvin Klein, Diane von Furstenburg, Jordache. Ga ada yang salah. Wanita memang makhluk unik, sulit ditebak. Tema seperti ini juga umum, sejatinya Beth juga gambaran masa lalu sang mantan. Bedanya kini Reid sudah matang, sudah mapan, sudah sangat berpengalaman. Sang mantan memutuskan mengejar karier, sah saja. Beth memutuskan mengejar karier pula, sah juga. Ga ada yang salah dan benar, adanya adalah setiap individu memiliki hasratnya masing-masing. Pertanyaannya sekarang dibalik, “Apa salahnya dengan wanita yang berkarier di dapur?”

Sekadar iseng memasukkan buku ini ke dalam belanjaan, sejatinya mengincar satu buku Ben Sohib, yang lainnya hanya tambahan. Tambahannya delapan, rerata buku lama. Jadi buku tipis ini kubaca kilat sejak datang hari Kamis (2/7/20), dan besoknya sudah selesai baca. Menikmati buku klasik tuh gampang-gampang susah. Memasuki dunia asing dengan teknologi jadul. Beth yang mengasingkan diri, di era sekarang tentunya akan lebih mudah dihubungi, walau terbentang 3 jam perjalanan. Kata-kata yang digunakan juga terlihat kaku, saat ini jika diperhatikan. “Mengapa Anda tidak memberitahukan daku?” atau “Bukankah Anda sendiri cukup risau oleh persoalan yang sedang Anda hadapi?” Untuk percakapan dua karakter yang sudah menghabiskan beberapa malam seatap, tampak ada jarak di antara mereka. Kovernya cakep sekali, itu adalah adegan makan malam di adegan pembuka. Beth yang menanti kepulangan Reid, seolah mereka adalah pasangan suami-istri. Ilustrasi yang sepertinya dilukis dengan cat air, dengan kanvas yang lalu dicetak, latar orange menambah daya tarik. Kesan sederhana, eksotis.

Aku harus mempertahankan ketenanganku untuk mendapatkan kemenangan.

Menggapai Hati yang Rindu | by Violet Winspear | Diterjemahkan dari xxx (identitas buku tidak ada, halaman pembuka buku hilang)| Penerbit Karya Agung | Skor: 3/5

Karawang, 070720 – Roy Brown – Good Rockin’ Tonight (1947)

Thx to Anita Damayanti, satu dari Sembilan.

Setelah seminggu penuh, istirahat ngeblog pasca #30HariMenulis #ReviewBuku akhirnya saya kembali.

 

 

Satu komentar di “Menggapai Hati yang Rindu by Violet Winspear

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s