Gerbang Neraka Akan Segera Dibuka

The Gates (buku satu dari tiga) by John Connolly

Ilmuwan tidak mengejar kebenaran; kebenaranlah yang mengejar ilmuwan.”Dr. Karl Schlecta (1904-1985)

Secara teknis aku adalah entitas ektoplasma yang berkeliaran bebas… artinya setan yang dapat mengambil hampir segala bentuk dan wujud berdasarkan getaran spiritual yang dipancarkan korbannya.”

Ini kisah malam Helloween yang janggal. “Aku benar-benar minta maaf, ini malam yang sangat aneh. Mungkin kau mau minum teh, semua terasa lebih enak setelah secangkir teh.” Kita mungkin telah membuktikan keberadaan multi-semesta. Spiggit’s Old Peculia, Si Tua Aneh adalah bir yang dinamai dengan tepat. Cerita remaja dengan imaji monster-monster, bukan sembarang monster karena diundang langsung dari neraka.

Kita tahu perjalanan antara dunia ini dan dunia kita dapat dilakukan. Novel yang aneh, teori lubang hitam dan terbentuknya semesta, menghadirkan pasukan setan ke bumi untuk dihancurkan, tapi ternyata dituturkan dengan nge-pop, santai di tengah serbuan. Argumen induktif adalah kemungkinan, bukan kepastian. Titik amat kecil, para ilmuwan menyebutnya ‘singularitas’. Orang relijius mungkin menyebutnya partikel debu di mata Tuhan yang mencipta semesta setelah ledakan besar. Ilmuwan membutuhkan bukti, yang lain tidak. Keanehan dan segala teori praktis semesta itu langsung terasa ga ada ngeri-ngerinya. Malah lelucon garing bagaimana bertahan hidup dan upaya mengirim balik para perusuh ini, selama gerbang neraka terbuka, atau kalau terlambat bisa runyam sepenuhnya. 300 halaman yang sederhana, melacur kata dalam tak teraturan garis cerita. Mereka semua terlihat seperti fosil yang hidup kembali, bagian dalam tubuh mereka dilindungi oleh kerangka luar, diseret dengan kaki-kaki pendek terbungkus logam.

Tokoh utamanya remaja freak Samuel Johnson bersama anjingnya yang cekat Boswell, duet ini dibantu dewa rusuh Nurd menjelma kekuatan bak super-man. Di ruang bawah tanah 666 Crowley Avenue, rumah tuan Abernathy diketuk oleh Samuel, ini malam yang lebih mula hari Helloween, jadi ditolak kasih permen. Tuan Abernathy dan istrinya, dan kedua tamunya pasangan Doris dan Reginald Renfield ternyata menemukan sebuah buku panduan berbahasa asing untuk mendatangkan makhluk jahat ke dunia. Acara iseng bersenang-senang itu menjadi petaka karena mantranya bekerja.

Sementara di sebuah laboratorium CERN Proferor Hilbert dan para ahli molekul Ed dan Victor sedang melakukan penelitian tentang kemungkinan adanya semesta lain permainan ‘Kapal Perang’, tabrakan, loncatan frekuensi, ke-abnormal-an itulah fakta adanya kemungkinan sebuah portal terbuka. Menyelidiki kebocoran energi. Penabrak Hadron Akbar.

Dia menduga alam semesta adalah tempat yang jauh lebih aneh dibandingkan perkiraan siapa pun, yang membuatnya bersemangat untuk membuktikan bahwa betapa luar biasa alam semesta ini. Minat profesor Hilbert adalah dimensi, secara spesifik dia tertarik pada kemungkinan ada begitu banyak alam semesta di luar sana, dan alam semesta kita hanya salah satunya.
Sebenarnya ada bunyi di sekeliling kita, bahkan jika kita tidak bisa mendengarkan dengan baik. Namun bunyi tidak sama dengan suara: bunyi bersifat acak dan teratur, sementara suara dibuat. Rasanya seperti mendengar gumaman orang gila dalam bahasa asing. Ini bahasa yang dikenal. Kami sudah menelitinya. Ini bahasa Aramaic awal, mungkin priode sekitar seribu SM. “Menurut kami dia mengatakan, ‘Takutilah kami’…”

Kau tidak bisa membuat prinsip yang meruntuhkan semua prinsip. Ilmu pengetahuan tidak bekerja seperti itu. Maka kepala departemen fisika partikel CERN, Profesor Stefan mencoba menyeimbang, tapi nyatanya benar-benar ada lonjakan titik, munculnya makhluk selain manusia ke bumi. “Buruk! Ini buruk! Larilah sekarang!”

Samuel hidup bersama ibunya, ayahnya menikah lagi dan pergi, hanya mobil antik yang tertinggal di garasi rumah. Di sekolah ia dikenal sebagai anak aneh yang berpikiran out of the box, jarum dengan ujung jutaan malaikat, teori ketakteraturan alam. Di gereja Timidus ia juga dikenal sebagai anak nakal dengan pertanyaan tak lazim seperti asal mula dosa, serangkaian malaikat dan setan yang mengawasi, sampai hal klenik yang membuat pusing para pendeta dan asistennya. Pendeta Ussher, sang vikaris dan Tuan Berkeley, sang pengurus.

Nurd, pembawa petaka lima dewa. Lima entitas: Schwell, Setan sepatu tak nyaman; Ick, setan hal-hal yang tak menyenangkan yang ditemukan di lubang pembuangan saat dibersihkan; Graham, setan biskuit dan kue cracker basi; Marvis, setan nama-nama tak pantas untuk laki-laki; dan terakhir, sekaligus mungkin yang paling rendah Erics, setan tanda baca keliru. Perumpamaan jitu tentang para dewa adalah, “Bagaikan lalat di tangan anak-anak ceroboh, begitulah kita di mata para dewa, mereka membunuh kita untuk hiburan.” King Lear, William Shakepeare. Menggembirakan, ya. mengkhawatrirkan, kadang-kadang.

Karakter bagus di sini justru setan Nurd ini. Dalam suatu tindakan berbahaya serius, salah satu percikan energi telah menciptakan celah kecil antara dunia kita dengan ruang yang ditempati singgasana Nurd, atau lebih tepatnya lagi, Nurd sendiri. “Yah, seperti yang kubilang tadi, aku tinggal di padang tandus. Tidak ada yang bisa dilihat, tidak ada yang bisa dilakukan, dan aku sudah kehabisan bahan pembicaraan dengan Wormwood. Hanya karena aku setan, bukan berarti aku jahat.”

Aku tidak ingin menjadi menakutkan, atau mengerikan. Aku hanya ingin mondar-mandir dengan santai, mengurus urusanku sendiri. Nurd, tidak pernah punya ibu bapak, yang tidak pernah mencintai atau dicintai, takjub mendapati betapa rasa yang begitu indah ternyata juga bisa membuat seseorang sangat menderita. Bagaimanapun, tidak melakukan perbuatan buruk tidak sama dengan melakukan perbuatan baik. Bagaimana ia jenuh di asalnya dan pamit sama asistennya yang annoy. “Selamat tinggal Wormwood, aku ingin mengatakan bahwa aku akan merindukanmu, tapi itu tidak benar.”

Nah, kejadian terbukanya gerbang neraka membuat kota Biddlecombe yang lalu terisolasi berantakan. Kekacauan tercipta, setan-setan keluar memporakporandakan segalanya. Nurd, setan yang tak jahat-jahat amat mencoba membantu Samuel dan kedua temannya yang juga ga kalah aneh Tom Hobbes dan Maria Mayer. Para profesor dari CERN turut serta, jauh-jauh datang setelah menerima email janggal. Malam itu malam Helloween, malam cekam yang biasanya sekadar trick or treat, berubah menjadi malam kelam. “Akhir dunia, neraka telah dibuka. Malapetaka besar akan datang… Sang Mahadengki…” Sebelum sang musuh utama dipanggil kedua asistennya Shan dan Gath, Nurd, Samuel dan kawan-kawan harus gegas menutup portal, berhasilkah?

Referensi utama karya perunggu besar bertajuk La Porte de l’Enfer yang diterjemahkan menjadi ‘Gerbang Neraka’, karya Auguste Rodin, ia diminta membuat karya tahun 1880, dan berjanji menyelesaikannya tahun 1885, ternyata Rodin masih mengerjakannya saat wafat tahun 1917. Bangsa Romawi dan Yunani memercayai bahwa gerbang neraka dijaga oleh anjing berkepala tiga bernama Cerberus yang memastikan bahwa siapa pun yang sudah masuk, tak kan bisa keluar lagi. “Yah, ini neraka di bumi bukan? Gerbang Neraka telah dibuka, setan menyerbu keluar. Akhir dunia dan semua itu.”

Buku guyon remaja yang tak lucu untuk teori besar seperti ini sebenarnya juga sudah banyak dibuat, hanya masalah cara tutur dan pemilihan gaya bahasa, The Gates ada di tengah-tengah antara mau bekerja serius adanya serangan setan atau penuh humor slap-stick konyol. Satu hal yang menarik tentang lubang hitam: semakin keras kau berjuang untuk meloloskan diri dari kekuatannya, semakin cepat kau mendekati seluruh proses tentang proses kepadatan tak terhingga, tentang meremukkan dan sebagainya, disebabkna dimensi waktu dan ruang yang kacau balau.

Seperti pemanggilan sang Mahadengki yang merupakn villain utama, digambarkan seram dan besar. Dia menjulang di atas pasukannya, sehingga mereka bagaiman kumpulan serangga di hadapannya. Dia membuka mulut, dan meraung, dan mereka gemetar di hadapannya, karena keagungannya begitu mengerikan untuk disaksikan. Mengingatkanku pada tokoh Dormamu di Doctor Strange yang dipanggil melalui gerbang, tapi hanya sepintas keluar lalu frustasi balik lagi.

Ini buku pertama John Connolly yang kubaca, kurang sreg sih. Tapi saya sudah lacur beli Trilogi komplit, jadi mau tak mau harus diselesaikan perjalanan Samuel Johnson ini.

Penyelesaian kisah juga terlalu gampang. Mobil ayah Samuel yang antik menjadi sumbat? Oh my! “Secara ilmiah solusi ini memiliki banyak ketidakpastian, mungkin tidak akan berhasil sama sekali. Rencana ini terdengar sangat gila, berbahaya, dan benar-benar mustahil sehingga mungkin saja berhasil, sekarang yang kita butuhkan adalah mobil.”

Gerbang Neraka | by John Connolly | The Gates | Copyright 2009 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | 617185026 | Alih bahasa Barokah Ruziati | Editor Ariyantri E. Tarman | Desain & ilustrasi cover eMTe | Pertama terbit, Desember 2011 | Cetakan kedua, Juli 2017 | ISBN 9789792278217 | 320 hlm; 20 cm | Skor: 3.5/5

Untuk Cameron dan Alistair

Karawang, 230520 – Bill Wither – Harlem