Okja: Cinta Kasih Gajah Babi

Well, former CEO Nancy is my sister, but uuh… we’re very different people. We have very different ways of being. We have very different business ethics…” – Lucy

Jenis film fantasi yang tak biasa. Babi sebesar gajah, menjadi komoditi pasar tapi sang babi seperti memiliki jiwa, persahabatan dengan remaja itu kuat, memiliki cinta kasih, dan menuntut perjuangan melangkah jauh. Lihat posternya, babi dengan pabrik mengepul di punggungnya. Ada sesuatu yang bernilai di sana, artinya Anda masih memiliki harapan. Mengundang komunitas pecinta binatang turut serta memerjuangkan. Dari pegunungan desa ke Seoul, dari Seoul ke New York, dan di sebuah pabrik jagal titik akhir juang.

Lucy Mirando (Tilda Swinton) mengepalai perusahaan warisan ayahnya, ingin menghapus image sang bapak dan saudara kembarnya Nancy Mirando (diperankan juga oleh Tilda Swinton), ia memiliki proyek ambisius tentang pengembangan binatang guna mendukung industri makanan. PT. Mirando melakukan percobaan mencipta babi super, dengan sample 26 babi yang beda mengirimkannya ke berbagai Negara agar dirawat oleh petani lokal, proyek itu akan memakan waktu 10 tahun. Sebuah penantian yang lama… tapi ia pede dengan mengatakan, ‘rasanya sangat lezat’

Di Korea Selatan, sepuluh tahun berselang. Remaja 14 tahun. Mija (diperankan imut sekali oleh Seo-Hyun Ahn) sedang angon babi super (baiklah, saya menyebutnya gajah babi sahaja karena penampilannya mirip gajah) bernama Okja. Mereka hidup di pegunungan bersama kakeknya, hidup damai nan asri. Agar tampak dramatis, Mija mengalami meusibah terperosok di jurang, Okja seolah adalah hewan yang bisa berpikir. Melakukan penyelamatan dengan heroik. Jelas ada ikatan special di antara mereka, bukan sekadar tuan dan binatang peliharaan. Rasanya gemes sekalia meluk gajah imut.

Suatu hari datanglah utusan Mundo, seorang host tv terkenal channel Zoologist, Dr. Johnny Wilcox (dimainkan gilax oleh Jake Gyllenhaal), dengan krunya melakukan rekaman. Perjalanan ke gunung yang melelahkan, dan hasil monitor rasanya Okja adalah babi favorit untuk menang kontes. Untuk mengalihkan perhatian Mija, kakeknya mengajak ke makam orang tua dan menunjukkan babi emas, dan bilang Okja akan dibawa ke New York. Tentu saja marah, saat sudah kembali ke rumah, sang gajah babi sudah ga ada. Pengejaran rasanya percuma, maka malam itu iapun memecah celengan, membawa bekal seadanya, dan nekat berangkat mengejar binatang kesayangan. Inti kisah adalah ini, menyelamatkan binatang peliharaan istimewa dari penjagalan menjadi santapan.

Di Seoul, di kantor cabang Mundo ia datang dengan keren. Setelah dicuekin, ia memecah kaca kantor, berteriak mencari Okja, dikejar petuga, adegan kucingan, sampai ke truk yang bersiap berangkat. Bak seorang jagoan, Mija bergelayut di truk yang melaju ke bandara. Ternyata ia tak sendirian dalam misi penyelamatan ini. Sebuah organisasi penyayang binatang, muncul truk lain yang mefet dan seperti misi-misi mustahil Fast and Furious, Okja coba dibajak. Mengacaukan banyak sekali hal-hal di depannya, masuk mal dengan derap, menghancurkan segala yang menghadang.

Organisasi itu ALF (Animal Liberation Front) yang dipimpin oleh Jay (diperankan unik – seperti biasa – oleh Paul Dano). Genk terdiri dari Red (Lily Collins), Blond (Daniel Henshall), Silver (Devon Bostick), dan K (Steven Yeun). K adalah orang Korea jadi sekaligus menjadi penerjemah. Ada adegan bagus ketika Mija ditanya mereka, dan diterjemahkan ya. Padahal K memodifikasi. “Menerjemahkan adalah sakral.” Walau akhirnya gagal, Okja tetap dikirim ke New York, seantero negeri tahu, ada sebuah kekejaman memisahkan remaja imut dengan binatang imut. Fakta ini membuat gusar Lucy sehingga malah berencana membuat acara reuni temu dalam festival yang disiarkan live.

Kita tahu para anggota organiasasi akan mengacaukannya. Perjuangan melawan kekejaman terhadap binatang, itu berjalan dengan intesitas aksi pas ‘sungguh hollywood’ walaupun sineas-nya Korea. Dramatisasi penyelamatan Okja, berlarut-lari dan penampilan saudari kembar Lucy, Nancy (Tilda juga) di London yang lebih berpengalaman demi menyelamatkan Perusahaan turun tangan. Dan di area penjagalan gajah babi, klimaks kisah terjadi. Dengan bonus piglet yang imut, kisah ini happy ending. Dan sedikit merusak keseruan jargon, suram adalah tjoenci. Ada scene after credit di ujung film, kenakan maskermu kawan, perjuangan belum berakhir.

Pasca kegemparan Parasite, film-film Bong Joon Ho sebelumnya diburu. Walau sudah nonton Snowpiercer yang membingungkan karena bertema politik dalam kereta, Okja justru malah menampilkan keanehan. Bagaimana mencipta makhluk babi sebesar gajah? Menaburkan drama di dalamnya, dan akhir yang bahagia malah tak terlampau wow, tetap bagus tapi terasa ada yang janggal. Para organisasi penentang benaran ada, entah kalian setelah menyaksi apakah langgung jadi vegan atau tetap lahap makan daging, bukan hanya babi yang tampak menggemaskan; ayam, bebek, sapi, dst segala hewan ternak yang menggiurkan di meja makan itu juga menggemaskan kalau dirawat dengan cinta. Seolah memang tujuan utama Okja dibuat untuk perjuangan kaum vegetarian.

Suka Tilda sejak jadi Penyihir Putih di Narnia, suka Paul Dano sejak membisu Little Miss Sunshine, suka Jake sejak mendekam di Brokeback Mountain. Dan tentu saja mulai suka Jeong-eun Lee sejak bersahabat dengan Okja.

Translation are sacred.

Okja | South Correa | Year 2017 | Directed by Bong Joon Ho | Screenplay Bong Joon Ho, Jon Ronson | Story Bong Joon Ho | Cast Tilda Swinton, Jake Gyllenhaal, Seo-hyun Ahn, Jeong-eun Lee, Steven Yeun, Paul Dano, Daniel Henshall, Lily Collins, Devon Bostick | Skor: 4/5

Karawang, 130520 – Bill Withers – I’II Be With You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s