Angelologi by Danielle Trussoni

Katakan pada saya, bahaya apa yang Anda bicarakan?” – Evangeline

Angelologi adalah salah satu dari sekian cabang asli teologi, dikuasai oleh seseorang yang ahli angelologi, yang keahliannya meliputi baik penelitian teoritis atas sistem malaikat maupun perwujudan nubuat mereka sepanjang sejarah manusia.

Kisahnya tentang kehidupan tertutup biara dalam mempertahankan tradisi melawan kaum Nefilistik, yaitu kaum malaikat yang bersatu dengan manusia, mereka berebut alat musik yang diturunkan langsung dari surga, sebuah lira yang sakral.

Protagonistnya adalah seorang suster muda, Evangeline yang dibagian pembuka diceritakan bertugas di perpustakaan biara St. Rose, Lembah Sungai Hudson, Milton, New York. Kehidupan biara yang tampak monoton itu suatu hari jelang Natal tahun 1999, menjadi alur misteri ketika mendapat surat permohonan kunjungan seorang penulis/peneliti Verlaine. Biasanya surat-surat semacam itu langsung ditolak, tapi untuk kali ini ada yang janggal. Nantinya tokoh ini malah turut dominan, termasuk menjadi side-kick pertarungan.

Surat itu meminta kesempatan membuka arsip lama, surat-menyurat antara Bunda Innocenta dan Mrs. Rockefeller tahun 1943. Verlaine sendiri bekerja kepada seorang kaya Mr. Pervical Grigori, yang menginginkan bukti otentik fakta koneksi selama Perang Dunia II terjadi. Seorang milyader memberi sumbangsih kepada kaum relijius? Dan apa saja yang terjadi di baliknya menjadi plot utama buku ini.
Masa lalu Evangeline diungkap, ia adalah anak wanita Prancis yang tewas dalam proses penelitian angelologi dan seorang pria Italia Luca yang lalu menitipkannya ke biara st. Rose. Koneksinya dengan para peneliti angelologi menjadi klu utama bagaimana ia berproses.

Celestine sebagai suster senior ternyata memiliki rahasia besar terkait misteri keberadaan lira, ia bercerita kepada Evangeline masa remajanya satu kelas dengan Gabriella, neneknya. Lalu kisah mundur di tahun 1939 di Prancis, di masa kejayaan Nazi. Paris diduduki Jerman, penelitian dan pencarian lira di masa lampau oleh Yang Mulia Clemantis, dipelajari dan ditelaah. Para guru yang dipimpin oleh Dr. Raphael Valko dan Dr. Seraphina membimbing murid-murid, termasuk membuka naskah kuno nan penting terjemahan di ruang rahasia, yang kemudian mendapati klu penting akhirnya melakukan ekspedisi pencarian di tahun 1943 di Gua Tenggorokan Iblis, Pegunungan Rhodope, Bulgaria. Cerita pencarian itu sendiri sangat panjang dan detail, yang intinya adalah lira ditemukan oleh Celestine, membawanya ke Paris dengan konsekuensi penangkapan Dr. Seraphina, lalu dalam negosiasi akan dilakukan pertukaran atau tidak? Segala kerumitan ini bersolusi, pengiriman lira ke Amerika Serikat secara sembunyi untuk kelangsungan keselamatan umat. Drama penyelundupan sendiri tampak mengejutkan. Identitas Gabriela yang menjadi agen ganda, dengan nyawa taruhannya. Selama ini terjadi persaingan antara mereka, tapi tipu muslihat sang agen menyelamatkan alat musik suci tersebut.

Ekspedisi pertama Angelologi pernah dilakukan pada tahun 925 M oleh Bapa Clementis, dicerita dengan sangat bagus. Intens, mendebarkan prosesnya. Bagaimana mereka melakukan penjelajahan ditulis dengan bahasa latin, yang lalu diterjemahkan. Di masa-masa akhir hidupnya Clementis yang sakit parah, tetap mencoba menulisnya, dengan bantuan terjemahan

Arahnya? Ya 1999 jelang pergantian millennium, di New York. Kebakaran biara tahun 1944 sendiri ternyata bukan kecelakaan, tapi adanya serangan kaum Nefilistik. Begitulah, semua berkutat di sana, dari tahun itu ke tahun 1999, keberadaan lira ga tentu arah. Dari surat-surat lama, lalu penelitian para ahli, sampai akhirnya para malaikat memutuskan mengirim pasukan Gibborin untuk menggempur biara demi mendapatkan alat musik suci ini.

Kemunculan lagi sang nenek, Gabriela. Lalu pasukan lain turut bergabung, Vladimir, Otterley, Bruno, Saitou-san, sampai Mr. Gray. Dari pihak musuh Pervical Grigori bersama sanga dik yang tewas, dan kedua orang tua, Sang Sneja yang meminta bukti kehebatan, yang sejatinya unggul kekuatan supranatural mengerahkan Gibborin. Semua meledak dalam tarung yang Hollywood-able, sudah menemukan gambarann difilmkan. Siapa yang berhasil memetiknya?

Identitas Evengeline sendiri sejatinya memberi kejut, pertarungan para malaikat dan ahli angelology, lalu muncul poros bantuan dari dimensi lain yang bisa dipanggil bak tarung sihir, tergambar bagus dalam bayang. Pada dasarnya ideologi ini bukan hal umum di Indonesia, maka saya tak terlalu ‘masuk’ bagaimana penelitian keberadaan malaikat menjadi diskusi khusus. Dalam Islam kita mengenal 10 malaikat yang diutus Allah, dalam Kristiani banyak kemiripan. Entah angelologi ini apakah ada dalam mata pelajaran tersendiri di Pelajaran Agama Kristen, laiknya fiqih atau aqidah dalam Muslim. Ideologi merupakan kepercayaan yang dikontruksi secara sosial yang sepenuhnya kita terima berdasar keyakinan belaka.

Setiap bab dibuka dengan kutipan, total ada empat. Disini disebut Lingkaran, saya catat ulang.

(1). Kepada kisah ini kusampaikan, Dengan tujuan menuntun pikiranmu, Ke masa depan, Kerena bila ia yang mampu mengatasi, Menoleh ke belakang, Menuju gua Tartar, Kesuksesan apa pun yang dibawa olehnya, Akan hilang dari cengkeraman saat menatap ke bawah. – Boethius, The Consolation of Philosophy

(2). Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala: Pujilah Dia dengan gambus dan kecapi, Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian: Pujilah Dia dengan permainan kecapi dan organ. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting: Pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang. – Mazmur 150

(3). Dan muncul di hadapanku dua orang sangat tinggi yang tidak tinggi yang tidak pernah kulihat di dunia ini. Dan wajah mereka bersinar bagaikan matahari serta matanya membara bagaikan lampu yang terbakar, dan api keluar dari bibir mereka. Pakaian mereka ringan seperti bulu: kaki mereka ungu, sayap merekalebih cerah daripada emas; tangan mereka putih daripada salju. – Kitab Henokh

(4). PANDUAN SUARA SURGAWI. Tak lama, malaikat itu mulai menyanyi, suaranya naik turun mengiringi lira. Seakan-akan mengikuti isyarat dimulainya prosesi surgawi ini, malaikat-malaikat yang lain mengikutinya, setiap suara dikumandangkan untuk menciptakan musik surgawi, paduan yang mirip dengan kongregasi yang digambarkan Daniel, sepuluh ribu kali sepuluh ribu malaikat. – Bapa Clemantis yang mulia dari Thrace, Catatan Ekspedisi Angelologi Pertama; diterjemahkan oleh Dr. Raphael Valko.

Novel panjang yang melelahkan, hampir enam ratus halaman dengan tulisan kecil-kecil, kalau dicetak seperti buku kebanyakan bisa jadi seribu halaman, untung Gramedia membuatnya lebih ramping dengan penjilidan yang bagus. Sayangnya, setelah telusur panjang nan seru berliku, ending-nya agak mengecewakan. Buku penuh vitamin dalam balutan fiksi sejarah gini bagus, hanya terjatuh di eksekusi akhir. Sulit memang menutup deretan kata yang memuaskan ketika para jagoan terprediksi menang, walaupun musuhnya sekuat malaikat jahat, berumur ratusan tahun, walau rapuh masih memiliki intensitas kekuatan murni. Saya menemukan kata ‘TeneT’, sebuah film terbaru Christopher Nolan itu ternyata dinukil dari sebuah mitologi. Kotak Sator-Rotas dengan center TeneT itu ungkapan latin Sajak yang bisa dibaca dengan beberapa cara, digunakan untuk menandakan pola. Bukanlah kode, tetapi simbol untuk memperingatkan para ahli angelology bahwa bagan yang lebih besar telah diperoleh.

“Kau makhluk paling cantik di sini, kau terlihat seperti malaikat.”

Angelologi | by Danielle Trussoni | Diterjemahkan dari Angelologi | Copyright 2010 | GM 402 014 0121 | Penerbit Gramedia | Alih bahasa Fahmy Yamani | Editor Bayu Anangga, Siska Yuanita | Desain sampul Eduard Iwan Mangopang | Cetakan pertama, 2014 | ISBN 978-602-03-1218-7 | 592 hlm; 20 cm | Skor: 4/5

Untuk Angela

Karawang, 290420 – Will Withers – Better Days

Thx to Titus Pradita