Horor Keluarga: Aneh di Awal, Mengerikan di Tengah, Tragis di Akhir

The Strange Thing about the Johnsons directed by Ari Aster

I want someone to look at the way Isaiah looks at his daddy.”

Ini adalah film orang sakit. Penuh gangguan, memualkan, tak masuk akal, dan janggal menyeluruh. Namun film yang uniklah yang akan diingat manusia generasi berikutnya. Jelas bukan film untuk semua kalangan. Minggir kalian, penonton berjantung lemah!

Ceritanya seorang remaja melakukan onani di kamarnya, tiba-tiba pintu dibuka dan ayahnya masuk. Malu, gegas ditutup selimut, tapi oleh ayahnya dibilang bahwa tindakan itu normal, di usianya saat ini wajar. Se-natural matahari terbit dari timur. Jreng… jreng… Yang tak diketahui oleh ayahnya, yang lalu kita lihat secara langsung, saat kamera menyorot dekat adalah objek onani Isiah muda (Carlon Jeffery) adalah foto ayahnya sendiri! Wow, sebuah pembuka kisah yang tak lazim. Nyeleneh… pembuka yang sungguh absurd.

Empat belas tahun kemudian, Isiah dewasa (Brandon Greenhouse) melangsungkan pernikahan. Seolah ia menjadi calon suami yang normal, tapi dari sini relung-relung kejut disusun ungkap. Ibunya Joan (Angela Bullock) mencarinya ketika pesta sudah berlangsung, tak ketemu juga di berbagai ruang, sampai akhirnya di sebuah kamar belakang, dengan lubang intip yang membuatnya kaget luar biasa. Suaminya sedang nganu sama anaknya yang baru nikah! Duh… sakit. Pertengahan kisah yang mengerikan. Horor keluarga disusun berbahan lego tersayat dari dalam.

Sidney (Billy Mayo) adalah penulis yang sukses, bukunya banyak best seller. Sebagai publik figure, ia tentu saja menjaga nama baik. Fakta penyimpangan seks putranya terendam lama. Namun, kali ini ia memutuskan menuliskan kisahnya dalam buku memoar. Menulis dengan sembunyi, karena jiwa muda anaknya tentu akan meluap marah. Sampai di sini, muncul kejanggalan, muak, marah, misuh sejatinya bisa kalian apungkan. Serba salah juga jadi ayah di posisi itu. Ketika draf buku sudah ada, dan akan diproses ke penerbit, dilema muncul dan dalam adegan dramatis, keluarga yang tampak harmonis dan ideal ini hancur seketika. Ini adalah jenis film sakit, tragedi keluarga dengan cambuk panas membara. Endingnya benar-benar tragis sampai ke sumsum.

Oedipus Complex. Hal pertama yang berteriak di kepalaku adalah teori ini. Oedipus, sang penafsir teka-teki Spinx. Apa rangkaian misterius ulah takdir bagi kita? Ada keyakinan primitif yang populet, terutama di Persia, bahwa seorang penganut Magi yang bijaksana hanya lahir dari hasil inses. (Lahirnya Tragedi, Nietzsche). Bagaimana seorang anak membunuh bapaknya. Abuse is abuse, tak peduli siapa pelakunya. Apa yang ditampilkan di layar tampak menjijikkan, mengingat CV Ari Aster, ini memang mainannya. Saya belum sempat menyaksikan Midsomar, tapi jelas saya kurang suka Hereditary. Memainkan tragedi, ironi, dan kemuakan ke tingkat yang tak terperi. Tak banyak darah, tampak cerdas, tapi memainkan pikiran dengan menjijikkan sungguh perlu dipikir ulang. Ga sehat buat otak, mungkin sedikit di bawah A Serbian Film, yang jelas sama-sama bikin pening kepala beberapa lama. Menjadikan panadol laik dibeli dan ditelan dengan kedut di dahi.

Permainan psikologi dengan memori dan hasrat seks memunculkan berbagai spekulasi. Bisa saja ini penyakit menyimbang, laiknya cinta sesama yang terus digunjing gulir, atau kontroversi ada tiadanya tuhan, The Strange mencapai tahap lebih tinggi karena nafsu itu justru kepada orang tuanya sendiri. Teori Sigmund Freud yang membenci ayahnya? Wait, di sini justru anaknya mencintai ayahnya terlalu tinggi! Entah apapun namanya yang akan diteliti, jelas ini adalah sebuah kesalahan. Kesalahan besar, no debat.

Untuk sebuah film pendek, jelas ini sukses mencipta hit secara instan. Ketika kalian tak bermodal besar, buatlah cerita pendek dengan gagasan tak biasa, maka The Strange muncul. Percayalah, sepuluh tahun sejak sekarang, film ini masih akan dibicarakan dengan perdebatan sengit, laik ga-nya sebuah pemikiran nyeleneh menjijikan dicipta.

One of the most disturbing and evocative movies I’ve ever seen. Drama satir keluarga, dengan ide yang aneh. Seperti kata Oscar Wilde, “Kebanyakan orang adalah orang lain.”

The Strange Thing about the Johnson | Short movie | Year 2011 | Directed by Ari Aster | Screenplay Ari Aster | Cast Billy Mayo, Brandon Greenhouse, Angela Bullock, Daniele Watts, Carlon Jeffery | Skor: 3/5

Karawang, 010420 – 120420 – Roxette – You Don’t Understand Me

The Strange Thing about the Johnsons bisa ditonton di Youtube: https://youtu.be/sqyQMX4rwHs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s