#Februari2020 Baca

Manusia adalah mesin-mesin kecil yang aneh, Edward. Jauh lebih aneh dari apa pun juga di dunia ini.” – Lady Playford dalam Closed Casket (Sophie Hannah).

Tahun ini rencana saya baca ulas per bulan, dengan bulan Juni mungkin sebagai pengecualian karena moment #30HariMenulis. Januari sukses, semua baca sudah ulas. Februari dari tujuh buku, utang 1.5. Bulan ini kukejari Monte Cristo yang tebalnya luar biasa, dan bagian kedua Segala-galanya Ambyar belum tersentuh lagi. Mengalir saja, menikmati saja, berjelajah kata dan menanam memori di sini.

#1. Million Dollar BabyF.X. Toole
Kumpulan cerpen yang dahsyat. Karena saya awam dengan dunia tinju, apa yang ditampilkan terasa wow. Dari penulis yang pengalamanan sebagai cut-man bertahun-tahun, lalu menuangkannya dalam cerita. Memang cerita kalau ditulis langsung sama orang yang mengalami terasa nyata, tampak sekali benang merah yang disajikan merupakan kejadian sendiri, dengan bumbu fantasi jadilah lima kisah menyayat hati. Ini buku tentang tragedy, jadi jelas kisahnya sedih. Semakin tipis buku, semakin pedih pukulannya. “Tinju adalah suatu tindakan yang tidak alami. Segala hal yang terjadi dalam tinju adalah kebalikan dari yang terjadi dalam kehidupan…”

#2. Cacing dan Kotoran KesayangannyaAjahn Brahm
Kumpulan kisah inspirasi. Sosok Penulisnya sendiri sangat inspiratif. Terlahir sampai lulus kuliah di Inggris, memutuskan menepi mendalami Budha di Thailand lalu Australia, mengganti namanya sesuai ajaran Budha. Menuangkannya dalam cerita spiritual, sejatinya malah tampak sederhana karena memang Budha tak boleh bermewah bukan? “Ketika tidak ada yang perlu dilakukan, ya jangan ngapa-ngapain.

#3. Dunia SaminSoesilo Toer
Humor untuk kaum jelata. Baru tahu ada tokoh asli bernama Samin Soerosentiko dari Blora. Di Blora, kita jelas mengenal sang maestro cerita Pramoedya Ananta Toer. Ada Tirto Adhie Soerjo, Harya Penangsang, Marco Kartodikromo, dan Samin Soeroesentiko. Buku dibagi dalam tiga bagian yang ditulis di tiga kota berbeda pula: Dunia Samin I pertama terbit tahun 1963, ditulis sebelum berangkat ke Uni soviet tahun 1962. Dunia Samin II ditulis saat kuliah di sana. Sedang Dunia Samin III ditulis setelah keluar dari penjara Orde Baru, dikerjakan di Jakarta tahun 1979. Ceritanya umum sekali, tentang kehidupan sederhana Samin menghadapi probematika sehari-hari di kampung. Karena kesederhanaan (dan kepolosannya) itulah saat pilihan lurah ia malah menang. Sebaik-baiknya orang, tak akan bisa menyenangkan semua pihak. Jadi sungguh menarik menempatkan tokoh merakyat dalam puncak kepemimpinan kelurahan. “Siapa yang akan memiliki ini semua?

#4. Closed CasketSophie Hannah
Cerita detektif paling terkenal, ditulis oleh orang lain dengan citarasa sedap, walaupun ada di beda masa. Pengalaman pertama, puas. Ini pengalaman kedua, puas juga. Mirip cerita Knifes Out, di mana surat wasiat menyatakan bahwa warisan tidak diberikan kepada keturunan langsung tapi pada orang asing. “Aku mewariskan seluruh hartaku kepada sekretarisku, Joseph Scotcher.” Padahal sang sekretaris sekarat. Hal ini mencipta rentetan pembunuhan, dan Helcule Poirot ada di sana. Delik penelitian sebagus Agatha Chrsitie. Patut dinanti buku ketiganya. Tetapi hampir tak mungkin gagal dan seratus persen tak mungkin gagal adalah dua prospek yang sangat berbeda.

#5. Monte CristoAlexandre Dumas
Tebal sekali. Cerita yang luar biasa. Jelas saya akan memasukkan ke dalam best novel sepanjang masa, 20-besar. Seorang pelaut bermasa depan cerah, memiliki tunangan yang cantik. Sepulang dari pelayaran, segala impian itu ambyar dalam sekejap. Edmond Dantes kehilangan kesempatan menjadi kapten kapal karena tuduhan menjadi kaki tangan Napoleon Bonaparte, gagal menikahi tunangan karena ‘diculik’ lalu tanpa pengadilan resmi dijebloskan dalam penjara If Island yang mengerikan. Dari sanalah ia merenungkan hidup, menyusun strategi balas dendam dengan anugerah harta melimpah di pulau Monte Cristo. Dendam yang disusun rapi, penuh bara. Walaupun ceritanya bagus, dengan pacu adrenalin kencang, butuh kesabaran ekstra untuk menuntaskan hampir seribu halaman. Worth it!

#6. Segala-galanya AmbyarMark Manson | bagian 1| bagian 2
Dari penulis buku best seller: Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, seorang blogger nyeleneh kembali. Buku ini terbit terjemahan Grasindo bulan Februari, kutuntaskan baca bulan itu juga. Ini semacam lading emas Grasindo, jaminan best seller. Rencana ulas dibagi dua, bagian kedua ketunda mulu sampai sekarang. Terlihat, sekarang lebih matang, masih menggebu-gebu laiknya buku pertama, tapi kali ini lebih terstruktur nyaman. Tentang harapan dan runtuhnya. Teori yang disodorkan lebih beragam dengan kutipan berbagai filsuf atau ilmuwan atau tokoh pahlawan. Variatif. Lawan kebahagiaan adalah ketiadaan harapan, sebuah pemandangan kelabu keputusasaan dan kelunglaian. Harapan adalah bahan bakar mental. “Kamu tidak akan bahagia kalau terus mencari rumusan bahagia.” Albert Camus. Cerita masa lalu menentukan jati diti kita. Cerita dari masa depan menentukan harapan kita. Dan kemampuan kita untuk memasuki narasi-narasi tersebut lalu menghayati mereka, demi membuat narasi-narasi itu menjadi nyata, adalah yang memberikan makna pada kehidupan kita.

#7. Cinta Satu PennyAnne Hampson
Cerita cinta antara London (Inggris) dan Anchora (Yunani). Menyatukan dua individu egois yang berpandangan liberal. Keduanya tak berniat menikah, tapi dipaksa disatukan karena alasan menyelamatkan warisan. Cerita romansa yang sangat biasa. Antara Elizabeth Dawes dan Nigel. Keduanya cakep, keduanya kaya, keduanya pintar. Lantas apa masalahnya? Karena satu penny di bazar, mencita ikatan itu? Ceritanya terlampau manis, bisa menimbulkan diabetes kalau keseringan melahap kisah sejenis ini. “Orang-orang harus realistis, hampir semua berakhir dengan tragis – kalau orang mengambil cerita cukup panjang.

Karawang, 060420 – Bill Withers – Lovely Day