Sebuah Danau, Seuntai Doa, Farmersburg…

All the Bright Places by Jennifer Niven

Setidaknya begitulah rasanya saat berdiri di sini bersamamu. Sebenarnya berdiri di sebelahmu membuat tempat ini terasa setinggi Everest.”

Dunia menghancurkan semua orang, dan setelahnya, sebagian masih berdiri tegar di tempat-tempat yang luluh lantak. – Ernest Hemingway. Aku merasakan desakan untuk mengucapkan sesuatu yang mengesankan dan puitis, tapi satu-satunya yang terpikir olehku adalah, “Ini Elok.

Buku remaja Amerika yang bertema berat. Dilema usia labil, mainannya adalah nyawa. Yang satu traumatis terhadap musibah karena kakaknya meninggal kecelakaan lalu lintas dengan dia di juga dalam kendaraan, yang satu menderita bipolar yang mendorong untuk melakukan bunuh diri. Kedua siswa ini lalu mencoba saling mengisi, mencoba bertahan, tapi apa daya, keadaan memaksa untuk terurai dengan sedih. Cerita remaja, tapi gelap. Melihat fenomena bunuh diri idol Korea Selatan akhir-akhir ini, cerita ini sungguh bisa diterima akal. Jadi mari kita ulas. “Sudah selesai, aku melupakannya, aku melanjutkan hidup.”

Kisahnya tentang Violet Markey dan Theodore Finch, jadi kalau ada karakter lain yang nantinya nyempil, mencoba membuat onar dan mengambil hati, tetaplah fokus pada mereka berdua. Jadi pembukanya bilang, Violet dan Finch bertemu di puncak menara. Keduanya semacam berniat bunuh diri, tapi malah saling menyelamatkan. Masuklah mereka ke majalah daring sekolah, bagaimana kisah di atap menara itu. Violet menyelamatkan Finch. Violet memiliki masalah kejiwaan terkait kematian kakaknya Eleanor, kecelakaan di jembatan A Street Bridge itu mereka berdua tergelincir di badai salju, Violet selamat tapi traumatis. Mereka memilik akun EleanorandViolet.com, Sementara Finch memiliki masalah kejiwaan, orang tua cerai, dan betapa ia membenci ayahnya. Tinggal sama ibu dan saudaranya Kate, menjalani hari demi hari yang memuakkan. Sementara kutipan Weda berkata, “Semoga matamu menuju Matahari, Jiwamu menghampiri angin.”

Theodore Finch tampak selalu bermasalah di sekolah karena nyeleneh, rebel karena ternyata sakit bipolar. “Finch memang suka begitu. Aku kenal dia sejak TK, dan makin lama makin aneh.” Anna Faris yang hebat pernah berkata bahwa rahasia untuk selamat melewati SMA adalah dengan ‘tidak menarik perhatian’. Finch mempraktikkan kebalikan dari itu. Sejatinya remaja berbakat, tapi terasa tersia-sia. Sementara Violet yang cantik, sebenarnya sudah memiliki pacar bintang Ryan Cross. Sejak kematian kakaknya mereka break, sempat akan kembali jalan tapi justru sejak kejadain menara lonceng malah akrab dan saling melengkapi. Mereka harus datang rutin ke ruang konseling untuk memantau perkembangan masalah menara. Masalahnya dengan Mrs. Kresney adalah dia selalu tersenyum apa pun yang terjadi. Aku menyukai itu. “Kau tidak bisa memakai kehilangan kakakmu sebagai alasan untuk berbuat nakal.”

Mendadak aku teringat ucapan Suze mengenai Finch tahu harus berbuat apa dengan seorang gadis. Theodore ‘Aneh’ atau bukan, dia ramping dan tampan. Finch sering datang ke rumah Violet bahkan ga mengenal waktu, kalau tiba-tiba kepingin datang malam ya malam itu juga budal, kalau mau sarapan ya pagi itu langsung cabut ngopi, remaja nyeleneh seenak dewe, dengan kendaraan favoritnya Little Bastard akhirnya mereka memiliki tugas sekolah bersama Geografi Jelajah Amerika. Kelana Indiana ke Bukit Hoosier. Mereka membentangkan peta. “Ke mana kau akan pergi kalau kau bisa ke mana saja?” / “Aku akan ke Bukit Hoosier bersama gadis cantik.”

Dari sinilah kita tahu, tempat-tempat eksostis Indiana. Dari danau, puncak bukit, rumah-rumah tua, sampai jelajah pedalaman. Semua menyajikan keindahan, tempat yang terang dan memunculkan harapan. Bahkan nantinya ketika Ultaviolet Remarkable – panggilan sayang – sudah sepenuhnya mencinta Finch memberikan banyak waktu, dan hatinya lalu membentuk di sebuah ruangan di kamar Finch. Sir Patrick Moore. Seolah kisah ini benar-benar happy ending, merekah dalam belitan asmara yang indah nan rupawan. Namun tidak, saat harapan itu membumbung tinggi di puncak, semua akhirnya terhempas. Masalah dengan teman sekolah Roamer, menghadiri temu kelompok bermasalah dalam tajuk Life is Life di Ohio, itu tuh orang-orang duduk melingkar lalu saling menuturkan kisah hidupnya, dan akhirnya puncak kode tempat di mana Finch menghilang. Kode di facebook: “Menurutku dia kembali ke salah satu tempat kami berkelana, salah satu tempat yang ada airnya.” Betapa sakit bipolar sungguh butuh perhatian lebih, akut nan menyesakkan dada.

Semakin makmur seseorang kehidupannya akan semakin frustasi, bahkan cenderung bunuh diri. Apa yang ditampilkan di sini mengansung maksud yang rawan. Butuh ketegaran dan kekuatan lebih untuk mengurai masalah jiwa. Ada satu bagian ketika Finch bicara hal tak dimengertinya tentang sepak bola. Bukan mau menyinggung si mati, tapi sepak bola itu alasan bodoh untuk tidak tidur. Ini secara langsung bilang, suporter fanatik bola adalah bodoh. Sebagai Laziale saya langsung kasih rate drop. Dan benar saja, Finch akhirnya menyerah. Dalam puisinya Epilogue-nya Robert Lowell bertanya, “Namun mengapa tidak katakan saja apa yang terjadi?” Kehidupan yang ideal coba dibentuk. Di rumahku makan adalah acara yang ditemani oleh musik dan anggur yang pas. Bukan sekadar hal-hal konyol, tapi juga pikiran-pikiran riil, tulisan sungguhan, kehidupan nyata.

Melewati hari-hari bersama orang terkasih. Melihat Bangau Asia langka di danau. “Catat semuanya sebelum kita melupakan sesuatu.”

Pertumbuhan itu sendiri mengandung benih kebahagiaan. – Pearl S. Buck. Novel ini juga menyertakan sepi sebagai teman. Desahan yang penuh penderitaan dan kehilangan. Aku menyalakan computer karena itu satu-satunya caraku terkoneksi dengan dunia. Bagaimana hidup dalam maya bisa mengalihkan kekecewaan hidup. Setelah terlihat pulih Violet menyibukkan diri ke hal-hal yang positif, seperti kembali menulis artikel blog lagi. http://www.germmagazine.com dari sini kita tahu, siapa yang bisa bangkit dan melawan kepedihan. Seperti semua hal yang tak bertahan, hari ini kini telah berlalu, tapi ini hari yang lumayan baik. Yang terbaik yang pernah kualami sejak berbulan-bulan. Hobi nulis Violet tersalurkan. Jessamyn West berkata, ‘Menulis itu sangat sulit sehingga para penulis, yang telah mengalami neraka di bumi, pasti lolos dari hukuman di akhirat.’

Kovernya bagus banget. Itu tak sembarangan bunga dan burung, itu adalah bunga violet dan burung cardinal. Ada dalam cerita. Karena ini kisah tentang kecendungan bunuh diri maka berbagai cara mati disebut dan coba ditelaah. Dan Penulis ini masuk tertinggi dalam penjelasan, “Aku merasa kita tak mampu melewati satu lagi periode mengerikan itu.”Virginia Woolf dalam surat bunuh dirinya.

Jadi itu bagus dan itu buruk dan itu menyakitkan, tapi aku sedang memikirkan tentang dia. Jika aku memikirkan dia, dia juga takkan pergi selamanya. Hanya karena mereka sudah mati, mereka tak perlu mati, begitu juga kita… Kutipan favorit dari Cesare Pavese: “Irama penderitaan telah dimulai.” Hiks, Aku berkeping-keping.

Tuliskan impianmu: “Sebelum aku mati aku ingin… mengenal satu hari yang sempurna. Dan bertemu Boy Parade. Dan mencium Violet Markey.” Maka seusai terlaksana kau boleh pamit. His dark, forbidden love. “Singkirkan bagian yang kejam dan kata kasarnya.” Dinding adalah tempat merekam pikiran-pikiran, secepat datangnya, dan masih mengingat semuanya ketika pikiran itu pergi.

Tempat-Tempat Terang | by Jennifer Niven | Diterjemahkan dari All the Bright Places | copyright 2015 | Excerpt from Oh, the Places You’ll Go! By Dr. Seuss, TM and copyright Dr. Seuss Enterprises L.P 1990 | Penerbit Grmaedia Pustaka Utama | 617160005 | Alih bahasa Angelic Zaizai | Editor Tri Saputra Sakti & Dini Pandia | Desain sampul Yulianto Qin | Cetakan pertama, 2017 | ISBN 978-602-03-6336-3 | 400 hlm; 20 cm | Skor: 3/5

Untuk ibuku, Penelope Niven, tempatku yang paling benderang

Karawang, 140320 – 040420 – Glover Washington Jr. – Just the Two of Us

RIP Bill Withers

Novel ini saya ikutkan dalam program #SatuBabPerHari #BacaDuluYuk di @Gramedia. Yang ku-twit kurang dari dua minggu. All the Bright Places sudah diadaptasi oleh Netflix tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s