Film Terbaik Indonesia 2019

Kita sudah melawan, Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

Selamat hari film Nasional. Pertama kalinya bikin daftar film terbaik lokal. Film kita sudah bisa bersaing dengan film luar di bioskop, berani diadu untuk ketahanan harinya. Untuk pertama kalinya saya buat daftar terbaik khusus film lokal. Berikut film-film Indonesia terbaik 2019 versi LBP.

#14. Susi Susanti: Love All Sim F

Film biografi atlet paling terkenal di Indonesia. Runut dari kecil, perjuangan menjadi pemain bulu tangkis, pelatihan keras, menjelma pemain nasional lalu membumbung ke Olimpiade, sampai ke kehidupan pribadi yang mana memutuskan berhenti ketika hamil. Padahal gelar Asian Games, gelar yang belum ia miliki masih mungkin dikejar. Naskahnya mungkin ada beberap lubang, tapi akting Laura Basuki dan Dion Wiyoko mencipta chemistry bagus. Sekarang giliran menanti film biografi Alan Budikusuma.

#13. Mahasiswi BaruMonty Tiwa

Para senior bersatu, untuk kembali ke kampus. Slamet Raharjo sebagai dosen, Widyawati sebagai mahasiswi. Komedi anak muda dari Morgan sampai Mikha vs kejadulan mereka mencipta gap tawa. Ada sisi lain kenapa Widyawati ngotot kembali menjadi mahasiswi. Sedih, hiks…

#12. After Met You – Patrick Effendy

Mungkin terdengar klise, tapi cerita dua remaja yang memadu kasih. Yang satu merasa tampan, dengan suara sehancur Giant, yang satu kalem nan cuek dengan buku Voltaire di tangan. Klise yang menghibur. Pacaran anak jaman now. HP, jalan-jalan, drama berlebih. Ari bahkan naik mobil merah, berplat istimewa. Cerita orang kaya memang gitu, mana pernah mikir sepatu jebol atau mempertimbangkan harga makanan. Untung akting Wanda keren.

#11. Hit and RunOdi C. Harahap

Sejatinya film action dengan koreo yang wow. Bayangkan duo The Raid pertama, Yayan Ruhian vs Joe Taslim beradu banting, ditambah kecantikan natural Tatjana Saphira. Sayangnya naskah cerita ini adalah lelucon. Jadi ngalir saja nikmati hantam sana-sini. Penjahat kelas kakap melarikan diri dari penjara dengan gaya.

#10. Doremi & YouBW Purbanegara

Film remaja yang fun. Bernyanyi dan bercerita. Empat sekawan dengan latar berbeda. Uang kas yang hilang dan upaya mendapatkan penggantinya. Dan sebuah kompetisi musik membuat mereka menyatukan tekad dan nada. Cerita remaja yang mungkin biasa, tapi lagu-lagunya yang bagus memberi warna tersendiri. Jelas ini adalah perkembangan bagus Naura Ayu setelah Naura dan Genk Juara.

#9. PerburuanRichard Oh

Dari novel Pram yang legendaris. Kisah sunyi dalam lanskap menuju Republik Indonesia. Puisi disenandungkan dalam goa, permainan wayang ditutur tunjuk dalam hutan. Cinta sejati diperjuangankan. Sejatinya kesunyian yang menyelingkupi sungguh syahdu, sayang bagian akhir agak lemah. Dan skoring yang berantakan.

#8. Love For Sale 2Andibachtiar Yusuf

Mistearini adalah kata yang saya cipta untuk pencari cinta yang hilang melalui aplikasi daring. Melanjutkan kisah sendu Love inc, kali ini Arini menjadi gadis panggilan untuk Adipati Dolken, dengan ikatan keluarga yang erat, bukan hanya hati Dolken yang berhasil digaet tapi juga ibunya Ratna Riantiarno yang rajin salat dan berbudi lembut. the most horror love story.

#7. SunyiAwi Suryadi

Diadaptasi dari film Korea Selatan Whispering Corridors endingnya mengejutkan. Bagus euy, identitas hantunya mengejutkan. Sederet musibah tahun 1990 mengahntui sekolah yang sama tahun 2000. Kelas 1 – budak, kelas 2 – manusi, kelas 3 – raja. Alumni – dewa. Dan sesak napas yang sesungguhnya…

#6. Terlalu TampanSabrina Rochelle Kalangie

Kalau mau bikin film komedi, mending sekalian yang ancur-ancuran. Ini adalah contih film yang lebai nan menawan. Siswa tampan dengan helm, dibuka dengan dramatis di sekolah asrama putri lalu ledakan terjadi, ledakan pukau yang mengakibatkan seisi sekolah kejang-kejang saking cakepnya. Benar-benar fun.

Bonus Nikita Willy. Jadi iri sama si Kribo. Asem koe!

#5. 27 Steps of MayRavi Bharwani

Korban perkosaan Mei 1998 yang traumatis dan penggambaran ayahnya yang menjadi petinju untuk meluapkan amarah. Kelam. Piala untuk Raihaanun di Festifal Film Indonesia jadi bukti.

#4. Keluarga CemaraYandy Laurens

Diadaptasi dari cerita buku karya Arswendo Atmowiloto dan serial tv nya yang sukses. Aura film bagus sudah dicipta sedari mula, keluarga kaya bangkrut seketika akibat ditipu rekan kerjanya, karena uang perusahaan dibawa lari. Abah dan keluarga pindah ke Bogor untuk mengurai benang kusut. Masalah bertubi, tapi dengan ikatan keluarga yang kuat mereka terus bertahan. Bersama.

#3. BebasRiri Riza

Nostalgia tahun 1990an, alur maju mundur. Ada tiga pengungkapan yang bagus. lukisan yang diberikan setelah rentang waktu lama. Identitas satu orang yang hilang dan Reza Rahadian. Fun, sebebas merpati. Film anak muda yang mencipta senyum orang tua.

#2. Bumi ManusiaHanung Bramantyo

Salut untuk naskah yang ditulis tetap mengacu dengan kombinasi asli bahasa asing, Indonesia sampai makian Suroboyoan. Sulit lho, mencipta atmosfer seperti ini, makin ok sebab hampir semua karakter juga melontarkannya dengan fasih dan nyaman di telinga. Tepuk komunikasi pingpong itu nikmat diperdengarkan. Menampilkan subtitle untuk film lokal juga ga masalah, mendukung sekali. Skoringnya lebih bagus lagi, iringan musiknya sudah memenuhi tugasnya dengan pujian.

#1. Dua Garis BiruGina S. Noer

Mencucurkan air mata di saat keberangkatan bisa mendatangkan kemalangan bagi orang terkasih. Adegan itu ditampilkan dengan teramat baik. Menutup layar puas. Satu-satunya hal yang bisa melegakan adalah angan-angan. “Kamu pikir bijaksana merusak segalanya yang sudah berjalan begitu baik?” Film ini sukses besar, baik sisi tiket maupun ulasan. Menjadi sleeper hit tahun ini, menjelma puja-puji di banyak beranda sosial media. Inilah film paling mengejutkan 2019, film remaja menghadapi problematika masalah orang dewasa. Slow pace realistik.

Karawang, 300320 – The Adams – Berwisata

Selamat hari film Nasional

Satu komentar di “Film Terbaik Indonesia 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s