Calon Bini: Michelle Ziudith Wanita Terbahagia

Setiap orang memiliki sayap. Tinggal bagaimana cara kita untuk menerbangkan sayap itu.”

Film yang sekadar fun. Lupakan logika, lupakan cerita, lupakan segala hal yang memusingkan juga. Mari ketawa ketiwi bersama Calon Bini. Setiap setting di Yogyakarta, auranya langsung komedi dengan logat kental Jawa, setiap setting di Jakarta jadi horror, eh maksudnya jadi serius. Sejatinya, ini juga memberi gambaran kenyataan hidup saat ini, bukan?
Kisahnya tentang Ningsih (Michalle Ziudith) yang baru lulus sekolah kabur ke Jakarta, karena dilamar (lebih tepat diteror sih) sama anak lurah yang error. Mengandalkan harta dan jabatan bapaknya (Butet Kertaradjasa). Orang tua Ningsih Pak Maryadi (Marwoto) dan Bu Ngatinah (Cut Mini Theo) tentu saja tak setuju, ia mengizinkan anaknya untuk mengejar mimpi. Merantau ke ibu kota. Menjadi pembantu rumah tangga. Adegan ia naik kereta api dengan dikejar Sapto tampak annoy. Namun ya sudahlah…

Sementara pamannya Pak Le Agung (Ramzi) dan istrinya yang sering dilobi Pak Lurah mencoba membantu memuluskan rencana pernikahan Ning dengan Sapto (Dian Sidik). Dijanjikan banyak hal, menengahi, mengompori. Sejatinya juga tak setuju, tapi terlihat jelas ia hanya mengikuti ke mana arah mata angin kerentungan materi berhembus. HP nya masih monoponik, motornya masih Astrea Bebek jadul, gambaran orang sederhana pada umumnya.

Ning bekerja pada keluarga kaya raya Pak Prawira (Slamet Raharjo) dan istrinya (Minati Atmanegara), memiliki anak laki yang sedang kuliah di Amerika Serikat, Satria Bagus (Rizky Nazar). Sementara Oma (Niniek L. Karim) yang sakit lebih sering di kamar. Ia begitu merindu cucunya, karena hanya Satria yang bisa mengerti hati tua yang rapuh.

Ning bekerja sama senior yang tak kalah aneh, Marni (Tuniza Icha). Sopir Barjo (Eko Mulyadi) yang kocak, sama saptam Gempol (Anyun Cadel) yang juga komikal. Keluarga kaya ini suatu hari mengalami sebuah momen yang tak akan dilupakan. Kedua majikan keluar negeri, rumah itu dijelajah sama keluarga besar Ning yang ramai-ramai ke Jakarta. Menguasai rumah mewah itu. Oma menyambut, dan Ning yang hanya pembantu menjelma sang putri, walau banyak adegan absurd.

Sementara dalam instagram, dunia anak muda yang sesungguhnya terjadi. Ning sering pamer foto, mengejar mimpi, mewujudkan cita-cita, menggapai masa depan. Ditanggapi akun misterius Jejak Langkah. Mereka tukar nomor, saling ‘cumbu’ kalimat motivasi, saling menguatkan, dan mencipta cinta. Kita yang sudah tua, hanya bisa mengernyitkan dahi. Anak muda sekarang, belum pernah ketemu, hanya kenalan di dunia digital, media sosial bisa menjelma sepasang kekasih. Ah sudahlah… ini kan komedi.

Ketika majikan pulang, mendapati rumah mereka hancur, tentu saja marah besar. Mengusir Ning dan mengirimnya pulang kampung. Di rumah, anak pak lurah yang error sudha menanti, dan mereka pun segera persiapkan pernikahan. Ga perlu lamaran belibet, hari itu keluarga pak Lurah datang langsung bawa penghulu, bawa banyak orang. Nah di sinilah, terjadi puncak kekonyolan. Bak sebuah sandiwara radio yang penuh dramatisasi, sang calon bini diselamatkan!

Sejatinya boleh saja mencipta film komedi dengan banyak slapstick, tapi benang cerita juga dirasa sangat rasional. Saya pernah nonton film komedi Preman In Love di sebuah bus umum yang melaju dari Karawang ke Bogor, film itu lucunya bikin seisi penumpang terpingkal-pingkal, lucu yang benar-benar pecah. Seperti itulah komedi sejati, benang merah masih masuk, terbahak-bahaknya pecah maksimal. Calon Bini gagal kea rah sana.

Lagu Wanita Terbahagia milik Bunga Citra Lestari yang menjadi soundtrack cukup mengena karena ending-nya memang sweet, bahkan terlampau manis. Cinta beda kasta – terwujud, Cinderela yang dijemput pangeran dalam alur modern, dramatis lagi! Tak perlu sepatu kaca, hanya chat sosmed yang membuncah, kurang suka film yang terlampau eksplore isi chat. Kutipan puisi dan kalimat motivator ala ala Mario Tegar, biarkan para pengisi ceramah yang melakukan.

Banyak hal yang bisa dikomentari miring, tapi ya sudahlah. Ini memang sekadar kisah lucu-lucuan. Setelah film usai, jangan langsung matikan videonya. Nikmati bloopers yang tersaji. Ramzi yang orang Sunda berakting Jawa, sungguh bagus, ada kata kasar refleks diujar. Ziudith belajar bahasa Kalimat-kalimat belibet, yang disodorkan cukup menghibur, bahkan sekadar orang tua yang tersangkut di pagar rumah. Bloopers semacam ini selalu berhasil menarik penonton untuk tetap duduk, menutup film komedi dengan senyum merekah. Salute buat Dian Sidik akting di penghujung film. Keren!

Lihat cewek cantik mengucapkan kata-kata bahasa Jawa Kromo Inggil selalu membuatku meleleh. Klepek-klepek… Inggih… kesemsem. Michelle Ziudith adalah Wanita Terbahagia.

Calon Bini | Tahun 2019 | Sutradara Asep Kusdinar | Skenario Titien Wattimena, Novia Faizal | Cerita Sukdev Singh | Pemain Michelle Ziudith, Rizky Nazar, Slamet Rahardjo, Niniek L. Karim, Cut Mini, Dian Sidik, Minati Atmanegara, Butet Kertaradjasa, Ramzi, Maya Wulan, Yuniza Icha, Eko Mulyadi | Skor: 2.5/5

Karawang, 230320 – Peterpan – Aku & Bintang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s