Perburuan Kesenangan dan Perebutan Cinta di tengah Adu Banteng

Fiesta by Ernest Hemingway

Tak seorang pun benar-benar menikmati hidupnya, kecuali sang matador.”

Aficio berarti kegemaran. Seorang aficionado berarti seorang yang memiliki kegemaran terhadap pertandingan banteng. Penulis yang satu ini memang terkenal dengan kalimat langsung dan penggunaan kata yang efektif, tak bertele-tele. Di sini melimpah ruah. Fiesta dibagi dalam tiga buku, yang pertama keseharian di Prancis dan perjalanan menuju liburan ke Spanyol. “Tidak, saya tidak suka Paris. Bekerjalah untuk kebaikan orang lain.” Kota ini penuh orang, di sini mahal dan kotor. Kedua, sejatinya adalah inti cerita yaitu seluruh detail fiesta dan drama di setiap sisinya. “Bukankah kita menanggung akibat dari semua yang kita lakukan?” Dan buku penutup adalah masalah terkait keputusan-keputusan dari buku dua, bagaimana hubungan yang dekat, sekalipun bertengkar dan masalah pelik akhirnya kembali lagi. “Aku selalu menepati janji. Tak ada orang yang begitu sekarang.” Fiesta menyajikan drama umum, seumum orang pacaran, hobi mancing, mabuk tiap ngumpul sama teman, semacam itulah sehingga benar-benar dekat dan tampak nyata. “Sesuatu yang kita miliki sebagai pengganti Tuhan.”

Kisahnya mengambil sudut pandang orang pertama Jake, seorang jurnalis Amerika yang bertugas di Paris. “Aku tidak dapat tenang tinggal di pinggir kota. Bahkan meskipun itu dengan cinta sejatiku sendiri.” Berteman dengan Robert Cohn, penulis yang jago tinju. Aku ingin menghantam salah seorang di antara mereka, siapa pun itu, atau apa pun untuk membungkam lagak mereka yang sok hebat dan meremehkan. Seorang temperamental. Pembukanya memberi latar bagaimana Cohn terbentuk sifatnya itu. Dan ia benar-benar keras kepala, khas Yahudi. Ada buku The Purple Land karya W.H. Hudson disinggung lalu A Sportman’s Sketches karya Turgenieff, dua sahabat ini sering debat seru masalah literasi. Dirinya cukup menarik bagi kaum wanita, dan menyadari bahwa ketika seorang wanita memperhatikannya dan ingin hidup bersamanya, itu bukanlah suatu keajaiban.

Rasanya selalu menyenangkan menyeberangi jembatan-jembatan di Paris. Lalu ada si cantik Lady Brett Ashley yang menjadi pemicu banyak hal dalam kisah, wanita aristokrat yang mandiri tapi liar. Wanita cantik yang dekat dengan banyak pria, sekalipun ia bertunangan dengan Mike yang hobinya mabuk berat sehingga nalar ga nyambung sama realita, ketika ada kejadian pelik ia sering linglung. Sampah, lebih tepat. Masalahnya ia berduit jadi Brett sulit juga menjauh. Brett dengan jelas sekali begitu intim dengan Jake. Naik taksi muter-muter ga jelas hanya untuk ngobrol agar tak diketahui orang lain. Sekumpulan sahabat, saling silang asmaranya. Aneh bukan? “Sudah banyak hal yang kukhawatirkan, aku bosan khawatir.”

Aku merasa seperti mimpi buruk dari sesuatu yang berulang, sesuatu yang pernah kualami, dan sekarang aku harus mengalaminya lagi. Karakter berikutnya adalah Bill, menemani mancing di Spanyol. “Makin cepat kita sampai sungai makin baik. Kita akan memancing ikan trout. Kita akan memancing ikan trout di sungai Irati…” Mancing dengan kenyamanan, kesabaran, nyeni. Bab mancing ada dalam satu bab panjang, penuh dan detail menyenangkan. Saya justru suka sama karaketr Bill ini, kalem, menjadi side-kick yang asyik. Mana diantara tamu-tamuku yang dibesarkan dengan baik, mana yang berasal dari keluarga baik-baik, yang yang suka olahraga. Mereka yang tidak masuk dalam tiga kategori ituakan sangat mungkin untuk mendapatkan jawaban bahwa tidak ada orang di tempat tuan Barnes.

Aku senang menghisap cerutu yang benar-benar berasap, sebagian rokok yang kita hisap tidak berasap.” Mereka menampilkan keseharian umum. Sarapan, ngopi, kerja, makan siang, pulang lalu pesta di malam hari dengan limpahan anggur. Dari satu kafe ke kafe lain, dari satu hotel ke penginapan lain, “Tidak peduli betapa buruknya hotel, tempat minumnya selalu menyenangkan.” Dari satu sudut ke pojokan lain. Setelah mengenal banyak sifat, kita diajak berlibur ke Pamplona, Spanyol. Melewati pemeriksaan paspor, mancing di sungai Irati yang aduhai, buku karya A.E.W. Mason sebagai teman memancing, dibaca di kala istirahat di pinggir danau dan makan siang dan seteguk dua teguk minuman segar, membayangkan saja sudah sangat nikmat. Jadi ingat masa remaja yang hobi nongkrong di pinggir sungai. Dan akhirnya ke inti novel ini, menikmati adu banteng di San Fermin. Acara fiesta yang spesial. Setelah kematian Joselito, semua pemain adu-banteng mengembangkan teknik simulasi berbahaya ini untuk menimbulkan perasaan emosi semu, sementara pemain adu-bantengnya sendiri aman. Salah satu matador muda yang rupawan Romero, lalu turut membelit dalam hubungan pertemanan, mencipta kasih dengan Lady Ashley yang jatuh hati, mereka lalu kencan, membuat marah sang pengagum Cohn dan putus dengan tunanganannya, hingga baku hantam terjadi. “Kekasihku yang malang.”

Romero harus tampil esok, dengan luka lembab? Oh drama percintaan memang tak bisa dilogika, dengan bunga elok Lady Ashley, para lelaki ini menggila. Kepada siapa cintanya berlabuh? Apakah fiesta kali ini sampai menjatuhkan korban jiwa? Fiesta adalah novel dengan banyak sekali tampilan ngegoliam, kalimat-kalimat langsung disaling silang dengan banyak bumbu seni berkomunikasi. Saya ga bisa bayangkan adaptasi filmnya, apakah menjadi snob dengan tumpukan adegan ngobrol di atas meja. Mudah sekali untuk tegar menghadapi segala sesuatu pada siang hari, tetapi pada malam hari segalanya berbeda. “Anda tampak begitu mengesankan kalau jengkel, kalau saja aku juga bisa begitu.”

Dia orang Kanada dan sangat ramah seperti orang Kanada pada umumnya. Aloysius. Itu nama Katolik yang bagus. Ada adegan unik saat Jake berkenalan dengan wanita asing menjaja cinta, ia jawab ngasal ketika ditanya nama. “Jacob.” / “Itu nama Belgia.” / “Baguslah, aku benci orang Belgia.” Hahaha… memang harus gitu ya kalau sama orang asing. Dingin sekaligus komikal. “Anggur ini terlalu enak untuk dipakai bersulang, Sayangku. Jangan mencampur emosi dengan anggur seperti itu. kau akan kehilangan kenikmatannya.”

Sayang, sangat tenang dan sehat. Salam sayang buat semua teman. Brett.” Telegram juga jadi alat komunikasi efektif sepanjang halaman. Adegan manis di penutup itu… Begitulah, biarkan gadis itu pergi dengan seorang pria, perkenalkan dia dengan pria lain utnuk pergi bersama. Sekarang pergi dan jemput gadis itu kembali, dan tutup telegram dengan ucapan cinta. ‘Lady Ashley Hotel Montana Madrid Tiba Sud Express Besok Love Jake’

Pesan moralnya mungkin adalah, jangan membuat skandal dengan cewek-cewekmu. Usahakan jangan. Karena tidak ada skandal tanpa tangis. Wanita setegar itu, ketika dalam pelukan, akan terasa rapuh. Cohn sendiri tampak kasar, sudah sedari mula sekali suka baku hantam, maka tak heran ia menjadikan otot sebagai penyelesaian. “Jangan bicara macam orang tolol.” Ini memang tentang kesenangan. Hobi. Dari ngopi, minum anggur, mancing, menikmati festival adu banteng sampai permainan asmara. Yang terakhir ini, memberi konsekuensi pertarungan antar teman, cemburu memang sebuah alasan klasik tapi sejatinya wajar, yang sayangnya di sini salah ditempatkan.

Buku ini aslinya berjudul The Sun Also Rises ketika pertama terbit, di Eropa berubah judul Fiesta, terjemahan Indonesia sendiri minimal ada tiga jenis yang pernah kupegang. “Kupikir kita yang hidup dengan pedang akan celaka karena pedang pula. Kalimat begitu cukup mengandung nilai sastra bukan?” Pertama terbitan Liris, kedua Indoliterasi, keduanya berjudul asli, dan ketiga ini, terbitan Bentang yang memilih judul Eropa. Makanya beberapa saat sebelum selesai baca, saya tanya salah satu orang Bentang yang ada di identitas buku, dan mendapat penjelasan detailnya. Untung dulu ga jadi beli, jadi saya dapat terjemahan Bentang yang sejauh ini kualitas adalah jaminan.

Prancis negara paling nyaman untuk ditinggali. Tidak ada orang yang membuat segalanya menjadi rumit dengan menjadi temanmu tanpa alasan jelas. Sebotol anggur adalah teman yang baik. Fiesta berlangsung siang malam selama tujuh hari. Mereka terus menari, terus minum, dan keramaiannya terus berlangsung, semua kejadian ini hanya dapat terjadi selama fiesta. Makanan harganya digandakan selama fiesta. Perang itu sesungguhnya bencana besar bagi perabadan dan barangkali akan lebih baik jika dihindari. “Ariba! Ariba! Angkat!”

Setelah menutup bukunya apa yang dirasa? Yah, fiesta yang hebat. Kau tak akan percaya, rasanya seperti mimpi buruk yang menyenangkan. Masa muda, masa perburuan kesenangan dan perebutan cinta di tengah adu banteng. Aku berlutut dan mulai berdoa, untuk semua orang yang terlintas di benakku. “Jake, Budapest sangat mengagumkan.”

Saatnya kembali berpetualang!

Fiesta | By Ernest Hemingway | Diterjemahkan dari Fiesta | Pernah diterbitkan dengan judul yang sama tahun 2005 | Penerjemah Rahmani | Penyunting Rh Widada & Rika Iffati Farihah | Perancang sampul Fahmi Ilmansyah | Pemeriksa aksara Achmad Muchtar & Rama Nugraha | Pemeriksa aksara Martin Buczer | Penerbit Bentang Pustaka | iv + 332 hlm.; 20,5 cm | ISBN 978-602-291-428-0 | Skor: 4/5

Karawang, 300120 – Miley Cyrus – We Can’t Stop

Daftar Harbolnas Mizan. Delapan sudah baca ulas, Satu Lagi! Lady Susan – Cannery Row – Rafilus – The Woman in Black – Fiesta – Agnes Grey – ZiarahThe Red-Haired WomanA Fair Lady & A Fine Gentlement

Veuve Cliquot

3 komentar di “Perburuan Kesenangan dan Perebutan Cinta di tengah Adu Banteng

  1. Buku Fiesta ini baru nyampeee kemarinnn,,nggak sabar untuk membukanya. sengaja nggak baca reviewnya sampe full biar penasaran wwkk. masih baca “great expectation” nya Charles Dickens hehe.

    btw, mas budy ini masih raaajiin bwanget ya blogging nya sampe sekaranggg,,Salut.
    Saya pembaca lama dari thn 2013 yang balik lagiii haha.. sekarang pindah platform ke blogger haha. yang lama di private wkw.

    saya lagi semangat baca buku kayaknya bakal nyari2 referensi di blog ini juga nih mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s