Love Actually: Cliche Is All Around

It seems to me that love is everywhere…

Assemble cast. Film Inggris seolah pameran dengan pemeran para artis besar, dicampur aduk, dikocok jadi menu manis Natal, dengan tema utama cinta. Keluarga, pacar, selingkuhan, sampai asmara terhadap istri sahabat. Garis utamanya adalah lagu Wet Wet Wet: ‘Love is All Around’ yang dimodifikasi menjadi ‘Christmas is all Around’ oleh Bill Nighty. Lalu dengan setting waktu hari-hari jelang 25 Desember, intrik reliji dilempar ke layar. Kita seolah melihat segmen-segmen kehidupan yang terjadi mengelilingi kehidupan London dan sekitar. Sejatinya tema sederhana, bahkan kalau mau jujur ga perlu berkerut kening, semua gamblang dalam layar. Mencari karakter siapa favorit siapa berengsek. Dan memang ga ada yang dominan, jadi ngalir saja dalam pilihan scene, dengan berlalu detiknya menuju bandara seolah bilang, ‘hufh, selesai juga akhirnya…

Cerita tentang cinta yang bertumpuk-tumpuk, saya ulas singkat per hubungan saja biar mudah diikuti, karena dalam layar semua saling silang, berlapis-lapis lalu ketika menit mendekati akhir beberapa karakter berpelukan.

#1. Billy Mack (Bill Nighty) – Joe (Gregor Fisher)
Ini adalah musisi jorok. Ngomong seenak udele dewe, sekecap dua kecap dalam merespon dialog sekitar. Penyanyi lagu ‘Christmast is All Around’ yang bersaing ketat dengan boyband Blue, pertanyaan mudah siapa yang akan di puncak tangga lagu saat malam Natal? Bila terwujud ia akan benyanyi telanjang, haha… semua yang dilontarkan Billy sungguh blak-blakan. Walau digoda Elton John, sudah bisa ditebak bagaimana akhir hubungan manajer dan artisnya ini hanya dengan cara sorot kamera memainkan mimik.

#2. Juliet (Kiera Knightley) – Peter (Chiwetel Ejiofor) – Mark (Andrew Lincoln)
Cinta segitiga yang absurd. Juliet dan Peter nikah, Mark sebagai kameraman pernikahan, sahabat yang memendam rasa. Saat video akhirnya diputar oleh Juliet dengan Mark berada di belakangnya, terkejut karena kamera benar-benar menyorot close up wajah cantiknya. Ini bukan tentang Peter dan dia, ini hanya tentangnya. Cinta yang rumit itu diakhir dengan aneh, ketika Mark datang yang buka pintu orang yang ia sayangi, dan berkomunikasi dengan papan bertulis yang sudah disiapkan, menyamarkan sebagai Penyanyi Natal, dan perpisahan dalam cium. Ini juga umum, ketebak banget. Lah Juliet dan Peter baru nikah, Mark hanya makhluk luar lingkaran rumah tangga.

#3. Jamie (Colin Firth) – Aurelia (Sienna Guillory)
Penulis yang kecewa, menepi untuk mencipta karya. Diperkenalkan dengan pelayan rumah tangga, yang blekak-blekuk berbahasa Inggris. Mudah sekali ditebak akhirnya, ketika ngetik di dekat danau, nyatu dengan alam temanya, si Aurelia ga sengaja melayangkan kertas-kertas agar dicium angin yang menghempasnya dalam air. Dengan adegan berlebihan, melepas pakaian luar untuk terjun bebas, Jamie turut serta. Dan yah, gitulah. Penulis naskah part time sinetron Indonesia akan bisa lebih dramatis mencipta adegan mesra kek gini. Mencoba romantis lamaran di kedai? Ketebak banget, bahkan sedari Aurelia diperkenalkan kita tahu akhirnya mereka bersama.

#4. Harry (Alan Rickman) – Karen (Emma Thormson) – Mia (Heike Makatsch)
Pasangan yang sudah tua, memiliki dua anak imut. Harry adalah bos, Karen adalah istri yang setia. Sementara Mia adalah pekerja yang mencoba menjelma pelakor (perebut laki orang) memberi goda, menyulut api asmara untuk jiwa lelaki separuh baya. Jelang Natal, Harry berniat beliin Mia kalung emas, Karen salah tangkap maksud, karena ketika kado Natal dibuka malah CD motivasi, dan dengan jleb bertanya: “Ini sekadar seks dan kalung? Kalung dan cinta?Atau kamu akan lari?” Akhir dari segitiga ini adalah akhir yang umum, tetap manis walau di lidah ada sedikit rasa masamnya. Sungguh ketebak, kecuali Harry ambil senapan guna melakukan bunuh diri karena kebodohan klasiknya sebagai rasa tanggung jawab. Nope! Harry ga bisa se-kesatria Snape.

#5. David (Hugh Grant) – Natalie (Martine McCutcheon)
Perdana Menteri Inggris yang lajang, tampan, kaku, penyendiri. Sungguh ideal bukan? Natalie adalah adalah bawahannya. Adegan paling bagus ditunjukkan di sini. Bagaimana David dalam konferensi pers singgung Harry Potter dan James Bond, Inggris yang ditekan Amerika, no problemo. Dari mula sekali ketika Natalie kikuk ngoceh kasar, juga bisa ditebak akhir dari hubungan ini. Seorang perdana menteri lajang woy, jangankan menaklukkan cinta. Mengirim tank buat meratakan rumah laki-laki pesaing juga bisa.

#6. Daniel (Liam Neeson) – Sam (Thomas Sangster) – Carol (Clauida Schiffer) – Joanna (Olivia Olson)
Dukungan ayah kepada anaknya yang masih SD, anak sekecil ini udah jatuh hati kepada teman sekolahnya yang akan ke Amerika. Sam mencoba membuat pikat Joanna. Aturan baku, seorang cewek mudah terpesona sama musisi. Maka Sam pun berlatih keras menjadi drummer, hanya dalam hitungan hari dah lumayan gebukannya, bisa tampil di panggung perayaan hari raya. Sementara Daniel berkenalan dengan orang tua anak jua Carol yang sejatinya paling yahud di sini, super model coy, ah semuanya mudah sekali ketebak.

#7. Sarah (Laura Kinney) – Karl (Rodrigo Santoro) – Michael (Michael Fitzgerald)
Sarah yang jatuh hati sama teman kantornya, Karl seorang introvert yang lebih suka menyendiri ketimbang pesta. Coba dinasehati, cara mendekati teman. Ajak langsung kencan, dah lama kenal. Ini mungkin hubungan yang paling janggal dari semuanya. Prediksi mereka akhirnya berciuman ganas di kamar sudah bisa diprediksi, kecuali mereka berakhir masa catur baru jadi kejutan.

#8. Colin (Kris Marshall) – Tony (Abdul Salis)
Dua sahabat ini berdebat panjang lebar untuk perayaan Natal yang ideal. Colin punya obsesi berkencan dengan gadis Amerika, merasa bahwa aksen British itu macho, unik maka gadis Amerika akan terpesona. Maka ia bermodal nekad, backpacker ke Amerika, berhasil? Yup, bukan hanya satu! Ah terlalu mudah, ke bar, mabuk, dan terjadilah. Menggaet cewek seksi seolah semudah mengail nila di kolam ikan nila. Obsesi Freddy S menjelma nyata di sini, bukan hanya threesome, foursome! Eh lebih ding, namanya apa ya kalau keroyokan gitu?

#9. John (Martin Freeman) – Judy (Joanna Page)
Ada pertanyaan aneh ketika di film jelang akhir, ada sobat yang bertanya, ‘kalian ketemu di mana?’ Karena sepanjang film kita tahu, dari mana mereka berjalan. Akting kaku untuk film semi porno yang mempertemukan, di malam seusai antar pulang Judy yang kaku. Sejatinya mereka yang mengenal dalaman kalian, belum tentu mengenal luaran kalian. Akhir mudah sekali diprediksi, akting bercinta yang berakhir dengan bercinta sungguhan? Lumrah, wajar dan sungguh mengikuti garis di buku tulis bergaris. Ga perlu diminta meremas bila tangannya sudah settle, dah otomatis deh kayaknya.

Setelah kubeberkan satu per satu, jelas ada kesamaan. Semuanya ketebak. Kisah klise ada di mana-mana, ada di sekeliling kita. Semuanya happy ending. Mixer gula, susu, krimer. Keterlaluan, ending Tersanjung sa ga semanis ini. Semuanya berpelukkan! Karena temanya cinta ada di mana-mana, wajar sih, ketinggian harap. Hanya sayang, pemeran besar semua diberi skenario se-cemen gini. Kenapa ga ada kejutan sama sekali? Mana seru naik wahana halilintar, tanpa guncangan? Kalau kalian komplain kenapa cerita bisa datar gini, mungkin karena ini adalah debut naskah sekaligus sutradara Curtis. Kurang peka, ga pengalaman. Bayangkan, betapa beruntungnya ia pertama bikin nas dan film, langsung disodori pemain-pemain kakap. Jangan-jangan punya kerabat direktur BUMN di Inggris nih? Bahkan kalau anak magang kuliah jurusan seni, dikasih aktor: Dian Sastro, Nicholas Saputra, Nikita Willy, Ario Bayu sampai Sherina Munaf filmnya bakalan bikin mimisan fan sekalipun naskahnya mungkin belepotan.

Penyelamat kisah ini justru adalah lagu-lagunya yang nyaman karena sudah akrab di telinga. Selain dari Wet Wet Wet, kita disisipi The Calling, Adam Levine, Mariah Carey, John Mitchel, The Beach Boys sampai Rob Thomas. Serta opening dan ending di bandara yang sangat natural, mungkin karena gambar-gambar itu adalah rekaman asli di bandara Hearthow yang diedit lalu disisipkan sehingga tampak asli semuanya. Ending manis dengan tampilan peluk sungguh aduhai.

Artis sebesar Rowan Atkinson, hanya menjadi cameo, menjadi tukang jual emas bernama Rufus yang aneh, khas Mr. Bean. Anoying sih, menyebar bunga dan wewangi untuk dijadikan hadiah. Pokoknya kado harus disampul dan dipagut istimewa! Perannya benar-benar ga signifikan, laiknya Richard Curtis yang narsis muncul sebagai pemain trombone? Nope, sedikit penting saat sekelebat di bandara ia ‘meloloskan’ Sam, agak menyelamatkan kepentingan Rufus di sini. Hufh… klise di mana-mana.

Love Actually | Year 2003 | Directed by Richard Curtis | Screenplay Richard Curtis | Cast Bill Nighty, Gregor Fisher, Colin Firth, Sienna Guillory, Liam Neeson, Ema Thompson, Kris Marshall, Heike Makatsch, Martin Freeman, Joanna Page, Chiwetel Ejiofor, Andrew Lincoln, Keira Knightley, Hugh Grant, Nina Sosanya, Martine McCutcheon, Laura Linney, Thomas Brodie-Sangster, Alam Rickman, Rodrigo Santoro, Rowan Atkinson, January Jones, Claudia Schiffer, Richard Curtis | Skor: 3/5

Karawang, 161119 – Wet Wet Wet – Love Is All Around

Rekomendari ketiga dari tujuh belas Grup Bank Movie ini dari Bung Handa Lesmana. Thx!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s