Kisah Pedagang Buku yang Tewas di Bagdad

Subjudul buku ini terdengar asyik dengan menekankan seorang pembelajar, ‘Belajar Dari Para Maestro Nonfiksi.’ Karena buku ini tidak diperjualbelikan, karena tipis hanya berisi 66 halaman, dan isinya yang sungguh bikin penasaran.
#1. Mari Berkenalan dengan Pamela Colloff – Lyz Lenz
“Cuma segelintir penulis unik seperti Pam. Dalams egala aspek pada bisnis ini, ia seperti Unicorn – diburu oleh Chupacabra, dilahap oleh Bigfoot.”#2. Potret Hemingway – Lillian Ross
Orang-orang mencuri cacatnya, mencuri irama dan ritmenya, dan menyebutnya ‘Mahzab Menulis Hemingway.’#3. Mari Mati Bareng – David Samuels
Mengapa bunuh diri berkelompok begitu popular di Jepang?#4. Kisah Pedagang Buku yang Tewas di Bagdad – Anthony Shadid
“Pada masa jayanya, Jalan al-Mutamabbi mewujudkan pepatah kuno: Kairo yang menulis, Beirut yang menerbitkan, Bagdad yang membaca.”#5. Proses Prosa Wright – Joanna Cattanach
Lawrence Wright bicara soal pendekatan ‘bagal’ dan kartu pos 4×6 cm dalam menggarap prosa nonfiksi.Kisah Pedagang Buku Yang Tewas Di Bagdad | Penyusun Fahri Salam | Copyright 2018 | Pemeriksa aksara Margareth Ratih Fernandez | Desain sampul & Penata letak Mohammad Sadam Husaen | iii + 61 halaman | 13 x 20 cm | Skor: 4/5
Penerbit Mojok Buku ini tidak diperjualbelikanKarawang, 130819 – Sherina Munaf – Ada

Iklan