Jokowi, Sangkuni, Machiavelli #29

Jokowi adalah konstruksi media. Dalam kesadaran ini, para penasihat, pembisik, dan Jokowi sendiri mesti ‘memberi makan’ media dengan materi berita yang disukai hari-hari ini.”

Ini adalah buku kumpulan esai kedua Bung Seno Gumira Ajidarma yang kubaca setelah Tidak Ada Ojek Di Paris. Isinya sama, tulisan beliau di berbagai media, disatukan dan bumbuhi keterangan lengkap pustaka. Kalau obrolan Tidak Ada Ojek tentang kota metropolitan dan kehidupan kaum jelata, kali ini beliau mengambil tema politik. Banyak banget yang ingin disampaikan seolah, tema beragam. Mungkin judulnya yang agak provokatif dengan menyandingkan Pak Presiden dengan dua tokoh jahat.

Sulit bersikap tegas terhadap saudara dan kawan sendiri jika mereka bersikap korup dan merugikan orang banyak.

Tentu saja ini tergolong nepotisme, yang dalam aristokrasi feudal, sahih sajalah adanya.
Secara teoritis, feodalisme sebagai ideology sudah ditinggalkan, dalam praktiknya, nepotisme dan kroniisme adalah bukti kehadiran feodalisme.
System nilai adalah istilah lama saja dari pengertian wacana.
Bedanya, pada Gus Dur kata-katanyalah yang menarik sebagai hiburan sensasional; pada Jokowi tindakannyalah yang diikuti dengan hati riang, seolah-olah karena mampu membereskan Tanah Abang, pasto akan mampu juga membereskan segalanya. Setelah dikecewakan 1.001 pejabatm politikus dan wakil rakyat yang memble, muncullah Jokowi bagai jawaban 1.001 harapan.
Referensi terhadap wayang ini menunjukkan, dunia politik Indonesia di zaman baru tetap berorientasi kepada dunia lama.
Batara Wisnu, yang dalam Bhagavad-Gita berkata kepada Arjuna, “Engkau hanyalah alatku.” Bhatara-Yudha adalah scenario yang ilahiah sifatnya, tempat Kresna menjadi pawing yang harus menjaga kodrat setiap orang.
Klasifikasi calon presiden: (1) pemimpin etis, (2) pemimpin merakyat (3) pemimpin nanggung.
Barangkali penting bagi kebahagiaan pendukungnya – artinya mempunyai dampak ‘spiritual’, tetapi tidak memberi akibat konkret dalam kehidupan praktis, karena sepak bola jika dikembalikan kepada ‘hakikat’-nya (astaga!) memang adalah ‘main bola’ (baca ketrampilan memainkan bola dengan kaki) sahaja, meski bertatapan dnegan dunia bisnis.
Boleh diamati, seberapa jauh Prabowo telah berkomentar tentang Wiranto dan seberap ajuh Wiranto telah berkomentar tentang Prabowo di media massa.
Dalam situasi itu, seorang Golput dapat mengatakan dirinya sebagai ‘berpolitik dengan cara tidak berpolitik’, sedangkan yang tidak mencoblos karena malas cukup dikatakan sebagai ‘tidak berpolitik’. WIRANTO Soekita (1929-2001) ternyata –dalam klasifikasi saya- mengajukan tiga kategori, yakni (1) berpolitik, (2) terlibat dalam politik (3) tidak berpolitik.
Narsisme teracu kepada pemuda Narcissus yang dikisahkan Ovid, penyair Romawi yang hidup dalam masa kekuasaan Kaisar Augustus (63 SM – 14 SM). Peud atampan yang sellau menolak cinta itu, terkutuk untuk mencintai bayangannya sendiri di permukaan kolam, da akan tersiksa begitu rupa sehingga hanya kematian bisa membebaskannya [Hamilton: 1961 (1940), 87-8]. Cerita ideologis sebagai cinta kepada diri sendiri melebihi cinta kepada siapa pun, sehingga disebut narsisisme.
Kewasdaan Troya. “Aku takut kepada orang Yunani, meskipun ketika mereka memberi hadiah.” – Pendeta Laocoon.
Nilai etis prinsip kemenangan adalah segalanya, jelas lebih rendah nilainya daripada sikap terhormat dalam kekalahan.
Pendekatan persuasif dalam mencapai tujuan, dengan hasil akhir win-win solution – yang kadang terdengar rada-rada munafik.
Mao Zedong: mundur selangkah untuk maju beberapa langkah.
Terdapat tiga strata social dalam pewayangan. Strata tertinggi adalah dewa-dewa, strata di bawahnya adalah para kesatria, dan strata terbawah adalah rakyat jelata, yang terwujud dalam punakawan. Di antara para dewa dan kesatria terdapatlah ‘strata antara’ yakni manusia setengah dewa, yang meskipun bertubuh manusia, tetapi tingkat kesuciannya setara – jika tidak melebihi – dewa, yang dikenal sebagai para Begawan ahli rupa. Adapun para raksasa sebagai anasir kejahatan adalah oposisi abadi terhadap semua strata.
Jokowi tidak pernah berhasil ngibul: sekali wagu tetap wagu. Ndeso.
Pengalaman sebagai pedagang pun membuat ia sulit dikibuli pedagang lain.
“Jangan dikira saya ini tidak bisa tegas. Saya juga bisa tegas.” Meskipun diucapkan dengan nada datar, saya menyarankan tidaklah terlalu perlu untuk coba-coba mengujinya.
Apa bedanya badut politik dengan badut biasa? Ternyata bukan berbeda, tetapi bertentangan. Jika badut biasa nilai tambahnya jelas, yakni memberikan hiburan, dan karena itu dibutuhkan, maka kehadiran badut politik sangat memprihatinkan.
Kuasa adalah suatu bnetuk tindakan atau hubungan antarkhalayak, yang pada setiap persentuhannya bernegosiasi, sehingga karena itu tiada akan pernah tetap dan stabil. Orde Baru membangun berhala baru yang bernama ‘stabilitas’.
Politik praktis, politik dalam pengertian sempit, yang urusannya adalah seberapa banyak mendapat massa terpilih, kursi di parlemen, dan jago-jago partai menjadi menteri, syukur-syukur menjadi presiden plus wakilnya.
Dalam buku taktik catur 1001 Winning Chess Sacrifices and Combinations penjelasan ‘zugzwang’ adalah ‘compelled to move’ atau ‘dipaksa untuk bergerak’, adapun penjabarannya: suatu posisi ketika seorang pemain tidak terancam, tetapi hasilnya adalah kerugian baginya pada saat bergerak.
Situasi zugzwang adalah situasi yang snagat sulit diatasi: harus bergerak, tetapi ancaman menjadi nyata justru karena pergerakan itu sendiri.
Dalam buku How Not To Play Chess: sebelum mengajari orang-orang menjadi suci dan sufi, adalah lebih baik menunjukkannya bagaimana menghindari dosa.
Kapan seseorang tidak harus berterusterang? Itu terjadi jika suatu pesan berpeluang, atau bisa dipastikan akan menimbulkan persoalan apabila disampaikan dengan terbuka, tetapi yang tetap mendesak untuk disampaikan. Pada saat itulah dibuthkan kata-kata bersayap. Dengan begitu kata-kata bersayap bukanlah sekadar sindiran, melainkan terdapat factor ungensi di dalamnya.
Mereka adalah pribadi yang tidak tertarik kekuasaan, kekayaan, maupun status social, karena bagi mereka kebahagiaan terdiri atas pengetahuan atas kebenaran.
Membuat catur lebih terbandingkan dengan politik daripada permainan lain, dan secara social lebih istimewa. Seolah dengan menjadi pemain catur sama belaka dengan menjadi ahli strategi dalam kehidupan politik.
Mereka yang berotak unggul dan memilih jadi pecatur di Uni Soviet sebetulnya melarikan diri dari kenyataan, karena hanya di atas papan catur yang disebut peraturan bisa dipegang teguh (Rand, 1982: 52-7).
Jika ia menyukai film, bukanlah melulu karena tergiring arahan pembuatnya, melainkan karena bermakna bagi diri dan kehidupannya, demi kepentingannya sendiri. Jadi makna bagi pemirsa, bukan konsumsi melainkan produksi.
Kekuasaan harus dibatasi, tidak seumur hidup. Karena kekuasaan absolut selalu melakukan korupsi terhadap rakyat, dnegan cara mengubah rakyat menjadi kawan dan partisan.
Anarkisme adalah gerakan politik yang menuntut penghapusan Negara, mengganti semua bentuk otoritas pemerintahan dengan persekutuan bebas, dan kerja sama kelompok maupun pribadi secara sukarela.
Bersama Verheijen, saya juga setuju: “Kecintaan saya terhadap tumbuhan dan hewan cukup besar, tetapi kepentingan manusia harus didahulukan.”
Patriotism dalam politik tak pernah kekurangan dimensi.
Tubuh manusia dibentuk oleh norma-norma kesehatan, gender, dan keindahan. Tubuh secara konkret dibentuk oleh diet, olahraga, dan intervensi medis.
Kesemuan itu jadi berganda, karena politik identitas sendiri secara teoritis adalah pengingkaran terhadap fakta, bahwa dalam situasi pascamodern, identitas selalu sekaligus kenergandaan identitas.
Seperti telah diketahui bersama, dalam politik kata rakyat paling sering dieksploitasi, dimanfaatkan, dipinjam, diatasnamakan, maupun diputarbalik.

Pemimpin yang ideal adalah yang bebas dari kontrak politik, karena dukungan partai yang mana pun tidaklah mungkin dilakukan tanpa kepentingan.

Jokowi, Sangkuni, Machiavelli | Oleh Seno Gumira Ajidarma | copyright 2016 | Cetakan pertama, September 2016 | Penerbit Mizan | Desainer sampul Dodi Rosadi | 216 hlm.; 21 cm | ISBN 978-979-433-977-0 | Skor: 3.5/5
Untuk Nagalangit dan Lautan Cahaya

Karawang, 300419 – Brian Adam – Heaven // 290619 – Sherina Munaf – Click Clock

#30HariMenulis #ReviewBuku #Day29

Iklan

Originals #28

Saya bangun pagi dan terbelah antara keinginan untuk memperbaiki dunia atau menikmati dunia. Ini menyulitkanku membuat rencana hari ini.”E.B. White

Para psikolog menemukan ada dua jalan menuju keberhasilan: konformitas dan originalitas. Konformitas artinya mengikuti orang kebanyakan di jalur konvensional dan menjaga status quo. Originalitas memilih jalur yang jarang dilalui, memperjuangkan ide baru yang melawan arus, tetapi akhirnya membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Tentu saja dari judulnya kita sudah tahu, buku ini mengupas banyak sekali hal di poin kedua.

Buku yang sangat bervitamin. Untuk menjadi original ternyata justru diminta untuk lebih berpikir sederhana, ga usah muluk-muluk. “Dalam hal gaya, ikutilah arus. Dalam hal prinsip teguhlah sekukuh karang.” Banyak ide fresh di antara kita, di sekeliling kita. Saya baca buku ini akhir tahun lalu, sebagai buku penutup rangkaian #2018lazionebudybaca, iseng menghitung, saya terhenti di angka 110. Sempat pula kumau ulas, ketik panjang lebar, tapi malah awal tahun ada tragedi yang membuatku pilu dan istirahat dari banyak hal. Nah, baru sempat lagi lanjut ketik ulas di momen #30HariMenulis ini. Mendekati akhir. Kebiasaan, aturan agama, dan hukum itu sebenarnya dibuat oleh manusia dan karenanya bisa dirubah. “Mari kita jadikan tahun mendatang berarti. Terasa energi yang tak mungkin diciptakan oleh band rock. Setiap orang ada tugas penting yang harus dilaksanakan.

Ciri khas originalitas adalah menolak status qou dan mencari jalan pilihan yang lebih baik. Titik awalnya adalah keingintahuan: memikirkan secara mendalam mengapa sesuatu yang default itu ada pada mulanya. Kita terdorong mempertanyakan hal yang default saat mengalamai vuja de, kebalikan dari de javu. Déjà vu terjadi saat kita menemui sesuatu yang baru, tapi rasanya kita pernah melihatnya sebelumnya. Vuja de, kita menghadapi sesuatu yang familier tetapi kita melihatnya dengan sudut pandang baru yang membuat kita mendapatkan wawasan baru untuk masalah lama. Sudah lama para ilmuwan sosial tahu bahwa kita cenderung terlalu percaya diri saat menilai diri sendiri. Banyak orang gagal menciptakan originalitas karena mereka menghasilkan sedikit ide dan kemudian terobsesi untuk mengasahnya agar sempurna.

Ia akan mencerahkan, menginspirasi, dan sekaligus mendukung Anda. Banyak contoh dipaparkan dalam buku ini, beberapa yang sudah sangat terkenal. Contohnya sejarah Google yang dibuat Larry Page dan Sergey Brin, aplikasi paling terkenal di dunia digital ini awalnya juga terdengar biasa. “Kami hampir tak mendirikan Google, terlalu khawatir kalau berhenti dari program doctoral kami.” Kata Larry Page. Mereka orang-orang besar yang ketika merancang sejarah, juga memiliki kekhawatiran gagal sehingga mencari pijakan di bagian lain. Jadi walaupun sedang mencipta hal besar, mereka tetap melanjutkan studi, ibarat rencana cadangan masih dalam jalur. Mereka bermain aman dengan mengikuti jalur sukses konvensional. Dapatkah penemu menilai idenya sendiri secara objektif? Yakni seni memperkirakan keberhasilan ide? Poinnya adalah, jangan serta merta melepas yang ‘pasti’ kecuali yang utama sudah mapan. Pengusaha yang melindungi diri dengan memulai usaha sembari tetap bekerja kantoran jauh lebih anti risiko dan tak percaya diri.

Banyak usahawan mengambil banyak risiko-tetapi mereka biasanya gagal, bukan sukses.” Kata Malcolm Gladwell. Setiap usaha memang memiliki resiko, tapi tetap harus menghitung jalur kemungkinan. Semakin sedikit jalur jatuh, semakin bisa ditekan minim tentunya semakin besar potensi berhasilnya. Saat menghadapi situasi yang tidak disukai, mereka memperbaikinya. Dengan berinisiatif memperbaiki keadaan, hasilnya tidak banyak alasan untuk berhenti bekerja. Mereka menciptakan pekerjaan yang mereka inginkan. Jargon berbahaya yang sering kita temui adalah: “Jika ide itu memang bagus, pasti sudah ada yang mengerjakannya.” Kalau kayak gini ga akan maju, ga akan mulai-mulai. Buku ini jelas mengajak tabrak aturan! Kita mulai menyadari bahwa sebagian besar keadaan itu punya asal-usul sosial: aturan dan sistem itu diciptakan oleh orang. “Peluang menghasilkan ide berpengaruh atau sukses adalah fungsi positif dari jumlah total ide yang dihasilkan.

Cara menjadi berkuasa bukanlah dengan menentang kemapanan, tetapi pertama-tama tempatkan diri di dalamnya dan kemudian tantang dan khianati kemapanan itu. Dalam politik, banyak hal yang perlu dibuat unik. Ahli politik mengevaluasi presiden Amerika, mereka menetapkan bahwa pemimpin yang paling tak efektif adalah yang mengikuti kehendak rakyat dan hal-hal yang telah ditetapkan presiden sebelumnya. Presiden terhebat adalah yang menentang status quo dan mewujudkan perubahan di seluruh negeri. Apapun ideologi politiknya, orang akan lebih menyukai calon yang tampak ditakdirkan akan menang. Saat peluangnya turun, orang jadi kurang menyukainya. Indonesia kini dalam situasi politik, ujung Pilpres sudah kita ketahui, hasil akhirnya Pertahana melanjutkan program kerja. Berani melawan arus demi sebuah adil makmur? Seperti kata Ira Glass, “Sesuatu yang mungkin paling penting yang bisa dilakukan adalah banyak bekerja. Hasilkan banyak karya.” Jadi mari kerja kerja kerja. Bangsa besar ini… akan berhasil dan sejahtera… satu hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri.

Sekutu terbaik Anda adalah orang-orang dengan jejak rekam yang tangguh dan menyelesaikan masalah dengan cara yang mirip dengan cara Anda. Layaknya sebuah tuah, kalau kamu ingin tahu sifat seseorang, lihatlah kawan dekatnya. Maka kalau ingin sukses ya harus berkawan, kolaborasi, bareng orang sukses pula. Sahabat adalah seseorang yang melihat lebih banyak potensi dalam diri Anda ketimbang yang Anda lihat sendiri. Saya melihat kesuksesan biasanya tak dapat diubah mendahului yang lain, tetapi menunggu dengan sabar saat yang tepat untuk bertindak. Dan ingat, sukses itu tergantung cara pandang. Sukses satu orang jelas beda dengan sukse orang lain. Saya berhasil menyelesaikan program tulis bulan Juni 30 ulasan, jelas bagiku sukses yang mungkin bagi orang lain sepele. “Yang terpenting bukan gagasannya, tetapi eksekusinya.” Mengapa musuh bisa menjadi sekutu yang lebih baik dibanding orang yang pura-pura mejadi teman, dan mengapa nilai bersama bisa memecah-belah bukan menyatukan. “Jika Anda ingin membuat koneksi yang inovatif, Anda tak boleh mempunyai serangkaian pengalaman yang sama dengan orang lain.”

Dalam teori sukses, saya pernah dengar tiga rumus: jadilah yang pertama, atau jadilah berbeda, atau jadilah yang terbaik. Kalimat ini sudah sangat sering saya dengar di banyak diskusi, nyatanya memang harus usaha ekstra. Ketika Anda semakin menghargai prestasi, Anda akan semakin takut gagal. Alih-alih mengincar prestasi unik, dorongan kuat untuk sukses membawa kita ke arah yang dijamin sukses. Menjadi orisinal bukanlah jalur termudah untuk mengejar kebahagiaan, tetapi cara ini memberikan kebahagiaan dalam rangka pengejaran tersebut. Berdasarkan kata-kata Penulis William Deresiewicz, mereka menjadi domba-domba terbaik dunia.

Di dunia kerja, saya sebagai HR dalam wawancara karyawan keluar mencantumkan penilaian selama kerja di sini. Ternyata menurut buku ini, kurang efektif. Justru dibalik. Alih-alih meminta ide pada karyawan yang akan keluar, mulailah meminta pandangan saat pertama kali mereka masuk. Semakin ahli dan pengalaman seseorang, cara pandang mereka terhadap dunia semakin sulit dirubah. Menurut Adam, orang-orang yang baru masuk memiliki pikiran yang fresh, semangat membuncah, dan tentu saja ide yang tak lazim karena mereka belum mengalami kerja di sini! Well, benar juga ya. “Tak seorang pun yang datang ke sini membawa ide yang mereka anggap jelak.” Orang yang sering berpindah pekerjaan akan lebih cepat berhenti bekerja, tetapi ternyata tidak: peluang orang yang telah lima kali pindah kerja dalam lima tahun terakhir akan berhenti dibanding dengan orang yang bertahan di tempat kerjanya selama lima tahun tidaklah berbeda. Rumus HR dalam melawan dead wood adalah mencipta situasi. Untuk mengeluarkan orang dari zona nyaman, Anda harus menumbuhkan ketidakpuasan, rasa frustasi, atau kemarahan pada keadaan sekarang dan menjadikan sebagai kegagalan pasti. Jika Anda mendapat waktu untuk berpikir, pola umum mudah lenyap dalam detail. Saya juga terpikat oleh keamanan kedudukan mapan.

Warby Parker adalah gabungan dua nama tokoh ciptaan novelis Jack Kerouac, semangat pemberontak dimasukkan ke dalam budaya mereka, dan cara itu berhasil. Saya ga terlalu mengenal sang penemu jualan daring kaca mata ini, di buku ini ia disebut berulang kali seolah menemukan emas di tanah kosong. Seperti semua pencipta, inovator, dan agen perubahan besar, empat sekawan Warby Parker mengubah dunia karena mereka mau melakukan sesuatu yang belum jelas hasilnya. Salut atas keberanian bertindak, keberanian mengambil jalan berbeda. Seolah menebas jalur hutan perawan, membuat batu setapak menuju puncak. “Periode ditemukannya produk paling minor cenderung sama dnegan periode dihasilkannya karya besar.” Luxottica lahir di masa yang sangat pas, era internet yang sedang mewabah dan kebutuhan kaca mata yang banyak dengan pembelian garansi. Mereka tidak mampu mengubah dunia adalah karena mereka tek belajar untuk berpikir original. Mereka memusatkan energi untuk melahap pengetahuan ilmiah yang ada, tetapi tak menghasilkan pengetahuan baru.

Wabah sinetron di televisi lokal di jam utama sungguh memprihatinkan. Kita mayoritas sepakat tentunya sinetron merusak moral, membuat candu buruk bagi generasi berikutnya. Nyatanya produk itu laku. Kita tahu mematikan televisi saja tak cukup menunjukkan pada para produser sinetron bahwa rakyat siap berdiri memrotes. Tapi seberapa banyak? Masalahnya produk itu laku, dijejali iklan melimpah, dan semacam jaminan finansial sehat. Ketika kita sedang berusaha memengaruhi orang lain dan mendapati mereka tak menghormati kita, keadaan ini menciptakan siklus kekesalan yang tak berujung pangkal. Jika Anda ingin mengubah perilakunya, pakai lebih baik menyoroti manfaat perubahan atau kerugian akibat perubahan? Penerima yang marah secara acak diminta memberikan satu dari tiga respons berikut: malampiaskan, mengalihkan, atau mengontrol. Bagaimana respon Anda terhadap produk sinetron kita kawan?

Model ATM – Amati, Tiru, Modifikasi sudah jadi kewajaran di era ini. Tentu saja tak ada yang benar-benar original, dalam arti bahwa semua ide kita dipengaruhi oleh hal-hal yang pernah kita pelajari dari dunia sekitar. Kita selalu meminjam pemikiran-pemikiran, baik secara sengaja atau tidak. Kita rentan terhadap ‘kleptomnesia’ – secara tidak sengaja mengingat ide-ide orang lain sebagai ide kita sendiri. Originalitas termasuk memperkenalkan dan mengembangkan sebuah ide yang relatif tidak umum di dalam sebuah domain tertentu, dan berpotensi memperbaiki domain tersebut.

Di dunia musik, kita tahu banyak sekali genre dan tergantung sudut pandang siapa yang terbaik, siapa yang biasa. Tergantung selera, tergantung obsesi. Beethoven dikenal sebagai pengkritik karya sendiri yang baik. Sesuatu yang istimewa, tahu karyanya laik enggaknya. Jadi ingat Sherina Munaf di twitter lalu bilang, sebulan stuck ide nulis lagu, butuh tambahan waktu. Kita harus segera membangkitkan ide sendiri sebelum menyaring pendapat orang lain. Dan cara ini ternyata membantu menjelaskan mengapa akhirnya lagu berhasil rilis. “Saya dianugerahi selera musik yang kuat. Terkadang tulang saya menggigil.” Kata Darwin.

Ia menghabiskan empat puluh tahun berikutnya bekerja di sebuah penerbit demi stabilitas hidup dan menulis puisi di sela-sela waktu. Seperti komentar pendiri Polaroid, Edwin Land, “Tak seorang pun benar-benar orisinal di satu bidang, kecuali ia telah memiliki stabilitas emosi dan sosial yang berasal dari sikap yang tetap di semua bidang lainnya di luar bidang tempat ia menjadi orisinal.

Ketika kita meratapi originalitas di dunia, kita menyalahkan ketiadaan kreativitas. Untuk menjadi orisinal, orang dewasa harus lebih jarang belajar dan lebih sering tak belajar. Dan mereka menginspirasi saya agar tak terlalu mengikuti harapan menciptakan dunia yang lebih baik bagi mereka. “Keyakinan pada ide sendiri itu berbahaya, bukan hanya karena membuat kita rentan terhadap ide positif salah, tetapi juga membuat kita berhenti menghasilkan variasi yang membutuhkan untuk meraih potensi kreatif kita.”

I have a dream” King, 1963

Originals “Tabrak Aturan”, Jadilah Pemenang | By Adam Grant | Copyright 2016 | Diterjemahkan dari Originals | Terbitan Viking, an imprint of Penguin Random House LLC 375 Hudson Street, New York 10014 | Penerbit Noura | Penerjemah Mursid Wijanarko | Penyunting Aswita Fitriani | Penyelaras aksara Lian Kagura, Sheilla | Penata aksara Aniza Pujiati | Perancang sampul Artgensi | Cetakan pertama, April 2017 | 348 hlm.; 15 x 23 cm | ISBN 978-602-385-277-2 | Skor: 4/5

Untuk Allison

Karawang, 311218 – The Vure – Mint Car // 280619 – Christina Aguilera – Beautiful

Thank a lot Noura. Bless you.

#30HariMenulis #ReviewBuku #Day28 #HBDSherinaMunaf #11Juni2019