Misteri Dian Yang Padam #25

Sekarang ke mana?” / “Kita terus ke Ngawi.” / “Kaukira kau akan menemukan sesuatu di sana?

Buku yang sangat bagus. Semacam nostalgia. Pertama baca pas masih sekolah di Perpustakaan Kota Solo. Terpesona sama alurnya, detektif dengan kearifan lokal. Yang paling kuingat setelah satu setengah dekade berlalu, adalah susunan plotnya yang rapi, walaupun tertebak siapa pelaku pembunuhan kita masih sangat bisa enjoy. Sama dialog di catatan pembuka, ‘kita terus ke Ngawi.’ Karena waktu itu kakakku baru menikah dan dapat orang Ngawi, kota ini selalu mengingatkan pada dian yang padam. Garis besarnya adalah kisah gadis muda bernama Dian Ambarwati di akhir pekan ditemukan tewas dibunuh. Pembaca ditantang untuk menganalisis dan menebak siapa pelakuknya? Kisah asmaranya coba dikuak, ternyata ia sedang hamil. Pacar terakhirnya Insinyur Drajat diinterogasi dan menjadi target tangkap paling kuat, tapi setelah berlembar-lembar malah makin menjauhkannya dari kemungkinan status tersangka. Lalu muncul dugaan lain dari tunangan sang Insinyur yang bisa saja cemburu, iri akan kecantikannya. Muncul pula kemungkinan lain mantannya dari kampung, yang malam itu ternyata bertemu, sampai kemungkinan rekan-rekan kerja dan atasan dengan berbagai respon.

Cerita awalnya diambil dari sudut pandang seorang istri yang melewatkan hari dengan sepi, seorang gadis keturunan kaya bernama Frida Sumarsono dari Ujung Pandang. Ia menikah dengan Sumarsono dengan kilat, setelah berkenalan. Adegan sedih anjing yang tertabrak dan mencoba melupakan sang mantan Frans yang ambisius. Frida Sumarsono tidak tahu dengan pasti apakah ia mencintai suaminya atau tidak, ia bertekad mensukseskan pernikahan. Kesibukan bisa mengobati luka hatiku dan mengalihkan kesedihanku.

Sumarsono adalah asisten Pak Sugeng pemilik biro periklanan Ramanda, tempat kerja sang korban. lalu sudut pandang berganti-ganti menyesuaikan dengan alur. Dan yang akhirnya kita menjadi detektif.

Semua coba dirunut dari awal. Dian yang terlihat polos ternyata memiliki masa lalu yang keras, masalah dengan pacarnya menyeret cerita luka yang mau tak mau harus diungkap. Tidak ada manfaatnya berkorban untuk laki-laki. Mereka tidak tahu menghargai pengorbanan. Kasus bermula saat Bu Firda datang langsung ke kantor suaminya untuk mengundang makan malam di hari Sabtu jam tujuh untuk Pak Sugeng dan beberapa karyawan. Semacam jamuan, sang suami kaget tapi tetap tenang (klu nomor satu).

Sore itu Dian coba dijemput mantannya Insinyur Drajat pakai skuter, sudah sering ditolak tapi tetap saja nekad. Padahal ia sudah tunangan dengan Herlina Subekti yang sering cemburu terhadap Dian. “Kalau di dunia ini setiap orang diizinkan berbuat sesukanya, manusia sudah lama punah.” Hubungan mereka memang terlihat minim cinta, Drajat yang mengharap cinta Dian, Herlina yang bersumpah akan mematahkan lehernya jika berani merebut kekasihnya (simpangan klu nomor dua).

Sementara, mantan Dian yang lain dari Ngawi Purnomo Jalaludin masih memendam cinta setelah Dian pergi dalam rantau. Malam itu ia ke kontrakan Dian, memacu motornya untuk berunding sesuatu ( sampingan klu nomor tiga). Waktu itu akan selalu ada, tidak sekarang bisa besok, luput besok, lusa masih menanti, mengapa harus tergesa-gesa? Sampai pada suatu saat kematian memutuskan segalanya, dan manusia menjadi menyesal. Memang tak ada yang tahu hari esok, rahasia Ilahi. Dian, sabtu pagi tak kelihatan di kantor. Ia ditemukan meninggal dunia. Dua puluh tahun, baru dua bulan di Surabaya. Mati muda.

Maka kapten polisi Kosasih mendapat tugas menuntaskan kasus. Ia meminta narapidana cerdik Gozali membantunya, mereka menjadi satu tim. Duo detektif laiknya Sherlock dan Watson. Mereka melakukan wawancara ke kantor periklanan, ke pemondokan Narti tempat Dian tinggal, demi mencari ujung benang kusut itu.

Drajat yang gugup, tunangannya Herlina yang sinis. Seorang gadis yang benar-benar mencintai seorang laki-laki, tidak akan bersikap sedemikian santainya kalau ia harus melepas orang yang dicintainya. Tidak ada di dunia ini wanita yang demikian acuhnya atas putusnya pertunangan mereka. Rekan kerja yang sedih, tetangga pondok yang shock, mantannya yang sangat kehilangan. Apakah Anda pikir saya mau mempertaruhkan kebebasan saya dan mengambil risiko meringkuk di penjara hanya demi memperebutkan cinta seorang lelaki? Ia membantah sebagai pelaku, straight tanpa ragu (klu penting keempat). Dituduh menghamili adalah satu hal, tetapi kalau dituduh membunuh, sudah hal yang sama sekali lain. Trik-trik dilempar. Kosasih sadar bahwa dirinya telah sengaja berbohong. Nurlita tidak pernah melihat nomor kendaraan Purnomo lagi kalau harus dikonfrontasi.

Benang kusut ini seakan sulit diurai. Sampai akhirnya mereka memutuskan ke Ngawi untuk bertemu keluarga. Yang sudah mendahului kita sebaiknya direlakan saja, yang masih hidup ini yang butuh perhatian. Sebagai anak bungsu yang manja tapi tegar, memang berat sekali rasa kehilangan. Yang paling terpukul jelas ayahnya, Pak Prabowo yang sejatinya ga setuju si bungsu merantau. Dan tak disangka mereka menemukan sebuah potret yang membuka jalan kasus ini diselesaikan. Di Ngawi yang awalnya nyaris hopeless, duo ini malah hampir-hampir tak sengaja mendapat jawab dari ngobrol iseng dengan kakaknya Dian. Dan sesuai segala petunjuk yang ditebar, mereka bergerak cepat meringkus sang pelaku, walau masih ada satu hal yang mengganjal mereka harus cepat bergerak sebelum sang pelaku kabur. “Coba ceritakanlah tentang pesta itu.”

Jarang sekali saya membaca kisah detektif lokal, lebih-lebih ini adalah buku lama. Dikemas dengan sederhana, bukunya tipis, dicetak lebih kecil dari buku biasa, sedikit lebih besar dari buku saku. Kovernya tak kalah sederhana, dengan latar coklat, sebuah kertas di atas meja dengan lilin (dian) yang kini sudah padam. Banyak buku-buku S. Mara GD dicetak seperti ini, beberapa cetak ulang dan menanti waktu yang tepat untuk kubaca. Era sekarang memang memungkinkan kita untuk langsung interaksi dengan Penulis. Maka di media sosial, secara kebetulan saya berteman dengan beliau. Menjadi tahu, keseharian sang idola. Semoga panjang umur, dan terus menulis ya Bunda.

Buku ini terbit tahun 1985, saya masih bayi. Dan era-itupun sang Penulis sudah berbilang modern. “Seribu gombal yang mudah diucapkan dan dilupakan oleh pasangan-pasangan modern sekarang.” Setiap era selalu mengklaim terbarukan, seperti kita saat ini yang berujar ada di masa modern, padahal dua puluh tahun lagi kita dilindas zaman dan tahun 2019 akan tampak sangat usang. Begitu juga nanti tahun 2039, mereka jelas akan bilang canggih nan modern, padahal waktu yang kejam akan menggerus mereka juga.

Untuk satu orang koruptor yang tertangkap, ada seratus orang bebas berkeliaran dan bergelimang dalam kekayaan.”

Kejujuran adalah sikap fundamental seseorang.

Misteri Dian Yang Padam | Olrh S. Mara GD | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | GM 401 01 13 0046 | Pertama kali terbit 1985 | Cetakan keenam, Juni 2013 | 248 hlm.; 18 cm | ISBN 978-979-22-9714-0 | Skor: 4/5

Karawang, 260619 – Nikita Willy – Akibat Pernikahan Dini

#30HariMenulis #ReviewBuku #Day25 #HBDSherinaMunaf #11Juni2019

Iklan

Magi Perempuan Dan Malam Kunang-Kunang #24

Caraku membutuhkanmu serupa rasa sepi yang tak bisa kutanggung.” – Carson McCullers, The Heart is a Lonely Hunter

Sebagian besar cerita pendek di sini pernah dimuat di surat kabar lokal dan nasional. Cerita pendek yang memang pendek. Awalnya kurang nendang, cerita dari daerah tentang hantu-hantu yang melegenda, lambat laun menjadi seru karena melibatkan banyak tema, sampai sampai keluar negeri, hingga hikayat yang dibelokkan dan misteri dalam buku yang dimodifikasi. Dan inilah 21 cerpen karya Guntur Alam.

#1. Peri Kunang-Kunang
Cerita dari daerah. Kunang-kunang dari kuku orang mati bukan hanya dari Jawa, dari Sumatra legenda itu juga ada. Dul, Padet, Liman dan anak-anak malam itu penasaran dengan cerita bujang lapuk yang suka memanggil peri kunang-kunang. Malam itu mereka sembunyi mengintip ritual di rumah limas tua. Cerita alasan mengapa sang bujang ga kawin-kawin padahal rupawan dan mapan, akhirnya disampaikan. Bagaimana bisa ada orang yang memanggil arwah pujaan hatinya, lalu bercinta? “Jangan lihat kunang-kunangnya, ia bias menyihir kita.”

#2. Tem Ketetem
Ini kisah terlarang. Kisah yang hanya akan sekali kau dengar. Dari kampung Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, bulan di langit malam memberi pertanda. Jika mengembang serupa jantan bujang isngusan itulah masa yang menyusup cemas, menyekam bala dalam balutan pekat. Mantra pengusir kecemasan, tem ketetem, sape tepi kulambani, sape tengah kukerok ijat mate… cerita lama sang gadis jelita Ketetem yang tersohor dalam memilih suami. Namun semesta mencatatkan takdir bencana. Malam seperti itulah Ketetem akan menuntaskan dendamnya. Cantik itu luka. “Itu rahasia sang Semesta, Bak.”

#3. Malam Hujan Bulan Desember
Malam ketika ayah membunuh ibu, hujan turun dengan deras. Malam dalam Kidung Natal yang bergema di gereja samping kontrakan. Cara membuka kisah yang menarik. Sebut saja nama ayahnya Joe dan ibunya Maria. Sang aku bahkan baru tahu identitas ayahnya, dan bagaimana kisah ‘keluarga kecil’ ini terbentuk lalu ditarik mundur. Maria yang terpesona ketampanan Joe di masa muda. “Kami jatuh cinta pada pandangan pertama.” Cinta yang menggebu mereka menghasilkan janin, Maria mempertahankan, Joe tidak. Sebagai calon dokter masa depannya sangat terancam, malam itu usiaku 4 bulan dan air mata ayah menetes di pipiku.

#4. Maria Berdarah
Ia mengaku bernama Mary. Hanya Mary. Ia datang membawa luka dan kegelapan yang sulit disibak. Pastor muda yang melayani dalam gereja itu kedatangan wanita yang berlumpur dosa. “Bapa, tolong aku. Tolonglah pendosa ini dari api neraka. Aku sudah bersekutu dengan iblis, Bapa. Kegelapan akan selalu hidup dalam diriku, walau berkali-kali aku memotongnya” Guntur ikut menyalak ketika sebuah angin tornado tercipta dalam dada perempuan itu.

#5. Gadis Buruk Rupa dalam Cermin
Kisah klasik gadis yang bertanya kepada cermin. “Cermin ajaib, siapakah gadis tercantik di dunia?” dan jawaban mereka selalu sama, “Ratu Ravenna-lah yang tercantik.” Kisah lama yang dituturkan dengan modifikasi, bagaiaman hikayat Ratu Ravenna menjelma jelita. Pengorbanan dengan ritual darah gadis dan bujang. Dan kisah dibelokkan ke Putri Salju. Ia bosan menjadi istri raja tua, ia ingin yang lebih muda, yang bergairah dan hangat.

#6. Tamu Ketiga Lord Byron
Tak ada yang tahu siapa tamu ketiga tuan Byron pada musim panas 1816 selain Mary Wollstonecraft Golwin dan kekasihnya, penyair Percy Bysshe Shelley di kastil megah Danau Gevena. Ah ini kisah fiktif tentang Penulis legendaris Frankenstein. Sang aku menjadi orang berikutnya yang bertutur, bahwa tamu ketiga sudah bilang kepadanya. Malam itu mereka berlomba menulis kisah mencekam. Tamu ketiga tidak ikut menulis, ia di sana karena penasaran hantu budak tuan Byron yang mati dicambuk. Dan di menara kastil itulah tamu ketiga bercerita rahasi besar sang taun rumah: Lord Byron bergumul dengan adiknya, Augusta Leigh!

#7. Dongeng Nostradamus
Legenda Michael de Nostredame, menulis surat dari abad 16 dari kota kecil St. Remy di Prancis. Kupikir ini lawakan, sempat akan kubuang surat itu tapi rasa penasaran mengalahkannya. Surat itu dari masa lalu, untukku di tahun 2012. Mungkin masa depan akan pincang karena kelancangan yang diperbuat. Durat itu memprediksi bayi tujuh bulan dalam kandungan istriku berjenis kelamin laki-laki. Dan prediksi berikutnya membuat terhenyak, anakmu adalah pembawa rahasia suku Maya yang hilang. Dan kecemasan melanda kami.

#8. Boneka Air Mata Hantu
Boneka yang berasal dari air mata hantu. Terdengar menyeramkan dan tak masuk akal. Seumur hidup aku tak pernah melihat ibu tersenyum, tidakkah itu ganjil? “Aku tidak bisa tertawa lagi karena penjual tawaku sudah diculik oleh hantu perempuan.” Dan inilah kisah lama, sang penjual tawa adalah pemuda tampan. Mereka awalnya bahagia, sampai tragedi origami tercipta.

#9. Tentang Sebatang Pohon yang Tumbuh di Dadaku
Apa kau tahu arti mencintai?

Jika aku mencintaimu apakah itu salah?”

Mencintai adalah kebebasan rasa yang ada dalam hati.”

Pergilah ke neraka dan jangan kembali lagi. Ini kisah terlarang Danu dan Nando.

#10. Dongeng Emak
Dongeng yang dibacakan emak tentang penyihir yang tak pernah tua sedang murka menuntut balas kepada sang guru. Cerita yang tak pernah usai, didongengkan berulang kali namun tak pernah selesai. Hingga suatu malam emak memutuskan menceritakan endingnya. Berhasilkah sang penyihir menuntaskan balas?

#11. Almah Melahirkan Nabi
Gadis bisu delapan belas tahun melahirkan anak-laki, malah tak kelihatan bunting dan belum bersuami. Karena tak bisa mengucapkan siapa laki-laki yang harus bertanggung jawab, ia hanya ah uh bilang dan tak bisa menuliskan nama. Desas-desus merebak. Saat orang-orang menuduhkan si A, si B, si C, dukun beranak Emak Yesaya bilang, “Almah, melahirkan nabi. Dia disetubuhi Jibril.”

#12. Kastil Walpole
Hikayat Tuan Horace Walpole yang malang, kisah cintanya yang tragis dan misterius seperti dalam novel The Castle of Otranto yang ia tulis. Tuan Walpole meninggal tahun 1797, hidupnya laiknya cerita gotik yang ia tulis sendiri. Dan Thomas Gray mencoba menjelaskan.

#13. Hari Tenggelamnya Van der Decken
Kapal dagang VOC yang tenggelam tahun 1641 di Tanjung Harapan dengan rute Batavia ke Holland menyimpan misteri. Karena hantu Flying Dutchman? Karena bencana badai? Sejatinya ada di sini, ternyata instrik keluarga yang menjadi petaka. “Aku akan menaklukkan badai dan melewati semenanjung ini, walau kiamat menghadang.”

#14. Sepasang Kutu, Kursi Rotan, dan Kenangan yang Tumbuh di Atasnya
Ini adalah cerpen yang dipilih jadi sinopsis di kover belakang. Kursi rotan yang penuh kenangan. Kursi warisan ibuku yang paling berharga. Di kursi rotan itulah konon ayahnya menjelma kutu lalu menyusup dalam anyaman. Sejak saat itulah ibunya selalu menjaganya. Kenapa ayah jadi kutu? Untuk menyelamatkan dunia. Kelak bila misi usai ia akan kembali. Mendusta? Mengada-ada? Hinga suatu ketika kursi rotan itu bisa berbicara mengungkap fakta!

#15. Lola
Tentang Lola yang dikenalnya di kafe Ubud, Bali. Lola dari San Francisco, Budi asli Indonesia bertukar kata tentang literasi dan seni. Saling memuja, saling mengenal. Namun ini kisah tak biasa, ini Lola yang istimewa, sebuah perpisahan di Pura Ubud Dalem membuat Budi harus berpikir lebih keras, ada misteri tentang kakek buyutnya.

#16. Kotak Southcott
20 Desember 1814, di London yang dingin William Sharp berjalan di gelap malam dalam guyuran slaju. Apa hal yang membuat sang wanita dalam wahyu memintanya menghadap? “Kedatangan Shiloh akan menjadi awal dari akhir dunia. Ia akan diangkat ke urge (surga) dan akan dikirim kembali ke dunia jadi saksi berkahirnya dunia. Ia sudah ada dan siap lahir dari rahimku 19 Oktober 1814.” Dan Southcott berkata, “Aku wanita yang ada dalam wahyu.” Dan kematian mendadaknya membuat Tanya, kotaknya dibuka dan berisi gulungan kertas, lotere dan tiket kuda-pistol.

#17. Kematian Heartfield
Ini kisah dari novel Haruki Murakami dalam novel Dengarkan Nyanyian Angin. Buku yang luar biasa indah, kali ini dirusak oleh sang Penulis, entah kenapa analisis kematian Heartfield yang bunuh diri loncat drai menara Empire State Building tahun 1938 seakan mengada-ada. Yang pasti, menurutku ini cerpen terburuk.

#18. Tiga Penghuni dalam Kepalaku
Yang pertama seorang laki-laki gagah yang datang kala emak mencekiknya, melawan dan meminta lari. Kedua, bocah penakut yang suka meningkuk dalam gelap. Ia datang saat bang Codet menyeretku ke toilet umum di pelabuhan Merak. Ketiga gadis manis yang menetap di kepalaku, yang datang kala Kang Asep penjual makanan yang suka memberinya makan. Lalu suatu ketika ketiganya melakukan perlawanan.

#19. Hantu Seriman
Hantu yang berasal dari kampung kecil di Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir, Tanah Abang. Jangan sekali-kali merajuk di petang kelam. Hantu menakutkan yang muncul di kala pergantian terang ke gelap. Hikayatnya, ada seorang gadis jelita bernama Serina (tanpa ‘h’ ya) yang menikah dengan bujang yang biasa, ia meminta talak, dan pantangan sana wanita meminta cerai. Awalnya sang anak bernama Seriman yang magrib belum pulang, dan dicari. Tak kunjung pulang, dan tragedi dicipta.

#20. Anak Pintaan
Tidak semua, hanya anak pintaan yang punya empat tetek.” Anak Pintaan adalah anak yang didapat setelah orang tua bermunajat kepada Tuhan YME agar dikaruniai anak laki-laki, mereka percaya bahwa anak pintaan adalah reinkarnasi leluhur. Ini dongeng dari kajut (nenek) kepada cucunya.

#21. Lima Orang di Meja Makan
Kisah mencekam di meja makan. Renata yang mengeluhkan kehidupan. “Ternyata kematian itu begitu indah. Aku baru menyadarinya.” Drama keluarga yang disajikan dengan daging yang renyah, pisau dan garpu di kedua sisinya, anggur merah yang beriak dan racun yang cukup untuk mengakhiri hidup.

Beberapa kali saya membaca cerpen Guntur Alam di Kompas Minggu, memang sangat produktif. Ini adalah buku pertama beliau yang selesai kubaca, kubeli sehari jelang ulang tahun September lalu, kuselesiakan baca dalam #JanuariBaca2019 dan akhirnya baru sempat kuulas. Paling senang cerita Almah Melahirkan Nabi, ada semacam misteri yang menggantung. Kovernya bagus banget, bis ajadi salah satu daya pikat kenapa kuputuskan beli. Kumpulan cerita yang renyah, dengan ekspetasi biasa saja ternyata berhasil memenuhi harap. Buku kumpulan Cerpen memang tak senikmat dalam satu cerita novel utuh, tapi jelas pendekatan yang berbeda juga harus diapungkan, dan Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang ternyata sukses memikat hati.

Magi Perempuan Dan Malam Kunang-Kunang | Oleh Guntur Alam | 6 15 1 74 001 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Ilustrasi sampul Pramoe Aga | Editor Yemima Lintang | ISBN 978-602-03-1939-1 | Skor: 4/5

Karawang, 260619 – Sherina Munaf – Ada

#30HariMenulis #ReviewBuku #Day24 #HBDSherinaMunaf #11Juni2019