Teach Like Finland #23

Dari tulisan blog kecil Taught by Finland buku ini menjelma best seller. Banyak jalan untuk menemukan kesuksesan, banyak cara untuk menuai keberhasilan, banyak sekali kerja keras untuk mewujudkan mimpi. Sang Penulis sendiri bahkan tak menyangka tulisan di blog-nya ditawari untuk diterbitkan, dioleh dnegan profesional, dikemas oleh tim yang berpengalaman, dan jadilah buku yang instan terjual laris. Buku ini sampai di Indonesia juga ga jauh jeda sama di Amerika, dan setelah wara-wiri di berbagai penjual buku daring di beranda, berbulan-bulan mejeng di Gramedia Karawang, akhirnya saya berkesempatan melahapnya. Bukan beli, tapi pinjam. Dari saudara di Solo, sewaktu lebaran lalu saya silaturahmi ke Kandang Sapi, Solo melihat-lihat buku yang ditata rapi oleh Azmi, saudari yang memang juga gemar baca, dan pada akhirnya kutenteng pulang untuk kutuntaskan. Dua buku, satu lagi masih tahap baca.

Finlandia memang negara yang sudah maju, tahun 2001 mengejutkan dunia dengan meraih skor tertinggi PISA (Progamme for International Student Assessment) pada ketiga area akademik: membaca, matematika, dan IPA mengalahkan Jepang, Korea, dan Hongkong. Bangsa Nordik yang mengagumkan. Sang Penulis yang pernah mengajar kelas 5 di sekolah negeri di Helsinski lalu membeberkan rahasia-rahasia pendidikan, dan sampailah di tangan kita, pola didik tersebut.

Para guru harus lulus dari program magister berbasis penelitian yang sama seperti di profesi lain di Finlandia. Para guru lulusan baru mempelajari psikologi anak, pedagogi, pendidikan khusus, mata pelajaran didaktik, dan kurikulum yang lebih banyak daripada rekan mereka di perguruan tinggi.
Setiap sekolah di Finlandia harus membentuk Tim Kesejahteraan Siswa yang beranggotakan para ahli, guru dan para pemimpin yang membahas masalah yang menjadi perhatian utama. Para pemimpin adalah guru dan para guru adalah para pemimpin (pedagogis).

Orang Finlandia secara aktif ikut serta dalam bermacam kegiatan di luar pekerjaan dan sekolah.
Istirahatkan otak di sela-sela jam sekolah. “Anda perlu memberi waktu bagi otak Anda untuk beristirahat sehingga dapat berkonsolidasi semua informasi yang masuk.
Mereka menghargai kebahagiaan di atas pencapaian.

Empat bahan dasar kebahagiaan: rasa memiliki (keterlibatan), kemandirian, penguasaan, pola pikir.
Bijaksana untuk membuat jadwal harian.

Kegiatan fisik bisa mengkal obesitas, mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, memperbaiki fungsi kognitif (seperti ingatan dan perhatian) dan secara positif mempengaruhi kesehatan mental.
Akan bijaksana jika kita mulai berpikir tentang memberi pekerjaan rumah seminimal mungkin yang diperlukan, satu cara yang dapat ditempuh untuk membantu murid Anda mengisi ulang tenaganya di malam hari dengan membuat pekerjaan rumah itu sesederhana mungkin, sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan sendiri dan mandiri dengan mudah.
Kegiatan menampilkan karya siswa yang berkualitas dapat menjadi sebuah upaya yang menyenangkan. Upaya dalam memajang karya di dinding adalah dengan melibatkan para siswa.

Pengalaman (di luar sekolah) memiliki aspek geografis, artistik, linguistik, ilmiah dan historis. Semua ilmu muncul dari berbagai aspek di bumi yang satu dan kehidupan ada di atasnya.

“Rasakan momen ketika bobot tubuhmu berpindah dari tungkai, pergelangan hingga ke pucuk-pucuk jemari kakimu.”

Jika Anda tertarik untuk memasukkan kegembiraan dalam pengajaran Anda, memupuk rasa dimiliki merupakan hal yang pokok. 6 stretegi agar anak merasa dimiliki: mengenal setiap anak, bermain dengan mereka, merayakan keberhasialn mereka, mengejar impian kelas, menghapus perisakan (bullying) dan berkawan.

“Keberahasilan Anda sepanjang tahun ajaran, ditentukan oleh apa yang Anda lakukan di hari pertama sekolah.” – Harry Wong dan Rosemary Wong.

Masalah sistem di sekolah adalah terlalu banyak penekanan pada accountability yang berdasar pada rasa takut, dan kurang menekankan pada responsibility yang menekankan pada rasa percaya.

Untuk menjadi bahagia, salah satu hal mendasar yang harus dimiliki adalah perasaan kompeten dalam satu area tertentu seperi memahat, koding, menulis. Penguasaan akan satu hal adalah kebutuhan kita. Dalam stretegi pengembangan penguasaan ada beberapa hal yang perlu diketahui: ajarkan hal-hal dasar, gunakan teknologi, berikan pendampingan, buktikan pembelajaran, dam diskusikan soal nilai.

“Pertahankan hal-hal baik, dan jadikan itu fokusnya.” – Anderson.

“Teknologi adalah satu-satunya cara untuk secara dramatis memperluas akses kepada pengetahuan.” – Andreas Schleicher.

Pelajaran musik tempaknya memperkuat bagaimana sistem syaraf mengatasi kebisingan dalam suatu atmosfir yang ramai, seperti lapangan sekolah. Anak-anak akan dapat mengembangakn ingatan yang lebih baik dan kemampuan yang lebih besar untuk fokus di dalam ruang kelas, yang akan membantu mereka berkomunikasi dengan lebih baik.
Anne-Marie Oreskovech, seorang musisi, sarjana matematika, pendiri Math Musical Mind, percaya bahwa integrasi musik ke dalam pelajaran matematika dalam memperbaiki pembelajaran akademik. “Musik diurai menjadi matematika, dan matematika diurai diurai menjadi musik.”

“Target pembelajaran menegaskan perbedaan, dari sudut pandang seorang siswa, antara memetuhi permintaan guru dan mengejar pembelajaran mereka sendiri. Siswa yang mengejar pembelajaran mereka sendiri menunjukkan motivasi yang meningkat, belajar lebuh banyak, dan mengembangkan ketrampilan metakognitif yang lebih kuat.” – Moss dan Brookhart.

Saya tidak pernah suka memberi nilai, terlebih saya sering merasa bahwa dengan memberi angka-angka tersebut, saya berpotensi menghancurkan lingkungan kelas yang menyenangkan yang sudah terpelihara. Bahwa banyak siswa menghubungkan harga diri dengan nilai yang mereka terima.

Di Finlandia moto ‘bekerja untuk hidup’ bukan ‘hidup untuk bekerja.’ Mereka tampak serius dalam bekerja, namun di waktu luang mereka cenderung tenggelam dalam hobi mereka sendiri daripada menggunakannya untuk meningkatkan pertumbuhan profesi mereka.

Dua tipe pandangan predominan yang dibawa manusia dalam kehidupan menurut Raj Raghunathan: “Satu ekstrem menggunakan pendekatan scarcity-minded (menekankan kelangkaan), di mana kemenangan saya akan berujung pada kekalahan orang lain, yang akan melibatkan Anda dalam perbandingan sosial. Dan pandangan lain adalah apa yang disebut dnegan pendekatan yag lebih ke abundance-oriented (berorientasi pada kelimpahan), di mana ada ruang bagi setiap orang untuk tumbuh.”
Strategi untuk membina sudut pandang abundance-oriented: mencari flow, berkulit lebih tebal, kolaborasi lewat kopi, menyambut para ahli, berlibur, dan jangan lupa bahagia.

Sepenuhnya terlibat dalam sebuah aktivitas yang memang menyenangkan. Ego seketika runtuh. Waktu berjalan terasa begitu cepat. Setiap tindakan, pergerakan pemikiran baru mengalir begitu saj, tanpa dapat dielakkan, seperti orang yang bermain jazz. Keseluruhan diri Anda dilibatkan, dan Anda sedang menggunakan ketrampilan Anda sepenuhnya. – Mihaly Csikszentmihalyi (Cherry)

Kata Finlandia sisu dianggap lebih tinggi dari kata apapun di negara Nordic yang kecil ini. Ini adalah sifat manusia yang diterjemahkan sebagai “tekad” atau “keberanian menghadapi kesulitan.” Anda seorang profesional. Buatlah jurnal ‘kecemasan’ dan ‘kenyataan’.

“Kesejahteraan dan pencapaian akademik tampaknya tidak antagonis, seperti yang dikatakan beberapa orang. Sebaliknya, meningkatnya kesejahteraan meningkatkan pencapaian akademik.” – Adler

Strategi paling penting dalam buku ini adalah: jangan lupa bahagia.

Mengajar Seperti Finlandia. 33 Strategi Sederhana untuk Kelas yang Menyenangkan | by Timothy D. Walker | Dieterjemahkan dari Teach Like Finland | copyright 2017 | W. W. Norton & Company | GWI: 57.17.5.0051 | Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia | Juli 2017 | Cetakan kelima, Januari 2018 | Editor Adinto R. Susanto | Alih bahasa Fransiskus Wicakso | Sampul @senpaiyouth (IG) | Tata isi wesfixity@gmail.com | ISBN 978-602-442-044-1 | Skor: 4/5

Untuk anak-anakku, Misaiel Courage dan Adalia Joy

Karawang, 260619 – Keris Patih – Kesalahan Yang Sama

#Day23 #30HariMenulis #ReviewBuku #HBDSherinaMunaf #11Juni2019

Diketik di pergantian hari tengah pekan, gara gara Ciprut ga bisa tidak, kita ikut ga bisa nyenyak.

Terima kasih Azmi Fadilah atas pinjaman bukunya.

Kambing Dan Hujan #22

Ini adalah buku pertama yang kubeli di toko buku baru Pustaka 2000 di Perumnas, Karawang Barat yang buka tahun 2018. Salut, ditengah gempuran digital mereka masih membuka toko buku yang berdiri sendiri, tak numpang di mal, dalam deretan ruko, berlantai dua. Sempat skeptis akankah mereka bisa bertahan lama, sempat pula berkeinginan untuk membeli bukunya rutin tiap berapa bulan sekali ke sana, ga ke Gramedia mulu. Sayangnya, pelayanan kurang optimal, tutup jam 21:00 setengah jam setengah jam sebelumnya, sudah rapi-rapi, sehingga ga nyaman saat nonton buku. Pakai kipas angin, dan memang koleksinya ga banyak. Beberapa kali masih beli di sana, masih nonton buku di sana, tapi ternyata ga sesering yang kusangka.

Kambing dan Hujan | Oleh Mahfud Ikhwan | Edisi kedua, cetakan pertama, April 2018 | Penyunting Achmad Zaki | Perancang dan ilustrasi sampul Ryn Yoanta | Pemeriksa aksara Intan, Septi WS & Rani Nura | Penata aksara Arya Zendi & Petrus Sonny | Penerbit Bentang | viii + 380 hlm.; 20,5 cm | ISBN 978-602-291-470-9 | Skor: 4/5

Untuk para orang tua, orang-orang tua & orang-orang yang ceritanya aku curi dan kacaukan…

Karawang, 250619 – The Cransberries – Animal Instinct

#Day22 #30HariMenulis #ReviewBuku #HBDSherinaMunaf #11Juni2019