Demi Esme Dengan Cinta dan Kesengsaraan #9

Saya sangat tersanjung jika Anda menulis sebuah kisah secara khusus untuk saya suatu hari nanti. Saya gemar membaca. Saya lebih suka kisah tentang kesengsaraan. Kesengsaraan. Saya sangat tertarik dengan kesengsaraan.

J.D. Salinger pertama baca karyanya tiga tahun lalu dari terbitan Banana, saya ingat sekali proses terjemahan yang rumit dan panjang. PO lama, tertunda sampai melewati pergantian tahun. kisah Holden Vitamin Coulfield memang legendaris. Menjadi buku yang menginspirasi pembunuhan musisi ternama John Lennon. Mark David Chapman mengaku mengidolai sang remaja galau sehingga tindakan ‘rebel’ itu malah membuatnya membunuh sang idola. Ini adalah buku beliau kedua yang kubaca. Diterjemahkan dari penerbit kecil di Solo, hanya setengah jam dari rumahku di Palur. Bagus, sayangnya kurang banyak. Dari buku aslinya berjudul ‘Nine Stories’ yang dinukil hanya dua. Ahh… banyak drama penerbit kecil yang mengalihbahasakan setengah-setengah, BukuKatta hanya salah satunya. Banyak pertimbangan, kita harus maklum, tapi jelas kepuasannya nanggung, apalagi ending buku ini juga menggantung setelah sebuah pistol ditembakkan tepat mengenai pelipis kanan.

Menemukan buku ini di toko buku Suseno, Solo belakang UNS ketika kunjungan mudik tahun lalu. Bukunya tipis, tak sampai seratus halaman berisi hanya dua cerpen yang anehnya diterjemahkan dari ‘Sembilan Cerita’ yang berarti hanya dinukil, bukan seluruhnya dialihbahasakan. Penulisnya pasti sudha pada kenal, dari orang yang mempopulerkan Holden Vitamin Coulfield dalam The Catcher In The Rye, inilah salah dua cerita pendek yang diterbitkan pertama kali tahun 1947.

#1. Demi Esme Dengan Cinta dan Kesengsaraan
Kisahnya, saya curiga adalah kisah nyata yang sedikit dimodifikasi. Dulu Salinger pernah bertugas ke Eropa, berkelana dan mendapat kenalan seorang gadis setempat. Kisah dibuka dengan sang aku yang menerima surat pos udara, undangan penikahan. Undangan dari teman, dan kisah lalu ditarik enam tahun ke belakang. Pada April 1944 aku ditugaskan di Devon, Inggris. Pelatihan tiga minggu dan libur di akhri pekan, aku ke pusat kota untuk menyaksikan latihan panduan suara di sebuah gereja. Sore itu hujan cukup lebat, banyak penonton meyaksikannya, setelah tepuk tangan yang riuh aku ke sebuah kedai teh yang lengang.

Di situlah sang aku berkenalan dengan gadis yang bersama dengan seorang anak yang ternyata salah satu peserta latihan di gereja. “Kukira orang Amerika memandang rendah teh.” Setelah basa basi cuaca dan saling lempar tanya ala kadar, mereka lalu berkisah lebih dalam. Tentang obsesi opera dan sang aku yang penulis mula.

Nama gadis itu Esme, adiknya Charles. Dan Esme-pun meminta aku untuk menuliskan kisah ini, kisah perkenalan, kisah kesengsaraan ayah mereka yang tewas di Afrika Utara, tentang semuanya. Mereka berpisah ketika nona Megley memanggil. Lalu kisah merentang dalam tugas militer, tentang surat-surat yang tiba dan kehidupan di barak. Salinger dengan hati-hati menulis nama karakternya dengan nama X karena jelas ini sisipan kisah nyata. Dan tentu saja salah satu surat itu dari Esme. D-Day serangan pasukan sekutu ke Normandia pada 6 Juni 1944.

Apa yang dikatakan sebuah dinding pada dinding lainnya?”

#2. Hari Yang Sempurna Bagi Bananafish
See more glass. Did you see more glass.” Sybil Carpenter.

Cerita absurd di sebuah hotel yang menawarkan ending gantung. Dengan gamblang sang aku membaca sebuah artikel di majalah saku perempuan berjudul ‘Seks Adalah Kesenangan atau Neraka.’ Nona Muriel Glass adalah gadis yang menepi di sebuah hotel di Florida. Ia mendapat telpin dari sambungan jarak jauh New York yang mengkhawatirkan kabar putrinya. Tampak mereka sedang dalam dilema, sang laki-laki yang menghantarkan bernama Seymour ini sepertinya bermasalah.

Karena sambungan jarak jauh itupun berkutat tetang psikiater hotel, pohon-pohon yang aneh, sampai cuaca panas matahari yang sungguh menyengat. Mulanya hanya terlihat hubungan putri dan ibu yang khawatir anaknya jauh, tapi sesuatu yang buruk sejatinya dalam selimut bayang.

Kekhawatiran ini terbukti, di hotel yang sama di sebuah pantai terdekat dua orang sedang renang dan terjadilah konspirasi rencana pembunuhan. Kita lihat apakah kita bisa menangkap (ikan) bananafish. Sebuah adegan yang dijelaskan dengan mengambang terjadi di kamar hotel nomor 507. “… Lalu dia memeriksa sebuah koper, membukanya, dan dari bawah tumpukan celana pendek dan baju kaos dalam diambilnya sebuah Ortgies otomatis kaliber 7.65. dia melepaskan tempat pelurunya, melihatnya lalu memasukkan kembali. Dia mengokang pistol itu. laludia melintas kamar dan duduk di tempat tidur yang kosong, menatap si wanita muda…”

Apakah dia mencoba berbuat aneh dengan pohon-pohon?”

Jerome David Salinger lahir di New York, Amerika pada 1 Januari 1919. Pertama kali menulsi cerita pendek di usia 15 tahun. mengikuti kelas menulsi tahun 1939 dalam bimbingan Whitt Burnett, pertama kali karyanya terbit di majalah Story edisi Maret-April 1940 berjudul The Young Folks. Setahun berselang tujuh cerpennya ditolak beberapa penerbit, namun akhir tahun itu The New Yorker menerima naskah berjudul Slight Rebellion of Madison yang berkisah tentang Holden Caulfield, tapi cerpen itu batal terbit karena Jepang keburu menyerang Pearl Harbor. Dan baru terbit di tahun 1946.

Tahun 1942 ia ikut bertugas operasi militer dari Normandia ke Jerman dan bertemu Ernest Hemingway dan mereka sempat bertukar pikiran terkait karya tulis. Bisa jadi di sinilah ilham Esme muncul. Sekembali ke Amerika Salinger menulis Bananafish. Dan kemudian ia pun mengembangkan cerita pendek Holden. Novel legendaris itu akhirnya terbit pada 16 Juli 1951 di bawah Little, Brown and Company. Dan sukses secara instan yang mengangkat namanya. Tahun 1953, kumpulan cerpennya muncul, salah satunya For Esme with Love and Squalor.

Di tahun 2000 ada film Finding Forrester berdasarkan penulis Amerika yang menyepi selama tiga puluh tahun di apartemennya. Salinger memang tak suka publisitas. Beliau meninggal pada 27 Januari 2010di Cornish, New Hampshire meninggalkan banyak karya yang belum diterbitkan yang dalam wasiatnya meminta 60 tahun kematiannya baru masuk percetakan.
Jadi sekitar tahun 2070-lah kita bisa tahu buku beliau yang konon ada 15 novel saat ini disembunyikan ahli waris. Semoga kita panjang umur, sehat wal afiat sehingga bisa menikmati karya beliau.

Demi Esme Dengan Cinta dan Kesengsaraan | By J.D. Salinger | Diterjemahkan dari (2 cerita) Nine Stories | A Signet Book published by The New American Library | Cetakan ke-11, Februari 1962 | Penerjemah Anton WP | Cover dan layout Yudhi Herwibowo | Penerbit BukuKatta | Cetakan pertama, 2014 | ISBN 978-979-1032-75-9 | 64 halaman; 13.5 x 20.5 cm | Skor: 4/5

Karawang, 150619 – Koil – Dosa Ini Tak Akan Berhenti

#Day9 #30HariMenulis #ReviewBuku
#HBDSherinaMunaf #11Juni2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s