Avengers: Endgame – Hidup Tak Semanis Ini, Sudah Pas Infinity Yang Pahit

Natasha Romanoff: “If we don’t get that stone, billions of people stay dead.”

Durasi tiga jam yang sangat melelahkan. Namun kenapa saya nonton dari jam 22:30 sampai 01:30 di hari pertama tayang (24/4) kemarin tak ngantuk sama sekali, tak beranjak ke toilet sama sekali, benar-benar bisa fokus dan tak semelelahkan yang kukira. Mungkin karena antusiasme yang berlebih pasca kehebohan di Civil War dan memuncak di Infiny War, Endgame kurang memenuhi ekspektasi. Serasa ada yang hilang, entah karena ketinggian harap atau memang kurang sreg sama pilihan eksekusi cerita. Hidup tak semanis ini, sudah pas Infinity yang pahit. Kenyataan dengan waktu linier, tak bisa diubah. Jangankan lima tahun ke belakang, kita mengubah pilihan tindakan lima detik yang lalu saya tak bisa. Film tentang mesin waktu memang sudah sangat banyak dibuat, rata-rata suka, mayoritas bahkan kunilai sangat tinggi. Endgame sendiri cerdas dengan memainkan masa dengan segala kecanggihan alat yang dicipta, tapi jelas ini adalah sebuah penurunan dari seri terdahulu. Ini film fantasi, ciptakan kehidupan sesuai kehendakmu.

Cerita bagaimana saya dapat tiket juga dilema, sempat akan ramai-ramai nonton sama teman-teman kerja, batal karena ga ada yang mau booking, ada yang pacarnya sedang shift malam sampai ketidaksabaran menemui titik waktu, sehingga ketika salah satu sudah beli tiket sama teman lain, saya akhirnya memaksakan beli sendiri pulang kerja. Beli di tempat, jam-jam prime jelas penuh kecuali baris paling depan, makanya sebelum Magrib saya beli yang sekalian malam hari. Dapat baris ketiga, dengan posisi pas di tengah. Mampir ke Gramedia lihat buku, belum gajian dan tetap bawa buku pulang Teori Kesusastraan (Rene Weller & Austin Warren). Maka setelah tidur-tidur ayam selepas isya, gosok gigi biar fresh, tanpa minum banyak minum, cus jalan kaki ke Festive Walk Karawang. Ternyata hampir penuh, hebat, hype Marvel benar-benar hebat. Seberapa lama nuansa endgame bertahan?

===catatan ini mengandung spoiler===

Bagi yang belum nonton Infinity War, jelas disarankan untuk melihatnya dulu karena cerita langsung nyambung. Setelah jentikan Thanos yang fenomenal, mengabu-kan separuh warga semesta termasuk para super hero jagoan kita. Kemuraman melanda seisi bumi. Dibuka dengan adegan Clint Barton/ Hawkeye (Jeremy Renner) bersama keluarga sedang menikmati hari, melatih anaknya memanah, istri dan anaknya sedang pesta kebun menyiapkan makanan. Ketika sedang ceria-cerianya, ketiganya menghilang. Ketiganya mengabu. Sementara di angkasa, setelah berhari-hari mengudara tanpa kejelasan nasib Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) dan Nebula (Karen Gillan) mengisi waktu dengan main-main lempar jentik dan sisa oksigen sehari lagi, rasanya esok jadi hari akhir. Maka datanglah sang juru selamat Carol Danvers/Captain Marvel (Brie Larson) untuk memulangkannya ke bumi. Di bumi, wajah-wajah frustasi atas segala kekalahan telak, orang-orang terkasih mengabu. Mereka yang tersisa Natasha Romanoff/Black Widow (Scarlett Johansson), Bruce Banner/Hilk (Mark Ruffalo), Steve Rogers/Captain America (Chris Evans), Rocket (voice by Bradley Cooper), Thor (Chris Hemsworth) dan James Rhodes/War Machine (Don Cheadle). Percobaan melacak keberadaan Thanos (Josh Brolin) awalnya sulit, dengan Captain Marvel di sana, tak ada yang tak mungkin. Terpantau di sebuah planet tanpa pengamanan, tanpa pertahanan khusus, sendirian, ngopi lihat matahari terbit, makan camilan, wah sang main villain ternyata pensiun setelah misinya menyeimbangkan populasi berhasil terlaksana. Maka misi balas dendam itu terlihat begitu mudahnya, di sebuah gubuk reot, Thanos sedang santai sore lalu disudutkan, diinterogasi, diancam. Dengan santai dan tak merasa bersalah, ia sudah menghancurkan semua Batu Ajaib-nya, memencarkannya. Maka adegan berikutnya begitu mengguncang semua penonton, kepala Thanos dipenggal oleh Thor!!! Wow, ini film tiga jam dan menit berjalan belum juga setengah jam sang tokoh antagonis utama yang seri lalu begitu mengerikan, begitu menakutkan, begitu digdaya dan unbeaten tiba-tiba keok! Rocket sampai shock dan nanya, eh kenapa? “I went for the head.” Seperti sikap Rocket, semua penonton menahan napas. Oh why? Wow, Marvel emang gilax! Ketika dendam sudah berhasil dibalaskan, apalagi sekarang? Separuh warga itu tak akan bisa kembali hidup. Di sini sejatinya film selesai. Ayoo pulang kawan-kawan, film ga jadi tiga jam tapi hanya tiga belas menit. Di sini sejatinya kenyataan yang haqiqi. Waktu yang linier, kepahitan hidup yang menyelingkupi. Balas dendam tak bisa mengembalikan jiwa-jiwa yang mengabu, balas dendam tak bisa membuat yang sudah tiada kembali hadir di tengah-tengah kita. Balas dendam yang tuntas terasa hampa. HAMPA.

Dan di layar terpampang kalimat, ‘Lima Tahun Kemudian.’ Semua tampak muram, semua tampak menyedihkan. Thanos yang terpenggal tetap menang. Hingga di sebuah gudang, sekumpulan tikus sedang melakukan aktivitas biasa tapi memberi efek luar biasa, secara tak sengaja membuat lubang cacing, menarik hidup jagoan terlupa Scott Lang/Ant-Man (Paul Rudd). Scott yang melewatkan lima tahun, di dimensi lain hanya sekejap, tak ada apa-apa, hanya kehampaan. Waktu sekarang, di mana di lapang yang luas berderet ‘makam memorial’ menemukan namanya ada. Jadi ada lubang yang bisa dilewati guna memasuki masa lampau, atau sebaliknya. Maka ia pun mengubungi Avengers, kembalinya Ant-Man memberi harapan. Tony Stark yang kini menyepi, punya putri cantik Morgan Stark (Lexi Rabe) dengan kutipan legendaris ‘Aku Mencintaimu 3,000 kali’ diajak untuk kembali. Thor yang mengejutkan banyak orang karena kini ndut, diajak balik. Yang paling emosional jelas Hawkeye yang kini menjadi pembunuh bayaran di Jepang atas nasib busuk keluarganya, ia dijemput khusus oleh teman sejatinya Romanoff, kini pasukan Avengers kembali bersatu. Menjalani kemungkinan memasuki perjalanan waktu, kembali ke masa lalu dan memperbaiki segalanya. Teori kuantum? Time Heist? Yeah, apalah. Back To The Future itu omong kosong? Dan Endgame melakukan omong kosong itu.

Percobaan-percobaan awal lucux, serum gamma dan mesin waktu ciptaan Tony dan segala kemungkinan perjalanan itu dibuat fun. Setelah bermenit-menit muram durjana, akhirnya ketemu juga. Trailer saat para jagoan berjalan dengan seragam putih yang ikonik itu muncul. Sekali perjalanan, ke waktu-waktu sebelum Thanos menemukan keenam batu. Mencegah bencana, menggurat kembali segala kemungkinan merevisi kehidupan. Maka adegan-adegan dari beberapa film lama, serial MCU dalam sebelas tahun terakhir pun dimunculkan. Dari adegan porak poranda New York di The Avengers (2012), Thor: Dark World (2013), sampai Guardian of Galaxy (2014). Semacam nostalgia, mencuri waktu, mengambil batu-batu ajaib sebelum disatukan.

Dari semua adegan perjalanan waktu, semua mencoba dibuat untuk sebisa mungkin menyentuh hati. Di New York 2012, Banner, Rogers, Lang, Stark berusaha mengambil Time, Mind dan Space Stone. Pencarian batu waktu, mungkin yang paling lucu. Atau mungkin yang paling mudah? Karena prosesnya, Hulk yang berencana menemui Doctor Strange di Sanctum Sanctorum malah dicegat oleh The Ancient One (Tilda Swinton), “You’re five years early.” tarik ulur, tanya jawab bagaimana masa depan akan mewujud. Karena dengan batu waktu, bisa memajukan dan memundurkan masa, maka penjelasan Hulk bahwa di masa depan sang Doktor menyerahkan dengan sukarela batu tersebut kepada sang musuh setelah 14 juta pertimbangan. One down.

Sementara pertempuran yang rumit itu selesai. Loki malah berhasil mencuri tesseract dalam koper yang tergeletak tanpa ada yang lihat. Duh! Dan saat di lift, sang Kapten berhasil mengambil Mind Stone di tengah-tengah pasukan musuh. Hail Hydra! Adegan Kapten vs Kapten itu juga ga mengada-ada karena pernah muncul di komik edisi #156. “I can do this all day. Yeah I know.” Lalu Scott kembali ke masa kini, sementara duo utama karena terlepas batunya, maka berjalan ke masa lalu tahun 1970an. Two downs.

Jelas bertemunya Tony Stark dengan sang ayah Howard Stark (John Slattery). Diskusi panjang lebar di mana mereka ngopi dengan segala kecanggungan dan kesempatan peluk yang mengharu. Bayangkan, kamu di usia dewasa ini bertemu ayahmu yang sedang menanti kelahiranmu di masa lalu. Indah, sungguh suatu momen yang sangat berharga, menelusuri garis waktu bertemu orang terkasih di masa lalu. Sayangnya ini hanya ada di film. Di sini, Steve ketemu Peggy, duh. Nantinya akan jadi adegan ending yang sunyi. Space Stone dengan mudahnya diambil. Three downs.

Berikutnya kita ada di Asgard. Saat Thor gendut bertemu ibunya Frigga (Rene Russo). Apalagi itu adalah momen jelang kejadian mengerikan. Kesempatan bercengkrama yang tak ternilai harganya. Sungguh indah, bisa bertemu orang terkasih yang telah tiada, mengajak ngobrol dan membiarkan segala momen langka terjadi. Bersama Rocket, Thor berhasil mengambil Reality Stone sebelum si Malekith menggunakannya melawan nine realms. Four downs.

Yang kelima, saat pencarian batu hijau aka Soul Stone di mana dalam proses mengambilnya harus mengorbankan jiwa seseorang yang dicinta. Apesnya, tugas di wilayah ini ada di pundak Barton dan Romanoff. Maka saat mereka di Vormir bertemu Red Skull (Ross Marquand), sebagai penjaga batunya. Salah satu harus berkorban, saling klaim untuk terjun dan sungguh jiwa ksatria ditunjukkan, saling tangkap dan lempar senjata demi keselamatan rekan. Hiks, sedih. Sungguh menyedihkan. “Tell my family I love them.” Five downs, one to go.

Nah, batu keenam yang terakhir dalam pencarian ada di tangan Nebula dan Rhodes ke Morag untuk mengambilnya sebelum Peter Quill/Star-Lord (Chris Pratt), terjadi bencana, di mana Thanos, Ebony dan rekan mendeteksi kelainan dalam radar, menemukan Nebula lain yang berhianat, mencoba mencuri Power Stone. Batu terakhir pun bisa diambil. Lengkap sudah. Namun, di bagian ini Thanos menyusup. Inilah lubang cacing yang retak, mengajak musuh ke masa depan dan ketika semua kembali ke masa kini, Thanos dkk ikut memasukinya. Perang besar terjadi, adegan yang paling ditunggu itu muncul dalam setengah jam akhir. Sebagai film akhir permainan, semua menggelegar, bombastis, fenomenal, yah, 30 menit akhir adalah pengalaman menonton bioskop yang menguras emosi, sekaligus pamitan. Thanos yang perkasa itu, akankah berhasil ditaklukkan? Ataukah kesempatan kedua-pun akhirnya melayang percuma laiknya Infinity yang mengharu biru? Saksikan di bioskop, dalam durasi 3 jam yang melelahkan. Beneran melelahkan? Hidup tak seindah ini, sekalipun endingnya jagoan ada yang tewas. Truly happy at last. Endworld!

Sungguh menggila, Endgame update (9/5) pendapatan sudah melewati Titanic (1997). Rasanya akan menjelma menjadi film terlaris sepanjang masa, selisih dengan Avatar (2009) hanya 600an juta Dollar, dan masa tayang masih lama. Di weekend rilis menjadi film pertama yang memecahkan rekor semilyar dollar! Selain karena film ini dibangun selama sepuluh tahun terakhir, film ini juga gencar promosi, gencar memberikan trivia yang bikin penasaran untuk semua orang, yang bahkan ga ikuti sekalipun. Bukti gampangnya, teman kerja ada yang ga ikuti sama sekali film Marvel dan pasca Endgame ia berencana mau merunut nonton, 21 film tersisa, yakin kuat Nak. Jadi angka-angka gila dalam box office sejatinya sudah seharusnya mematahkan manusia Biru. Menjadi film dengan pre sale terbesar di web Fandango dan Atom Ticket. Di Indonesia, seperti yang kusampaikan di awal Cinemaxx memberi slot istimewa dengan jam tayang 24 jam selama dua hari dengan start jam 05:00. Wow kan. Trailernya memecahkan rekor view di youtube, sang sutradara bahkan gencar membuat tagar #DontspoilTheEndgame dan #ThanosDemandYourSilence dengan judul awal “Marvel Studio’s Avengers – Official Trailer.” Untuk memberi kejutan ketika nanti akhirnya kata ‘Endgame’ akhirnya rilis. Kata endgame sendiri diambil dari kalimat Doctor Strange di Infinity War saat berujar, “We’re in the endgame now.” Dan judul ini jelas lebih pas ketimbang Infinity War: Part II.

Karena ini adalah perpisahan Iron Man, maka wajar dialah satu-satunya yang baca naskah secara utuh. Mengingat kontraknya habis, eh maksudnya film puncak beliau maka Rober Downey Jr. wajar diistimewakan, justru yang mengherankan kenapa ga sekalian ia masuk ke jajaran penulis naskah? Bukannya ia sejatinya punya hati?

Walau bukan yang terbaik, menurutku. Seluruh film Marvel karya Russo Brothers sukses. The Winter Soldier memberi hype luar biasa akan sang kapten cikal bakal seluruh plot kumpulan orang hebat ini, jangan lupakan kejutan Nick Fury, sebuah keberanian yang jos sekali kakak. Civil War jelas menggila, sekumpulan pahlawan malah beradu sendiri dan adegan di bandara out benar-benar awesome, dan Infinity War jelas adalah segala puncak itu sebelum di film ini mendingin. Selain tikus dan Manusia Semut, jagoan sesungguhnya film ini bisa jadi adalah sang manusia Pemanah yang tampil menonjol. “Clint, son of Edith.

Credit titlenya bagus banget, satu per satu para pahlawan ditampilkan selayar penuh, pamitan yang sangat layak dengan iringan skor yang bagus banget. “Make Way for Tomorrow Today.” Ga ada scene after credit euy. Jadi apa maksud ending dansa Peggy dan sang kapten? Segala analisis bermunculan, yang pasti ini adalah misteri yang memberi banyak harapan, permainan ini jelas belum berakhir kawan-kawan. “I love You 3000.”

Avengers: Endgame | Year 2019 | Directed by Anthony Russo, Joe Russo | Screenplay Christopher Markus, Stephen McFeely | Cast Robert Downey Jr., Chris Evans, Mark Ruffalo, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, Jeremy Renner, Don Cheadle, Paul Rudd, Chadwick Boseman, Brie Larson, Tom Holland, Karen Gillan, Zoe Saldana, Evangeline Lily, Tessa Thompson, Ren Russo, Elizabeth Olsen, Anthony Mackie, Sebastian Stan, Tom Hiddleston, Danai Okoye, Benedict Wong, Pom Klementieff, Dave Bautita, Letitia Wright, John Slattery, Tilda Swinton, Jon Favreau, Hayley Atwell, Natalie Portman, Marisa Tomei, Michelle Pfeiffer, William Hurt, Cobie Smulders, Sean Gunn, Jacob Batalon, Vin Diesel, Bradley Cooper, Gwyneth Paltrow, Robert Redford, JOSH BROLIN, Chris Pratt, Samuel L. Jackson, Benedict Cumberbatch, Ken Jeong, Ross Marquand and Stan Lee| Skor: 4/5

Karawang, 270419 – Lisa Ekdahl – Give Me That Slow Knowing Smile – 090519 – The Corrs – Breathless

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s