Happy Birthday Saoirseku

Be the person I’m playing. That’s what acting is. You’re pretending to be someone else.”

Dari 29 film Saoirse Una Ronan yang sudah mainkan termasuk animasi, tv series sampai video short, ternyata saya baru nonton 9 film, semuanya film layar lebar karena memang film sekali tonton yang paling nyaman dinikmati di era digital gini. Sebagai penggemar berat sang aktris Irlandia saya sejatinya selalu menanti tiap tahun, tapi ya ga kekejar semua. Contoh tahun lalu, ada dua film besarnya keduanya sudah siap tonton tapi hanya sempat kunikmati satu, waktu benar-benar jadi hal mahal. Terakhir lihat Mary Queen of Scots yang tragis, film ini hanya menarik juri Oscar di bagian teknik bukan di kategori utama. Sejak kapan saya mencintai Saoirse Ronan? Sejak tahun 2007 dalam film Atonement. Jadi remaja Briony Tallis yang nyebelin, menjadi saksi meragu yang mengubah nasib seseorang, yang kemudian membayar takdir dengan ‘mengubah’ nasibnya lagi dalam cara lain. Langsung saya tandai sang artis istimewa.

Namanya memang agak sulit dilafalkan, makanya ia mempunyai nick name Sersh, Saoirse cara bacanya adalah ‘seer-sha’ untuk Irlandia, untuk Amerika Utara bacanya ‘sur-shuh’, untuk British malah jadi ‘sair-sha’. Unik ya, saya baca logat Jawa menjadi ‘sur-sur’. Lahir di The Bronx, New York sebagai anak tunggal tanggal 12 April 1994 dari pasangan aktor Paul Ronan dan Monica Ronan. Saoirse artinya adalah freedom sedang Una nama tengahnya berarti unity. Dan Ronan dalam Irish artinya little seal. Sempat diisukan masuk jajaran Potter sebagai Luna Lovegood, sayangnya terlepas. Bayangkan, novel favorit diperankan artis favorit! Tahun 2018 ditunjuk sebagai duta UNICEF untuk world Barber Day campaign. Siapa sutradara favoritnya? David Lynch! Nah, film-film mumet yang nonton harus mikir semua. Haha…

Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 25 yang jatuh kemarin, saya akan merekap film-film Saoirseku, yang sudah kutonton tentunya.

#1. Atonement (2007) as Briony Tallis
If I fell in the river, would you save me?”
Kisah cinta yang berujung bencana. Saoirse memerankan gadis labil Briony Tallis yang suatu saat secara tak sengaja melihat sebuah kasus pelecehan seksual yang menyeret orang-orang sekitar. Delusi? Imaji? Fantasi? Ataukah perkiraan saja? Bagaimana bisa keraguan itu mengakibat nasib seorang protagonist berubah. Kutonton sore hari lewat vcd sambil ngopi di kos Ruanglian_31.

#2. The Host (2013) as Melanie Stryder/Wanda
Don’t you want to be with Jared… and Jamie?”

Cerita alien yang cheesy seperti novelnya, pasca gegap gempita Twilight karya Stepanie Meyer. Tetapi ternyata ketika diadaptasi jadi begitu bagus. Bagaimana alien/makhluk angkasa yang merasuk ke manusia, menjadikannya inang yang malah menjadi kisah romansa remaja? Saoirseku memerankan tokoh sentral yang menjadi rebutan dua cowok tampan, Melanie Stryder yang ketika berciuman bisa menjadi juga Wanda. Kutonton lewat dvd pinjaman RanieWul.

#3. Hanna (2011) as Hanna
I just missed your heart.”
Keras, ganas, luar biasa menghentak. Dirilis pasca kehebohan Hit Girl-nya Kick Ass, Hanna mengambil set lebih mandiri. Remaja yang dibentuk menjadi mesin pembunuh tak terkalahkan. Memerankan Hanna sang tokoh utama, Saoirse memberi bukti bahwa ia bisa tampil dalam action penuh darah, bukan sekadar remaja cantik yang mempesona kalangan jetset. Kutonotn di laptop lewat unduhan teman, cuma file copas.

#4. The Grand Budapest Hotel (2014) as Agatha
Whence came these two radiant celestial brothers, united for an instant, as they croosed the upper stratosphere of our starry window, one from the east and one from the west.”
Ditangani sutradara hebat Wes Anderson, Saoirseku memerankan love interest yang hotel boy Zero. Perannya memang tak signifikan tapi secara keseluruhan filmnya sungguh indah, tentang pemilik hotel yang di masa jayanya di waktu yang tak tepat karena perang sedang bergolak. Dengan dedikasi dan kecintaan, film terbaik Oscar 2015 sayangnya menang empat piala hanya di kategori kelas dua.

#5. Brooklyn (2015) as Ellis
I wish that I could stop feeling that I want to be an Irish girl in Ireland.”
Romansa remaja perantau, dari Irlandia ke Amerika. Take and give, Saoirseku memerankan gadis galau yang berjuang demi masa depan yang lebih baik. Di tanah rantau, ditempa kerasnya hidup dan lika-liku asmara ia ada di persimpang jalan ketika saudaranya meninggal dunia dan dipaksa mudik. Pilihan sulit, kembali ke Amerika untuk cinta yang sudah didamba atau hidup kembali di kampung halaman yang jua sungguh menjanjikan. Kutonotn jelang penghanggan Oscar di laptopnya May.

#6. Lady Bird (2017) as Lady Bird McPherson
Just because something looks ugly doesn’t mean that it’s morally wrong?”
Film terbaik Saoirseku yang memerankan remaja di persimpangan jalan di tahun aneh 2002, palindrome, tahun yang hanya menarik saat dibalik tetap 2002. Lulus tahun 2003, ini semacam memoar sang sutradara Greta Gerwig. Membuat #SacramentoProud dan menasbihkan Saoirse dalam skala tinggi. Sayangnya segala nominasi bergengsi di Oscar berakhir tangan hampa. Di sini Saoirse benar-benar all out. Peran sentral yang menakjubkan.

#7. Mary Queen of Scots (2018) as Mary Stuart
Should you murder me, remember you murder your sister, and you murder your queen.”
Menjadi ratu Skotlandia yang sedang seteru/sayang dengan Inggris. Bagaimana tarik ulur agama, status social dan perang menjadi begitu menyentuh. Kasih nyata rakyat Skotlandia di era Elizabeth, Britania panas untuk angkat senjata. Endingnya… duh, sedih. Kutonton pasca Oscar 2019 di HP. Cerita bisa saja biasa, tapi akting Saoirse dan Margot luar biasa.

#8. City Of Ember (2008) as Lina Mayfleet
Why would he risk being thrown in jail, when everyone knows it’s againt the law to go out there?”
Buku dan filmnya keren. Sudah baca bukunya, sudah nonton di bioskop, sudah beli vcdnya, sudah beli dvdnya. Sebuah kota bawha tanah yang hidup dari cahaya buatan, kota yang terancam runtuh dan perjalanan ke atas yang mempesona. Kutonton pertama kali di bioskop, kutonton ulang lagi dan lagi di komputer kos juga masih seru. Efek jatuh hati di awal kesukaan jadinya membabi buta.

#9. The Lovely Bones (2009) as Susie Salmon
I wasn’t lost, or frozen, or gone… I was alive. I was alive in my own perfect world.”
Cerita tragis pembunuhan remaja oleh tetangganya yang freak. Memerankan sang korban, mengambil sudut pandang dunia antara kematian dan bisa memandang kehidupan bagaimana orang-orang terkasih yang sedih dan mencoba kembali menata hidup. Kutonton di dvd bajagan, menanti bioskop Lippo Cikarang kelamaan dan akhirnya lupa. Novelnya bagus banget, buku renungan kelas satu.

Berkali-kali masuk nominasi Oscar, sampai sekarang belum juga menang. Dengan sabar, tiap tahun kunanti, tiap tahun kujago. Oscar depan bisa optimis nih, Little Women ditangani Greta Gerwig lagi. Yakin sekali dia akan jadi besar pas lihat Atonement, dua belas tahun kemudian saya tetap yakin. Keyakinanku, kecintaanku. Anak pertamaku, kuberi nama Najwa Saoirse Budiyanto. Najwa dari Najwa Shihab, Saoirse dari Saoirse Una Ronan. My sur-Sur. Al fatihah.

Karawang, 130419 – Chet Baker – I’m Thru With Love

HBD juga temanku: Wahid C dan Fariz RP, wish you all the Best.

Iklan