The Best Films 2018

Wrinkle In Time yang ditunggu-tunggu itu rontok, Disney mengacak-acak perlintasan frekuensi kisah antar semesta. Chritopher Robin yang imajinaf remuk jua dalam adaptasi. Pun Mary Poppin Returns yang terlalu biasa untuk sekuel raksasa.

Daftar ini sempat menerjang angka 31 film. Pangkas, padatkan, ringkas, rank. Tahun 2018 bisa jadi begitu menikmati banyak film 4 sampai 5 bintang.

Dari pencarian putri tercinta yang hilang sampai sang pembasmi monster hollow. Dari jentikan Thanos yang melenyapkan separuh pahlawan sampai kasus penipuan dunia literasi. Dari tempat sunyi yang mencekam sampai komedi zombie ‘one take’. Dari konser perpisahan yang mengharu sampai konser ke Amerika Selatan yang rasis. Dari cerita pahlawan India sampai kejutan Peter Parker. Dari lajang tua mencari cinta sampai drama pembantu rumah tangga. Tersaji penuh gaya.

31 Maret 2019, ketiga kalinya saya nge-ranking film terbaik tahun sebelumnya. Inilah 14 film terbaik 2018 versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#14. The Equalizer 2 – Antoine Fuqua
Sekuel yang sama hebatnya dengan seri originalnya. Film untuk para pecinta buku. Kejutan bagaimana orang yang mengulurkan tangan seolah menolong ternyata adalah orang yang menjerumsukan. Film seri pertama Denzel Washington yang berseri. Tetap tenang, tetap mematikan. “… today you got to choose.”

#13. Searching – Aneesh Chaganty
Film detektif amatir versi modern di mana semua kamera yang menyorot penyelidikan menggunakan kamera komputer. Benar-benar ga nyangka pelaku ‘penculikan’ adalah orang tersebut. Seru, tragis, mendebarkan. Salut buat perjuangan sanga ayah David menemukan klu demi klu yang terserak di dunia maya. Searching Margot. “I didn’t know her. I didn’t know my daugther.”

#12. Bleach – Shinsuke Sato
Adaptasi manga yang luar biasa menyenangkan. Monster raksasa hijau menguasai kota, penjaga perdamaian tiba dengan intrik antar dimensi. Badai menerjang kota dan menewaskan Ichigo, “Saya masih hidup. Saya belum menyerah. Saya tak akan menyerah”

#11. A Quite Place – John Krasinski
Sssttt… bersuara berarti mati. Ketegangan makin maksimal saat disaksikan dalam kesunyian bioskop. Minimalis karakter, minimalis tempat, minimalis volume. Menegangkan. Sssttt… dan pesona Emily Blunt menyelamatkannya. “Your father will protect you. Your father will always protect you.”

#10. Can You Ever Forgive Me? – Marielle Heller
Penulis Lee Israel yang frustasi, kesulitan ekomoni mendorongnya melakukan kejahatan. Kejahatan yang mungkin tampak sepele di mata hukum, tapi sungguh biadap bagi para kolektor sastra. Chemistry dengan pemabuk aneh yang saling mengisi, Melisa McCarthy dan Richard E. Grant sungguh lucu. Pengen jegal, senyum kecut di tengah duka. Dan ini kisah nyata! “Can you keep a secret?”

#9. Love For Sale – Andibachtiar Yusuf
Bahkan ada yang menyandingkannya dengan (500) Days Of Summer yang fenomenal itu. Pencarian pasangan di usia jelang paruh baya yang menyakitkan. Jualan cinta yang tak ada indahnya. Dasar Kelun! “Sungguh mencintai adalah pekerjaan yang berat dan penuh resiko karena selalu melibatkan perasaan, tapi kukira, mengambil resiko tak pernah ada salahnya.”

#8. Black Panther – Ryan Coogler
Kejutan Marvel 2018, film solo super hero yang menghentak tatanan. Berbulan-bulan bertahan di bioskop Karawang, melibas logika. Bagaimana sang raja bangkit, terjatuh dan bangkit lagi demi bersatu dengan pasukan Avenger. “…And its’ hard for a good man to be king.” Wakanda Forever!

#7. Pad Man – R. Balki
Kisah nyata di India, di mana para perempuan tak mengebakan pembalut hygiene manjadi pelatuk Laxmi untuk menemukan mesin pembuat pembalut yang murah. Dan kisah cinta tumbuh di waktu yang tak tepat. Sudah tepat tindakan Lakshmilant ‘Laxmi’ Chauhan di ending itu, sudah sangat tepat. Namun tetap saja, sungguh mengharu. “… kau keenam, kau ketujuh, kau kedelapan...”

#6. Spider-Man: Into the Spider-Verse – Bob Persichetti, Peter Ramsey, Rodney Rothman
Peter Parker adalah Spider-man. Scene after credit Venom menjelaskan kematiannya, dan bagaimana kalau muncul Spider-man lain? dan bukan hanya satu? New York yang damai? Nope, Sony melipatgandakan pula para villain! “This could literally not get any weirder…”

#5. Roma – Alfonso Cuaron
Keindahan film hitam putih yang kuat dalam (hampir) semua segi, drama berkelas kehidupan pembantu rumah tangga di Meksiko yang keras. “We are alone. No matter what they tell you, we woman are always alone.”

#4. Bohemian Rhapsody – Brian Singer
Film dengan kepuasan teknikal maksimal. Membuat fan Queen kegirangan, menjaring pendengar baru. Ya, saya. Saya langsung membeli complete album Queen setelah menyaksikan. Dan di Oscar laik menang banyak, hanya keok di satu di kategori puncak. Merinding saat lagu Love of My Life. “You’re a legend Freddy.” / “We’re all legends.”

#3. Cut of the Dead – Shinichiro Ueda
Comedy of the year. Horor ngakak. Film zombie aneh dan luar biasa sukses mengocok perut semua penonton. Tertawa sejadi-jadinya dalam gedung bioskop. Luar biasa lepas. Ga nyangka, drama tv tanpa iklan tanpa putus itu ternyata dibuat dengan kegilaan tiada dua. Film low budget yang menghentak tatanan.

#2. Green Book – Peter Farrelly
Pengalaman pertamaku nonton bioskop sendirian. Benar-benar sendiri, melewati pergantian malam dengan drama berkelas. Dari semua kandidat best-picture jelas secara hiburan, road-move ini juaranya. Pertama kalinya film terbaik Oscar dipilih yang benar-benar terbaik. Chemistry sopir dan majikan yang menyenangkan. Ekspresi pertama kali makan KFC, oh my… “Its takes courge to change people’s heart.”

#1. Avengers: Infinity War – Anthony Russo, Joe Russo
Wow wow wow. Ekspektasi yang tinggi itu tetap terpenuhi. Marvel merayakan 10 tahunnya setelah Iron Man meluluhlantakkan tatanan. Thanos dan jentikannya yang memukau umat manusia. Cahaya mentari yang menyilaukan dan mengejutkan semua penonton. Red code! End Game menanggung beban yang luar biasa berat bulan ini. Salute Russo Brothers! “Your optimism is misplaced, Asgardian.”

Karawang, 310319 – Sherina Munaf – Primadona

Daftar ini sempat mencantumkan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald yang menggantung, The Guerney Literary and Potato Peel Pie Society yang romantis, Dragon Ball: Broly yang menyesakkan, Mission Imposible: Fallout yang seru, Cold War yang mengharu, First Reformed yang puitis, Isle of Dog yang animasi unik, Mary Queen of Scots yang menyakitkan Saoirse Ronanku di ending, dst.

Happy Birthday Winda Luthfi 13 tahun, sayangku, manisku, cintaku.

Iklan

2 thoughts on “The Best Films 2018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s