Terawang Oscar 2019: Asal Bukan AS Roma

Pertama kalinya setelah pengumuman nominasi Oscar, saya tak menulis satu review film pun. Banyak hal berubah, tapi untuk acara pengumuman besok (25/2) saya tak berubah, saya tetap ambil cuti. Tak ada acara ke Jakarta, rencana nonton kembali ke warnet. Dari semua film yang tertera, 15 film selesai dinikmati, berikut cuap-cuap singkatnya.

#1. Black Panther – For Wakanda
Mirip sekali kisahnya dengan Lion King, begitu juga dengan Prince Caspian. Tapi dari sisi sang Raja yang memenangkan takhta bukan sang keponakan yang tersingkir. Memang epic, teriakan ‘For Wakanda…’ tak ubahnya lengkingan pasukan ‘For Aslan…’ kejutan, super hero masuk nominasi best picture.

#2. Bohemian Rhapsody – Somebody to love
Ini tentang sang vokalis Queen, bukan band-nya. Pasang surut ketenaran musisi dan bagaimana sebuah konser amal yang megah menjadi terasa manis sebagai titik balik kebersamaan sekaligus masa-masa jelang akhir.

#3. The Favourite – Komedi istana dan skandalnya
Cerita aneh ketika sang Ratu Inggris dan jajarannya ditampilkan dengan humoris satir. Balap bebek, percintaan tersembunyi sesama jenis dan bagaimana seorang pelayan menjelma menjadi penting. Kakiku sakit dan kamu harus mengurutnya!

#4. Green Book – Road movie of the year
Chemistry sopir dan tuannya yang manis sekali. Musisi jazz berkulit keling dan sopir keturuan Meksiko bersatu dalam film perjalanan konser, saling menjaga saling mengisi. Beruntung bisa menyaksikan di layar lebar. Dari semua kandidat best picture, jelas Green Book secara kepuasan berada di tempat tertinggi.

#5. Roma – Drama Yang Kuat
Pace memang lambat, tapi sabarlah. Mereka sedang menduplikat kehidupan untuk ditempel dalam layar. Tentang Meksiko yang bergolak, sebuah kelurga yang pecah. Dengan sudut pandang pelayan keluarga mereka mengarungi kerasnya kehidupan. Semua tampak natural. Kandidat terkuat pemenang piala tertinggi.

#6. A Star Is Born – Gaga dan kejutan yang tersisa
Lady Gaga debut bintang utama. Konser di bioskop yang sukses besar, piala demi piala dimenangkan seolah transformasi gadis penyanyi kafe menjadi penyanyi top hanyalah sebuah lentingan guyon. Tak semegah yang kuharap. American dream sekali kakak.

#7. Vice – Fakta fakta tersembunyi yang diungkap di balik Perang Irak
Walau tak terlalu mengejutkan juga, bagaimana akhir dari perang Irak pasca tragedi 9/11. Naskah yang disodorkan kuat, dialognya bagus dan acting Bale juara. Bagaimana sang wakil presiden mengambil keputusan penting untuk rakyat banyak, keluarga dan jantungnya.

#8. Avengers: Infinity War – Jentikan Thanos dan efek panjang masa depan umat manusia
Masih sangat segar di ingatan, bagaimana penonton terperangah saat film usia. Benar-benar ngeri men, semua menghela napas kesal. Megah, mewah, luar biasa. Tak sekedar action, film dengan ketelitian cinta para jagoan. Debu-debu intan, dan fan Spidey pun menangis.

#9. Christopher Robin – Pooh Fuuh!
Tapi ceritanya kurang lucu, fuuh. Tema penyelamatan dokumen, kisah kasih kelurga sampai petualangan boneka beruang kuning yang termasyur, fuuh. Fan berat Pooh pun tak bisa terpuaskan.

#10. A Quiet Place – Diam kau atau mati
Film kecil, cast minim, cerita sederhana, budget tak besar tapi menghentak bioskop. Sleeper hit of the year. Bagaimana sekumpulan makhluk pemangsa akan menerkammu bila kamu bersuara. Sssttt….!

#11. Isle of Dogs – Animasi yang tak biasa
Pulau anjing yang terbuang di Jepang. One stop motion. Penyelamatan anjing kesayangan dengan segala ketamakan kuasa. Proses pembuatannya rumit, seharusnya tak tangan hampa.

#12. Can You Forgive Me? – Penulis dan tipuan surat demi bertahan hidup
Chemistry aneh Penulis Lee Israel dan rekannya yang gay. Surat-surat berharga yang dibuat Penulis kenamaan dipalsukan, dijual dan trik menipu yang lucu. Sastra dan kemewahan para kolektor. Sisi hitam bisnis dunia literasi.

#13. Mirai – Masa depan yang ditata
Kartun Jepang memang selalu ada di hati. Tahun ini terwakilkan oleh Mirai yang artinya masa depan. Drama keluarga yang manis. Anjing yang menjelma penolong, dan dunia anak yang penuh imajinasi.

#14. Ralph Breaks the Internet – Cerita dalam jaringam
Sekuel yang mengecewakan. Terkadang memang yang sederhana itu lebih memikat. Game offline yang lucu dan humanis menjelma game online yang serba cepat dan kedodoran. Distribusi data kacau serta Ralph meraksasa, ampun deh.

#15. Cold War – Di Polandia kau istimewa, di sini biasa saja
Musisi Polandia yang terasing, pergi ke Paris dan mencoba menata hidupnya lagi. Jatuh bangun cintanya dengan penyanyi muda membuat intrik kehidupan yang rumit. Perang dingin di negara-negara yang mencoba kembali bangkit pasca Perang Dunia II.

Lima belas film. Ok jadi angka yang mewakili Oscarku tahun ini, sayang juga sih, padahal pengen nebak di bagian suara dan design, yo wes kita putuskan nonton lima belas film, tebak lima belas film. Mari kita tengok penerawanganku.

#1. Visual Effects: Avengers: Infinity War
Yang jelas bukan Christoper Robin. Film semegah Infinity War harus diharga sebuah piala. Dan efek-efek pertarungan para jagoan memang luar biasa tersaji. Snap! Dan kalian tertegun.

#2. Cinematography: Roma
Antara Roma dan The Favourite, tapi saya lebih condong ke Roma. Film hitam putih dengan segala kerapian dan kederhanaannya.

#3. Animated Feature Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse
Saya belum menikmati Incredible. Yang pertama saja biasa, apalagi yang kedua? Tapi jelas, saya tak menjago Ralph atau Mirai. Bisa jadi Isle yang istimewa itu, tapi kok endingnya kurang sreg seolah ada yang kurang. Jadi kini saatnya Sony Animation Berjaya.

#4. Original Score: Isle of Dogs
Antara Black Panther dan Isle of Dogs, tapi karena Isle ada diurutan kedua dalam pelarian animated, maka di kategori inilah akan menyabet piala. Iringan musik dengan drum dan icik-icik-icik itu masih terngiang berhari-hari pasca menontonnya. Kamu menang lagi kawan!

#5. Original Song: Shallow (A Star is Born)
Keunggulan film musikal A Star Is Born ya pamer konser Lady Gaga. Walau saya lebih menikmati I’ll Never Love Again (mampus kau Cooper!), jelas Shallow yang terus nempel di kepala ada di pole position.

#6. Actress in a Supporting Role: Emma Stone (The Favourite)
Jelmaan dari pelayan ketus menjadi tokoh penting, senyum kecutnya, tawa dan kesedihan yang disodorkan kepada sang ratu dan penonton, melengkapi piala Emma.

#7. Actor in a Supporting Role: Mahershala Ali (Green Book)
Sekali lagi Ali menerima piala ini. Musisi handal yang mengalami pelecehan warna kulit. Lihatlah ekspresinya waktu pertama makan KFC. Lucux!

#8. Original Screenplay: Vice
Sekali lagi Adam McKay menerima piala ini. Ada dua bagian yang bagus banget dalam penyampaian cerita. Pertama separuh film kita mendapati sebuah ‘ending’, dalam tanda kutip yang bahagia sebelum mendapat telepon dari Gedung Putih, dan identitas sang narrator yang mengejutkan. Tak serumit Big Short tapi jelas ini punya keunggulan cerita.

#9. Adapted Screenplay: Can You Ever Forgive Me?
Baru nonton dua film, tapi karena saya tak suka gaya sinetron A star, maka saya jagokan Can You Ever Forgive Me? Film tentang penulis yang menipu ini memang lucu, ironis dan yah, kehidupan para pencerita tak seglamor yang kalian sangka. Makanya jangan palsukan buku ya.

#10. Foreign Language Film: Roma (Meksiko)
Baru dua film, Cold War bagus banget. Tapi Roma lebih dramatis lagi. Seolah memang sudah dikunci kategori ini dengan menunjuk Roma masuk nominasi tertinggi.

#11. Production Design: Black Panther
Saya menyakini Black Panther ga akan tangan hampa, dan mereka akan mengambil di hal-hal teknis. Salah satunya bisa jadi di sini atau di Costume design, tapi karena jatah saya satu ya pilih ini saja. Teknologi Wakanda dan bagaimana mencipta sang antagonis menjadi menakjubkan.

#12. Actor in a Leading Role: Rami Malek (Bohemian Rhapsody)
Ini pertarungan dua actor sejatinya: Bale vs Malek. Tranformasi Bale yang ramping, muda penuh gaya, lalu gendut, beruban sampai akhirnya diagnose sakit parah. Bagaimana ia menolak menyesal akan keputusan masa lalu, ini semua demi bangsa dan masa depan Amerika. Sungguh acting jempolan. Namun semua orang sudah terlanjur menunjuk Malek yang tampil menakjubkan menjadi lead vocal Queen.

#13. Actress in a Leading Role: Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?)
Hari ini saya dengar Melissa meraih razzie award. Can You Ever Forgive Me? Ga boleh tangan hampa. Yalitza Aparicio memang acting seadanya, karena ya seadanya. Polos. Ratu Inggris kukira tak mungkin menang kalau sakit kakinya tak kunjung sembuh. Gaga biarlah terus menyanyi. Mari kita ucapkan selama buat Melissa yang sukses menjadi orang kedua yang bisa menyatukan gelar Razzie-Oscar! Lee Israel yang masih tertawa walau divonis bersalah, jegal saja kakak.

#14. Directing: Roma (Alfonso Cuaron)
Kita sampai di dua kategori utama. Beberapa tahun memang beberapa kali rel director dan picture terpeleset, tapi itu jarang-jarang. Tahun ini memang tahunnya Alfonso Cuaron. Masih ingat bagaimana Children of Men yang megah dengan rentetan tembaknya. Potter 3 jelas Potter terbaik. Gravity di luar angkasa yang menakjubkan gagal menyentuh juri Oscar. Rasanya inilah saatnya, film sederhana dengan pilihan dua spectrum warna dan cerita yang menyedihkan berhasil menggapai piala tertinggi buat sang sutradara. Selamat!

#15. Best Picture: Saudara tiri Lazio
Sebenarnya saya jauh lebih terhibur oleh Green Book, mungkin karena nonton di bioskop sendiran dengan kepuasan tawa yang renyah. Sebenarnya saya lebih terpukau sama Black Panther, seru, senang, jumpalitan. Sejatinya saya juga terpesona sama Vice, adegan-adegan para pejabat Amerika yang panik tapi Bale tetap dalam kendali. Sayang, dengan berat hati saya harus akui Roma kali ini unggul. Saya biarkan unggul di film, tapi tidak di Olimpico. Deal?!

Karawang, 240219 – Aretha Franklin – Bill Bailey, Won’t You Please Come Home

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s