Bajak Laut Popcorn – Alexander McCall Smith

“Kita bisa melemparkan sebuah botol yang berisi pesan di dalamnya. Mungkin akan ada seseorang yang menemukan dan mengambilnya, lalu datang menyelamatkan kita.”

Cerita anak-anak memang selalu menyenangkan saat kamu menempatkan diri juga ke posisi sudut pandang anak-anak. Dari Penerbit Buah Hati yang memang melabeli diri sebagai childre’s book, kisahnya jelas sangat ringan, renyah bak popcorn yang meletup riang di lidah dan ternyata asyik jua. Bajak laut, popcorn, petualangan, serta terutama nama duo karakter Hermione dan Lucy. Buku mungil ini jelas nikmat dilahap. Kubaca Januari tahun lalu, dalam sekali duduk di Bus Taka Taman Kota Galuh Mas, Karawang saat menemani Hermione main ayunan, prosotan, bersama segelas es teh dingin dalam udara sore yang sejuk.

Kisahnya imajinaf, bahwa dalam peta Jamaika ada empat titik pulau di sebelah selatannya. Mereka terlalu kecil untuk dinamai, tapi sebenarnya titik-titik ini adalah kepulauan popcorn. Tak ada yang tinggal di sana, kalaupun ada kapal-kapal yang tersesat, terdampar, maka itu hanya sementara, karena kapal penyelamat akan datang dan membawa mereka keluar. Kakek Lucy mengubahnya.

Kakek Lucy melakukan penemuan hebat, menanam jagung (popcorn) di pulau itu dan sukses besar sehingga mereka kini menjadi keluarga petani popcorn. Awalnya nama pulau itu adalah Pulau Besar, Sedang, Kecil dan Mungil. Ini kisah tentang Lucy, saudaranya Sam dan temannya Hermione dalam mengarungi lautan melawan para perompak. Saat musim panen, kapal pengangkut datang. Sang kapten bernama Foster dengan anjing penjaga Biscuit. Sehari setelah kapal bermuatan popcorn diisi mereka berangkat.

Lucy dan Hermione yang bertetangga suka main lampu sorot untuk komunikasi, mereka akan saling kasih kode dari kedua jendela saat malam tiba. Dan esoknya kabar buruk tiba, kapal kapten Foster dirampok bajak laut. Dari sang kapten kita tahu, para bajak laut sungguh lihai. Kejadian pertama ini pastinya bukan pula yang terakhir. Besok mereka akan melakukan pelayaran lagi, kekhawatiran perampokan terulang kini membayangi.

Hermione memiliki ide bagus, mereka akan ikut berlayar esok. Lucy dan Sam juga turut serta, perjalanan beresiko tapi orang tua mereka mengizinkan. Pelayaran dimulai, “Kuharap kita takkan bertemu dengan bajak laut. Aku merasa sedikit ketakutan.” Namun demi keseruan cerita, tentu saja hal itu tak terwujud. Mereka berangkat sore harinya, saat malam menjelang laut begitu tenang, dan mereka berjaga bergantian.

Malam terlangsung damai, tak ada hal-hal yang mencurigakan terjadi.
Setelah sarapan mereka berpapasan dengan kapal pengangkut pisang dari Florida menuju Kepulauan Cayman. Kirain akan ada hal penting terjadi dengan kapal lain ini, ternyata bukan cuma selingan. Yang ditakutkan terjadi setelah siang harinya, ada kapal dari samping yang dicurigai kapal bajak laut. Dan benar saja mereka mendekat, rencana pun dijalankan. Anak-anak serta Biscuit lalu masuk ke dalam karung, untuk diam. Sang Kapten menyambut para perampok. Bajak laut itu bernama Bert dan Stinger. Saat penggeledahan, karung-karung yang bermula disampaikan kosong, mereka percaya sampai akhirnya Biscuit menggonggong. Mereka kini menjadi tawanan, Kapten Foster diikat dan kapal kembali melaju.

Mereka mempekerjakan Hermione dan Lucy di dapur menjadi asisten Miss Bert, Sam menjadi petugas galangan kapal, memanjat tiang, menjadi petugas cleaning sampai menjaga arah layar. Empat bajak laut lainnya kini kerjanya malas-malasan: Charlie, Bill, Ed dan Tommy. Jangan berharap ketegangan disampaikan, walau kini mereka jadi tawanan tapi kisah disampaikan dengan jenaka. Bagaimana Sam mengelabuhi para perampok dengan adanya kapal yang mendekat, tapi nyataya tak ada.

Rencana sesungguhnyapun dijalankan. Lucy yang tahu para penjahat itu malas dan serakah, memberi usul agar besok siang mereka memasak pocorn dan dengan tanpa curiga mereka setuju. Besok paginya kompor ditaruh di tengah dapur, berkarung-karung bahan disiapkan. Setelah minyak dipanaskan, popcorn-pun ditaruh. Tepat tengah hari, butiran popcorn-pun mulai melakukan tugasnya. Awalnya sedikit yang mengembang, menjalar dan kemudian ‘pop’ banjir popcorn terjadi. Begitu banyak popcorn yang mengembang, meletup, meledak bagiakan ratusan kembang api kecil, hingga luber ke tepian bak mandi aluminium sampai memenuhi kapal! Para bajak laut tertawa, dapur penuh popcorn, tapi saat akhirnya membludak, meluber hingga melewati batas, mereka terjebak dalam kepungan makanan! Lalu dengan mudahnya penjahat ini balik ditangkap.

Selesai.

Sederhana sekali bukan? Ya. Petualangan anak-anak melawan bajak laut, menang dan mereka kembali. Kapal bajak laut, menjadi milik para penyelamat. Para perompak, dipenjara lalu tobat. Menjalani hidup lurus, dan kisah ini ditutup dengan kejadian biasa. Segalanya kembali normal di pulau popcorn. Oh indahnya hidup. Semua penuh hati yang baik, masyarakat pemaaf dan damailah dunia.

Alexander McCall Smith lahir di Zimbabwe pada tanggal 24 Agustus 1948. Penulis cerita anak yang produktif, sudah mencipta lebih dari 50 buku termasuk serial Ladies Detective agency yang laris di banyak Negara. Tahun 2004, Alexander McCall Smith meraih British Book Awards dan Bestseller Association Author. Alexander McCall Smith tinggal di Inggris bersama istri, memiliki dua anak bernama Lucy dan Emily. Beliau ternyata juga seorang musisi pemain bass yang tergabung dalam RTO ( Really Terrible Orchestra).

Bajak Laut Popcorn adalah serial buku anak, kisah lainnya juga sudah diterjemahkan Lentera Hati. Buku anak-anak, dibaca orang dewasa yang cocoknya memang untuk didongengkan kepada anak-anak. Sepakat.

Bajak Laut Popcorn | By Alexander McCall Smith | Diterjemahkan dari The Popcorm Pirates | Copyright 1991 | Penerbit Buah Hati | imprint dari Penerbit Lentera Hati | Penerjemah Harisa Permatasari | Penyunting Herlina Sitorus | Penata letak Lulu Triardhian Helmy | Desain kover Farid Noor Fadillah | Ilustrasi isi Farid Noor Fadillah | Cetakan pertama, April 2010 | ISBN 978-979-18832-8-3 | 140 hlm.; 19 cm | Skor: 3/5

Karawang, 250219 – Helen Merril – Baby Ain’t I Good To You

Oscar Day 2019 – Thx to Bustaka Taman Kota Galuh Mas

Iklan

Terawang Oscar 2019: Asal Bukan AS Roma

Pertama kalinya setelah pengumuman nominasi Oscar, saya tak menulis satu review film pun. Banyak hal berubah, tapi untuk acara pengumuman besok (25/2) saya tak berubah, saya tetap ambil cuti. Tak ada acara ke Jakarta, rencana nonton kembali ke warnet. Dari semua film yang tertera, 15 film selesai dinikmati, berikut cuap-cuap singkatnya.

#1. Black Panther – For Wakanda
Mirip sekali kisahnya dengan Lion King, begitu juga dengan Prince Caspian. Tapi dari sisi sang Raja yang memenangkan takhta bukan sang keponakan yang tersingkir. Memang epic, teriakan ‘For Wakanda…’ tak ubahnya lengkingan pasukan ‘For Aslan…’ kejutan, super hero masuk nominasi best picture.

#2. Bohemian Rhapsody – Somebody to love
Ini tentang sang vokalis Queen, bukan band-nya. Pasang surut ketenaran musisi dan bagaimana sebuah konser amal yang megah menjadi terasa manis sebagai titik balik kebersamaan sekaligus masa-masa jelang akhir.

#3. The Favourite – Komedi istana dan skandalnya
Cerita aneh ketika sang Ratu Inggris dan jajarannya ditampilkan dengan humoris satir. Balap bebek, percintaan tersembunyi sesama jenis dan bagaimana seorang pelayan menjelma menjadi penting. Kakiku sakit dan kamu harus mengurutnya!

#4. Green Book – Road movie of the year
Chemistry sopir dan tuannya yang manis sekali. Musisi jazz berkulit keling dan sopir keturuan Meksiko bersatu dalam film perjalanan konser, saling menjaga saling mengisi. Beruntung bisa menyaksikan di layar lebar. Dari semua kandidat best picture, jelas Green Book secara kepuasan berada di tempat tertinggi.

#5. Roma – Drama Yang Kuat
Pace memang lambat, tapi sabarlah. Mereka sedang menduplikat kehidupan untuk ditempel dalam layar. Tentang Meksiko yang bergolak, sebuah kelurga yang pecah. Dengan sudut pandang pelayan keluarga mereka mengarungi kerasnya kehidupan. Semua tampak natural. Kandidat terkuat pemenang piala tertinggi.

#6. A Star Is Born – Gaga dan kejutan yang tersisa
Lady Gaga debut bintang utama. Konser di bioskop yang sukses besar, piala demi piala dimenangkan seolah transformasi gadis penyanyi kafe menjadi penyanyi top hanyalah sebuah lentingan guyon. Tak semegah yang kuharap. American dream sekali kakak.

#7. Vice – Fakta fakta tersembunyi yang diungkap di balik Perang Irak
Walau tak terlalu mengejutkan juga, bagaimana akhir dari perang Irak pasca tragedi 9/11. Naskah yang disodorkan kuat, dialognya bagus dan acting Bale juara. Bagaimana sang wakil presiden mengambil keputusan penting untuk rakyat banyak, keluarga dan jantungnya.

#8. Avengers: Infinity War – Jentikan Thanos dan efek panjang masa depan umat manusia
Masih sangat segar di ingatan, bagaimana penonton terperangah saat film usia. Benar-benar ngeri men, semua menghela napas kesal. Megah, mewah, luar biasa. Tak sekedar action, film dengan ketelitian cinta para jagoan. Debu-debu intan, dan fan Spidey pun menangis.

#9. Christopher Robin – Pooh Fuuh!
Tapi ceritanya kurang lucu, fuuh. Tema penyelamatan dokumen, kisah kasih kelurga sampai petualangan boneka beruang kuning yang termasyur, fuuh. Fan berat Pooh pun tak bisa terpuaskan.

#10. A Quiet Place – Diam kau atau mati
Film kecil, cast minim, cerita sederhana, budget tak besar tapi menghentak bioskop. Sleeper hit of the year. Bagaimana sekumpulan makhluk pemangsa akan menerkammu bila kamu bersuara. Sssttt….!

#11. Isle of Dogs – Animasi yang tak biasa
Pulau anjing yang terbuang di Jepang. One stop motion. Penyelamatan anjing kesayangan dengan segala ketamakan kuasa. Proses pembuatannya rumit, seharusnya tak tangan hampa.

#12. Can You Forgive Me? – Penulis dan tipuan surat demi bertahan hidup
Chemistry aneh Penulis Lee Israel dan rekannya yang gay. Surat-surat berharga yang dibuat Penulis kenamaan dipalsukan, dijual dan trik menipu yang lucu. Sastra dan kemewahan para kolektor. Sisi hitam bisnis dunia literasi.

#13. Mirai – Masa depan yang ditata
Kartun Jepang memang selalu ada di hati. Tahun ini terwakilkan oleh Mirai yang artinya masa depan. Drama keluarga yang manis. Anjing yang menjelma penolong, dan dunia anak yang penuh imajinasi.

#14. Ralph Breaks the Internet – Cerita dalam jaringam
Sekuel yang mengecewakan. Terkadang memang yang sederhana itu lebih memikat. Game offline yang lucu dan humanis menjelma game online yang serba cepat dan kedodoran. Distribusi data kacau serta Ralph meraksasa, ampun deh.

#15. Cold War – Di Polandia kau istimewa, di sini biasa saja
Musisi Polandia yang terasing, pergi ke Paris dan mencoba menata hidupnya lagi. Jatuh bangun cintanya dengan penyanyi muda membuat intrik kehidupan yang rumit. Perang dingin di negara-negara yang mencoba kembali bangkit pasca Perang Dunia II.

Lima belas film. Ok jadi angka yang mewakili Oscarku tahun ini, sayang juga sih, padahal pengen nebak di bagian suara dan design, yo wes kita putuskan nonton lima belas film, tebak lima belas film. Mari kita tengok penerawanganku.

#1. Visual Effects: Avengers: Infinity War
Yang jelas bukan Christoper Robin. Film semegah Infinity War harus diharga sebuah piala. Dan efek-efek pertarungan para jagoan memang luar biasa tersaji. Snap! Dan kalian tertegun.

#2. Cinematography: Roma
Antara Roma dan The Favourite, tapi saya lebih condong ke Roma. Film hitam putih dengan segala kerapian dan kederhanaannya.

#3. Animated Feature Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse
Saya belum menikmati Incredible. Yang pertama saja biasa, apalagi yang kedua? Tapi jelas, saya tak menjago Ralph atau Mirai. Bisa jadi Isle yang istimewa itu, tapi kok endingnya kurang sreg seolah ada yang kurang. Jadi kini saatnya Sony Animation Berjaya.

#4. Original Score: Isle of Dogs
Antara Black Panther dan Isle of Dogs, tapi karena Isle ada diurutan kedua dalam pelarian animated, maka di kategori inilah akan menyabet piala. Iringan musik dengan drum dan icik-icik-icik itu masih terngiang berhari-hari pasca menontonnya. Kamu menang lagi kawan!

#5. Original Song: Shallow (A Star is Born)
Keunggulan film musikal A Star Is Born ya pamer konser Lady Gaga. Walau saya lebih menikmati I’ll Never Love Again (mampus kau Cooper!), jelas Shallow yang terus nempel di kepala ada di pole position.

#6. Actress in a Supporting Role: Emma Stone (The Favourite)
Jelmaan dari pelayan ketus menjadi tokoh penting, senyum kecutnya, tawa dan kesedihan yang disodorkan kepada sang ratu dan penonton, melengkapi piala Emma.

#7. Actor in a Supporting Role: Mahershala Ali (Green Book)
Sekali lagi Ali menerima piala ini. Musisi handal yang mengalami pelecehan warna kulit. Lihatlah ekspresinya waktu pertama makan KFC. Lucux!

#8. Original Screenplay: Vice
Sekali lagi Adam McKay menerima piala ini. Ada dua bagian yang bagus banget dalam penyampaian cerita. Pertama separuh film kita mendapati sebuah ‘ending’, dalam tanda kutip yang bahagia sebelum mendapat telepon dari Gedung Putih, dan identitas sang narrator yang mengejutkan. Tak serumit Big Short tapi jelas ini punya keunggulan cerita.

#9. Adapted Screenplay: Can You Ever Forgive Me?
Baru nonton dua film, tapi karena saya tak suka gaya sinetron A star, maka saya jagokan Can You Ever Forgive Me? Film tentang penulis yang menipu ini memang lucu, ironis dan yah, kehidupan para pencerita tak seglamor yang kalian sangka. Makanya jangan palsukan buku ya.

#10. Foreign Language Film: Roma (Meksiko)
Baru dua film, Cold War bagus banget. Tapi Roma lebih dramatis lagi. Seolah memang sudah dikunci kategori ini dengan menunjuk Roma masuk nominasi tertinggi.

#11. Production Design: Black Panther
Saya menyakini Black Panther ga akan tangan hampa, dan mereka akan mengambil di hal-hal teknis. Salah satunya bisa jadi di sini atau di Costume design, tapi karena jatah saya satu ya pilih ini saja. Teknologi Wakanda dan bagaimana mencipta sang antagonis menjadi menakjubkan.

#12. Actor in a Leading Role: Rami Malek (Bohemian Rhapsody)
Ini pertarungan dua actor sejatinya: Bale vs Malek. Tranformasi Bale yang ramping, muda penuh gaya, lalu gendut, beruban sampai akhirnya diagnose sakit parah. Bagaimana ia menolak menyesal akan keputusan masa lalu, ini semua demi bangsa dan masa depan Amerika. Sungguh acting jempolan. Namun semua orang sudah terlanjur menunjuk Malek yang tampil menakjubkan menjadi lead vocal Queen.

#13. Actress in a Leading Role: Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?)
Hari ini saya dengar Melissa meraih razzie award. Can You Ever Forgive Me? Ga boleh tangan hampa. Yalitza Aparicio memang acting seadanya, karena ya seadanya. Polos. Ratu Inggris kukira tak mungkin menang kalau sakit kakinya tak kunjung sembuh. Gaga biarlah terus menyanyi. Mari kita ucapkan selama buat Melissa yang sukses menjadi orang kedua yang bisa menyatukan gelar Razzie-Oscar! Lee Israel yang masih tertawa walau divonis bersalah, jegal saja kakak.

#14. Directing: Roma (Alfonso Cuaron)
Kita sampai di dua kategori utama. Beberapa tahun memang beberapa kali rel director dan picture terpeleset, tapi itu jarang-jarang. Tahun ini memang tahunnya Alfonso Cuaron. Masih ingat bagaimana Children of Men yang megah dengan rentetan tembaknya. Potter 3 jelas Potter terbaik. Gravity di luar angkasa yang menakjubkan gagal menyentuh juri Oscar. Rasanya inilah saatnya, film sederhana dengan pilihan dua spectrum warna dan cerita yang menyedihkan berhasil menggapai piala tertinggi buat sang sutradara. Selamat!

#15. Best Picture: Saudara tiri Lazio
Sebenarnya saya jauh lebih terhibur oleh Green Book, mungkin karena nonton di bioskop sendiran dengan kepuasan tawa yang renyah. Sebenarnya saya lebih terpukau sama Black Panther, seru, senang, jumpalitan. Sejatinya saya juga terpesona sama Vice, adegan-adegan para pejabat Amerika yang panik tapi Bale tetap dalam kendali. Sayang, dengan berat hati saya harus akui Roma kali ini unggul. Saya biarkan unggul di film, tapi tidak di Olimpico. Deal?!

Karawang, 240219 – Aretha Franklin – Bill Bailey, Won’t You Please Come Home