Buku Yang Saya Baca 2018

Tahun yang sibuk, sebenarnya sebelumnya juga baca banyak sih tapi ga kuhitung. Baru tahun 2018 saya coba hitung, karena baru punya HP Ok dan instagram yang mulai aktif, jadi catatan ini saya ambil dari ig: lazione.budy sebagian sudah ulas di blog ini, sebagian besar lagi masih menunggu antrian. Sudah kususun pula Best 14 nya. Berikut buku yang kutuntaskan baca tahun lalu:

32 buku yang kubaca Januari ada di sini.

#33. The Last Song – Nicholas Spark
Cerita cinta yang mudah sekali ditebak. Kisah cinta putri sulung kepada ayahnya dan persembahan ‘Lagu Terakhir’ yang dicipta. “Karena kau hanya menyinggungnya sambil lalu selama beberapa minggu terakhir dank au tak pernah ngobrol dengannya di telepon, tidak sulit mengambil keputusan ada sesuatu yang terjadi.”

#34. Ratu Sekop – Iksaka Banu
Kumpulan cerpen yang absurd. Penyuka seni, sad ending, menyisakan tanya dan pilihan judul yang unik. Twist!

#35. Pesta Remeh Temeh – Milan Kundera
“Keremehtemehan kawanku, adalah esensi dari eksistensi. Semua itu ada di sekitar kita. Dan di mana-mana serta senantiasa. Anak-anak tertawa tanpa tahu sebabnya, bukankah itu indah?” Kehebatan buku ini terletak pada penempatan kata-kata yang pas, membawakan kisah tanpa tergesa dan hal-hal kecil remeh temeh dijadikan lelucon seru.

#36. Kelir Slindet – Kedung Darma Romansha
Baru tahu arti telebuk dari sini. Campuran kearifan lokal Indramayu dari dangdut, kasidah, miras sampai pelacuran. Gelar haji yang terbeli dan seabreg hal-hal klenik. Liar, dendam dan saling tempar teluh.

#37. Three Sisters – Anton Chekov
“Jadi menurut Anda, bahkan hanya memimpikan kebahagiaan saja itu tidak ada gunanya? Bagaimana kalau aku sekarang sedang bahagia?” Penikmat teater wajib baca, penikmat fiksi pasti suka detail-detail seperti ini. Jadi seberapa pelik permasalahan tiga saudari Olga, Marsha dan Irina?

#38. Potret Diri – Atasi Amin
Kumpulan puisi yang menyasar berbagai tema, dari potret diri akan kenarsisan sang penyair “… mari bersama atasi. Amin” sampai beragam tema dari hal sepelemacam kegiatan cacing, suara suara sampai narasi aneh Punokawan.

#39. Kealpaan – Milan Kundera
“Prediksi hanyalah satu dari sekian kepastian yang ditangguhkan kepada umat manusia.” Dua karakter emigrant yang terasing, Irena ke Prancis, Joseph ke Denmark lalu keduanya mudik ke Ceko tahun 1989 dan bagaimana mereka mengenang hal-hal yang sudah disapu waktu.

#40. Kaas – Willem Elsschot
Awalnya kukira bakalan klise tentang motivasi pekerja yang resign untuk memulai usaha keju, tapi ternyata enggak sehampar yang kusangka. “Maka kulakukan hal itu seperti orang sakit yang diam-diam ke dukun, tanpa sepengetahuan dokter.”

#41. Smokol – Cerpen Kompas Pilihan 2008
Tumben yang njelimet kisahnya yang dipilih hanya sebagian kecil. Biasanya cerpen Kompas butuh telaah lebih. Untuk cerpen yang terpilih sebagai judul, Smokol adalah pesta makan absurd yang ironi.

#42. Klop – Putu Wijaya
Kumpulan cerpen yang masuk kandidat Kusala Sastra, sayangnya pengalaman pertamaku dengan sang sastrawan senior ini berakhir biasa sekali. Sebagian besar klise, kritik Pemerintah yang ambigu, tak banyak kejutan. “Aku jadi takut berharap, aku jadi takut merasa senang, aku jadi tak berani melakukan perubahan. Karena kau tahu semua sudah diterapkan.”

#43. Laut Bercerita – Leila S Chudori
Maaf ya, dengan menyebut Pramoedya, Gabo, The Beatles sampai Tan Malaka tak otomatis keren. Cerita yang utama, harus tetap kuat dan membuat pembaca tetap semangat. Sayang sekali buku pertama Leila yang kubaca berakhir membosankan. Drama penculikan 1998 terpendam, ekspektasiku ketinggian.

#44. Jatuh 7 Kali Bangkit 8 Kali – G. Sunarto & J. Sumardianta
Buku yang penuh kutipan cerita, tapi setelah menelusur kisah using kita dipertemukan cerita pengalaman pribadi yang laik dinikmati. John C. Maxwell mempelajari proses seseorang menjadi pemimpin: 5% akibat krisis, 10% dari karunia alam, dan 85% karena pengaruh pemimpin sebelumnya.

#45. Never Let Me Go – Kazuo Ishiguro
Luar biasa, buku perenungan kelas satu. Manusia sudah bisa dikloning, organ didonorkan, dengan sudut pandang Kathy sang perawat kita diajak berpetualang dalam cinta, persahabatan, eksistensi manusia yang emosional.

#46. The English Patient – Michael Ondaatje
Novel yang butuh kesabaran tingkat tinggi. Semua rumit: alur, karakter, pembawaan cerita, konflik. “Beri aku sebuah peta dan aku akan membangun sebuah kota untukmu. Bari aku sebatang pensil dan aku akan menggambar sebuah kamar untukmu di Kairo Selatan, bagan gurun di tembok, selalu ada gurun di tengah kami.”

#47. Semusim dan Semusim Lagi – Andina Dwifatma
Premis bagus hanya di tengah, bagian awal mengingatkanku pada The Last Song-nya Nicholas Spark, di tengah sok filsafat dengan mengutip banyak Penulis Besar tapi langsung terperangah saat ada ikan koki yang ngajak bicara, jelang akhir langsung kedodoran, drop. “Atas nama demokrasi, pura-puranya setiap orang dapat bebas mengemukakan gagasan. Tapi jika gagasanmu tak sesuai harapan orang maka kau bersalah.”

#48. My Irresistible Earl – Gaelen Foley
Di abad 19 Prancis sedang bermusuhan dengan Inggris dengan menyusupkan mata-mata untuk saling merongsong pemimpin lawan. Ada adegan bagus saat adu strategi hingga sang agen rahasia tewas, sayangnya novel ini lebih ke kisah cinta ala Harlequin. Cinta pertama Jordan kepada Mara yang mudah ditebak. “Kau adalah malaikat kiriman Tuhan untukku.”

#49. Gempa Waktu – Kurt Vennegut
Mopery! “Ilmu pengetahuan tak pernah membahagiakan siapa pun. Kebenaran tentang situasi manusia terlampau mengerikan.” Mari kita mundur sepuluh tahun ke 1991.

#50. Anna Karerina – Leo Tolstoy
Kejamnya cinta. Saya malah tak setuju dengan pendapat, “Cinta tak selalu membutuhkan pertanyaan mengapa.” Apalagi statusnya adalah seorang istri yang terikat janji suci pernikahan dengan suami penyayang dan ideal. Ini adalah cetakan Gradien Mediatama, versi yang dipadatkan.

#51. Trilogi Insiden – Seno Gumira Ajidarma | 1 | 2 | 3
Kumpulan cerpen, novel dan kumpualn esai. Bagaimana SGA menentang Orde Baru terkait insiden di Timor Timur. Tahun 1990an sebuah era peralihan.

#52. Perawan Remaja Dalam Cengkraman Militer – Pramoedya Ananta Toer
Buku ini kubeli dan baca karena efek buku Trilogi Insiden, di bagian akhir disinggung kisah Perawan Remaja ini. Sayangnya kisah yang disajikan sebagian bukan karya asli Pram tapi saduran, kutipan dari wawancara atau perjalan hidup orang lain dalam telusur di Pulau Buru. Kejahatan perang saat Jepang menginvasi Indonesia.

#53. Mary Poppins Is Back – P. L . Travers
Sekuel Mary Poppins yang fenomenal. Sayangnya nyaris semua adalah pengulangan, kayak pertama kita makan es cream, rasanya sungguh lezat, kedua kalinya biasa. Formula sang nany mengasuh anak-anak keluarga Banks.

#54. A Mercy – Toni Morison
Buku pertama Penulis Amerika yang menyabet Nobel Sastra yang kubaca. Narasinya juara, tentang perbudakan Negeri Paman Sam tahun 1690an. Arti kesepian dan esensi bertahan hidup.

#55. Siddharta – Hermann Hesse
Buku yang mengulas beliau sebelum jadi Gautama. Terkejut juga apa yang disampaikan, tema perjalanan reliji yang berliku. Bab terakhir terkait pemaknaan hidup yang luar biasa.

#56. Panggilan Telepon – Roberto Balano
Pengalaman kreatifitas sang Penulis dari Cili ke Meksiko. Kumpulan cerpen yang anehnya ketika karakter Roberto Balano pakai nama B dan pasangan atau orang lain dengan inisial X.

#57. Sahabat Sejatiku – Farras Salsabila
Kisah nyata anak SD yang penuh gaya, persahabatan yang diuji dan bukti siapa yang ada di samping kalian saat kalian terjatuh. Lupakan konflik, cerita ini hanya cocok untuk generasi pelajar.

#58. Dover – Gustaaf Peek
Tentang pencarian suaka. Dari Negara-negara Non Barat menuju Prancis, Inggris dan Belanda. Salah satunya adalah warga Indonesia yang terusir akibat tragedi 1998.

#59. Hear The Wind Song – Haruki Murakami
“Dua hal yang seharusnya tidak ada dalam cerita adalah kematian dna hubungan seks sebab cepat atau lambat orang akan mati dan pria akan tidur dengan wanita. Tidak ada kegunaan menulis sesuatu yang niscaya.” – Nezumi

#60. Memorizing Like An Elephant – Yudi Lesmana
Untuk jadi pengingat yang kuat poinnya satu, berlatih, berlatih dan berlatih. Semua teori yang disampaikan hanya sarana. Mengimajinasikan dalam kata dan gambar hanya langkah satu dari banyak cara. Tetap latihan yang utama karena segala yang berulang pastinya akan nempel dalam kepala.

#61. Kura-Kura Berjanggut – Azhari Aiyup
The Chronicles of Bandar Lamuri. Buku panduan membunuh sang Sultan Nuruddin, anak haram penguasa Durud Dunya. Pertikaian perebutan kekuasaan di ujung Barat Indonesia.

#62. The Cave of Time – Edward Packard
“Pilih sendiri petualanganmu.” Kisah yang tentu saja memainkan waktu, pembaca diberi pilihan masuk ke halaman mana yang dipilih, dan berputar-putar hingga Pembaca berhasil menyentuh garis finish.

#63. Kambing dan Hujan – Mahfud Ikhwan
Gumuk Genjik menjadi saksi persahabatan dua manusia aliran Muhammadyah dan NU semasa remaja, perseteruan merebak dengan banyak unsur hingga kedua anak mereka saling mencinta. Apakah egoistis masih tinggi atau melupa gengsi demi kenangan masa lalu?

#64. Mobil Bekas Dan Kisah – Bernard Batubara
Menjadikan mobil jip sebagai saksi orang-orang sekeliling. Kumpulan cerpen dengan tema variatif. Bagus juga ide sebuah jip menonton diam atas tingkah polah manusia.

#65. The Strain – Guillermo Del Toro & Chuck Hogan
Cerita mayat hidup dengan aturan yang aneh. 1/3 pertama sungguh menjanjikan, pesawat mendarat di bandara JFK hanya menyisakan empat penumpang yang hidup. Taka da tetoris, taka da wabah, taka da pathogen atau virus. Boleh saja kita buat permasalahan yang bombastis, tapi penyelesaian juga harus bombastis bukan antiklimak gini.

#66. Misteri Dian Yang Padam – S Mara GD
Pembunuhan Dian yang diperumit. Pemudi bermasa depan cerah, siapa yang membunuh? Kekasih, mantan kekasih, mantan tunangan kekasih yang marah? Atau tangan lain yang ingin dian itu padam? Kisah Detektif Indonesia zaman dulu yang asyik diikuti.

#67. Seruni Merah Jambu – Pearl S. Buck
Buku dari Penulis The Good Earth, dengan setting Perang Dunia Kedua dan setelahnya Jepang dalam masa transisi setelah luluh lantak. Pemuda Amerika yang jatuh hati dengan gadis Jepang, pertentangan dan segala upaya tak mempersatu dicoba tapi kekuatan cinta mengalahkan segalanya. Jiah, klise ya? Tunggu dulu, ini buku dari Pemenang Nobel Sastra, jelas ada yang sitimewa.

#68. Bidadari Yang Mengembara – AS Laksana
Banyak kiasan, banyak hal mirip dengan kumpulan cerpen Murjangkung. Nama-nama karakterpun sama, Alit dan Seto seolah adalah nama favorit. “Ayah terus menerus mengingatkan aku agar jangan pernah mengumpat dan menyesali nasib, bahkan untuk nasib yang paling buruk sekalipun.”

#69. Sine Qua Non – Marga T
Dancing with the holy spirit. Kumpulan cerpen, Penulis roman legendaris Indonesia dari tahun 1964-5014. Rentang waktu yang lama, cerita-cerita yang dihimpun dari media massa. Perayaan 50 tahun yang mulia. Hebatnya, seluruh royalty buku ini disumbangkan ke Yayasan Nusa Membaca.

#70. Timeline – Michael Crichton
Petualangan Marek, Kate dan Chris, mahasiswa 1990an yang dikirim ke abad 14 untuk menyelamatkan professor. “Kita semua diatur oleh masa lalu, meskipun kita tidak ada yang memahami masa lalu. Tidak ada yang mengenali kekuatan masa lalu. Kalau dipikirkan kembali, masa lalu lebih penting dari masa depan.”

#71. Harimau Harimau – Mochtar Lubis
Para pencari damar di hutan yang diteror harimau lapar. Ketika salah seorang tewas dan mereka terancam, mereka dipaksa mengakui dosa-dosa masa lalu.

#72. The Spirit Of Loving – Emily Hipburn Sell
Kumpulan kutipan saja, ga ada apapun. Buku terburuk tahun 2018, sungguh keterlaluan ada buku berisi hanya kutipan, seolah ini makalah mahasiswa tingkat awal.

#73. Manifesto Flora – Cyntha Hariadi
Kisah-kisah tak lazim yang ada di sekeliling kita. Kegetiran hidup dan segala janji demi masa depan.

#74. Catatan Adam Hawa – Mark Twain
Kehidupan mula manusia yang diturunkan ke bumi dan kisah-kisah lainnya khas Twain.

#75. Muslihat Musang Emas – Yusi Avianto Pareanom
Kumpulan cerpen yang bagus sekali. Kafe menjadi tempat pemulaan cerita, masyarakat urban yang mencipta keanehannya sendiri.

#76. Rose Madder – Stephen King
Cerita berliku seorang istri yang kabur dari suaminya. Lukisan hidup yang menjadi sandaran dan tempat pelarian.

#77. Bartleby, Si Juru Tulis – Herman Maville
Satu cerpen dalam satu buku? Terlalu, sekedar lumayan bagus. Dunia saham di abad 19.

#78. Gentayangan – Intan Paramaditha
Sepatu merah yang melalangbuana, pilih sendiri petualanganmu. Seorang gadis yang mengikat diri dengan iblis demi perjalanan dunia.

#79. Tiba Sebelum Berangkat – Faisal Oddang
Bagian tengah, saat arti Tiba Sebelum Berangkat adalah bagian menakjubkannya. Bagaimana manusia istimewa bisa melihat masa depan dan mengaplikasikannya sama.

#80. Sai Rai – Dicky Senda
Kumpulan cerpen dari Indonesia Timur, bahasanya rumit dan bagus. Temanya juga nyeleneh.

#81. Gerimis Di Kuta – Wendoko
Kumpualn cerpen cinta dengan memainkan kata berlebih: gerimis, senja, pantai, Bali. Otomatis romantis.

#82. Ibu Susu – Rio Johan
Pemenang Kusala Sastra tahun ini kategori karya pertama atau kedua yang sungguh mengecewakan. Terlalu berkutat dalam pencarian ibu susu, sungguh monoton.

#83. Sang Raja – Iksaka Banu
Sejarah rokok Indonesia. Mendalami perjuangan hidup penguasaha di era colonial.

#84. Buku Panduan Matematika Terapan – Triskaidekaman
Kerumitan matematika yang diterapkan dalam kehidupan, dengan sudut pandang dua remaja menjelajah dunia.

#85. Biografi Jack Ma – Chen Wei

Cerita yang disajikan kebanyakan masa setelah sukses, kurang dalam karena sang asisten memang dulu adalah muridnya. Tak mendalam mengenai perjuangan sang Godfather.

#86. 1Q84 Book 1 – Haruki Murakami
Fantasi dunia pararel tahun 1984. Dengan dua karakter saling silang. Novel filosofis, membunuh demi keadilan? Mengedit dan menulis ulang naskah untuk sebuah prestis?

#87. Matinya Seorang Penulis Besar – Mario Vargas Llosa
Kumpulan esai yang fantastis. Seluk beluk proses kreatif sang Penulis mencipta karya dan bagaimana Llosa melihat dunia literasi.

#88. Gadis Pantai – Pramoedya Ananta Toer
Novel yang melawan kemapanan di era kolonial. Gadis pantai dan masyarakat yang ‘kalah’ dalam mengarungi kehidupan melawan kuasa.

#89. Pulang – Leila S Chudori
Mengejutkan. Bagaimana bisa kisah biasa gini menang Kusala Sastra kategori prosa? Tentang orang-orang terbuang, Indonesia tahun 1965 dan orang-orang kiri harus tersingkir. Dengan judul Pulang kita pasti tahu mereka akan kembali-kan?!

#90. The Trial – Franz Kafka
Inilah buku terbaik tahun 2018. Joseph K yang diadili atas kejahatan yang jelas. Karena merasa tak bersalah, menjalani sidang dengan pede-nya, hingga fakta demi fakta terungkap, bagaimana sidang pengadilan seolah sandiwara radio.

#91. For One More Day – Mitch Albom
Cerita yang biasa banget, lama-lama membosankan membaca Labom, malah jatuhnya kayak
Tere Liye yang mencoba membuat petuah, tapi flop.

#92. Pedro Paramo – Juan Rulfo
Satu-satunya novel karya Juan Rulfo. Bahasa tingkat tinggi, butuh pemahaman lebih. Harus baca untuk ‘dong’ di beberapa poin.

#93. Mycroft Holmes – Kareem Abdul Jabeer & Anna Water
Kisah saudara Sherlock Holmes, sang detektif. Asal mula bagaimana sang kakak masuk dalam lingkaran istana. Merentang jauh ke Trinidad dalam pengungkapan kasus pembunuhan anak-anak di pantai.

#94. Fathers And Sons – Ivan Turgenev
Perjalanan hidup manusia atas kebanggaan kasta. Rusia yang berwibawa dan tanggung jawab moral. Ah hubungan erat ayah-anak yang sungguh menyentuh. Ah cinta…

#95. Cerita Cinta Tanpa Cinta – Rayya Indira Dkk.
10 cerpen yang mengaduk emosi. Tak kusangka melebihi ekspektasi, Rayya Indira dkk membuat cerita tanpa satu kata cinta pun di dalamnya. Cinta di sekeliling kita.

#96. Ford County – John Grisham
Grishman sejauh ini selalu memuaskan. Cerita khas berkutat mengenai pengadilan, dan kumpulan cerita pendek yang tak pendek ini sungguh bervitamin.

#97. Kisah Dalam Satu Malam – Kumpulan Cerpen Penulis Dunia
Kumpulan cerpen dari orang-orang termasyur. Karya-karya besar yang dicetak penerbit kecil.

#98. 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia – Michael H. Hart
100 orang hebat disusun dan dirangking, sungguh buku kaya nutrisi. Kita tinggal menikmati rangkuman jasa dan ‘jasa’ orang-orang terdahulu yang legendaris.

#99. American Gods – Neil Gaiman
Kisah Dewa-dewa Amerika yang galau, dengan gabungan mitos dan legenda mereka jelang perang besar, akankah bisa dicegah?

#100. Sihir Perempuan – Intan Paramaditha
Buku keseratus adalah Sihir Perempuan. Dimulai baca di Rawa Monyet, Karawang dan bagaimana cerita hantu tak melulu soal setan gentayangan.

#101. The Art of Giving F*ck – Mark Manson
Book of the year versi para penjual buku tentunya, cetak ulang berulang kali, nangkring di banyak toko buku. Buku motivasi dari seorang blogger. Bodo amat…

#102. Lelaki Tua Yang Membaca Kisah Cinta – Luis Sepulveda
Novelet dari Penulis Cili yang mengingatkanku pada Harimau Harimau-nya Mochtar Lubis. Bagaimana seorang tua yang mencoba menikmati buku kisah cinta mencoba adaptasi dengan lingkungan hutan baru dirambah.

#103. Matinya Burung-Burung – Fiksi Mini Penulis Amerika Latin
Ternyata tulisan satu dua paragraph bisa disebut karya. Benar-benar simpel, genre fiksi mini yang mendua. Yang paling bagus adalah cerita pesawat jatuh, bagaimana dua penumpang berdialog.

#104. Mata Malam – Han Kang
Tuhan akan memaafkan dosa kami, seperti kami memaafkan mereka. Aku tidak memaafkan dan dimaafkan siapapun. Buku dari Korea Selatan, bagaimana sebuah rezim melindas segala hal di depannya tanpa perasaan.

#105. Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan – Umar Kayam
Kekuatan ngobrol. Manusia-manusia rantau yang kesepian di Amerika. “Tetapi Marno, bukankah aku harus berbicara? Aku kira Manhantta tinggal lagi kau dan aku yang punya. Apalah jadinya kalau sudah salah satu pemilik pulau ini capek berbicara? Kalau dua orang yang terdampar satu pulau, mereka akan terus berbicara hingga kapal tiba, bukan?”

#106. The ABC Murders – Agatha Christie
Pembunuhan dengan korban bernama huruf ABC dan tempat kejadian perkara berawal huruf ABC, lalu pola rusak saat seharunya D malah E. Ada sesuatu yang janggal dan Poirot membongkar kebusukan sang pembunuh.

#107. Ibu Mendulang Anak Berlari – Cyntha Hariadi
Kumpulan puisi tentang keluarga. Ibuku melahirkanku. Sebagai seorang anak. Anakku melahirkanku. Sebagai seorang ibu.

#108. A Man Called Ove – Fredrik Backman
Si tua penggerutu, Ove adalah warga Negara Swedia yang mengeluhkan segalanya. “Seluruh jalan berubah menjadi rumah sakit jiwa. Kekacauan total.” Dan Saab.

#109. Christ The Lord – Anne Rice
Jesus kecil yang banyak tanya akan kekuatannya. “Simpan apa yang akan kukatakan ini dalam hatimu, akan tiba saat kaulah yang akan memberi jawabannya pada kami.”

#110. Originals – Adam Grant
“Ciri khas orisinilitas adalah menolak status quo dan mencari pilihan yang lebih baik. Titik awalnya adalah keingintahuan.” Buku penutup tahun adalah hadiah dari Noura.

Karawang, 310119 – Nikita Willy
Inter 1-1 Lazio. (Lazio wins 4-3 penalti)

Iklan

13 thoughts on “Buku Yang Saya Baca 2018

Tinggalkan Balasan ke IrmaFang Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s