Matinya Burung-Burung

Kau bisa memiliki putriku jika berhasil menumbangkan pohon ini.

Kumpulan cerita sangat pendek Amerika Latin, disusun dan diterjemahkan oleh Ronny Agustinus. Baru tahu saya ternyata tulisan satu dua paragraf – bahkan satu dua kalimat! – bisa dianggap karya. Lebih mengejutkan lagi, ini digurat dari Penulis-penulis besar, kirain hanya blogger yang eksis bikin cerita pendek ala kadar. Namanya fiksi mini, bahkan Penulis Ana Maria Shua menekuni genre ini dengan serius, dan memang terlihat dalam kumpulan ini beliau mencipta kesederhanaan kisah dengan sangat baik. Sedikit kata, sedikit pengenalan karakter dan situasi lalu punch line-nya kena, jleb.

Secara umum cerita pendek (cerpen/cuento) adalah berisi 2.000 – 10.000 kata, maka yang kurang dari itu menjadi: el cuento corto (1.000 – 2.000 kata), el cuento muy corto (200 – 1.000 kata), el cuento ultracorto (kurang dari 200 kata). Perbedaan fisik banyaknya kata ini akan memberikan karakteristik tersendiri pada tiap-tiap jenis cerita mengingat ruang manuver yang berlainan membutuhkan teknik dan strategi narasi yang berbeda pula untuk bisa efektif sebagai cerita.

Dari daftar ini semua cerita tak ada yang lebih seribu kata, yang paling panjang cuma 900 kata karya Gabriel Garcia Marquez, ‘Habtu-Hantu Agustus’. Total 60 fiksi mini dari 33 Penulis. Baiklah mari kita kutip, dikit-dikit saja.

#1. Edmundo Paz Soldan (Bolivia)
*(1). Simulakra
Tentang Weiser yang benci sekolah dan merekayasa pendidikan agar orang tuanya ga kecewa. Memalsukan segalanya sampai kematian. Dan ibunya memeluknya sambil terisak-isak.

*(2). Diktator dan Kartu Ucapan
Tentang diktator Joanquin Iturbe yang memonopoli penjualan kartu ucapan dan mencanangkan pukul empat sore lewat 27 menit dan 15 detik dari tanggal 2 April sebagai Momen Sekilas Pemimpin Abadi.

#2. Rafael Courtoisie (Uruguay)
*(3). Juru Tulis
Tentang konspirasi buruh pembangunan Bendungan Aswan, manajer pabrik pendingin makanan di Fray Bentos yang mengajukan pailit palsu, pedagang wol dari Selandia Baru dan dokter Senegal. Hanya satu yang dari mereka yang memutuskan menulisnya. Ia harus samar dan anonim dan mengandung pendekatan yang dingin terhadap kebenaran, tanpa menyebutkan rincian satu pun selain rujukan-rujukan tertentu pada para pelakunya, tanpa mengungkap nama mereka, tanpa menguak gawatnya persekongkolan.

#3. Virgilio Pinera (Kuba)
*(4). Insomnia
Tentang lelaki yang naik ke ranjang lebih awal dan tak bisa tidur.

*(5). Matinya Burung-Burung
Tentang bergugurannya burung-burung: bunuh diri massal atau penipisan mendadak lapisan atmosfer? Namun ada versi ketiga: sebuah wabah penyakit. Kita sudah menyaksikan pembantaian ini dalam mimpi. Dan hanya dengan kematian sastralah mereka akan sekali lagi berguguran ke muka bumi.

#4. Roberto Bolano (Chile)
*(6). Jim
Tentang Jim si bule Amerika yang paling murung. Bagaimana sumburan api dalam sirkus membawa kenangan buruk selamanya.

#5. Ana Maria Shua (Argentina)
*(7). Acara Hiburan
Tentang acara aneh, menebak anak siapa ya di televisi. Sepatu yang dipakai anak, sang ibu menebak anaknya yang mana, sehingga yang tepat mendapatkan hadiah. Konon kabarnya ada juga ibu-ibu yang curang, mereka salah menebak dengan sengaja.

*(8). Menghormati Genre
Tentang lelaki yang terbangun di samping perempuan yang tak ia kenal. Dan berbagai kemungkinan apa yang terjadi, tergantung genre kisah, yang jelas ia harus selekas mungkin memposisikan diri dalam genre tertentu, selamanya ia terancam tidak akan pernah diterbitkan.

*(9). Seni Tak Tertandingi Karya Ma Liang
Tentang Pelukis Cina legendaris Ma Liang, untuk mengimbangi kehebatannya dunia Barat menciptakan fotografi dan kemudian sinema.

*(10). Pria Muda yang Ditakdirkan Menjadi Kakekku
Tentang tips menghindari wajib militer dengan mengamputasi anggota tubuh – satu demi satu, yang akhirnya melawan garis takdir.

*(11). Telepon
Tentang imajinasi bahwa ada seseorang di seberang sana, ada sosok nyata yang mengeluarkan suara.

#6. Augusto Monterroso (Guatemala)
*(12). Gerhana
Tentang Romo Bartolome Arrazola yang tersesat di belantara Guatemala yang menghadapi maut, guna menipu suku Maya bahwa akan menutup matahari bila ritual persembahan dilanjutkan. Selamat?

*(13). Dinosaurus
Ketika ia terbangun, dinosaurus itu masih di sana.

*(14). Sapi
Tentang sapi yang mati di pinggir jalan yang dilihat dalam kereta perjalanan.

*(15). Petir yang Jatuh Dua Kali di Tempat yang Sama
Tentang petir kedua yang ga guna menjilat tempat yang sama.

#7. Fernando Silva (Nikaragua)
*(16). Seayam Bertiga
Tentang Indian yang melakukan pencurian ayam Romo Hilario. Sang sersan yang mengintrogasi terkejut, “Tapi bukannya Anda bilang karena besok libur hari raya Anda akan datang ke tempatku buat makan?”

#8. Jose de la Colina (Meksiko)
*(17). Gairah di Padang Pasir
Tentang fatamorgana di padang oase, lelaki melihat perempuan, perempuan melihat lelaki. Siapa yang asli?

#9. Jorge Luis Borges (Argentina)
*(18). Dialog tentang Dialog
Tentang suara Macedonio Fernandez bahwa jiwa itu baka.

*(19). Argumentum ornitologicum
Tentang eksistensi Tuhan yang dipertanyakan. Apakah jumlahnya terhingga atau tak terhingga?

#10. Eduardo Galeano (Uruguay)
*(20). Kronik Kota Havana
Tentang Nelson Valdes yang mudik dengan bus sebagai penumpang terakhir. Ia lupa sama sekali tentang perpustakaan.

*(21). Kekeliruan
Tentang kronik tiga makhluk: bunga kacapiring, kura-kura, dan pohom prem. Kekeliruan, musim dingin akan berakhir, begitu juga aku.

*(22). Pria Sukses
Tentang hitung rasio sukses.

#11. Marco Denevi (Argentina)
*(23). Tuhan Para Lalat
Ini salah satu yang terbaik. Tentang lalat dan segala dialog kehidupan setelah kematian, surganya lalat ya bak sampah, nerakanya adalah tempat bersih – najis! Ironi ceramah pada pemuka agama.

*(24). Veritas odium parit
Beri aku kuda yang paling cepat, aku baru saja menyampaikan kebenaran pada raja.”

*(25). Kau dan Aku
Kita baca semua yang pernah ditulis tentang cinta. Tapi ketika bercinta, kita dapati bahwa belum pernah ada yang ditulis tentang cinta kita.

#12.Octavia Paz (Meksiko)
*(26). Buket Biru
Tentang perampokan yang meminta mata biru, karena sang istri ngidam mata biru. “Jangan takut tuan, saya takkan membunuh Anda. Saya hanya akan mengambil mata Anda.”

#13. Jairo Anibal Nino (Kolombia)
*(27). Dongeng Pasir
Tentang ilusi tiga puluh tahun hidup di kota lenyap.

*(28). Fabel
Dan tikus-tikuspun bersekutu memakaikan ular derik sebagai kolenangan kucing.

#14. Alejandra Pizarnik (Argentina)
*(29). Devosi
Tentang dialog gadis cilik dan maut yang menawarkan racun di meja di antara mereka. “Aku tak melihat anggur.” Si Boneka membuka mata.

#15. Alvaro Menen Deslead (El Salvador)
*(30). Pelancong
Salah satu yang terbaik: Seorang penumpang ke sebelahnya: “Sudah lihat? Koran mengabarkan kecelakaan pesawat lagi.” | “Ya sudah: di daftar korban tewasnya ada kita.”

*(31). Waktu Tanpa Waktu
Lanjutan kecelakaan. “Kalau boleh tahu.. di jam 8:I7?” | “Ya, 8:I7.” | “Jadi itu benar-benar terjadi ya.”

*(32). Rute
Lanjutan sang waktu. “Nona kenapa pesawatnya tidak bergerak lagi?” | “Perjalanan sudah selesai Pak, kita tidak sampai di tujuan.”

#16. Monica Lavin (Meksiko)
*(33). Pikun
Tentang perempuan pikun yang lupa segalanya.

#17. Jose Lira Sosa (Venezuela)
*(34). Minimus 1
Tentang sungai yang tercemar.
*(35). Minimus 2
Tentang hakikat alam semesta.

#18. Enrique Anderson Imbert (Argentina)
*(36). Patung-patung
Tentang dua patung: Perempuan pendiri sekolah dan Profesor terkenal. Dan kelakar siswa asrama yang terkejut: bekas-bekas cat didapati berlumuran di tangan patung perempuan pendiri sekolah.

*(37). Peron
Salah satu yang terbaik. Costa dan Wright merampok rumah, Costa membunuh Wright dan menyimpan koper berisi permata dan uang, kejutan! Sang tukang sapu yang berengsek.

#19. Murilo Rubiao (Brasil)
*(38). Elisa
Tentang para penghuni rumah yang jatuh hati sama Elisa, misterius. “Iya, bagaimana ya?”

#20. Guadalupe Duenas (Meksiko)
*(39). Sepatu Seumur Hidup
Tentang seorang ayah yang memetakan masa depan sebagai bos sepatu, menyiapkan segala ukuran sepatu yang dibuat dan disimpan untuk anak-anaknya nanti dewasa. Perlu tujuh kali reinkarnasi untuk bisa memakai semua sepatu tersebut. Sama sekali tak ada habisnya.

#21. Eduardo Liendo (Venezuela)
*(40). Bloon
Tentang dukun tua yang menghadapi perempuan telanjang. “Kecil sekali…

*(41). Sesak Napas
Tentang situasi darurat, pamit ke Elizabeth dan kubangan minyak kental.

#22. Mario Benedetti (Uruguay)
*(42). Pemadam Kebakaran
Salah satu yang terbaik. Olegario yang jago ramal. Sampai akhirnya mobil kebakaran lewat dan nyeletuk, “Hampir dapat dipastikan rumahkulah yang terbakar.” Benarkah lagi?

*(43). Ekspresi
Tentang Milton Estomba yang berbakat memainkan piano sampai waktu menempanya menjadi artis ekspresi.

#23. Raul Leis (Panama)
*(44). Senor Noboa – untuk Ersnesto Cardenal
Tentang sang penguasa separuh propinsi, dan tragedi kamp biang onar.

#24. Orlando Van Bredam (Argentina)
*(45). Coretan di Tembok
Gampang kok menyatukan lagi The Beatles. Cuma butuh tiga tembakan.

*(46). Khawatir
Jangan khawatir semua akan berjalan lancar.” Kata petugas eksekusi. | “Justru itu yang kukhawatirkan.” Balas si terpidana mati.

#25. Rafael Victorino Munoz (Venezuela)
*(47). Bersambung
Salah satu yang terbaik. “Kami datang untuk menjemput, ini sudah waktunya.” Mereka akan menggantungnya. Terpidana mati itu bangkit dari ranjang dan sebelum pergi, dengan hati-hati melipat sudut halaman tempat bacaannya terputus.

*(48). Patung
Tentang patung seratus tahun yang membalas burung-burung yang sering eek di sekitarnya.

#26. Raul Brasca (Argentina)
*(49). Ujian – untuk Marcelo Caruso
Tentang tantangan tukang kayu yang meminang putri sang penyihir untuk menumbangkan pohon. Keheningan kapak hanya akan membuatnya ketakutan.

*(50). Malam Jahanam
Tentang keraguan malam, itu suara meong kucing kawin atau bayi menangis?

*(51). Kehidupan di Hotel – untuk Jose Maria Merino
Tentang lelaki telanjang yang menatap cermin, ia lihat si bayangan tak mempunyai dua gigi seri yang sebenar-benarnya ia miliki, “hah dia ompong?”

#27. Gabriel Garcia Marquez (Kolombia)
*(52). Hantu-hantu Agustus
Ini juga salah satu yang terbaik. Kisahnya agak panjang, terkait kunjungan keluargaku ke kastil Renaisans yang dibeli pengarang Venezuela, Miguel Otero Silva di relung indah pedesaaan Toscana, Arezzo. Ada banyak kamar di kastil yang sunyi, ada hantu di kamar Ludovico, legenda cinta yang termasyur. Aku tak percaya hantu sampai sebuah kejadian janggal terjadi, ditulis pada Oktober 1980.

#28. Julia Alvarez (Republik Dominika)
*(53). Salju
Tentang adaptasi di New Yotk dan teman-teman baru di apartemen. Mari mengeja yo-lan-da.

#29. Fabian Dobles (Kosta Rika)
*(54). Peti
Tentang penggeledahan di sebuah rumah (gubuk) terkait perbuatan makar. Gervasio Gonzales mencoba bertahan dari serbuan dakwa aneh.

#30. Julio Cortazar (Argentina)
*(55). Asefalus
Ini juga salah satu yang terbaik. Tentang sang Tuan yang dipenggal kepalanya, tapi tetap hidup. Karena keempat indera ada di kepala, ia hidup dari peraba. Dan ta-daaa… saat kesemua indera mulai kembali ia kesulitan di pendengaran sampai akhirnya ia mendengar, dan rasanya ibarat kenangan, sebab ia dengar adalah kata-kata pendeta penjara, kata-kata yang sendirinya adalah hiburan dan harapan. Sangat indah malah, tapi sayangnya terasa pernah dipakai, diucapkan berulang kali, basi karena kelewat sering disampaikan lagi dan lagi.

*(56). Taman Sambung-Menyambung
Tentang Tula yang membaca novel. Dihantui karakter yang membawa belati itu menuju ke arahnya yang duduk di sofa.

#31. Edilberto Borjas (Honduras)
*(57). Babak Terakhir
Anjing peliharaan yang malang dan sok penting, sok jagoan dan amit-amit kosongnya tak ada yang mau mengikuti di belakangnya. (Pobre Senor: Mario Benedetti). Tentang sandiwara pertunjukan boneka, roboh dan mati.

#32. Juan Jose Arreola (Meksiko)
*(58). Autrui
Dinarasikan seminggu: Senin ngapain, Selasa ngapain, Rabu ngapain, dst. Jangan sampai ada, kecuali autrui, tentunya.

*(59). Mercusuar
Tentang Genaro dan Amelia yang tertawa. “Bagaimana rasanya diselingkuhi ya?” Kami bercinta tanpa nafsu, jenuh, laiknya pasangan suami istri. Dan dengan paras memelas ia menatap laut.

#33. Sergio Ramirez (Nikaragua)
*(60). Bau Mayat
Musik mars perkabungan mengalun di fajar merekah di seluruh persimpangan kota, lonceng-lonceng Gereja terdengar, menandakan duka ibunda Yang Mulia telah wafat di istana. Namun tak ada pemakaman, Yang Mulia bersabda beliau akan tetap di sini, ada di sisinya senantiasa, selalu menemaninya pada upacara-upacara, audiensi, resepsi-resepsi, parade-parade militer dan seluruh acara kenegaraan. Well, sampai kapan?

Salut sama Bung Ronny, mau melacak karya menjadi kumpulan fiksi mini ini. Saya saja baru tahu Penulis favoritku punya cerpen mini dari sini. Hampir semua buku terbitan tahun 1960 – 2000an awal. Semua yang disini adalah karya yang memang dibuat untuk cerita pendek yang sangat pendek, bukan kutipan, bukan potongan semena-mena dari cerita atau tulisan lain yang panjang tapi diklaim sangat pendek (dipadatkan). Yang demikian banyak kita jumpai di era internet sekarang, dengan kemudahan informasi dengan mudahnya dikutip dan diklaim.

Pengeculian untuk cerita ‘Salju’ karya Julia Alvares, cerita ini memang akhirnya jadi novel tapi sebelumnya adalah fiksi mini. Hanya satu itu yang dikutip, tapi kan tetap karya awalnya masuk ke kategori ini. Mengingtakan pada cerpen Bung Yusi Avianto Pareanom: Raden Mandasia yang dikembangkan jadi novel, atau Azhari Aiyup untuk Kura-Kura Bejanggut, Gentayangan-nya Intan Paramaditha dan sebagainya di mana sebuah karya berubah membesar mewujud novel. Apapun itu salut buat kurator buku ini. Ditunggu terjemahan-terjemahan lain yang lebih berkualitas.

Jadi pengen bikin fiksi mini tiap pekan. Dipos di blog dan membiarkannya mengalir di dunia maya. Kira-kira sanggup ga ya seminggu sekali saja diselingan review buku, bola dan film? Well, mari kita coba. Terkadang memang beberapa buku memicu sesuatu, jadi bisa dikatakan buku ini adalah inspirasi juga. Semoga bisa, ditunggu ya!

Matinya Burung-Burung | Disusun dan diterjemahkan oleh Ronny Agustinus | Penyunting Dea Anugrah | Desain sampul Fahmi Fauzi | Penata letak Indah Tri Marty | Penerbit Moka Media | Cetakan pertama, April 2015 | 168 hlm.; 12 x 19 cm | ISBN 978-979-795-983-8 | Skor: 4/5

Karawang, 101218 – Nikita Willy – Ku Tetap Menanti

Thx to Titus Pradita, ketiga bukunya sudha kubaca dan ulas. Jangan kapok untuk beli dan pinjami lagi ya. Pas seminggu.

Iklan

2 thoughts on “Matinya Burung-Burung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s