Cerita Cinta Tanpa Cinta – Rayya Indira Dkk.

Hey kamu pernah merasa bahwa hidupmu adalah sebuah film? Hmm, atau sebuah lamunan? Aku membayangkan, ada seseorang di dimensi lain yang melamun adegan yang kita jalani saat ini… aku selalu berfikir, tentu orang ini melamunkan sebuah adegan berikutnya yang menarik, sebuah plot yang exciting… sesuatu yang…”

Sepuluh cerita pendek yang ternyata lumayan bagus. Tanpa ekspektasi apapun, dengan tawaran unik dimana semua kisah tak menyebut satu katapun ‘cinta’. Ditulis keroyokan dengan tema beragam dari persahabatan, kisah pacaran yang tak terucap, cinta pada pandangan pertama, upaya melupa mantan sampai hal-hal yang sejatinya sudah familiar tapi dibuat dengan unik. Ditambah embel-embel berdasarkan kisah nyata, bagaimana kejadian di sekitar kita bisa membuat haru dan tersentuh.

#1. Lari, Boni, Lari! – Astrid L. Meidina
Sepintas lalu jelas mengingatkanku pada judul ‘Run, Lola, Run!’ film luar yang fenomenal itu. Kini kita disodorkan sebuah elegi tarik ulur persahabatan menjelma kekasih. Boni yang menganggap seorang laki berbeda karena saat kita pada umunnya bahwa ada dua jenis laki-laki. Pertama adalah mereka yang mencari istri dan kedua mereka yang mencari pacar. Maka tercipta Boni yang tidak keduanya, karena yang dicari adalah persahabatan. Tersebutlah Lumi, teman terdekat yang sering hang out berdua dari kafe satu ke kafe lain, dari sobat curhat sederhana sampai hal serumit filsafat. Sampai akhirnya sebuah catatan mencipta pelukan hangat. “By the way, bukumu tadi boleh aku pinjam dulu, nggak?”

#2. Langit Kuning Turki – Remy Kartiana
Kara Hanityodarman atau gampangnya dipanggil Kay, pemilihan nama tokoh yang unik. Kisahnya merentang di Turki, asmara lama yang coba disemi lagi dalam bayang pernikahan. Mahasiswa dari Indonesia di Universitas Marmara, Dulu Kay adalah seorang istimewa di hati Wompy. Adik kelas yang menjadi kekasih berkat lagu Norah Jones, mereka mencipta kenangan demi kenangan saat sekolah dan kini saat sudah dewasa, Wompy yang akan menikah dengan orang lain, saat sudah saatnya menentukan pilihan hidup keduanya ditemukan lagi. Di sebuah flat murah, saat harus mengatakan selamat tinggal akankah dekapan syahdu memberi keliaran pikiran akan waktu? “Ya, seingatku mereka berikutnya memasak nasi kuning.”

#3. Tidak Ada Yang Salah Dengan Joni – Ken Arviana
Joni sang office boy menjadi saksi kesibukan para pekerja kantor, seorang pesuruh yang dengan isi kepalanya menutur cerita tiap karakter yang variatif. Lakon kita kali ini Mbak Dara, yang cantiknya luar biasa membius. Yang terlihat istimewa yang sepintas lihat mempunyai masa depan cerah terbentang. Namun sebuah hubungan dengan Ikmal membuatnya depresi, dengan kerumitan ala pasangan masa kini kita tahu Dara diambang bunuh diri. Dan ta-daaa sang OB memainkan perannya. Hati-hati dengan gosip! “Jon, beliin ketoprak!

#4. Semua Laki-laki Sama Saja – Rayya Indira
Ini salah satu yang terbaik. Bagaimana seorang wanita memandang skeptis terhadap semua laki-laki adalah arogan, egois dan jahat. Dengan sudut pandang Zita, seorang mahasiswi yang suka trivia terkait fauna kita diajak berkenalan dengan teman kos yang patah hati, Ella yang diselingkuhi kekasihnya Otto. Zita mendorongnya untuk putus, Zita dicerita tak punya pacar tapi mencoba bijak menasehati. Peony, Jasmin, Brody sampai Lily memberi sentuhan lucu di akhir. “Aku tahu perasaan wanita, karena aku pun pernah dibegitukan. Aku tahu perasaan Jasmin, dan perasaanmu, tapi apa daya, memang begitulah laki-laki, La. Semua laki-laki sa,a saja, La.

#5. Percakapan Biasa di Kereta yang Biasa – Galing Basunanda
Kalau yang ini jelas yang terbaik. Bagaimana kisah perkenalan menjadi pemicu harap, sentuhan film Before Sunrise. Cinta pada sebuah perjalanan kereta api. Meg setelah backpacker dengan teman-teman di Yogya memutuskan menikmati kelambanan, teman-temannya cus dalam pesawat ia menginginkan jalur kereta, klasik dan menghirup aroma petualang. Bersebelah dengan seorang pemuda yang terlihat sibuk, Robin mereka bertukar sapa, berkenalan dan mencurahkan romantisme – dan harapan hidup yang ideal laiknya film legendaris Richard Linklater. Dan bagaimana sebuah keputusan mendadak menjelma keseruan bersama, termasuk menonaktifkan sosmed! “Mereka adalah hamster yang berlari di roda yang berputar. Sepanjang hidup mereka berfikir sedang menuntaskan perlombaan lari yang akbar, padahal mereka tidak ke mana-mana.”

#6. Buat Apa Kerja, Bila Tidak Ada Rindu – Sebastian Irfani
Aida Arinita menjadi karyawan baru, dalam perkenalannya ia ‘terpesona’ sama seorang yang terlambat masuk ruangan. Dengan kaos bertulis ‘Buat apa kerja bila tidak ada rindu’ ia meminta maaf. Sam yang terlihat urakan, cuek dan mencoba menikmati keadaan di kemudian hari menciptanya menjadi bos Aida. Percakapan baik tugas atau pribadi menjelma keakraban, atau cinta? Mediocrity is the new coolness.Manusia modern terbenam dalam ketergesaan. Entah mereka jadi serba cepat, atau jadi serba terbengkelai, namun intinya kebanyakan orang dibelenggu oleh waktu. Dia bilang tyranny of clock.”

#7. Andai Amnesia – Adian F. Mahardhika
Gita yang galau menjelang hari pernikahan. Di usia awal 30an ia sudah tak main-main menjalin hubungan. Tak ingin pacaran ala remaja, tak mau mencoba-coba, ia menginginkan sesuatu yang serius. Maka munculllah Prama yang mengulurkan tangan, bagaimana kalau menikah akhir tahun ini? Gita menarik nafas dan mencoba merenungkan jawab, maka ia pun melalang jauh menemui sang mantan Timo lalu bagaimana masa lalu dikuak. “Seolah hatiku masih tertinggal di sana, Fim…

#8. Bukan Mau Biasa – Rayya Indira
Yang penting punya karya. Yang penting dibaca. Seorang Penulis pemula, Yuke menginginkan karyanya untuk dicetak, banyak penolakan, banyak nasehat dan ia mencoba merangkum kata-kata yang sering dilontarkan editor dalam curhatan berparagraf, hal-hal apa saja yang sering dicerita, semacam tips menulis yang tersinggung, dari senja, gerimis dan hujan, tokoh yang aneh, gendongan, serta kerumitan hubungan. Singkatnya, buatlah cerita yang tak biasa. Hufh, hidup seorang editor sepertinya berat, sampai asmara saja harus didandani sedemikian rupa.

#9. Ringan – Indra Harwinarsa
Ia selalu ingin ada di film-film Wes Anderson. Mungkin di salah satu filmnya: Moonrise Kingdom, The Life Aquatic With Steve Zissou, atau The Darjeeling Limited? Jadi figuran pun tak apa, sebab menurutnya bahkan kegiatan-kegiatan sederhana seperti minum teh, makan biskuit, memandang langit, jadi tampak istimewa di tangan Wes. Marin mencoba mengenang penikahannya dengan Irwin. Pasangan muda yang mencoba mencipta romantisme. “Berjanjilah, Win, sebebas-bebasnya kita, aku ingin setiap malam minggu, kita duduk di teras, minum teh sambil melihat bulan, dan bercerita tentang apa saja.” Ah romansa indah perkawinan, ataukah harapan kosong yang pada akhirnya dibenturkan pada kerasnya hidup?

#10. Detik Ketika Nadia Memilih Berhenti Saja – Natasya Pramania
Sekedar mengatakan ‘sayang’ itu mudah, tapi membuat kata itu sungguh didengarkan adalah perkara yang lebih susah. Nadia yang galau, yang mengingin hidup berjalan senormal mungkin. Ia memutuskan ke Bali, meditasi, menenangkan diri, bersama Inyo dan ‘berguru’ pada Ketut. Siapa sangka di sana ia tak sengaja bertemu Bagas, sang mantan yang bersama wanita yang entah istri atau pacarnya? Kegiatan mencoba melupa moment memang kerumitan yang tak berlogika. “Nadia, ingat, kamu sudah sering lari. Mau kapan kamu begini? Hari ini mungkin saat yang tepat Nad.”

Di akhir buku kesepuluh kisah diungkap behind the scene, yang menjelas bahwa semuanya kisah nyata. Kebanyakan kisah para sahabat yang ditutur ulang dengan modifikasi menakjub. Bagaimana inspirasi cerita memang bisa datang dari manapun. Hebat, mengumpulkan, meramu dan memberi serbuk asmara. Saya terkesan, saya suka detail-detailnya.

Cerita di kereta seakan adalah wujud bahwa seharusnya beginilah awal sebuah hubungan yang ideal, curhat teman di kos yang patah hati, seolah bilang beginilah kehidupan anak kos, saling menguatkan. Cerita ringan lebih kepada menghadapi kenyataan hidup, realita tak semulus ekspektasi. Dan seterusnya, seru, indah dan apa adanya. Seperti kata Pram, “Hidup sungguh sangat sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya.”

Ini adalah tulisan blog pertama yang kuketik di komputer baruku (24/11). Diketik dalam dua kali kesempatan duduk, saat hari Minggu siang saat menanti hujan yang tak kunjung datang padahal sedari pagi, petir, mendung dan kepekatan awan sudah di level hitam. Serta di Senin pagi, seusai Subuh bersama segelas kopi dan iringan lagu-lagu jadul ost film A Lot Like Love-nya Ashton Kutcher dan Amanda Peet.

Buku ini buku pinjam dari Perpus Bus Taka Taman Kota Galuh Mas yang segera kukembalikan, maka kupilih segera ulas. Kubaca pekan lalu di malam minggu hanya satu jam duduk di lantai atas Blok H. Kumpulan cerita pendek yang mantab, dengan referensi film, dan pengalaman cinta setiap Penulis sesungguhnya Cerita Cinta bisa lebih mendapa tanggapan positif di pasar, sayangnya setelah dua tahun nyaris tak ada gaung. Good luck Rayya Indira dkk. Ini adalah permulaan yang bagus!

Simpulan yang lebih afdol berhasil kudapat: bagi yang terampil bercocok tanam, jadilah petani. Bagi yang tak mau kakinya kotor oleh lumpur, paling tidak jadilah Penulis buku-buku pertanian. Tul!!!

Cerita Cinta Tanpa Cinta | Oleh Rayya Indira Dkk | GWI 57.16.1.0012 | Penerbit Grasindo | Cetakan I: April 2016 | Editor Adinto F. Susanto | Sampul wesfity@gmail.com | Tata isi wesfity@gmail.com | Foto kover pixabay.com | ISBN 978-602-375-358-1 | Skor: 3.5/5

Karawang, 25-261118 – U2 – Beautiful Day

Iklan

Pekan Ke 13: Lazio Vs Milan

Pekan Ke 13: Lazio Vs Milan
LBP 3-0
Nesta adalah link utama Lazio Milan. Kepindahan kapten tim mengharu tangis di masa itu. Biglia tak ada apa apanya, tapi selalu ada cerita sedih kala itu. Sayang absen.

Fariz Ngabalin👳🏻‍♂
Suso 1-2
Sudah saatnya Milan kembali ke kitohnya, yaitu UCL. Lajio sebagai rintangan? Pasti Lewat! Duel akan berlangsung ketat tapi Suso akan jadi pembeda Lewat sumbangan assist dan golnya.

AP
Lazio v Milan 1-0
Immobile
Playoff UCL. Hanya dibedakan 1 poin tentu membuat match ini akan berlangsung ketat. Absennya Higuain akan menjadi pembeda.

Gisella Anastacia Prayitno
Lazio 2-3 Milan; Higuain
Biasa sa cinta satu sa pinta, Jang terlalu mengekang rasa. Karna kalau sa su bilang, Sa trakan berpindah karna su sayang. Jangan kau berulah sa trakan mendua, Cukup jaga hati biar tambah cinta. Karna kalau sa su bilang, Sa trakan berpindah karna su sayang.

AW
Lazio vs Milan 3-1, Immobile
Higuaín masih akan absen di GW ini. Immobile tetap akan mencuri perhatian. Konsisten cetak gol, Lazio menang!

Imoenk Milanisti
Lazio 1-3 milan, Cutrone
Wah sayang sekali Biglia cedera. Jadi pengen lihat Biglia disoraki Laziale. Wkkkkkkk. Eh tapi kapten Laziognoli (eh Romagnoli) juga kayaknya absen. Palang pintu diisi lord Zapata (afuuu). Milan darurat lini belakang (berharap Milan beli Matthijs de Ligh). Eh iya, Suso jadi pembeda. Baru saja perpanjangan kontrak, gaji naik, clause buy out dihapus. Keren nich.

DC
Lazio 1-1 AC Milan
Immo
Posisi beriringan di klasifika. Sepertinya keuntungan kandang ga akan ngaruh dengan hasil 3 poin. Konsistensi nyaris imbang. Dan hasilpun akan imbang.

Siska
Lazio 0-3 Milan
Suso
Milan harus bisa menenggelamkan Lazio di kandang, 3 poin wajib dibawa pulang .
Milan pasti bisa .

Wao
Milan 3-3 Lazio. Immobile
Laga berat untuk tim Laziale. Berharap dapat kemenangan.Ternyata Tim Elang hanya bisa maen imbang 3-3 vs Milan.

Firman
Lazio 2-0 Milan
Badelj
Elang Ibukota diyakini sanggup mengalahkan Rossonerri yang agak krisis di lini depan dengan absennya Higu, saatnya gelandang ex Hamburg unjuk Gigi di match ini.

Takdir
Lazio 2-1 Milan, Immobile
Analisis Banyaknya pemain Milan yang cedera membuat Lazio optimis bisa meraih kemenangan. Cataldi sudah kembali percaya diri. Saatnya melaju kawan.

Karawang, 251118