100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia – Michael H. Hart (1/4)

100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia – Michael H. Hart (1/4)

Dialah yang menguasai pikiran-pikiran kita dengan kekuatan kebenaran dan bukan mereka yang memperbudaknya dengan kekerasan, sehingga kita harus memberikan penghormatan kita.” – Voltaire dalam bukunya Letters on the English (1726). Penilaiannya ketika diskusi para terpelajar mengenai siapa tokoh terbesar – Caesar, Alexander, Tamerlane atau Cromwell? Dan salah satu pembicara menegaskan Sir Issac Newton adalah yang terbesar.

Secara bertahap saya akan membaca dan mengulas 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia karya Michael H. Hart. Akan saya bagi dalam empat tulisan mengingat betapa panjang dan melelahkannya mengurai kehebatan orang-orang terdahulu. Saya baca urutan 1-25 ini seminggu terakhir dengan selingan beberapa buku, dan Sabtu pagi ini (24/11/18) pas sampai di Martin Luther yang mengejutkanku langsung deh kepingin bikin catatan dipecah.

Ternyata banyak hal yang belum saya tahu dari orang-orang hebat zaman sebelum kita, rasanya saya harus lebih banyak baca biografi, sejarah dan segala hal berbau jadul. Seperti jargon historia.id, ‘karena masa lalu selalu aktual’. Semangat-semangat!

Berikut catatan pertama dari empat:

#1. Muhammad SAW (570 — 623)
Alhamdulillah, tokoh muslim kita, junjungan Nabi Besar Muhammad SAW menempati urutan nomor satu. Michael H. Hart yang bukan seorang Islam mengakuinya, tak serta merta jua, tak sembarangan menaruhnya, analisisnya sangat masuk akal, jitu dan saya sendiri justru takjub bagaimana ia memasukkan syarat juara. Bagi kita, jelas Nabi Muhammad adalah suri teladan yang semua tindak tanduknya dan tutur bahasanya adalah hadist yang wajib dipercaya, diikuti dan diamalkan. Hal ini akan jadi istimewa saat yang menyampaikan adalah Penulis Barat.

Asal usulnya bersahaja, mendirikan dan mengembangkan salah satu agama terbesar di dunia, serta menjadi pemimpin politik amat efektif, 13 abad pasca wafatnya pengaruhnya masih sangat kuat. Penaklukan-penaklukan bangsa Arab abad ketujuh terus memainkan peran penting dalam sejarah manusia, bahkan sampai saat ini. Ini merupakan kombinasi tidak tertandingi dari pengaruh sekuler dan religius, Nabi Muhammad SAW. layak dijadikan sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang masa.

#2. Issac Newton (1642 — 1727)
Alam dan hukum-hukumnya bersembunyi di kegelapan, Tuhan bersabda, Mari hadirkan Newton! Dan semua menjadi terang.” – Alexander Pope

Ilmuwan terbesar dan paling berpengaruh, lahir di Woolsthorpe, Inggris pada hari Natal tahun 1642.

Bila kita membandingkan matematika dari awal dunia ini sampai masa ketika Newton hidup, apa yang dia lakukan jauh lebih baik.” – Laplace

#3. Yesus Kristus (± 5 SM — ±30 M)
Yesus masih sangat muda ketika meninggal dunia dan hanya meninggalkan segelintir pengikut. Saat meninggal pengikutinya hanya mendirikan sekte Yahudi kecil, berkat Paulus yang giat khotbah dan dan menulis sabda, agama Kristen menjelma besar.

#4. Buddha (563 – 483)
Gautama Budha, aslinya bernama Pangeran Siddharta. Ajaran Budha tidak dibukukan sampai beberapa abad setelah wafatnya. Ada dua cabang utama Budhdhisme, mahzab Theravada yang doniman Asia Selatan yang dianggap lebih dekat ajaran Budha, dan mazhab Mahayana yang dominan di Tibet, China dan Asia Utara.

#5. Konfusius 551 SM – 479 SM)
Filsuf besar China, merupakan orang pertama yang mengembangkan sistem kepercayaan yang menjadi sistetis ide-ide rakyat China. Idenya adalah moralitas pribadi dan konsep pemerintahan yang melayani rakyat dan memimpin dengan teladan moral.

Walaupun meminta orang untuk bersikap terhormat, dia tidak menuntut mereka untuk hidup suci, hal ini mencerminkan temperamen praktis masyarakat China. Konfusius tidak meminta mereka mengubah dasar hidup mereka, dia menegaskan kembali – dalam bentuk yang jelas dan mengagumkan – ide-ide tradisional mereka. Mungkin tidak ada filsuf dalam sejarah yang begitu dekat dengan pandangan fundamental penduduk negeri seperti halnya Konfusius.

#6. Santo Paulus (±4 — ±6)
Rasul Paulus hidup sezaman dengan Yesus walau berusia lebih muda, menjadi orang terdepan dalam penyebaran agama baru Kristianitas. Pengaruhnya dalam teologi terbukti permanen dan paling luas jangkauannya ketimbang penulis atau pemikir Kristiani lainnya. Walau Paulus berada di Yerusalem pada saat bersamaan dengan Yesus, keduanya diragukan pernah bertemu. Orang yang pernah menjadi musuh Nasrani menjadi penyebar yang paling bersemangat.

Saya katakan kepada orang-orang yang tidak menikah dan janda-janda, baik kiranya bilanya mereka tetap tinggal dalam keadaan seperti aku. Namun, bila mereka tak dapat menguasai diri, biarkan mereka menikah. Sebab lebih baik mati menikah daripada hangus terbakar.

#7. Ts’ai Lun (± 105)
Sang penemu kertas merupakan sosok yang namanya mungkin tidak familiar di telinga, ya saya bahkan baru tahu! Penemuan kertas oleh Ts’ai Lun mengubah segalanya. Tak banyak catatan tentangnya, ia merupakan seorang kasim, sang kaisar terkesan dengan penemuannya, mempromosikannya dan menjadikan ia kaya raya. Dia menerima gelar kebangsawanan. Intrik istana membuat namanya tercemar, ia lalu berinisiatif untuk mandi mengenakan jubah terbaiknya dan menenggak racun.

Inilah orang yang paling berjasa di dunia literasi, dan sebagai kutu buku sungguh keterlaluan baru tahu sang pahlawannya, alamak.

#8. Johann Guttenberg (1400 –1468)
Kalau yang ini sudah sangat terkenal, sang penemu mesin cetak kertas. Sejatinya ia mengembangkan metode pertama penggunaan huruf cetak bergerak dan mesin cetak dengan cara begitu rupa, sehingga memungkinkan mencetak berbagai macam materi tulisan secara cepat dan akurat.

Lahir di Mainz, Jerman sekitar tahun 1400. Karya paling terkenalnya adalah Injil Guttenberg yang dicetak tahun 1454.

#9. Christopher Columbus (1451 – 1506)
Dalam upaya menemukan rute jalan barat dari Eropa ke Timur, Columbus tanpa sengaja menemukan benua Amerika. Penemuannya mengakibat kehancuran peradaban Indian Amerika. Lahir di Genoa, Italia tahun 1451, ia tumbuh menjadi kapten kapal yang ulung. Dengan restu dan biaya Ratu Isabella I dari Castile ia melakukan penjelajahan laut yang paling fenomenal.

#10. Albert Einstein (1879 – 1955)
Ilmuwan terbesar abad 20 dan salah satu yang paling intelektual dan paling gemilang sepanjang sejarah – paling terkenal dengan teori relativitas. Pepatah paling terkenalnya menyatakan bahwa ‘semua hal adalah relatif’. Teorinya rumit, E = mc2 di mana E melambangkan Energi, m adalah masa dan c adalah konstanta.
Bersukarialah semua makhluk hidup karena mahkota umat manusia yang begitu indah pernah hidup.” Tulisan di batu nisan Newton lebih cocok untuk Einsten.

#11. Loius Pasteur (1822 – 1895)
Ahli kimia Perancis, tokoh terpenting dalam dunia pengobatan. Paling dikenal karena dukungannya terhadap teori kuman sebagai penyebab penyakit dan teknik yang dikembangkannya untuk mencegah penyebarannya. Lahir di Dole, di timur Prancis. Lulusan doctor tahun 1847, sudah terkenal sejak usia 26 tahun.

Pencapaiannya yang gemilang mengembangkan teknik menginokulasi manusia terhadap penyakit rabies yang paling ditakuti. Setelahnya muncullah vaksin-vaksin yang membuat harapan hidup manusia meningkat.

#12. Galileo Galilei (1564 – 1642)
Ilmuwan Italia, dilahirkan di Pisa. Temuan paling terkenal adalah astronomi. Bukunya yang paling banyak dibicarakan Dialogue Concerning the Two Chief World System yang menjelaskan adikarya Copernicus bahwa bumi bulat. Pihak Gereja yang marah menghukumnya, saat di pengadilan ia memandang ke bawah dan berbisik ke bumi, ‘Ia masih bergerak.’

#13. Aristoteles (384 SM – 322 SM)
Merupakan filsuf dan ilmuwan terbesar di masa kuno. Mempelopori studi tentang logika formal, memperkaya nyaris setiap cabang filsafat, membuat banyak sumbangan ke ilmu pengetahuan. Banyak idenya yang kini ketinggalan zaman. Teori paling terkenalnya, bahwa alam semesta bukanlah dikendalikan secara kebetulan, sihir, atau kehendak para dewa yang semena-mena, melainkan diatur oleh hukum hukum rasional, kepercayaan bahwa akan berguna bagi umat manusia jika mereka melakukan menyelidikan sistematik terhadap berbagai aspek dunia alamiah dan keyakinan bahwa kita harus mendayagunakan pengamatan empiris sekaligus pemikiran logis dalam menyusun kesimpulan.

Lahir di kota Stagira, Makedonia. Dibawah bimbingan Plato ia mengembangkan minat dalam hal spekulasi filosofis. Pada 342 SM dia menjadi guru seorang anak berusia 13 tahun, yang kelak menjadi Alexander The Great.

#14. Euclides (± 300 SM)
Seorang ahli geometri Yunani, buku paling terkenalnya adalah Element yang merupakan pengembangan geometri bidang dan ruang, mengandung pula bab aljabar dan teori bilangan.

#15. Musa AS (Abad ke 13 SM)
Ada tiga pencapaian besar sang Nabi Musa AS, pertama seorang tokoh politik Ibrani dalam Eksodus dari Mesir. Kedua, konon beliau adalah penulis lima kitab pertama Injil Bibel yang sering dirujuk sebagai ‘Lima Kitab Musa’ dan membentuk Taurat, salah satunya mencakup Sepuluh Perintah Tuhan. Ketiga Musa dianggap sebagai pendiri monotheisme Yahudi.

#16. Charles Darwin (1809 – 1882)
Sang pengubah teori evolusi organik melalui seleksi alam, dilahirkan di Shrewsbry, Inggris pada tanggal 12 Februari 1809 (persis di hari yang sama dengan Abraham Lincoln). Kisah pelayarannya dengan H. M. S. Beagle tahun 1831 di usia 22 tahun. Ketika ia membaca buku An Easy on the Principle of Population karya Thomas Maltus, ia menyadari bahwa spesies hewan dan tumbuhan tidak dalam bentuk langsung jadi tetapi berevolusi sepanjang sejarah geologis bumi.

Saat The Origins of Species diterbitkan, terjadi kehebohan besar. Bahkan mungkin tak ada buku ilmiah yang penerbitannya memicu perdebatan yang begitu luas dan panas oleh ilmuwan dan orang awam.
Teori Darwin telah mengubah banyak pandangan manusia tentang posisi kita di muka bumi.

#17. Shih Huang Ti (259 SM – 210 SM)
Kaisar terbesar China, melakukan reformasi menyeluruh yang menyatukan China bertahan sampai kini. Menteri brilian Li Ssu, seorang penasehat utama yang menentukan banyak kebijakan istana.

#18. Augustus Caesar (63 SM – 14 M)
Sang pendiri kekaisaran Romawi. Mengakhiri perang sipil yang meluluhlantakan Romawi sejak abad pertama. Gaius Octavius (atau lebih dikenal dengan Octavianus, dia tidak menyandang gelar ‘Augustus’ sampai usia 35 tahun). Dia merupakan cucu dari Julius Caesar. Saat Julius dibunuh di usia 44 tahun, Octavianus masih berusia 18 tahun. Periode perdamaian di masanya disebut Pax Romana – yang bertahan sampai 200 tahun.

#19. Nicolaus Copernicus (1473 – 1543)
Astronom besar Polandia. Lahir di kota Torun tahun 1473. Copernicus tidak pernah menjadi astronom profesional. Karya terbesarnya yang membuatnya terkenal diraihnya di waktu luang. Dalam bukunya ia dengan tepat mengatakan bahwa bumi berputar pada satu sumbu dan bahwa bulan berputar mengelilingi bumi, dan bumi bersama planet-planet lain berputar mengelilingi matahari. Dari segi sejarah terbitnya buku De Revolutionibus Orbium Coelestium merupakan titik awal ilmu astronomi modern.

#20. Antoine Laurent Lavoisier (1743 – 1794)
Ilmuwan besar Prancis di bidang kimia. Saat lahir di Paris tahun 1743, ilmu Kimia tertinggal jauh dari Fisika, Matematika atau Astronomi. Buku Element of Chemistry (1789) menunjukan bahwa air dan udara bukanlah unsur kimia, yang dia pecaya sebagai zat elementer.
Setelah Revolusi Prancis tahun 1789, Pemerintah mencurigainya, ia ditangkap bersama 27 anggota femme generale. Pengadilan revolusioner mungkin tidak tepat, tetapi jelas sangat cepat. Dalam satu hari (8 Mei 1794) ke-28 orang itu diadili, divonis dan dipenggal dengan guilotin. Karya-karya Lavoisier diselamatkan oleh istrinya yang selama ini membantunya melakukan riset.

Sang hakim mengatakan, ‘Republik tidak membutuhkan orang-orang jenius’. Yang lebih dekat kebenaran adalah komentar salah satu koleganya, ahli matematika Lagrange: “Dibutuhkan waktu sekejap untuk memisahkan kepala itu dari tubuh, meski seratus tahun pun mungkin tidak akan menghasilkan kepala seperti itu lagi.”

#21. Constantinus Agung (± 281 – 337)
Kaisar pertama Romawi yang menganut Nasrani. Dia berperan besar dalam perubahan dari satu sekte yang dikejar-kejar menjadi agama dominan di Eropa. Lahir di kota Naissus (sekarang Nis) di wilayah yang sekarang disebut Yugoslavia.
Contantinus tidak pernah mengatakan Nasrani sebagai agama resmi Negara, tapi melalui legislasi dan kebijakan-kebijakan lainnya, ia berbuat banyak mendorong pertumbuhannya.

#22. James Watt (1736 – 1819)
Penemu mesin uap asal Skotlandia, tokoh kunci Revolusi Industri. Disamping kegunaannya sebagai sumber daya bagi pabrikan, mesin uap punya banyak aplikasi penting.

#23. Micahel Faraday (1791 – 1867)
Ini zaman listrik. Ilmuwan asal Inggris lahir di Newington, dari keluarga miskin. Ia mendapat pengetahuannya sebagain besar secara mandiri. Usia 14 tahun magang di sebuah penjilidan dan toko buku, ia menggunakan kesempatan ini untuk membaca buku sebanyak-banyaknya.
Sebenarnya yang ditemukan Faraday adalah motor listrik pertama, alat pertama yang memakai arus listrik untuk membuat benda bergerak. Walau masih primitif, temuannya ini merupakan nenek moyang semua motor listrik yang digunakan saat ini.
Dia menolak dianugerahi gelar kebangsawanan dan menolak menjadi Presiden British Royal Society. Pernikahannya panjang dan bahagia, tetapi tak memiliki anak.

#24. Kames Clerk Maxwell (1831 – 1879)
Ahli fisika besar Inggris, paling dikenal merumuskan sehimpunan empat persamaan yang menyatakan hukum dasar listrik dan magnet. Maxwell lahir di Edinburg. Dia menikah tapi tak memiliki anak.

#25. Martin Luther (1483 – 1546)
Tokoh yang penentangannya terhadap Gereja Katolik Roma, melahirkan Reformasi Protestan. Kritik perlahan Luther terhadap kondisi Gereja muncul tahun 1510. Luther mengirim salinan Sembilan Puluh Lima Tesis kepada Uskup Agung Mainz, dan disebar secara luas. Selain mempertanyakan peran hakiki Gereja, ia juga memprotes berbagai kepercayaan dan praktek gereja lainnya.

Walaupun hanya satu cabang dari kekristenan dan bukan yang paling banyak pengikutnya, Protestantisme masih memiliki banyak pengikut, lebih banyak ketimbang Buddhist atau bahkan agama-agama lain. Walau seorang pemberontak, Luther sangat tidak toleran terhadap orang yang tak sepakat dengannya. Selain itu, ia juga anti-Semit dan tulisan-tulisannya yang begitu keras terhadap Yahudi mungkin turut membuka jalan bagi era Hitler di Jerman abad ke-20.

Bagi masyarakat China, Jepang, atau India, perbedaan Katolik atau Protestan tidaklah penting. Seperti halnya banyak orang Eropa yang tak tertarik perbedaan mazhab Islam, Sunni dan Syiah. Pengaruh agama pada kehidupan manusia akan jauh kebih kecil dalam seribu tahun mendatang ketimbang yang telah berlangsung seribu tahun ini.

Bersambung…

100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia | By Michael H. Hart | Diterjemahkan dari The 100: A Ranking of the Influential Persons in History (Revised edition) | Terbitan Citadel Press, Kensington Publishing Corp. Tahun 1992 | Copyright 1978, 1992 | Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika) Penerjemah Ken Ndaru, M. Nurul Islam | Editor Hanif | Penyelaras aksara Alfiyan | Penata letak Nurhasanah Ridwan | ISBN 978-602-385-204-8 | Pernah diterbitakn dengan judul serupa oleh Penerbit Noura Books tahun 2012 | Cetakan I: Desember 2012 | bagian pertama dari empat

Untuk mengenang ayahku, buku ini tidak akan pernah ditulis tanpa dorongan dan inspirasi darinya.

Karawang, 25-291118 – Sheila On 7 – Pemuja Rahasia

Cerita Cinta Tanpa Cinta – Rayya Indira Dkk.

Hey kamu pernah merasa bahwa hidupmu adalah sebuah film? Hmm, atau sebuah lamunan? Aku membayangkan, ada seseorang di dimensi lain yang melamun adegan yang kita jalani saat ini… aku selalu berfikir, tentu orang ini melamunkan sebuah adegan berikutnya yang menarik, sebuah plot yang exciting… sesuatu yang…”

Sepuluh cerita pendek yang ternyata lumayan bagus. Tanpa ekspektasi apapun, dengan tawaran unik dimana semua kisah tak menyebut satu katapun ‘cinta’. Ditulis keroyokan dengan tema beragam dari persahabatan, kisah pacaran yang tak terucap, cinta pada pandangan pertama, upaya melupa mantan sampai hal-hal yang sejatinya sudah familiar tapi dibuat dengan unik. Ditambah embel-embel berdasarkan kisah nyata, bagaimana kejadian di sekitar kita bisa membuat haru dan tersentuh.

#1. Lari, Boni, Lari! – Astrid L. Meidina
Sepintas lalu jelas mengingatkanku pada judul ‘Run, Lola, Run!’ film luar yang fenomenal itu. Kini kita disodorkan sebuah elegi tarik ulur persahabatan menjelma kekasih. Boni yang menganggap seorang laki berbeda karena saat kita pada umunnya bahwa ada dua jenis laki-laki. Pertama adalah mereka yang mencari istri dan kedua mereka yang mencari pacar. Maka tercipta Boni yang tidak keduanya, karena yang dicari adalah persahabatan. Tersebutlah Lumi, teman terdekat yang sering hang out berdua dari kafe satu ke kafe lain, dari sobat curhat sederhana sampai hal serumit filsafat. Sampai akhirnya sebuah catatan mencipta pelukan hangat. “By the way, bukumu tadi boleh aku pinjam dulu, nggak?”

#2. Langit Kuning Turki – Remy Kartiana
Kara Hanityodarman atau gampangnya dipanggil Kay, pemilihan nama tokoh yang unik. Kisahnya merentang di Turki, asmara lama yang coba disemi lagi dalam bayang pernikahan. Mahasiswa dari Indonesia di Universitas Marmara, Dulu Kay adalah seorang istimewa di hati Wompy. Adik kelas yang menjadi kekasih berkat lagu Norah Jones, mereka mencipta kenangan demi kenangan saat sekolah dan kini saat sudah dewasa, Wompy yang akan menikah dengan orang lain, saat sudah saatnya menentukan pilihan hidup keduanya ditemukan lagi. Di sebuah flat murah, saat harus mengatakan selamat tinggal akankah dekapan syahdu memberi keliaran pikiran akan waktu? “Ya, seingatku mereka berikutnya memasak nasi kuning.”

#3. Tidak Ada Yang Salah Dengan Joni – Ken Arviana
Joni sang office boy menjadi saksi kesibukan para pekerja kantor, seorang pesuruh yang dengan isi kepalanya menutur cerita tiap karakter yang variatif. Lakon kita kali ini Mbak Dara, yang cantiknya luar biasa membius. Yang terlihat istimewa yang sepintas lihat mempunyai masa depan cerah terbentang. Namun sebuah hubungan dengan Ikmal membuatnya depresi, dengan kerumitan ala pasangan masa kini kita tahu Dara diambang bunuh diri. Dan ta-daaa sang OB memainkan perannya. Hati-hati dengan gosip! “Jon, beliin ketoprak!

#4. Semua Laki-laki Sama Saja – Rayya Indira
Ini salah satu yang terbaik. Bagaimana seorang wanita memandang skeptis terhadap semua laki-laki adalah arogan, egois dan jahat. Dengan sudut pandang Zita, seorang mahasiswi yang suka trivia terkait fauna kita diajak berkenalan dengan teman kos yang patah hati, Ella yang diselingkuhi kekasihnya Otto. Zita mendorongnya untuk putus, Zita dicerita tak punya pacar tapi mencoba bijak menasehati. Peony, Jasmin, Brody sampai Lily memberi sentuhan lucu di akhir. “Aku tahu perasaan wanita, karena aku pun pernah dibegitukan. Aku tahu perasaan Jasmin, dan perasaanmu, tapi apa daya, memang begitulah laki-laki, La. Semua laki-laki sa,a saja, La.

#5. Percakapan Biasa di Kereta yang Biasa – Galing Basunanda
Kalau yang ini jelas yang terbaik. Bagaimana kisah perkenalan menjadi pemicu harap, sentuhan film Before Sunrise. Cinta pada sebuah perjalanan kereta api. Meg setelah backpacker dengan teman-teman di Yogya memutuskan menikmati kelambanan, teman-temannya cus dalam pesawat ia menginginkan jalur kereta, klasik dan menghirup aroma petualang. Bersebelah dengan seorang pemuda yang terlihat sibuk, Robin mereka bertukar sapa, berkenalan dan mencurahkan romantisme – dan harapan hidup yang ideal laiknya film legendaris Richard Linklater. Dan bagaimana sebuah keputusan mendadak menjelma keseruan bersama, termasuk menonaktifkan sosmed! “Mereka adalah hamster yang berlari di roda yang berputar. Sepanjang hidup mereka berfikir sedang menuntaskan perlombaan lari yang akbar, padahal mereka tidak ke mana-mana.”

#6. Buat Apa Kerja, Bila Tidak Ada Rindu – Sebastian Irfani
Aida Arinita menjadi karyawan baru, dalam perkenalannya ia ‘terpesona’ sama seorang yang terlambat masuk ruangan. Dengan kaos bertulis ‘Buat apa kerja bila tidak ada rindu’ ia meminta maaf. Sam yang terlihat urakan, cuek dan mencoba menikmati keadaan di kemudian hari menciptanya menjadi bos Aida. Percakapan baik tugas atau pribadi menjelma keakraban, atau cinta? Mediocrity is the new coolness.Manusia modern terbenam dalam ketergesaan. Entah mereka jadi serba cepat, atau jadi serba terbengkelai, namun intinya kebanyakan orang dibelenggu oleh waktu. Dia bilang tyranny of clock.”

#7. Andai Amnesia – Adian F. Mahardhika
Gita yang galau menjelang hari pernikahan. Di usia awal 30an ia sudah tak main-main menjalin hubungan. Tak ingin pacaran ala remaja, tak mau mencoba-coba, ia menginginkan sesuatu yang serius. Maka munculllah Prama yang mengulurkan tangan, bagaimana kalau menikah akhir tahun ini? Gita menarik nafas dan mencoba merenungkan jawab, maka ia pun melalang jauh menemui sang mantan Timo lalu bagaimana masa lalu dikuak. “Seolah hatiku masih tertinggal di sana, Fim…

#8. Bukan Mau Biasa – Rayya Indira
Yang penting punya karya. Yang penting dibaca. Seorang Penulis pemula, Yuke menginginkan karyanya untuk dicetak, banyak penolakan, banyak nasehat dan ia mencoba merangkum kata-kata yang sering dilontarkan editor dalam curhatan berparagraf, hal-hal apa saja yang sering dicerita, semacam tips menulis yang tersinggung, dari senja, gerimis dan hujan, tokoh yang aneh, gendongan, serta kerumitan hubungan. Singkatnya, buatlah cerita yang tak biasa. Hufh, hidup seorang editor sepertinya berat, sampai asmara saja harus didandani sedemikian rupa.

#9. Ringan – Indra Harwinarsa
Ia selalu ingin ada di film-film Wes Anderson. Mungkin di salah satu filmnya: Moonrise Kingdom, The Life Aquatic With Steve Zissou, atau The Darjeeling Limited? Jadi figuran pun tak apa, sebab menurutnya bahkan kegiatan-kegiatan sederhana seperti minum teh, makan biskuit, memandang langit, jadi tampak istimewa di tangan Wes. Marin mencoba mengenang penikahannya dengan Irwin. Pasangan muda yang mencoba mencipta romantisme. “Berjanjilah, Win, sebebas-bebasnya kita, aku ingin setiap malam minggu, kita duduk di teras, minum teh sambil melihat bulan, dan bercerita tentang apa saja.” Ah romansa indah perkawinan, ataukah harapan kosong yang pada akhirnya dibenturkan pada kerasnya hidup?

#10. Detik Ketika Nadia Memilih Berhenti Saja – Natasya Pramania
Sekedar mengatakan ‘sayang’ itu mudah, tapi membuat kata itu sungguh didengarkan adalah perkara yang lebih susah. Nadia yang galau, yang mengingin hidup berjalan senormal mungkin. Ia memutuskan ke Bali, meditasi, menenangkan diri, bersama Inyo dan ‘berguru’ pada Ketut. Siapa sangka di sana ia tak sengaja bertemu Bagas, sang mantan yang bersama wanita yang entah istri atau pacarnya? Kegiatan mencoba melupa moment memang kerumitan yang tak berlogika. “Nadia, ingat, kamu sudah sering lari. Mau kapan kamu begini? Hari ini mungkin saat yang tepat Nad.”

Di akhir buku kesepuluh kisah diungkap behind the scene, yang menjelas bahwa semuanya kisah nyata. Kebanyakan kisah para sahabat yang ditutur ulang dengan modifikasi menakjub. Bagaimana inspirasi cerita memang bisa datang dari manapun. Hebat, mengumpulkan, meramu dan memberi serbuk asmara. Saya terkesan, saya suka detail-detailnya.

Cerita di kereta seakan adalah wujud bahwa seharusnya beginilah awal sebuah hubungan yang ideal, curhat teman di kos yang patah hati, seolah bilang beginilah kehidupan anak kos, saling menguatkan. Cerita ringan lebih kepada menghadapi kenyataan hidup, realita tak semulus ekspektasi. Dan seterusnya, seru, indah dan apa adanya. Seperti kata Pram, “Hidup sungguh sangat sederhana, yang hebat-hebat hanya tafsirannya.”

Ini adalah tulisan blog pertama yang kuketik di komputer baruku (24/11). Diketik dalam dua kali kesempatan duduk, saat hari Minggu siang saat menanti hujan yang tak kunjung datang padahal sedari pagi, petir, mendung dan kepekatan awan sudah di level hitam. Serta di Senin pagi, seusai Subuh bersama segelas kopi dan iringan lagu-lagu jadul ost film A Lot Like Love-nya Ashton Kutcher dan Amanda Peet.

Buku ini buku pinjam dari Perpus Bus Taka Taman Kota Galuh Mas yang segera kukembalikan, maka kupilih segera ulas. Kubaca pekan lalu di malam minggu hanya satu jam duduk di lantai atas Blok H. Kumpulan cerita pendek yang mantab, dengan referensi film, dan pengalaman cinta setiap Penulis sesungguhnya Cerita Cinta bisa lebih mendapa tanggapan positif di pasar, sayangnya setelah dua tahun nyaris tak ada gaung. Good luck Rayya Indira dkk. Ini adalah permulaan yang bagus!

Simpulan yang lebih afdol berhasil kudapat: bagi yang terampil bercocok tanam, jadilah petani. Bagi yang tak mau kakinya kotor oleh lumpur, paling tidak jadilah Penulis buku-buku pertanian. Tul!!!

Cerita Cinta Tanpa Cinta | Oleh Rayya Indira Dkk | GWI 57.16.1.0012 | Penerbit Grasindo | Cetakan I: April 2016 | Editor Adinto F. Susanto | Sampul wesfity@gmail.com | Tata isi wesfity@gmail.com | Foto kover pixabay.com | ISBN 978-602-375-358-1 | Skor: 3.5/5

Karawang, 25-261118 – U2 – Beautiful Day

Pekan Ke 13: Lazio Vs Milan

Pekan Ke 13: Lazio Vs Milan
LBP 3-0
Nesta adalah link utama Lazio Milan. Kepindahan kapten tim mengharu tangis di masa itu. Biglia tak ada apa apanya, tapi selalu ada cerita sedih kala itu. Sayang absen.

Fariz Ngabalin👳🏻‍♂
Suso 1-2
Sudah saatnya Milan kembali ke kitohnya, yaitu UCL. Lajio sebagai rintangan? Pasti Lewat! Duel akan berlangsung ketat tapi Suso akan jadi pembeda Lewat sumbangan assist dan golnya.

AP
Lazio v Milan 1-0
Immobile
Playoff UCL. Hanya dibedakan 1 poin tentu membuat match ini akan berlangsung ketat. Absennya Higuain akan menjadi pembeda.

Gisella Anastacia Prayitno
Lazio 2-3 Milan; Higuain
Biasa sa cinta satu sa pinta, Jang terlalu mengekang rasa. Karna kalau sa su bilang, Sa trakan berpindah karna su sayang. Jangan kau berulah sa trakan mendua, Cukup jaga hati biar tambah cinta. Karna kalau sa su bilang, Sa trakan berpindah karna su sayang.

AW
Lazio vs Milan 3-1, Immobile
Higuaín masih akan absen di GW ini. Immobile tetap akan mencuri perhatian. Konsisten cetak gol, Lazio menang!

Imoenk Milanisti
Lazio 1-3 milan, Cutrone
Wah sayang sekali Biglia cedera. Jadi pengen lihat Biglia disoraki Laziale. Wkkkkkkk. Eh tapi kapten Laziognoli (eh Romagnoli) juga kayaknya absen. Palang pintu diisi lord Zapata (afuuu). Milan darurat lini belakang (berharap Milan beli Matthijs de Ligh). Eh iya, Suso jadi pembeda. Baru saja perpanjangan kontrak, gaji naik, clause buy out dihapus. Keren nich.

DC
Lazio 1-1 AC Milan
Immo
Posisi beriringan di klasifika. Sepertinya keuntungan kandang ga akan ngaruh dengan hasil 3 poin. Konsistensi nyaris imbang. Dan hasilpun akan imbang.

Siska
Lazio 0-3 Milan
Suso
Milan harus bisa menenggelamkan Lazio di kandang, 3 poin wajib dibawa pulang .
Milan pasti bisa .

Wao
Milan 3-3 Lazio. Immobile
Laga berat untuk tim Laziale. Berharap dapat kemenangan.Ternyata Tim Elang hanya bisa maen imbang 3-3 vs Milan.

Firman
Lazio 2-0 Milan
Badelj
Elang Ibukota diyakini sanggup mengalahkan Rossonerri yang agak krisis di lini depan dengan absennya Higu, saatnya gelandang ex Hamburg unjuk Gigi di match ini.

Takdir
Lazio 2-1 Milan, Immobile
Analisis Banyaknya pemain Milan yang cedera membuat Lazio optimis bisa meraih kemenangan. Cataldi sudah kembali percaya diri. Saatnya melaju kawan.

Karawang, 251118

Pulang – Leila S. Chudori

Pulang – Leila S. Chudori

Aku ingin ketika aku mati, pipiku tak ada jejak air mata. Aku ingin mati dalam keadaan tenang dan bahagia.”

Novel dengan plot tertebak gini harusnya menawarkan suatu alur yang mengecoh, bukan datar sesuai perkiraan pembaca. Pulang benar-benar cerita yang mengikuti garis aturan baku cerita standar. Dari A, B, C hingga Z semua runut tanpa ada banyak gejolak. Karakternya ga ada yang benar-benar asyik, semua sudah dipisahkan garis mana jahat mana baik. Protagonis semua tampan, cerdas dan memiliki pengetahuan luas terkait seni, budaya, literasi. Yang antagonis semua benar-benar buruk, hitam dengan tato dan beringas. Ini bukan sinetron, ini novel sastra yang menyabet peringkat satu tahun 2013!

Sebagai novel pemenang Khatulistiwa Literary Award 2013, Pulang karya Leila S Chudori ga bagus-bagus amat. Kisahnya terlalu lempeng, lurus bak jalan tol. Konflik yang ditawarkan biasa, narasi lebih biasa lagi. Plot juga standar, walau bergerak tapi jelas tak banyak tanya, tak banyak hal baru yang diberikan, sungguh mengejutkan buku semacam ini menang penghargaan tertinggi Sastra tanah air. Ini adalah novel kedua beliau yang kubaca setelah Laut Bercerita yang juga biasa banget. Ingat, sejarah Indonesia 1965 dan 1998 saat ini sudah banyak diungkap, dibicarakan dan dibahas di berbagai tempat dan kalangan, jadi kalau kalian mencerita hal-hal yang sudah umum, yang sudah diketahui ya percuma. Tampilkan sesuatu yang tak banyak orang mengerti, beri kami asupan baca gizi, kami minta masakan lezat. Memamerkan kosa kata kutipan orang lain sah saja, mengetik ulang lirik lagu Penyanyi Barat juga diperbolehkan tapi tetap kualitas yang utama. Jelas, Pulang mengecewakanku.

Untungnya buku ini sekadar pinjam di bus taka taman kota Galuh Mas, bersama Gadis Pantai (yang luar biasa). Sudah feeling akan mengecewa sebab pengalaman dalam kisah Laut biasa, maka saat pagi ini (27/10) tuntas baca dan bergegas ulas, rasanya hampa. Bukunya tebal, menyentuh 400 halaman, tapi vitaminnya ga tebal. Novel ini justru mengingatkanku pada 5 Cm yang kosong, yang pamer lirik lagu dan kalimat orang-orang besar zaman terdahulu. Namun tak seekstrem bobrok 5 Cm, Pulang masih punya alur – walau ga wah jua. Masih bisa bergerak kisahnya, merunut sejarah Indonesia yang menggemparkan dalam pembersikan PKI – Partai Komunis Indonesia dan efeknya sampai ending era Reformasi 1998. Catat, kalau pengen yang lebih berkualitas, sekalian baca buku sejarah saja macam buku Dalih Pembunuhan Massal karya John Roosa atau untuk yang 1998 kita punya Detik-Detik Yang Menentukan-nya Pak Habibie. Kedua buku sejarah murni yang ditulis pakarnya, Pulang sekedar menukil, menyisipkan para karakter dalam dua kejadian besar itu serta mencipta keadaannya sendiri. Sayangnya gagal.

Kisah utamanya tentang Dimas Suryo, pemuda yang besar di era peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Jurnalis yang ‘beruntung’ karena saat pembersihan 1965 ia sedang tugas keluar negeri. Teman-temannya yang kiri atau disinyalir kiri ditangkap, dilenyapkan. Setelah mempir ke China, ia lalu melanjutkan hidup di pengasingan Perancis. Bersama teman-temannya yang juga dicengkam takut kembali menata hidup sembari memantau perkembangan Tanah Air. Dimas dicipta manis, mendapat jodoh bule yang hebat Vivienne Deveraux, punya keluarga yang manis dan teman-teman yang asyik serta keuangan yang lumayan Ok untuk seorang perantau negeri. Membuka restoran masakan nusantara dan dengan mudah bisa kita bilang sukses. Empat Pilar Tanah Air: Nugroho, Tjai, Risjaf dan Dimas. Walau pada akhirnya ia berpisah dengan istri dan bermasalah dengan putrinya, jelas hidupnya tetaplah lebih beruntung ketimbang rekan sejawat yang berakhir di pembasmian. Konflik yang disodorkan jelas, ia ingin pulang, mati dan dikubur di tanah kelahiran. Dan kita semua tahu tahun 1998, rezim Pak Harto runtuh sehingga saat kisah ini memiliki ujung di tahun itu kita tentu saja mudah menebak. Aku datang ke sini untuk menggali sejarah dan mendengarkan kisah korban tragedi 1965, ternyata aku menyaksikan kerusuhan lain. Polanya sudah ada, rel jalurnya sudah dicipta sejarah, dan Pulang tak memberi kelokan berbahaya, runut sehingga mudah sekali diikuti. Hufh

Para narator tampak sama semua, padahal mereka adalah tujuh pribadi yang berbeda. Bandingkan dengan cara A Game of Thrones-nya George RR Martin yang juga mengambil banyak sudut pandang, mereka disulap menjadi karakter dengan sifat dan tutur yang beda walau ditulis oleh Penulis sama. Pulang jelas gagal total, ketujuh orang yang bercerita sungguh sama plek. Bukan sekedar sifat atau pemikiran bahkan gaya bahasa, atau kalimat-kalimat langsung diujar pun mirip. Duh! Mending konsistensi ‘hodor hodor hodor’ yang kebal dan memikat ketimbang para karakter pintar tapi kosong. Bukan maksud membanding A Game dengan Pulang, jauh banget. Hanya mau bilang, kalau kita mencipa karakter beda ya narasinya juga harus beda, isi tiap kepala kan jua beda masak bisa mirip eh sama. Seolah Lintang, Dimas, Nugroho dkk itu Leila. Lalu buat apa bikin sudut pandang banyak dan tak dirubah? Mending ambil sudut pandang orang ketiga saat narasi berpindah ruang dan identitas.

Pas ketik ulasan saya akan save dalam folder ketemu nama file yang sama: Pulang. Sempat bimbang, lho kok ada file sama? Setelah saya edit penamaan, saya buka file itu yang ternyata ulasan Pulang, kumpulan cerita pendek Happy Salma. Saat cari referensi di google, menemukan Pulang yang lain bikinan Tere Liye. Alamak. Judul umum laiknya nama Agus atau Budi di Indonesia yang umum banget. Intermeso aja, lanjut…

Justru yang bagus bagian ilustrasi, tiap ganti bab akan ada gambar yang meng-adegan-kan sebuah kejadian. Beberapa berwarna, sebagian hitam putih. Seperti Bab Surat Berdarah, maka akan tertera kertas-kertas dengan bercak merah. Atau Bab Surti Anandari, maka kita bisa sepintas lihat sosok yang dimaksud. Atau Bab Diorama, maka sebentuk tangan mengepal seolah diorama kejadian dilukis. Bagus, unik, salut buat ilustratornya: Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisna, lulusan ISI Yogyakarta yang sudah melakukan beberapa pameran karya. Jangan-jangan Pulang menang buka karena ceritanya tapi sisipan kualitet ini?

Setelah tiga pemenang Kusala terakhir: Kura-Kura Berganggut, Dawuk dan Raden Mandasia, saya coba menikmati mundur ke tahun-tahun sebelumnya dan menemukan Pulang di tahun 2013, saya justru remuk redam. Saat ini saya sudah siap baca Maryam yang menang tahun 2012. Moga bisa membangkitkan kepercayaan lagi.

Itu puja-puji tiga lembar endorsment di halaman depan omong kosong semua. Salah satunya, saya harus minta maaf Pak Seno, saya memuja karya Trilogi Insiden-mu (1. Saksi Mata, 2. Jazz Parfum dan Insiden, 3. Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara), tapi jelas saya tak sepakat untuk yang satu ini.

Pulang | Oleh Leila S. Chudori | KPG 901 12 0609 | Cetakan kelima, September 2014 | Penerbit KPG – Kepustakaan Populer Gramedia | Gambar sampul dan isi Daniel ‘Timbul’ Cahya Krisna | Tataletak sampul Wendie Artwenda | Tataletak isi Wendie Asrwenda, Stefanus Gunawan | viii + 461 hlm; 13,5 x 20 cm | ISBN 879-979-91-0515-8 | Skor: 2,5/5

Untuk orangtuaku Willy dan Mohammad Chudori dan anakku Rain Chudori-Soerjoatmodjo

Karawang, 2710-2411 2018 – Sheila On 7 –Jalan Keluar

Best 100 Novels of All Time v.2

Best 100 Novels of All Time v.2

Versi pertama ada di sini. Versi Kedua dari 100 Novel terbaik sedunia, akan kurilis tiap anniversary pernikahan 11-11.

Setiap tahun akan kita buat versi baru dengan mengeluarkan sejumlah novel menggantinya dengan kuantitas yang sama. Setahun ini lebih dari seratus novel yang kulahap, hanya 16 yang masuk daftar. Hanya tiga yang menyelip ke 50 besar (ada yang bisa sebut?) dan tak ada yang bisa mendobrak 30 besar, jadi nomor satu sampai 30 masih sama. Untuk penyegaran, kalimat ulas singkat kuketik semua baru.

Banyak rekomendasi teman masuk, beberapa memenuhi harap dari Franz Kafka, Toni Morison, Mohtar Lubis sampai Neil Gaiman, beberapa gagal Leila S, King, Zilany, Robert, Gibran. Dua novel pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2017-2018 muncul, tiga tahun terakhir hebat, bagus semua, sesuai ekspektasi. Hidup buku Indonesia!

Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-18) v.2 dari saya, LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Kaas – Willem Elsschot | 1933
Keju. Produk ini selalu laku, sebab orang harus makan, bukan?” Keluarlah dari zona nyamanmu! Frans Laarmans adalah seorang pekerja galangan kapal mencoba menjadi pengusaha keju. Buku seolah mencerita motivasi ala Bob Sadino, tunggu dulu, sengan setting di Belanda tahun 1930an, kata pengusaha tak tampak senyaman yang dikira.

#99. Kura-Kura Berjanggut – Azhari Aiyub | 2018
Kalau kalian tidak bisa membunuhku hari ini, kalian tidak akan pernah bisa membunuhku selamanya.” Kisah-kisah pertikaikan di Aceh dari zaman kejayaan Lamuri, era kolonial Belanda hingga efek buku panduan membunuh Sultan untuk waktu sekarang. Nyaris seribu halaman yang luar biasa melelahkan.

#98. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722
Petualangan Crusoe yang terdampar di pulau terpencil. Kekuatan bertahan hidup tiada tanding, menginspirasi banyak generasi berikutnya. “Sekalipun hidupku menyedihkan, hidupku ini juga penuh dengan belas kasihan.”

#97. La Casa De Papel – Carlos Maria Dominguez | 2002
Kecelakaan yang mengantar pengalaman menelusur keanehan kutu buku yang mendiri rumah dari kertas! Sebuah presentasi cinta buku ke level gila, obsesi berbahaya… ia menyuruh buku-buku untuk menjadi bata.

#96. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000
Kisah-kisah Nabi seolah dongeng. Kisah cinta religi yang ditampar logika. Yunes yang goyah agamanya, tapi kasih Tuhan tak bertepi. “Oh.. neraka lebih baik asalkan bersamamu daripada surga tanpamu”?

#95. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912
Narasi surat remaja kepada sosok misterius, ayah angkat berlengan panjang. Dari hobi menjadi cita, dari cita menjadi cinta, akhir bahagia yang terlampau manis untuk menjadi nyata. “Siapa yang mengajarimu? Webster!”

#94. A Mercy, Alfred A. Knope – Toni Morrison | 2008
Amerika di era rasial dalam perang saudara. Narasi unik di mana setiap berganti sudut pandang kita menggaris pedih nasib para karakter. Belas kasih sesama manusia. “Sebagian orang sengaja berbuat jahat. Sedangkan yang lainnya tidak tahan dengan kejahatan yang mereka buat.”

#93. Harimau! Harimau! – Mochtar Lubis | 1975
Menempatkan para pemburu damar dalam hutan, tempatkan seekor harimau kelaparan maka cekaman takut diumbar sepanjang halaman. Ketika kematian bergitu dekat, semua benar-benar harus mengakui dosa sebelum terlambat. “Awaslah harimau itu dikirm Tuhan untuk menghukum kitayang berdosa.”

#92. Women at Points Zero – Nawal el-Saadawi | 1983
Dituturkan dari tahanan mati, wanita yang membunuh demi mempertahankan kehormatan. Pedih, marah, kejam. Mesir di era peralihan. Hidup ini keras. “Untuk membersihkan negeri ini dan melindungi keluarga terhormat dari jenis kalian.”

#91. The Hours – Michael Cunningham | 1998
Setahun berselang, masih gagal menikmati buku Virginia Woolf. Isu feminisme dari tiga era berbeda. Narasinya juara. “Kupikir tak ada dua orang yang bisa lebih bahagia daripada kita.”

#90. Three Sisters – Anton Chekov | 1901
Naskah sandiwara dari Rusia yang terkenal dari Anton Chekov. Tiga saudari Olga, Marsha dan Irina dengan segala kepelikan kehidupan. Perang mengubah banyak hal, termasuk pilihan hidup.

#89. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981
Kisah-kisah inspiratif Toto-Chan, gadis cerdas yang mengalami pendidikan luar biasa. Jepang sudah terlihat menerap disiplin sedari dulu, sedari kecil. Kobayashi layak disebut pahlawan pendidikan. “Aku ingin mengajar di sekolah ini kalau sudah dewasa. Sungguh.”

#88. Timequake – Kurt Vonnegut | 1997
Sebuah gempa waktu membuat kita memiliki kesempatan sekali lagi kembali mengulang hidup. Alam Semesta mendadak sontak menyusut sepuluh tahun. Kesalahan sama terulang, keburukan sama tercipta. “Semoga ada yang menembak saya selagi bahagia.”

#87. Therese Desqueyroux – Francois Mauriac | 1927
Phantom Tread jelas terinspirasi dari novel ini. Pasangan aneh, di mana racun menjadi alat kebersamaan.

#86. Inferno – Dan Brown | 2013
Upaya menahan pertumbuhan populasi umat manusia. Robert Langdon lagi-lagi terseret kegilaan dalam tempo singkat, ending di Turki yang mengejutkan. ‘Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral’

#85. Dawuk – Mahfud Ikhwan | 2017
Ilustrasi kalajengking dan ular sangat pas. Beauty and the beast versi Jawa, versi sad ending. Dawuk yang tangguh dan fenomenal bersua Inayatul yang cantik nakal, sekuel prease!

#84. Anna Karenina – Leo Tolstoy | 1878
Yang saya baca adalah edisi dipadatkan, tapi garis besarnya jelas bahwa Anna Karenina adalah istri obsesif, tak mau menyiakan hidup di kala ranum. Tragis nian ujungnya. “Kejadian tadi Stiva, kejadian tadi pastilah pertanda buruk.”

#83. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016
Sungu Lembu di zaman kerajaan Giling Wesi bercerita bagaimana hal-hal besar bermula dari hal remeh temeh. Bahasa vulgar, keras dan sungguh menghentak. “Loki Tua, Ini hanya kebetulan bukan?”

#82. Pedro Paramo – Juan Rulfo | 1955
Novel satu-satunya Rulfo. Bahasanya ditulis dengan kecermatan kata tiada dua. Novel yang puitis, sejarah kota Comala, tak nyaman dibaca santai, layak dibaca ulang dan kalian akan menemukan kembali hal baru.

#81. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009
Allan ulang tahun seabad, naik jendela lalu menghilang. Dan kita disuguhi kisah hidupnya yang melalangbuana ke berbagai negara bersama orang-orang besar abad 20. “Indonesia adalah negara di mana segalanya mungkin.”

#80. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963
Adaptasi filmnya tahun ini gagal total. Disney merusak imaji yang dibangun puluhan tahun. Semoga ada kesempatan kedua untuk Meg dkk berpetualang dalam kerut waktu. “Aku sudah menunggumu, aku tahu kau akan turun.”

#79. A Paint House – John Grisham | 2001
Rumah bercat putih adalah bukti kemapanan zaman dulu. Harapan Luke Chandler itu menyeret banyak pengorbanan dan kisah klasik perjuangan cinta.

#78. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896
Obsesi mencipta makhluk dengan memadu dua spesies. Di pulau terpencil, Charles Edward Prendick melalui suratnya bertutur bahwa pamannya menjadi saksi kegilaan manusia akan fantasi Doktor Moreau dan dokter Montgomery yang tak terbatas.

#77. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912
Lagu pujian, kidung cinta yang indah. Karya-karya Tagore selalu indah dan berpola menyenangkan. Namun tetap Gitanjali yang terbaik. ‘Dan karena aku mencintai kehidupan ini, aku tahu aku juga akan mencintai kematian’

#76. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk– Hamka | 1939
Kisah cinta yang tragis Indonesia dibalut sejarah. Dituturkan dengan gaya puitis, religi dan sarat kesetiaan. Hayati adalah Daisy lokal. “Yang menceraikan hati kita, meskipun badan tak bertemu, ialah bilanya bercerai dengan badan.”

#75. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988
Cerita Pembantu terbaik. Penuh fantasi imaji. Mary Poppins akhir tahun ini akan difilmkan lagi oleh Disney. “Aku punya ide, sebuah ide yang nyata. Mengapa kita tidak pergi ke sana – sekarang juga – hari ini? Kita berdua masuk ke dalam gambar? Ayo Mary!”

#74. Frankenstein – Mary Shelley | 1818
Kisah penciptaan makhluk yang legendaris. Makhluk tak bernama yang menuntut kehidupan layak. “Tuhan sudah membuang kelemahanku serta memberiku kekuatan dan keberanian untuk memanggul cobaan terburuk.”

#73. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597
Kisah tragis dari Verona. Kisah cinta dua keluarga seteru yang berdamai dengan maut. Mereka menikah dalam pengakuan dosa dengan nasehat pastor.

#72. Big Little Lies – Liane Moriarty | 2014
Gosip ibu-ibu yang mengantar anak sekolah. Tawa renyah, kenakalan remaja, kenangan kelam masa lalu tertarik. Kematian di pesta menyeret fakta-fakta mengejutkan. Penuh dusta-dusta kecil yang harus diungkap.

#71. The Ghost – Robert Harris | 2007
Politikus menyewa penulis bayangan untuk memperbaiki citra. Masa lalu diungkap, sebuah tembakan membuyarkan segalanya. “Aku hanya ingin menulis apa yang telah kami bicarakan hari ini.”

#70. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883
Cerita pencarian harta karun yang seru. Cerita bajak laut yang megah. ada penghianat dalam ekspedisi. “Kalau aku berhasil naik kapal, kau boleh makan keju satu balok.”

#69. Disclosure – Michael Crichton | 1994
Lelaki sebagai korban pemerkosaan? Perusahaan kalah dalam pengadilan oleh karyawannya? Teknologi virtual di tahun 1990an yang menjadi pondasi milenium. Ini berdasar kisah nyata! , “Percayalah kepadaku Gavin, aku baik-baik saja.”

#68. The Messiah – Boris Starling | 1999
Pembunuh serial atas nama agama. Detektif dikejutkan fakta-fakta sekitar, termasuk pembaca. “Anda pasti telah melihat ribuan orang keluar masuk tempat ini sepanjang waktu itu. Bagaimana Anda bisa mengingatnya dengan jelas?”

#67. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905
Cerita jenaka Don Quixote yang imajinatif. Buku-buku fantasi membuat kita melalangbuanakan pikiran. Masih menunggu versi terjemahan lengkapnya. “Seorang pemimpin besar harus tidak takut pada apa atau siapapun.”

#66. A Room With A View – E.M. Forster | 1908
Roman Inggris yang menyenangkan. Ibarat kata, cinta belum pupus sebelum janur kuning melengkung. Dan bagaimana pemandangan di hotel memicu asmara. “Takdir menentukan segalanya. Kita dipersatukan oleh takdir, dipisahkan karena takdir. Dipersatukan, dipisahkan.”

#65. Intensity – Dean Doontz | 1995
Malam pembunuhan, China menginap di rumah temannya. Sang pembunuh tak menyadari ada tamu, luput dari daftar. Duel penuh kecerdasan bertahan hidup sepanjang malam, hanya satu yang selamat. “Indraku sangat tajam, karena aku terbiasa menikmati sensasi. Bisa dibilang sensasi adalah agamaku.”

#64. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979
Karya terbaik Kundera masih Gelak Tawa yang ditulis saat dalam cengkraman kecemasan sebelum migrasi. Paket komplit kegetiran hidup yang dicandai. “Suatu hari aku mengatakan sesuatu yang semestinya aku biarkan tetap tak terkatakan.”

#63. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987
Konspirasi mencipta Mary Ashley menjadi orang berpengaruh. Betapa kita adalah pion-pion penguasa. “Sampanye adalah balas dendam orang Perancis terhadap kita.

#62. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906
Tiga saudara dari keluarga kaya kini harus menyesuaikan hidup dalam kekurangan karena ayah mereka ditangkap dalam kasus yang tak dimengerti anak-anak. Di tempat baru dekat stasiun kereta api, dari Roberta, Bobbie dan Peter itulah kita belajar makna hidup. “Ayahku pemburu beruang, ibuku bisa menghitung bintang”

#61. Therese Raquin – Emile Zola | 1867
Kisah selingkuh yang membuat Zola diadili. Vulgar, sadis tak berperi, tragis. “Tapi aku menyerah pada rasa takutku, dan menggeletar kedinginan saat dirimu mengambil keputusan untuk mendekapku dalam pelukkan.”

#60. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005
Dua orang hebat saling adu ketangkasan. Seorang menemukan koper berisi penuh uang, satu mengejarnya. Sherif tua di antaranya. “Aku punya firasat buruk, Llewlyn.”

#59. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957
Cerita cinta di tengah perang dingin. Novel yang mengantar Pasternak menang Nobel Sastra yang membuatnya dicekal, yang membuatnya terancam. “Aku pikir kalian telah siap bagi dunia.”

#58. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004
Ini tentang cinta tak bertepi kepada orang tua. Ini tentang harimau putih. “Ada harimau di dalam tubuhku.”

#57. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010
Sepasang remaja dipilih acak dari 12 distrik untuk diterjunkan dalam permainan maut, hanya satru yang keluar hidup-hidup. Kudeta, sistem pemerintahan yang kacau, penghiatanan, cinta. “Aku akan meyakinkan semua orang di distrik-distrik bahwa aku tidak melawan Capitol, bahwa aku jatuh cinta setengah mati.”

#56. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958
Kisah Ilheus tahun 1920an. Jelang pilkada, dua kandidat mencoba berebut simpati warga. Dan Gabriela mencipta aroma sedap dalam panasnya politik. ‘film adalah sekolah kebejatan.’

#55. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927
Pria pendiam yang terjebak dalam kenaifan kota. Hati-hati, cinta bisa mengubah tabiat. Hanya untuk orang gila. “Kau memiliki pandangan yang baik tentang hidup, kau selalu melakukan hal-hal yang sulit dan rumit, tetapi justru hal yang sederhana tidak kau pelajari.”

#54. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992
Pendidikan di era kolonial khas untuk para priyayi. Pendidikan adalah kemewahan hanya untuk orang-orang mapan. Cikal bakal Negara Indonesia dicipta dari sana. ‘Bapakmu pergi jauh untuk mencari duit.’

#53. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726
Guilliver awalnya mengajak kita menjadi raksasa di pulau liliput. Lalu kita menjadi kerdil di pulau raksasa. Semacam ironi, tapi tak semudah itu memaknainya. “Aku berfikir tentang istri dan anak-anakku dan semua teman serta sanak saudara yang telah menasehatiku untuk tak kembali melaut.”

#52. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953
Kisah pembakaran buku. Sang pemadam lalu mencipta relung aneh akan ketaklaziman. “Apakah kau tahu bahwa buku-buku ini berbau biji pala atau beberapa rempah-rempah dari negeri asing?”

#51. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954
Kisah cinta tak usai dari mertua ke menantu. Jepang di masa pasca Perang Dunia yang menata lagi, seperti Shingo yang menata hidup di tengah gemuruh gunung Kawamura. “Pagi ini aku bermimpi bertemu dengan orang yang sudah mati.”

#50. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912
Prajurit ga waras yang coba diterjunkan dalam perang. Austria punya pemicu perang, Austria punya prajurit baik yang mencipta canda di tengah desingan peluru. “Saya selalu ingin berbuat baik.”

#49. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894
Mowli, anak manusia yang dibesarkan para binatang. Buku Rimba Raya, panduan hidup menyatu dengan alam. “Akan tiba waktunya engkau memburu Shere Khan sebagaimana ia telah memburumu.”

#48. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890
Lukisan Gray yang nyata dan mengancam. Digores dengan pemilihan diksi kelas wahid. “Manakah yang lebih mengerikan, jejak-jejak dosa ataukah tanda-tanda perjalanan usia.”

#47. The English Patient – Michael Ondaatje | 1992
Adaptasi filmnya memborong Oscar. Adatasinya hanya menukil sebagian kecil karena detail-detailnya jauh lebih memusingkan bak butiran debu dalam gurun yang membunuh.

#46. The Call Of The Wild – Jack London | 1903
Anjing rumahan yang membuas di alam liar. Buck ga bisa ngomong, tapi kita memasuki pikirannya. “Aku disuruh bosku mengantarnya ke San Fransisco.”

#45. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909
Kebun rahasia yang mengubah anak manja menjadi simpatik. Persahabatan, nasehat dari era Perang. “Orang harus bergerak lembut dan bersuara pelan di sekitar makhluk-makhluk liar.”

#44. On The Road – Jack Kerouc | 1957
Perjalanan religi, hobi berkendara tak tentu arah. Kitab generasi beat. Lagi-lagi kita disuguhi nihilisme dalam cerita sahabat. “Kita hanya tidak boleh terpaku. Kepalaku berdering.”

#43. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983
Cintakah binatang buas yang kini menjadi hewan sirkus itu pada pawangnya?

#42. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955
Pedofil. HH. Lolita. “Sekarang kita butuh korek api.”

#41. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986
Orang hebat yang salah langkah gara-gara pilihan berbeda dari mayoritas membuat Ono-san yang pernah berjasa buat negara dikucilkan. Jepang yang paranoid komunisme. “Seniman hidup dalam kemlaratan dan kemiskinan, mereka menghuni dunia yang memberi mereka godaan.”

#40. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960
Drama pengadilan dari sudut pandang remaja. Isu rasial yang sensitif dan pejuangan tak mudah ditengah cibiran warga. “Aku belum pernah mendengar bahwa berusaha mencegah kejahatan merupakan pelanggaran hukum.”

#39. The Ocean at the End of the Lane – Neil Gaiman | 2013
Fantasi kelas satu. Bagaiman sebatang ranting bisa menjadi kompas di dimensi lain. “Aku ingin mengingat, sebab aku mengalaminya. Dan aku masih tetap aku.”

#38. The Gambler– Fyodor Dostoyevky | 1867
Para ahli waris yang khawatir harta warisanya ludes dibanting nenek-nenek pejudi. Uang memang bisa menggerakan banyak niat. “Bermain dengan taruhan yang sangat sedikit, jauh lebih buruk. Itu ketamakan yang begitu kecil.”

#37. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943
Perjalanan antar planet. Hanya bumi yang rumit, kita hanya debu semesta. “Aku memiliki bunga yang kusiram setiap hari.”

#36. Les Miserables – Victor Hugo | 1862
Selama kita kerja keras, kita akan menemukan jalan. Penjara bukan akhir, Jean Valjean menjelma hebat dari titik terendah hidup. “Altar yang paling indah adalah tempat melihat makhluk yang tidak bahagia menjadi terhibur dan bersyukur pada Tuhan.”

#35. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847
Cinta sejati menjadi obsesi. Hasrat untuk pengakuan yang berkesudahan dua keluarga. Cinta atau harta? “Kesedihan dan kekecewaan akan mempercepat kematian.”

#34. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005
Kafka Himura remaja yang kabur. Nakata kakek yang kabur. Hoshino sopir yang kabur. Di Takamatsu semua meledak bersama pustakawati Komura. “Kegelapan yang tidak berujung itu, kesunyian dan kebisingan yang membebani itu, adalah teman lamanya, sudah menjadi bagian darinya.”

#33. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962
Hukuman remaja yang tak lazim, menyaksikan video kekerasan biar muak kekerasan. Politik menyusupi relung pikiran. “Ini judul yang bodoh. Siapa yang pernah mendengar manusia mesin?”

#32. Peterpan – JR Barrier | 1904
Remaja tak menua. Perang bajak laut melawan kapten Hook serta keseruan-keseruan tak berkesudahan. “Jika bisa waktu dihentikan, aku ingin momen ini yang abadi.”

#31. The Trial – Franz Kafka
Joseph K ditangkap tanpa tahu kesalahannya apa. Proses pengadilan yang dikira sederhana malah menyeret banyak hal, ditulis dengan tak lazim di mana pelit tab paragraf dan kalimat langsung yang ditumpuk-tumpuk. “Semua orang yang Anda lihat di sini adalah para terdakwa.”

#30. The Farewell In Arms – Ernest Hemingway | 1929
Cerita cinta di tengah pertempuran. Endingnya edan! “Kupikir aku sudah mati, kemudian aku sadar aku bernafas.”

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954
Para remaja yang terdampar di pulau misterius dan bagaimana mereka berupaya bertahan hidup. Yang kuat belum tentu tangguh dan sebuah kulit kerang diperebutkan. “Di mana makhluk buas itu bisa tinggal?”

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988
Balita cerdas yang salah asuh. Matilda sang mentalis. Referensi baca melimpah. “Gulingkan! Gulingkan gelas itu..!”

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966
Pembunuhan berencana yang mengerikan, satu keluarga dibantai. Motif? Sungguh detail kecil yang terlontar dari mulut kita kadang bisa menentukan nyawa banyak orang. “Mungkin lebih baik begitu. Para biarawati adalah sekumpulan pertanda buruk.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932
Dunia masa depan yang rumit, manusia diternak, seks hanya mainan, semesta sekedar lingkungan canda. Selalu ada yang abnormal. “Oh dunia baru yang berani. Dunia baru yang berani yang punya orang-orang seperti itu.”

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937
Sahabat yang tak biasa, bisa menjadi tameng apapun kesalahan yang dibuat. Namun batas itu ada, letupan kecil di ending membuyar jalan indah itu. “Aku suka membelai-belai sesuatu yang manis, tetapi tidak jika aku bisa mendapatkan yang lebih baik.”

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006
Penyihir cilik dan jin jenaka dipersatukan. Perebutan pemerintahan antar golongan. Inggris di era dimensi lain dari semesta Harry Potter. “Aku Bartimaues. Aku tak bertuan maka aku memerintahkan untuk menjawab bocah. Siapa kau yang berani memanggilku?”

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003
Layang-layang putus dan kisah-kisah persahabatn tak berbatas. Afganistan dalam kecamuk perang, serta harapan masa depan di negeri yang dijanjikan. Penebusan dosa masa lalu.

#22. Madam Bovary – Gustave Flaubert | 1857
Lingkungan memang pembentuk sifat paling dominan. Ema yang polos menjadi glamour dan memikat banyak kalangan, pilihan hidup yang berakhir tragis. “Ah, saya kasihan melihat Anda. Ya saya iba pada Anda…”

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936
Kisah cinta ditengah kecamuk perang sudara. Keluarga kalangan atas yang mencoba mempertahankan kedudukan, Scarlet O’Hara menjadi bagian penting perubahan itu. “Ashley katakan kau mencintaiku. Aku akan mengingat sepanjang hidupku.”

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981
Bayi yang ditukar di malam kemerdekaan India. Diceritakan dalam kerumitan bahasa. Anak-anak Tengah Malam yang tumbuh dalam balutan kasih sayang orang tua orang lain.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859
Paris dan Inggris. Dua kota, dua warga, dua cinta, satu pengorbanan.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931
Property. Bisnis paling menjanjikan sejak zaman dulu. Kelurga kere menjelma jetset. “Tenanglah ayah, yakinlah. Tanah ini tak akan dijual.”

#17. And Then There Were Gone – Agatha Christie | 1939
10 orang dijebak di pulau Negro, semua mati berurutan berdasar puisi klasik. Lantas siapa pembunuhnya? “Berjaga dan berdoalah. Berjaga dan berdoalah. Hari pengadilan sudah dekat.”

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951
Remaja pemberontak, keras di kepala, minim aksi. Coba Holden Vitamin hidup di era digital, apa yang akan ia tulis di sosmed? “Menganggap semua orang di kota sinting, kecuali dirinya.”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996
Klub petarung bawah tanah. Tak ada identitas, tak ada dendam, lingkaran kelahi untuk senang-senang. “Hai, apa saja yang terjadi? Ceritakan padaku hingga hal-hal terkecil…”

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000
Tiga benda ajaib yang mengantar kita petualang di lintas dimensi untuk melawan Otoritas. “Dan pengetahuan inilah yang dicari orang-orang itu maka pengetahuan ini berbahaya.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008
Ayunan tongkat sihir yang mengubah sejarah. Harry, Hermione, Ron bersama melawan Kau-Tahu-Siapa. “Cinta seorang ibu mengalir di seluruh kulitmu.”

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876
Tom dan Finn, duo remaja penjelajah alam yang legendaris dari Amerika. menjadi saksi pembunuhan, kabur ke pulau impian, dan segala keceriaan seru. “Sangkaku kitab-kitab dari sekolah agama.”

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865
Alice di negeri ajaib bersama tokoh-tokoh unik dan membingungkan. “Dunia ajaib ini tak bisa dilogika. Sama seperti saat kita mimpi. Apakah kita bisa dengan sengaja keluar dari mimpi aneh?”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980
Minke jatuh hati pada Anelis. Anelis anak keturunan Belanda dan lokal. Perjuangan menyatukan di era kolonial. “Sekali dalam hidup orang mesti menentukan sikap. Kalau tidak dia takkan jadi apa-apa.”

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956
Pevensie bersaudara dalam dunia Narnia. Seribu tahun di Narnia adalah semenit di dunia kita, tampak adaptasi Alkitab. For Aslan! “Buku-buku berserakan di ruang belajar, di ruang belajar, di tempat penggantungan jas, di dua rak buku besar, di ruang tidur. Bahkan di loteng bak penampungan air. Buku-pun bertumpuk setinggi bahu saya, bermacam-macam buku bacaan…”

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942
Tingkah tanpa beban Meursault menatap hidup. Takdir, garis umur, jodoh, mati bahagia. “Apakah kau tidak ingin mengetahui apa yang akan kukerjakan malam ini?”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949
Bung Besar mengawasi kita. Otoritas negara, dominasi pengatur warga sampai ke seluk relung pikiran. “Perang adalah damai. Kebebasan ialah perbudakan. Kebodohan ialah kekuatan.”

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887
Dendam kesumat lintas benua. Cinta sejati yang diperjuang. Detektif Holmes yang terkenal. “Biola yang dimainkan dengan baik adalah hiburan para dewa.”

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929
Generasi akhir yang dicerita tanpa kalimat langsung. Ada hal-hal yang memang sebaiknya dibiarkan tanpa penjelasan, biar imaji Pembaca liar tak terkendali. ‘Aku terbelah membentuk silinder-silinder panjang yang bergulung-gulung.’

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925
Gatsby dan cinta murni. Daisy dan segala naifan menjalani takdir. “Mereka itu sekumpulan orang busuk, sekalipun mereka semua disatukan, kau tetap lebih layak.

#3. Game Of Throne – George RR Martins | 1996
Perang antar klan demi kepentingan individu. Ada serangan dari utara yang mengancam. Winter is coming.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937
Para kurcaci dan sang hobbit Bilbo Baggins dan Gandalf the Grey menjalani petualangan untuk menuntut balas naga Smaug. Megah, dahsyat dan semburan api melimpah ruah. “Mula-mula aku terkejut tapi lama-lama terbiasa juga.”

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967
Hikayat Macondo. “Sup itu tumpah.

KGV V5/23 – Karawang, 10-111118 – #SherinaMunaf – #Ku Disini

Happy anniversary wedding 7 years 11-11-11 —— 11-11-18, Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione serta anak kami berikutnya yang prediksi lahir Februari tahun depan, moga persalinan lancar sehat semuanya. Kalian penyemangatku. Tujuh tahun untuk selamanya.
#best100novel #100novel

Pekan Ke 12: Sassoulo Vs Lazio

Pekan Ke 12: Sassoulo Vs Lazio

LBP 0-3
Menang lagi, poin penuh lagi. Kemenangan tim tim kecil wajib dilanjutkan. Cataldi kembali starter?

Takdir
Sassoulo 1-2 Lazio, Immobile
Analisis Lazio adalah tim Serie A pertama yang melaju di Eropa. Mantab. Lazio adalah tim yang menang terus lawan tim kecil. Hebat. Sassoulo jelas korban terbaru.

A Man Call Bolaitubal
Sassuwho 0-2 Degrit; Immo
“Harta yang kita punya bisa habis, tapi sedikit ilmu yang kita ajarkan tak akan pernah habis” Kita dapat melihat bagaimana Kim Nam menanamkan nilai2 kebaikan secara lisan kepada anak2nya.
Petuah diatas tampak menjadi semakin nyata, ketika anak2nya melihat sendiri prakteknya, ayahnya tanpa ragu mengulurkan tangan membantu orang2 disekitarnya yang tidak mampu.
Kita sebagai penonton dibawa untuk menyaksikan pak Kim Nam karena suatu kondisi tidak dapat membantu seorang ibu hamil yang tidak mempunyai biaya untuk persalinan.

AP
Sassoulo v Lazio 0-1
Immobile
Hanya berjarak 3 poin, Sassoulo tentu ingin menang. Lazio pun ingin semakin mantap di 5 besar. “Aku tidak takut kalah. Aku takut kalau Aku salah.”

DC
Sasu 1-3 Lazio
Immo
Saya tidak terlalu mengenal Sasu. Demikian juga tim ibukota ini. Tetapi mereka main di liga eropa nunjukin tim Elang lebih kuat. Wajar 3 poin buat mereka.

AW
Sassuolo 2-1 Lazio, Berardi
Tren positif Lazio bisa berhenti di tangan PSS Sassuolo. Inter saja bisa kalah di kandang Sassuolo. Lazio mah apa atuh dihadapan Sassuolo.

The ANDS
Sassuolo 2-2 Lazio
Immobile
#SasLaz. Kedua tim punya peluang menang. Tapi biar adil seri aja deh. 😀

Emas Sasauloholic
Sasaulo 2-1 Lazio
Gol Ciro
Persebaya berhasil membungkam PSM di GBT. Persija tertahan di Wibawa Mukti dan Persib Bandung dilibas oleh tim tamu PSMS Medan. Perebutan juara liga satu lebih seru.Sayang sekali Lazio kalah lagi.