The Equalizer 2: Sequelizer Great Energy

Robert McCall: There are two kinds of pain in this world. The pain that hurts, the pain that alters. Today, you get to choose.

Libur Lebaran Adha tahun ini tampak special. Selain kunjungan ke banyak toko buku, dari Yogyakarta, Klaten, Solo sampai Sukoharjo. Saya menikmati waktu-waktu ke Sragen mengantar ponakan Winda LI untuk memulai belajar di Pesantren, yang artinya setiap mudik saya belum tentu bisa bertemu seperti biasa. Saya menikmati perjalanan menemani ponakan, Wildan AP tes ke Yogyakarya. Waktu beneran lari, rasanya baru kemarin saya menimang mereka, dan sekarang sudah beranjak dewasa. Momen tiap menitnya harus disyukuri. Salah satunya mengajaknya menonton film. Jumat, 24 Agustus 2018 jelang tengah malam di Paragon Mal dengan harapan hiburan berkelas kita nikmati sekuel kisah sang mata-mata baik hati dan tidak sombong.

Film yang seru dan keren sekali. Salah satu yang terbaik tahun ini. Jadi jagoan ga perlu eksis disorot spotlight dan penuh puja-puji nitizen. Denzel punya gaya, dengan membantu orang sekitar dengan aksi terselubung sebagai sopir taksi daring. Sebenarnya plot pengulangan dari seri satu, namun kini lebih intens. Melibatkan hati dan perasaan yang lebih mendalam karena sahabat baiknya menjadi korban. Sungguh gerakan sikat diam Denzel jadi begitu menakutkan. Better than the original. In this day and age, I need to see a hero like this. Bukan sekedar orang keren, tapi baik hati dan peduli sesama. Bonus tak terkira, sang pahlawan menyukai novel! Edun. Sempurna yak. Membacanya di kala punya waktu luang. 100 Novel terbaik bahkan kini sudah di daftar akhir. Kalau di seri satu kita sering melihat The Old Man and the Sea-nya Ernest Hemingway, di seri ini buku Marcel Proust: In Search of Lost Time (ada enam volume), duh kapan ya dialihbahasakan.

Sedari pembuka kita sudah dibuat takjub. Kereta melaju ke Istanbul, Turki di mana Robert McCall (Denzel Washington) dengan jenggot lebat santai membac . Sebelum judul muncul kita disuguhi aksi adu jotos dalam kereta, McCall dalam misi menyelamatkan anak korban penculikan oleh ayahnya sendiri. Bagi yang sudah nonton seri satu, jelas ini pengulangan. McCall memang pahlawan menyendiri. Mengantar sang anak ke pengacara yang mengurus hak asuh, dan sang ibu histeris putrinya selamat.
Sekarang ia tinggal di sebuah apartemen urban di Massachusetts, melanjutkan pekerjaannya sebagai sopir online. Tetangganya yang suka bercocok tanam, Fatima salam. Ponakanku langsung mengira ia muslim? Hhmm… Salah satu pelanggan taksi online adalah seorang kakek Sam Rubinstein (Orson Bean) yang mencoba klaim lukisan jutaan dollar dengan gambar Magna, sang adik. Korban holocaust yang bertahan hidup dengan harapan tinggi sekalipun di pengadilan dia sering tersudut kalah. Sejatinya memang bukan uangnya sih, tapi keingingan bukti bahwa lukisan itu adalah adiknya dan itu adalah miliknya. Nantinya ada kejut menyentuh, saat akhirnya bukan sekedar lukisan yang ia peroleh tapi sebuah kado luar biasa tak ternilai.
Tetangga apartemennya, seorang negro Miles Whittaker (Ashton Sanders) suatu ketika menawarkan mengecat tembok yang dicoret-coret orang tak bertanggung jawab dekat tamannya Fatima. Miles punya masalah kita tahu, ia bergabung dengan genk ga jelas juga kita tahu. Tapi ia butuh kesempatan, maka McCall memberinya ruang untuk kreasi artistik melukis dinding dan nantinya tembok kamar McCall. Bahkan berikutnya ia dilibatkan tahu, background sang jagoan. Adegan sembunyi dalam ruang harasia di kamar yang mengingatkanku pada adegan The Raid.

Jadi kini mari kita hitung berapa orang yang dibantu beliau. Penculikan anak dari penjaga toko buku, kakek tua yang terus berharap, dan pemuda keling yang terjerak keadaan. Namun bukan ketiganya yang jadi plot utama. Kasus sebenarnya muncul dari Brussels. Sebuah pembunuhan yang direka bunuh diri yang melibatkan satu keluarga disinyalir ada kejanggalan. Maka Defence Intelligence Agency (DIA) spy menyelidiki lebih mendetail, Susan Plummer (Melissa Leo) sahabat McCall yang investigasinya menemui titik terang, malah jadi korban pembunuhan. Tampak seolah adalah perampokan biasa saat ia sampai di hotel, dua pemuda berandal menggarong uangnya. Rapi dan meyakinkan, Susan hanyalah korban perampokan. McCall dalam kepedihan luar biasa. Ia pun melajutkan investigasi, dengan dramatis ia muncul di depan rekannya Dave York (Pedro Pascal) yang sedang lari pagi. Terkejut karena McCall sejatinya mati, namun menyembunyikan diri. Ia meminta Dave untuk bersatu, bersama membekuk penjahat dengan janji pasukan: one blood, one mud.

Sampai di sini kisah masih tenang, riak sesungguhnya muncul saat penyelidikan ini menemui fakta mengejutkan. Di pagi hari di rumah Dave saat sarapan, kedua anaknya akan bernagkat sekolah, istri sedang siap-siap pergi, McCall muncul. Mengungkap tabir dan kenyataan pahit. Betapa agen DIA memang tak berperikemanusiaan, tak peduli moral. Siapapun nama yang muncul dalam data, siapapun itu tugasmu adalah bunuh! Serem, sadis, mengerikan. Jadi berhasilkah mereka menuntaskan dendam?

Ending serunya di Brant Rock, selatan Massachusetts terlihat gemuruh dengan angin topan dan aksi saling tembak dan tikam. Simpati untuk polisi penjaga yang tewas sia-sia saat Dave menarik pelatuk ketika diminta putar balik. Akhir yang personal karena McCall memasuki rumah masa lalunya dengan ketenangan campur aduk, sedih dan membiru. Seri ketiga? Yakin sekali dilanjut, mungkin setelah selesai baca daftar 100 Book You Should Read Before Your Die, McCall bisa masukkan antrian 100 Novels Best versi LBP yang (rencana) ku-update tiap 11 November.

Ada tiga adegan seru yang membuatku terkesima. Pertama, saat si negro terjebak di ruang rahasia. Terjepit dalam ketakutan, dari kaca satu arah saat sang penjahat menguapkan abab – hah, membuat icon smiley dan menaruh ujung pistol untuk ditembakkan, McCall berhasil menyelamatkan nyawanya dari jarak jauh. Wow, deg-degan cuk. Hampir saja… Kedua saat adegan twist siapa pembunuh Susan diungkap. Hufh, seolah bilang Fck ketahuan. Lalu di jalan depan rumah, Sang penjahat dan tiga rekannya bertatap muka ngobrol basa-basi. Jalan Perumahan memang lengang, ada anak dan istri penjahat di situ. Saling sapa sama teman lama itu terlihat ramah dan saling senyum, tapi jelas sekali di kepala mereka semua panas. Ibarat adu kuat gaya pikiran, kamu mati atau saya yang mati. Kamu sudah membunuh teman baikku. Hiks. Ada yang siap mengantar ke stasiun. Ketiga saat adegan investigasi kasus pembunuhan. Dengan visual ilustrasi dalam kepala McCall membuat gambaran detail adegan bahwa mereka tidak bunuh diri karena ada orang lain di meja makan. Karena kita sudah tahu, maka kita hanya menghanyutkan diri, deduksi ala Holmes.

Film dengan mengandalkan satu aktor terkenal. Sutradara dengan rate bagus. Ini adalah kolaborasi keempat Fuqua dan Washington setelah The Equalizer, Training Day dan Magnificent Seven. Semuanya kubilang bagus. Memuaskan, berkelas. EQ betapa film yang nyaris sempurna dengan segala tindak tanduk kalem namun mematikan. Training menjadikan bad-good cop yang begitu mengejutkan. Magnificent, well sebagai remake sukses meledak di akhir. EQ2 jelas sekuel sukses. Duet jaminan mutu.
Produksi Sony. Sequel pertama Fuqua. Sequel pertama Washington. Dan jutaan aksi kebahagian yang ditebar untuk orang-orang sekitar.

McCall serves an unflinching justice for the exploted and oppressed, but how far will he go when that is someone he loves?

Jadi menurut Rani S,Kom. Bagaimana? – Menurut aku bagus ya, tetap dengan ciri khas Antoine Fuqua, tapi ya itu terlalu ga to the point, ga kayak Equalizer satu kan to the point, dia menolong satu orang dan itu fokus ke situ sedangkan yang kedua ini kita tuh harus menunggu lamaaaaa dulu baru kita ketemu eeehh… apa namanya, puncaknya jadi masalahnya ini jadi terlalu banyak aksi heroiknya si Denzel ini. Itu sih yang saya sayangkan, tapi menurut saya overall bagus. TOP lah, selalu bagus. Denzel selalu bagus. Skor? 8.5 dari 10. OK Thanks.

The Equalizer 2 | Year 2018 | Directed by: Antoine Fuqua | Screenplay Richard Wenk | Cast: Denzel Washington, Pedro Pascal, Ashton Sanders, Orson Bean, Melissa Leo, Bill Pullman | Skor: 4/5

Karawang, 28-290818 – Sherina Munaf – Demi Kamu dan Aku

Iklan

Pekan Kedua: Juventus Vs Lazio

Pekan Kedua: Juventus Vs Lazio

LBP 0-3
Optimisme dipupuk sekalipun mayoritas dunia menjago Juve. Seng penting yakin. Immobile bakal heboh lagi.

DC
Ronaldo 2-0 Lazio
Mandzukic
Main kandang. Tim komplet. Tiga poin pas buat Ronaldo.

Siska
Ronaldo 3-1 Lazio
Mandzukic
Ketemu Napoli aja udah kalah. Apalagi ini nantangin Naldo cs? Sorry om Bud, dybantay sih keknya 😆😆😆

Damar IRR
Ronaldo 1-2 Lazio, Immobile
Inzaghi baru dimarahin Lotito gegara ngeluh tentang smuanya. Tapi sekarang ada Acerbi skuad sudah mumpuni. Kekalahan kemarin hanya test gaes.

The Ands
Juve 2-2 Lazio.
Ronaldo
Ga demen Juve. Ga demen Lazio seri aja biar adil.

Imunk
Naldo 2-1 lazio, Naldo
Wah sorry Bud. Realistis saja ya. Lazio selalu kalah dikandang Juve kok. Jadi yaaa realistis lagi. Kali ini jagoin Naldo lah.

Papawin
Juve vs Lazio
Score: 4-0
Scorer: Dybala
Lawan Napoli di Kandang aja kalah. Yakin mau lawan Juve? Mending WO aja cm dihitung 3-0.

Emas Rindu Nani
Juve 3-2 Lazio
Skorer Ronaldo
Yen ing tawang ono lintang cah ayu. Aku ngenteni tekomu. Glory glory Ronaldo.

Alexandra Daddario Prayitno
Juve 2-1 Lazio; Dybala
Kalau menang berprestasi. Kalau kalah jangan frustasi. Kalah menang solidaritas. Kita galang sportifitas. Yo yo ayo… yo ayo Yo yo ayo… yo ayo Lazio Bisa. Yo yo ayo… yo ayo Yo yo.. ooo…ooo
Lazio Mampu. Yo yo ayo… yo ayo Yo yo ayo… yo ayo Lazio Jaya. Yo yo ayo.. kita datang kita raih kita menang!

Pierluigi Collina
Juventus 2-3 Lazio
Berisha
Lazio bakal menjegal Juventus pekan ini, insya Allah tuhan YME Maha Adil si Nyonya Tua mesti segera tersandung demi harapan org banyak 2019#ganti mjuara

AW
Ronaldo 3-0 Lazio
Ronaldo
Lazio bakal keok kedua kali. Ronaldo nyekor pertama kali. Dybala juga nyekor lagi.

AP
Juventus v Lazio 2-0
Ronaldo
Ronaldo selalu gagal bikin gol pada debutnya di liga domestik. Dominasi Juve akan berlanjut. Dybala akan membantu Ronaldo.

Takdir
Juve 0-4, Immobile
Ronaldo banyak gaya. Immobile banyak gol. Laziale banyak omong.

Palur, 250818

Pekan Perdana: Lazio Vs Napoli

Musim 2018/2019 Serie A dimulai. Pekan Pertama: Lazio Vs Napoli.

LBP 3-0
Langkah pertama selalu penting. Kehilangan Anderson, mendatangkan Correa, Durmisi sampai Badelj. Tiga poin penting sebelum mengebuki Ronaldo.

Bgs
Lazio 1-1 Napoli, Immobile
Lazio imbang. Budi bimbang. Arip tumbang.

Imunk
Lazio 3-1 Napoli, Immobile
Puja kerang ajaiiiibbbb. Ululululuuuuuu. Imobille lagi hlo ya. Talenta hebat yg gagal di milan. Moncer di Lazio.

Damar IRR
Lazio 2-1 Napoli, Immobile
Lazio kali ini dengan skuad yang lebih dalam dibanding musim lalu. Inzhagi akan leluasa dalam meracik strategi. bisogna vincere.

Roland Wohlfarth (FA)
Lazio 1-0 Napoli
Badelj
Lazio mengawali pekan perdana d Serie A dengan tiga point penuh, alarm buat il partenopei musim ini bila tidak Mau tergusur dari zona UCL.

DC
Lazio 1-1 Napoli
Callejon
Gim pertama tiap musim baru sulit ditebak.
Walo main kandang Lazio sepertinya perlu berjuang keras buat sekedar 1 poin. Imbang hasil yang pas.

Rindu Nani
Lazio 0 – 3 Napoli
Callejon
Era kehancuran Lazio sudah didepan mata. Keputusan melepas Nani akan sangat disesali fans. Awal musim tersuram untuk tim ibukota.

Rohmad
Lajio 2 – 2 Napoli
Dua tim hebat di Italia yang bermimpi berjaya di Eropa. Lazio sedang bangkit. kalian berhak panik. Kata manpres.

AP
Lazio v Napoli 0-1
Milik
Ancelotti akan debut bersama Napoli. Ospina diharapkan bisa menggantikan peran Alex Meret. Napoli tidak terkalahkan dalam 6 pertemuan terakhir.

Siska
Lazio 1-2 Napoli
Immobile
Pertandingan awal musim, harusnya 3 poin. Tapi tapi tapi lajio masih ga yakin 🙈 Sepertinya Napoli yg bisa memetik poin 🙊

Jabo
Lazio 0-2 Napoli
Mertens
Lazio tim hebat. Tapi Napoli lebih hebat. Jadi udah ketauan siapa yg menang kalo mereka bertemu

Takdir
Lazio 3-2 Napoli, Immobile
Pertandingan pertama ketat. Seketat pilpres FOC. Pada akhirnya mental The Great berbicara.

Karawang, 180818

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran – Bernard Batubara

Apapun bisa tumbuh di hati manusia. Luka dan kejahatan bahkan tumbuh sangat subur.

Wah saya terkecoh. Ternyata bagus, kukira bakalan berkutat tentang nostalgia mobil bekas yang pernah dimiliki lalu cerita klise keterkaitnya. Bukan, cerita Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran lebih ke arah permainan psikologis para tokoh yang menaungi, memainkan sisi gelap manusia. Sejatinya lebih ke kumpulan cerita pendek yang dirajut oleh benang mobil jip. Ada kaitan, ada ‘roh’ yang menghinggapi kenangan setiap pemilik kendaraan. Makanya saya selalu wanti-wanti kalau beli kendaraan bekas. Kita tak benar-benar tahu histori barang yang kita beli, kita tak tahu sejatinya mobil itu sebelumnya untuk apa saja. Apapun yang bekas sudah digunakan orang lain, dan tidak ada yang tahu bagaimana pemilik sebelumnya memperlakukan benda tersebut. Nah, kekhawatiran saya akan sejarah kendaraan bekas itu berbukti di buku ini. Bagaimana kendaraan itu dijadikan saksi bisu setiap individu yang sakit. Dari tempat bercinta, menjadi saksi barang bukti pembunuhan, menjadi ‘telinga’ kaku diskusi eksistensi Tuhan sampai jiwa rapuh penjaja cinta. “Aku percaya di luar kita ada energi yang besar banget, energi semesta. Mungkin namanya Tuhan, mungkin bukan. Kalian boleh sebut pakai nama apa saja, aku sih enggak begitu peduli.” Sungguh mantab, jip itu tetap membisu kata dan sekedar raungan geram mesin mengisi sukma. Terbitan lokal, harus diakui sekarang bagus-bagus ya. “Ngobrol sama Tuhan kayak ngobrol sama tembok. Udah enggak bisa bales ngomong, kita enggak tahu pula dia beneran bisa dengar atau ga. Mending curhat sama alien.

Kisahnya terpecah lima yang bisa saja berdiri sendiri. Lima sudut pandang, kelimanya memiliki kompleksitas kejiwaan yang berbeda. Pertama adalah Rio, seorang pekerja kantor yang jatuh hati sama karyawan hotel yang gedungnya bersebelahan bernama Dara Indah Tirani. Cara perkenalan mereka juga terlihat biasa sekali. Makan di warteg – Warung Tegal, Rio dapat telpon dari bos untuk kembali dari istirahat siangnya, saat merogoh kantong ternyata dompet ketinggalan dan secara bersamaan sang gadis membantu membayar sekalian. Rio menatap takjub akan kecantikan sang penolong. Blasteran Indo-Belanda. Setelah kembali ke kantor, temu rekan kerja unik Jek yang suka bokep, Rio memutuskan ke hotel tempat Indah bekerja. Dan selain mengembali uang, Rio mendapat nomor kontaknya. Selanjutnya jelas, kita tahu ke arah mana tapi eh nyatanya enggak seperti perkiraan. Nge-date makan malam pertama berakhir dengan begitu instens. Indah Tirani adalah seorang istri, yang langsung ‘menembak’ Rio. Dont bullshit me or I leave you. Di sini jelas sang gadis sudah expert, Rio yang jatuh hati bilang ya! Jadi di mana peran mobil jip-nya? Malam itu kita tahu Rio ‘sakit’ dan kendaraan di garansi menjadi ajang adu fisik. Indah kemudian memainkan sebuah pianika bernada kukuku… “Ada atau enggak ada Tuhan, ada atau enggak ada reinkarnasi yang penting kita bersyukur dan berbuat baik, yang penting kita semua bahagia.”

Cerita kedua mengenai Kuku. Seorang perempuan terluka, mahasiswi patah hati karena sang kekasih yang aktivis kampus tewas dibunuh. Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Sebuah konspirasi mengakibat kekasihnya di BEM – Badan Eksekutif Mahasiswa yang vocal tiada di tangan pembunuh bayaran. Kuku yang tahu dalang pelaku lalu menyusun cara balas dendam. Dengan parang dan niat kuat, sebuah mobil jip hijau menjadi kendaraan penuntasan hasrat. Keras, sadis dan penuh darah. Ada trivia unik, Kuku di sini diambil dari lagu klasik berlirik: ‘Matahari tenggelam, hari mulai malam. Terdengar burung hantu suaranya merdu. Kuku kuku kuku…’ kalau kalian bacanya sambil berdendang berarti kalian sepakat lagu anak itu lintas generasi dan memorable. Semuanya, luka dan penderitaan, terus berlanjut. Dia selalu berfikir bahwa hidup tidak lebih dari serangkaian kesialan dan rutinitas yang membunuh pelan-pelan. Tuhan tidak ingin manusia bahagia. “Tuhan itu ada di dalam diri kita, alien mungkin adalah kita karena kita ada. Karena kita ada.”

Cerita ketiga terkait sebuah perjalanan. Kali ini pure sebuah perjalanan religi di jip menuju pantai. Adalah Pho, Nadia dan Sara. Mereka bertiga sudah setahun tak bertemu. Bernostalgia menghilangkan kepenatan hidup. “Dari sekian banyak kemungkinan berubah jadi perokok tuh satu-satunya yang enggak akan terjadi. Aku bisa jamin itu ke kalian.” Bercengkrama akan seluk beluk kesibukan, yang terasa hampa. Dia tidak ingin mengingat apapun, dia hanya ingin tahu dan menyadari bahwa pada saat ini dia sedang bersama dua orang yang dia sayangi dan menyayanginya. Dia hanaya ingin berada di momen itu. Pho menyetir, Sara di sampinya, Nadia di jok belakang. Sampai akhirnya sebuah debat panas menyangkut eksistensi Tuhan, batas semesta sampai pada hal-hal yang prisipil. Pantai menjadi ujung kisah, sebuah gambaran kalimat ‘semua akan indah pada waktunya’. Bertiga mencipta lirik lagu sebelum menginjakkan kaki di pasir. Satu-satunya keindahan di pantai adalah kesepain yang ditawarkan. Laut memang riuh dan penuh makhluk tak dikenal. Namun, pantai selamanya kekasih yang menunggu. Meski puluhan atau ratusan manusia mengisi dirinya, ia tetap tenggelam dalam kesepian.

Cerita keempat yang paling rumit. Seorang pekerja seks komersial (PSK) sejatinya menikmati hidup. Hidup ya saat ini, detik ini ga peduli kemarin atau masa depan. Suci, pekerjaannya tak sesuci namanya. Ia menjadi penjaja cinta karena memang keadaan, dan ehem.. takdirnya ke sana. Sampai akhirnya ada seorang laki-laki yang benar-benar mencinta, tak sekedar butuh layanan seks. Laki-laki yang menawarkan bau masa depan. Suci tak menolak jua tak menerima, awalnya. Suci akhirnya luluh atas kegigihan, memberi syarat membuatkan puisi, yang sederhana tak apa asal puisi buatan sendiri. Harapan memang kejam sih, ujung kisah Suci menikmati keindahan debur ombak laut di malam hari yang berakhir dengan kejutan aneh saat nelayan lewat. Hati yang sempit dan kosong. Sadis, biasa ataukah beban perasan dosa? Betapa mudahnya hidup jika manusia tidak punya kemampuan mengingat. Jika saja tidak ada yang namanya kenangan. Jika saja semua terjadi pada suatu waktu dan telah terlupakan pada waktu lain. Atau, jika saja ada cara untuk menghapus kenangan tertentu yang kita tidak ingin simpan.

Cerita penutup adalah yang paling lemah, sayang sekali. Sebagai pengungkap segala garis kisah harusnya bisa lebih memberi impresi bagus. Bahkan kover kayu yang terbakar dengan api merah menyala itu diambil dari sini. Jadi Ana mengendara dalam kegelapan malam dalam rangka mencari kabar sang ayah yang menghilang, mengambil jalan pintas yang beresiko. Di tengah jalan mobil jip mogok, dicoba stater dan dipaksa kembali nyala gagal. Hingga akhirnya muncullah sebuah penampakan. Hantu ‘Penyampai Kebenaran’. Sang hantu mengungkap bahwa ayahnya sudah mati, karena ia tak bisa bicara ia hanya memberi isyarat dengan embun di kaca dan menyampaikan berderet tulisan. KITA SUDAH KALAH. Dan kapak yang tersimpan di jok mobil memberi benang merah kisah lainnya. Pahit memang kenyataan. Akhirnya dia mengerti, ucapan bisa disangkal tetapi tidak dengan kebenaran. Kebenaran adalah kebenaran bagaimanapun caranya datang dan siapapun yang mambawanya. Kebenaran adalah kebenaran meskipun semua orang menyangkalnya. Dengan api dan pembebasan beban, kisah ditutup. Well, narasi Ana yang kurang nendang. Penderitaan akan dimulai kembali. Petaka akan disusun kembali. Luka akan ditoreh kembali.

Disela-sela lima cerita, ada sub bab ‘protes’. Ini semacam selingan, bagaimana warga yang kena gusur pemerintah untuk pembangunan proyek melakukan demo. Awalnya seorang, jalan kaki menuju kantor gubernur. Muncul seorang yang mengikuti. Berdua membentang tulisan aspirasi. Muncul seorang memberi semangat dan makanan, bahkan menggantikan membentang tulisan saat sang demonstran makan. Dan pada akhirnya yang lemah selalu tersingkirkan. Ah, lingakaran era yang tak mengenal belas kasih.

Di akhir, ada penjelasan singkat bagaimana novel ini ternyata berdasarkan skenario film karya Bung Ismail Basbeth. Dari prolog pengantar, Bung Bernard menyampai proses perjalanan setengah tahun buku mewujud. Ini adalah debut novelnya, setelah melalangbuana dengan karya seni dan fiksi lainnya. Debut manis, bagus sekali. Bagian penutup juga kita akan tahu bagaimana proses penggarapan film ini, sepuluh tahun berkarya memberi kenangan dan pengalaman sang sineas. Gagasan dasar karya film pendek selalu berangkat dari dua hal yaiut: “Ingin bicara soal apa.” dan “Ingin berbagi perasan apa.” Setelah Menuju Bulan dan Mencari Hilal maka Mobil Bekas melengkapinya. Maaf, saya belum menonton satupun. Mungkin di lain waktu, moga ada kesempatan.

Imajinasi yang membuatmu hidup, Nak!”

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran | oleh Bernard Batubara | Penyunting Dhewiberta | Perancang sampul Ryn Yoanta | Pemeriksa aksara Tita Hamid & Achmad Muchtar | Penata Aksara Martin Buczer | Foto Penulis Bernard Batubara | Penerbit Bentang | Cetakan pertama, November 2017 | viii + 152 hlm.; 20.5 cm | ISBN 978-602-291-436-5 | Skor: 4/5

Karawang, 090818 – Sherina Munaf – Primadona
HBD Hermione Budiyanto – 4 Tahun