Sepanjang Malam #26

All Though the Night adalah salah satu lagu Natal kegemaranku, kenangnya sambil memandang suaminya dengan kasih sayang. Mereka sudah empat puluh tahun menikah.

Tempat ini membuatku merinding, bau anyelir layu.

Suka atau tidak mengurusi anak-anak itu ada peraturan dan ketetapannya. Tunggu, aku sudah cukup mendapat udara dingin.

Ada klausul khusus yang menyatakan bahwa panjang sewa hanya bisa dilakukan dengan persetujuan pemilik.

“Suatu hari kelak kau akan bermain di panggung ini. Kau punya bakat. Kau bisa sukses Midori.”

“Kalau aku meminta sesuatu yang khusus aku akan melutut di bangku yang paling dekat dengan lukisan dan pita Uskup Santori.”

Sayangnya kau tidak akan ada ketika aku menukarkan bayiku dengan kesan baik kakekku terhadapku dan kesempatanku untuk sukses.

‘Sebuah rumah itu seperti anak, dan kalau kita mendekati ajal, penting sekali untuk menyerahkan rumah kepada orang yang bisa melindunginya dengan cara yang paling tepat.’

Berani bertaruh, ini bukan pertama kali pasangan ini menipu orang.
Ia teringat lagu Rosie O’Grady yang disukainya waktu kecil.

Ia tidak berdoa agar bayinya kembali kepadanya. Ia tidak layak memintanya, pikirnya. Hanya tunjukkan kepadaku jalan untuk mengetahui bahwa ia aman dan dicintai. Itu saja yang kupinta.

‘Ada yang busuk di negara Denmark. Itu dia, aku kira ada yang busuk di Upper West Side.’

‘Sondra tahukan engkau betapa cantiknya kau kalau tersenyu. Kau hanya harus lebih sering melakukannya. Kau dnegar kata-kataku?’

“Jangan lupa, sembilan puluh persen wanita masa kini mengurus suami atau keluarga sambil berkarier. Aku sendiri juga begitu.’

Seorang musisi lebih baik dibiarkan bersama musiknya saja, jangan sampai terganggu konsentrasinya.

“Tapi memang dia banyak berbuat yang aneh-aneh pada beberapa terakhir hidupnya.”

“Seperti kata Alvirah selalu, jangan pernah menyerah sebelum benar-benar kalah. Dan seperti kataku selalu, aku bertaruh untuknya.”

Kalau kita sungguh-sungguh mempercayai sesuatu untuk waktu yang cukup lama, doa-doa kita akan dikabulkan.

Tak disangsikan lagi bahwa si ibu memainkan musik untuk anaknya dan si anak bernyanyi untuk ibunya. Bagi mereka berdua tidak ada orang lain lagi di dunia ini.

Pengalaman pertama membaca karya Mary Haggins Clark. Plotnya bagus, alurnya OK, pengembangan karakter juga sip. Sayangnya setelah perjalanan jauh mengarungi gunung, naik turun bukit dan jelajah samudera, endingnya gitu doang.

Seakan mengikuti keinginan pembaca, seakan memenuhi janji happy ending. Sehingga nyaris tak ada kejutan. Bahkan sebelum separuh buku, kita tahu akan ke mana pangkuan nasib yang anak yang hilang itu.

Ulasan singkat di ig lazione.budy ku. ‘Setelah tertunda dua hari, lanjut lagi. Buku pertama #maryhagginsclark yang kubaca adalah #allthroughtthenight tentang keajaiban #Natal bagaimana bayi yang ditinggalkan di depan gereja jelang hari raya, bisa bertahan hidup dibawa pencuri piala perak yang terdesak. Tujuh tahun berselang kita bisa menebak endingnya. “Memiliki uang itu baik, selama si pemilik tidak lupa bagaimana rasanya hidup tanpa uang.”cerita detektif yang soft dari pasangan #Willy dan #Alvirah mengungkap kejahatan pemalsuan surat wasiat. #Sepanjangmalam tidak menantang nalar, alurnya sangat mudah ditebak. “Jawabanmu terlalu cepat #Sondra yang berarti kau punya. Siapa dia?”’

Ia pernah membaca entah di mana bahwa kertas adalah pelindung dingin yang baik.

“Star. Di Italia ia akan disebut Stellina. Artinya ‘Bintang Kecil’. Kata nenek untuk Italia adalah nonna. Star, gadis kecilkuaku akan menemukan rumah untuk diriku – dan kau akan mendapat seorang nona.”

Sepanjang Malam | by Mary Haggins Clark | copyright 1998 | diterjemahkan dari All Through The Night | alih bahasa Helen Ishwara | GM 402 00.83 | sampul Eduard Iwan Mangopang | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan kedua, Mei 2003 | 184 hlm.; 18 cm | ISBN 979-655-833-5 | Skor: 3/5

Untuk John, dengan penuh cinta dan untuk Uskup Paul G. Bootkoski, dengan kasih persahabatan

Karawang, 280618 – Sherina Munaf – Ku Disini

#26 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku #HBDSher

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s