Gempa Waktu #28

“Gempa waktu 2001 merupakan nyeri otot kosmis dalam tendon-tendon Takdir. Ketika kota New York pukul 14:27 tanggal 13 Februari tahun itu, Alam Semesta mengalami krisis kepercayaan diri. Haruskan ia mengembang tanpa batas? Apa maknanya? Alam Semesta mendadak sontak menyusut sepuluh tahun tanggal 17 Februari 1991, yang bagi saya adalah pukul 7:51 dalam antrean di sebuah bank darah di San Diego, California.”

“Berbahagialah mereka yang berduka. Terberkatilah mereka yang lemah. Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran.”

“Semoga ada yang menembak saya selagi bahagia.” – Fats Waller (Pianis jazz)

“Hidup adalah seperiuk tai.” – Kilgore Trout

Harap diingat, membuat ia dan saya, dan Anda dan semua orang, melakukan apa saja yang telah kita lakukan sejak 17 Februari 1991 hingga 13 Februari 2001, sekali lagi.

“Sebuah benda laknat berwarna ungu tua sebesar ketel yang ada di runag bawah tanah apartemen satu sekolah menengah pertama.”

“Tetapi itu mirip Tuhan dengan huruf T kecil. Mereka menyamakan diri mereka dengan para dewa kecil yang hanya membalas dendam dan menghancurkan.”

“Ia melakukannya. Karena begitulah yang agaknya diinginkan ibunya untuk dilakukan.”

Saya beruntung lahir di sini, bukan di sana, sebagai orang kulit putih dan kelas menengah, di rumah yang penuh buku dan gambar, dan di tengah keluarga besar, yang sekarang taka da lagi.

Tetap menguntungkan bagi saya untuk melepaskan pekerjaan sebagai pegawai humas di General Electric, dengan asuransi kesehatan dan dana pensiun. Saya mendapat uang dengan menjual berbagai cerita di Saturday Evening Post dan Collier’s, dua majalah mingguan yang penuh iklan, yang menerbitkan lima cerita pendek dan sepotong cerita bersambung menegangkan di setiap terbitannya.
Ayah saya manjadi tenaga jual mobil, dan ia tidak diterima sebagai pengajar di Cape Cod Junior College.
Anak-anak muda Booboo tak lagi melihat faedahnya mengembangkan imajinasi, sebab yang mereka lakukan hanyalah menghidupkan saklar dan melihat segala macam sampah yang mencolok mata.

“Tetapi otak kita cukup besar untuk membiarkan kita menyesuaikan diri dengan berbagai kesalahan besar dan perilaku sinting yang tak terelakkan.”

“Selamat tinggal, dunia. Selamat tinggal, selamat tinggal Grover’s Corners… Mama dan Papa. Selamat tinggal jam yang berdetak… dan bunga-bunga matahari milik Mama. Makanan dan kopi. Pakaian-pakaian yang baru disetrika dan mandi air panas… tidur dan bangun. Oh bumi, Engkau terlalu indah untuk disadari oleh siapa pun.

“Adalah orang yang pernah menyadari kehiduapn saat mereka menempuhnya – menit demi menit?”

Orang bilang, yang mula-mula rusak takkala Anda menjadi tua adalah kedua kaki dan mata Anda. Itu tidakbenar. Yang mula-mula hilang adalah kemampuan memarkir kendaraan secara pararel.

Mereka saling menyiratkan, dan karena itu menjadi rekan sejawat dalam struktur kekuasaan yang sedang muncul, yang tak lain hanya implikasi. Kekuasaan tersebut disiratkan oleh kelemahan.

“Tuhan menciptakan langit dan bumi. Dan bumi tidak memiliki bentuk, kosong, dan kegelapan ada di atas permukaan tubir. Dan Roh Tuhan bergerak di atas permukaan air. Setan dapat dapat melakukan hal itu juga, tetapi ia berfikir berbuat demikian adalah hal bodoh, bila tanpa maksud tertentu. Apa maknanya? Awalnya ia tidak mengatakan apa-apa.”

“Dan malapetaka itu betul-betul terjadi. Tuhan membuat lelaki dan perempuan, miniatur-miniatur cantik Tuhan dan setan, dan melepaskan mereka demi melihat akan menjadi apa mereka nanti. Taman Firdaus. Boleh dianggap sebagai bentuk awal Koloseum dan Permainan-permainan Romawi.”

“Keempat Penulis pahlawanku itu semua pecandu alkohol.”

Bernard Russel pernah mengatakan bahwa ia kehilangan para sahabatnya yang menjadi korban salah satu dari riga macam kecanduan. Alkohol atau agama atau catur.

“Bila Anda memiliki sahabat orang Hungaria, Anda tidak memiliki musuh.”

“Bila Anda benar-benar ingin menyakiti hati orangtua Anda, dan Anda tidak memiliki keberanian untuk menjadi seorang homo, setidaknya Anda dapat terjun ke dunia seni.”

Saya bertanya pada mendiang Penulis Jerman, Heinrich Boll, apakah cacat watak orang Jerman yang mendasar, ia menjawab, ‘Kepatuhan’.

Dengarlah andai bukan gempa waktu yang menyeret kita kita dari satu mata kayu ke mata kayu lain, maka ada sesuatu yang lain yang sama kejam dan sama kuatnya.

Baginya, plagiarisme adalah apa yang oleh Trout disebut mopery, “Telanjang secara tidak sopan di hadapan seorang buta yang sama jenis kelaminnya.”

Saya tidak menulis kesusastraan. Karya sastralah yang diperhatikan oleh para monyet canggih di rumah sebelah itu.

‘Bila pada kali pertama Anda gagal, cobalah, cobalah, cobalah, silakan mencoba lagi.’

Bagaimana kalau saya tidak menyesal? Nama julukannya adalah Sriti Kecil. Bagaimana kalau Bingo? Saya dulu tak pernah minta untuk dilahirkan.

Tetapi saya tahu Bernie telah kehilangan sesuatu yang penting dan terhormat.

Filsuf Jerman Fredrich Wilhelm Nietzsche yang menderita sifilis mengatakan bahwa hanya orang yang beriman penuh yang dapat menhayati kemewahan skeptisisme agama.

Takkala pemutaran ulang itu berakhir dan kehendak bebas mempunyai andil lagi, semua orang dan segala sesuatu akan tepat berada di mana mereka berada sewaktu gempa waktu menempa.

Gempa waktu dan gempa-gempa susulannya tidak memutuskan seutas benang pun di sarang laba-laba kecuali ada kekuatan lain yang lebih dulu memtuskannya.

Airmata yang diminta Hemingway untuk kau kucurkan itu adalah airmata kelegaan! Kelihatannya saja lekaki itu akan menikah dan hidup tenang, tetapi ia ternyata tidak perlu melakukannya. Wheee!

Sigmund Freud mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa yang dikehendaki perempuan. Saya tahu apa yang dikehendaki perempuan. Mereka menghendaki banyak orang untuk diajak bicara.

Bersetubuh, bila tulus merupakan salah satu dari berbagai gagasan terbaik yang ditaruh Setan ke dalam apel yang diberikan kepada ular agar disampaikan kepada Hawa. Gagasan terbaik dalam apel itu adalah menggubah musik jazz.

Hanya karena Anda berbakat tidak berarti Anda harus melakukan sesuatu sesuai dengan bakat itu.

“Hati-hatilah terhadap para dewa yang membawa bermacam anugerah.”

Ada sebuah planet dalam tata surya ini di mana penduduknya sedemikian tololnya sehingga selama sejuta tahun mereka tidak tahu ada belahan lain dalam planet mereka. Mereka tidak menduganya sampai lima ratus tahun lalu! Toh mereka sekarang menyebut diri mereka manusia berakal. Homo sapiens.

Orang yang betul-betul pintar mempunyai radio-radio kecil di kepala mereka, dan mendapatkan gagasan-gagasan cemerlang dari suatu tempat… namun pada suatu malam, takkala sudah tidak ada orang, ia membelah otak orang-orang yang ber-IQ tinggi untuk mencari pesawat-pesawat radio kecil… tak mungkin otak manusia yang tak lebih dari sarapan anjing, spons seberat tiga setengah pon yang direndam dalam darah, dapat mengubah ‘Stardust’, apalagi Simfoni Kesembilan Beethoven.

… bahwa begitu saya menaruh ujung pena di atas kertas, pena itu akan menulis suatu kisah dengan sendirinya.

Ilmu pengetahuan tidak pernah membahagiakan siapapun. Kebenaran tentang situasi manusia terlampau mengerikan.

Kebetulan, semua pengarang lelaki, tak peduli betapa melaratnya atau pantas diusir dengan alasan yang lain, memiliki istri-istri cantik. Harus ada orang yang meneliti ini.

Tiga Ksatria Pamungkas Onkologi, yakni pembedahan, kemoterapi dan radiasi.

Saya senantiasa mengalami kesulitan mengakhiri cerita pendek yang dapat memuaskan khalayak luas.

Seniman adalah orang yang berkata ‘Saya sanggup membereskan negara atau negara bagian atau kota saya, bahkan perkawinan saya. Tetapi demi Tuhan, saya dapat membuat kanvas persegi ini, atau sehelai kertas ukuran delapan setengah inci ini, atau seonggok tanah liat ini, atau dua belas birama musik ini, menjadi apa yang seharusnya.’

“Ini seni atau bukan?”

Saya menyukai apa yang dibuat oleh Mozart, dan saya membenci apa yang dibuat oleh ember ini.

Lukisan-lukisan terkenal lantaran sifat kemanusiaannya, bukan lantaran sifat ke-lukisan-nya.

Banyak darah tertumpah dalam apa yang oleh banyak Penulis Amerika generasi saya disebut sebagai peperangan yang layak dipertarungkan, sebagaimana peperangan melawan musuh asing.

Harap diingat saya dan Tilgore Trout tidak pernah menggunakan titik koma. Tanda baca itu tidak berfaedah, tidak memberi kesan apa pun. Tanda baca banci.

Banyak orang menduga Frankenstein adalah monsternya. Bukan dia. Frankenstein adalah ilmuwannya.

Benda terakhir yang keluar dari kotak itu adalah pengharapan. Pengharapan itu terbang jauh.

Yang dapat dipelajari dalam sejarah adalah bahwa sejarah sama sekali tidak masuk akal, maka belajarlah dengan yang lain, misalkan musik.
Kejahatan yang dibuat orang akan terus hidup walau pelakunya mati.

Hal akan terjadi kapan saja bila seorang aktor menciptakan bahan ceritanya sendiri.

Seorang perempuan muda masuk ke sebuah rumah tua dan memelorotkan celananya.

Ia tahu bahwa saya sentimental yang berarti saya seorang Demokrat dari utara, ia hamil dan ia ingin tahu akan melahirkan seorang bayi tak berdosa ke dunia yang begitu buruk merupakan kesalahan.

‘Saya tak akan percaya bahwa Tuhan berjudi takkala menciptakan dunia.’ Einstein

Buku yang gilax. Keren banget. Buku pertama Kurt yang kubaca, langsung terpesona. Dengan tema bagus, plot twist dan penyampaian yang enak diikuti, jelas ini salah satu novel bagus yang sarat makna. Banyak hal yang bisa direnungkan, dan memang kalau sudah ngomongin waktu, pastinya membuat kita merenung, dan bila kita bisa kembali mengulang waktu, diberi kesempatan kembali, apakah semua hal yang salah yang sudah dilakukan bakalan jadi benar?

Semua orang, hidup atau mati, semata-mata hanyalah kebetulan

Gempa Waktu | by Kurt Vonnegut | Copyright 1997, Kurt Vonnegut, Berkley Book, New York | diterjemahkan dari Timequake | Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) | Cetakan kedua, Februari 2016 | Penerjemah T. Hermaya | Penyunting Candra Gautama | Desain sampul Teguh Tri Erdyan, Deborah Armadis Mawa | xvii + 251; 14 cm x 21 cm | ISBN 978-979-91-01143-2 | Skor: 5/5

Untuk mengenang Seymour Lawrence, pengusaha penerbitan yang terkemuka dan romantic, yang menerbitkan kisah-kisah ganjil yang ditulis dengan tinta di atas bubur kayu yang diputihkan.

Karawang, 290618 – Sherina Munaf – Persahabatan

#28 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

2 thoughts on “Gempa Waktu #28

  1. I see you don’t monetize your website, don’t waste your traffic, you
    can earn extra cash every month. You can use the best adsense alternative for any type
    of website (they approve all websites), for more details simply search in gooogle: boorfe’s tips monetize your
    website

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s