The Little Secret That Can Change Your Life #24

“Anda harus mempercayai kecerdasan intuisi Anda. Jika Anda memiliki pikiran jernih dna hati yang terbuka, Anda tidak harus mencari petunjuk. Petunjuk itulah yang akan mendatangi Anda.” – Phil Jackson dan Hugh Delehanty – Sacred Hoops

“Ingatlah rahasia kecil ini. Jika kau menjadi pemenang di arena balap tikus, kau tetaplah seekor rikus.”

Temukan waktu. Sediakan waktu. Karena hidup Anda dan kualitas hidup di dunia ini tergantung pada ketersediaan waktu.

Segala yang kita lakukan, urusannya adalah antara kita dengan Tuhan. Dia hakim dan sekaligus saksi kita.

Kekayaan kita akan membuat kita sakit, akan ada kepahitan di dalam tawa kita, dan anggur yang kita cecap akan membakar mulut kita.

“Kau baik-baik saja ‘kan?” Jika seseorang menanyakan bagaimana kabar Anda, tentu akan terdengar menyenangkan jika Anda menjawab tegas, ‘Sibuk!’

Kerja bukanlah bagian dari kehidupan, tetapi kehidupan adalah bagian dari kerja. Mereka mewujudkan semangat baru abad ke dua puluh satu – “Saya kerja, maka saya ada.”

Periklanan adalah spiritual semu dari materialism, yang menyodorkan janji-janji yang tidak bisa terpenuhi oleh benda-benda yang ditawarkan.

Siapapun yang menatap air akan menatap bayangan dirinya sendiri di permukaan, mula-mula ia menemukan wajahnya. Siapapun yang menyelami diri sendiri akan menghadapi resiko berbenturan dirinya sendiri. Benturan itu merupakan ujian pertama atas nyali, sebuah ujian yang menakutkan banyak orang. – Carl Jung

Di Amerika ada pemujaan membabi buta mengenai pertumbuhan ekonomi dan aktivitas belanja, tanpa memandang pengaruh buruknya terhadap lingkungan atau betapa tunduknya mereka kepada tirani materialism dan konsumerisme. – Vaclav Havel (Eks Presiden Ceko)

“Kau tahu pepatah lama, Begitulah. Dengan menyantap bangkitlah selera.”

Apa yang tersembunyi di balik penggelembungan hasrat ini? Pada orang-orang kaya, pengasingan dan bunuh diri spiritual. Pada orang-orang miskin, kecemburuan dan pembunuhan. – Fyodor Dostoyevsky

… dan mengikuti pacuan gila tikus got. Menyebar-nyebarkan kartu kredit seperti membagikan permen, mesin pemasaran ini hadir untuk mengubah ketakutan, harapan, dan impian orang dalam pembelian tunai.

Inilah yang terpenting. Kita sanggup setiap saat untuk mengorbankan milik kita demi menjadi diri kita. – Charles De Bois, Approximations

Konon, tidak satu pun dari kita adalah korban. Masing-maisng dari kita bertanggung jawab atas tindakan-tindakan kita dan bisa menolak serangan gencar pemasaran.

Kita mengumpulkan poin dan membayar cicilan spiritual demi mendapatkan surga, sebuah bonus besar kita peroleh setelah kita menempuh jalan yang lurus dan sempit sebelum ajal tiba. Sebaliknya ancaman neraka, api dan belerang dimaksudkan untuk menghalangi para calon pendosa agar tidak menempuh jalan sesat.

Pada saat begitu banyak orang berusaha menemukan makna, tujuan, arah, dan hidup mereka, “Lakukan tanpa pamrih” menyajikan kompas moral yang simpel untuk membimbing kita mengatasi penghianatan dan penyesatan dunia modern. Doing it because. Lakukan tanpa pamrih. Mengakui bahwa ada prinsip-prinsip moral yang tak memerlukan penjelasan dan mengatasi segala keraguan.

Kebanyakan dari kita pastilah ingin menjadi penghuni surga jika tempat itu ada. Tapi, bagaimana sekiranya tidak ada surga? Apakah kita akan merasa ditipu? Tolollah kita karena menjadi orang jujur, bisa percaya dan baik? Tentu tidak. Kita seharusnya menjadi luhur demi keluhuran itu sendiri. Karena itu hal baik yang perlu dilakukan, bukan karena ada imbalan.

Melakukan tindakan yang baik, bermoral, benar dan pantas berarti mempertahankan kemandirian pilihan, memimpin dan bukan mengikuti. Beraksi bukan bereaksi.

Melangkahlah tegap sesuai dengan irama Anda sendiri. Dan tetaplah jujur pada dir sendiri.

“Aku menetang dominasi kulit putih dan aku menentang dominasi kulit hitam, aku mengharapkan masyarakat yang bebas dan demokratis di mana setiap orang akan hidup bersama dalam harmoni dan memiliki kesempatan yang sama. Inilah cita-cita yang ingin kupertahankan dan wujudkan. Namun, jika diperlukan, aku siap mati untuk cita-citaku.” – Nelson Mandela

Sebagian tertatih tatih mempertanyakn Tuhan dan bukan berusaha menemukan apa yang bisa mereka lakukan untuk menjawab persoalan mereka.
Ketimbang merenung mengapa kita menderita. Lebih baik kita menggunakan waktu untuk meringankan penderitaan di sekeliling kita.

Memberi maaf membuat kita bebas, ia melepaskan kita dari penjara emosional yang bisa menghancurkan jiwa kita.

Sebab, memberi maaf adalah jalan menuju keutuhan dan kedamaian.

“Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan oleh Negara kepadamu, tetapi tanyakan apa yang bisa kau berikan kepada Negaramu.” – John F. Kennedy

Bersihkan lemari kita, hematlah dengan uang, dan tunjukkan rasa ‘terima kasih’. Istirahatlah, cari ketenangan dna ingat selalu bahwa kecil itu indah, sedikit itu banyak.
Ingatlah wajah yang paling sengsara dan paling lemah yang mungkin pernah kau lihat, dan renungkanlah apakah langkah yang akan kau ambil memiliki manfaat bagi Dia.

Manusia bukanlah binatang kurban. Ia punya hak untuk ada demi dirinya sendiri, tidak untuk mengorbankan dirinya demi orang lain. Tidak pula mengorbankan orang lain bagi dirinya.

Salah satu tanda berlalunya masa muda adalah lahirnya rasa kebersamaan saat kita berada di antara orang lain.

Saya tidak mengharuskan Anda mengeluarkan cek. Uang hanya salah satu cara untuk membantu. Kita bisa juga memberikan cinta, waktu, dan perhatian kita. Bimbinglah anak-anak kecil.

Temukan waktu. Sediakan waktu. Karena hidup Anda dan kualitas hidup di dunia ini tergantung pada kesediaan waktu.

“Lebih baik Anda tutup mulut dan kelihatan tolol ketimbang buka mulut dan menyingkap siapa diri Anda.” – Mark Twain

Kita bangga memamerkan ‘kerja banting tulang’ dan meyakini bahwa sibuk berarti bahagia.

Buku tipis yang berhasil baca kilat tak lebih sejam.Yang mengejutkanku adalah buku ini dialihbahasakan AS Laksana, Penulis pujaan yang telah mencipta banyak cerita pendek yahud. Ternyata karir kepenulisan seseorang memang sangat beragam dan panjang. Kita tak tahu beliau-beliau bermasa lalu bagaimana sebelum benar-benar mengenal dekat. Dan satu hal lagi, Para Penulis hebat itu bisa menterjemahkan, mengalih bahasakan ke Indonesia. Hiks, bagaimana dengan yang ga expert English nih? Referensinya bergantung para translator. Sangat berterima kasih kepada mereka yang memilah dan memilih buku mana yang kita impor menjadi bahasa kita.

The Little Secret That Can Change Your Life | by Joann Davis | copyright 2005 | Foto 63 hlm Free-Stock-Photos | Alih bahasa A.S. Laksana | Penyunting Tharien Agnes | Penyelaras akhir Rani Andriani Koswara | Penata letak Tim Sigma | Desain sampul Sangga Langit | Hak cipta terjemahan Indonesia TransMedia | Didukung oleh AgroMedia | ISBN (13) 978-979-006-043-2 | ISBN (10) 979-006-043-2 | Cetakan pertama, 2007 | x + 112 hlm.; 11.5 x 19 cm | Skor: 2/5

Untuk Jenny dan Colin yang telah memberiku secercah kejujuran yang hamper saja lupa kutanyakan

Karawang, 280618 – Sherina Munaf – Ada

#24 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s