Semusim, Dan Semusim Lagi #19

Semusim, Dan Semusim Lagi #19

Semua anak ada ibu bapaknya, kecuali impian. Semua pasangan ada jantan ada betinanya, kecuali kenyataan. – Darmanto Jatman, “Dengan Apa Petualangan Tepat Ditimbang?” dalam kumpualn puisi Bangsat!, 1975

Kisahnya standar, remaja mencinta yang akhirnya menggila karena sang kekasih memiliki kekasih sesungguhnya di luar. Semua serba biasa sampai akhirnya muncul seekor ikan mas koki yang bisa bicara, setelahnya semakin bagus dan memuncak. Absurb dengan keberanian gila. Sayangnya terlalu buaanyaaak kutipan orang-orang besar yang mengingatkanku pada buku-buku Dee yang pada akhirnya malah kembali terjatuh, biasa.

Sebagai novel pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2012, seharusnya bisa lebih seksi terlihat. Seno Gumira Ajidarma menyukai kisah ini, mungkin karena kesamaan unsur jazz yang melimpah, puja-puji musisi legendaris Amerika banyak betebaran. Namun sekali lagi, banyaknya kutipan yang dinukil menjadikannya drop. Ga apa adanya, ga murni karya sendiri.

B.B. King adalah anugrah Tuhan untuk umat manusia di muka bumi.

Dari semua hukum, agama Buddha adalah bunga dan buah, Konghucu adalah dahan dan daun-daunnya, Shinto akar dan batang. Jadi smua ajaran asing adalah cabang-cabang dari Shinto. – John Bowker, Beliefs That Change The World.

Aku percaya setiap perempuan harus bertemu dengan setidaknya satu pria keren sepanjang hidupnya untuk benar-benar memahami hal ini.

Bola besar berwarna orange itu semakin turun, turun, dan turun, seoalh-olah di bawah sana ada sesoerang yang menariknya dengan tali yang tak tampak.

Aku tidak mengerti kenapa orang sering memupuk keingintahuan tentang hidup orang lain, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan hidup mereka sendiri.

Sudah lama aku memutuskan bahwa di dunia ini ada hal-hal yang tidak perlu kupikirkan, dan perpisahan Joe dengan ibuku adalah salah satunya.

Jumlah orang kidal di dunia ini adalah tiga belas persen dari total populasi. Orang-orang pengguna tangan kanan cenderung hidup lebih lama sembilan tahun dibanding mereka yang kidal. Di dunia ini ada tiga jenis kebohongan, bohong beneran, bohong putih, dan statistik. (There are three kind of lies; lies, damned lies, and statistics. – PM Inggris, Benjamin Disraeli – dipopurkan oleh Mark Twain.

Bertemu dengan orang baru adalah hal terakhir yang kusukai di dunia ini.

Minum cappuccino tanpa tahu sejarahnya juga tetap enak.

“Iya, tapi kalau kamu belum pernah dengar Miles Davis dan John Coltrane dan Thelonious Monk, berarti hidupmu sia-sia.”

Album My Favorite Thing (1961) dan Kind of Blue (1957). Yang terakhir magnum opus-nya Miles David. Pada bulan Desember 2009 Anggota dewan Amerika mengambil suara dengan hasil 409 lawan 0, sungguh mengagumkan bagaimana sebuah lagu bisa dikategorikan sebagai harta tak ternilai.

Musik membawa kebahagian dan arti hidup bagi banyak orang. Bahkan seorang nyentrik seperti Nietzsche pun pernah bilang tanpa musik hidup ini bakal hanya akan jadi semacam kesalahan.

Aku tak pernah punya ponsel sebab kuanggap orang lain adalah neraka.
Selama ini aku banyak membaca tetapi aku tidak pernah sanggup menulis. Aku bahkan tidak menulis buku harian karena menurutku itu hal yang konyol.

Murakami pernah bilang hal ini dalam novel Hear the Wind Song; dua hal yang tidak seharusnya ada dalam cerita adalah kematian dan hubungan seks sebab cepat atau lambat orang akan mati dan pria akan tidur dengan wanita. Tidak ada gunanya menulis sesuatu yang niscaya.

Menyodorkan naskah cerita pada orang yang kita bunuh berkali-kali dalam cerita sepertinya bukan tindakan yang bijaksana.

Dalam pandangan Faulkner semakin sulit dipahami semakin tinggilah nilai kesusastraannya.

Kata Hemingway, ‘Apakah kekuatan emosi lahir karena kata-kata besar?’ ada kata-kata yang lebih simple, lebih baik, lebih lazim, itulah yang kugunakan.

Tahukah engkau, Gadis kecil, Blowing in the Wind adalah kalimat sihir.

Dalam diriku ada tiga unsur yakni segala macam bahan yang menjadikanku seekor koki, dan suatu struktur yang membuatku disebut jenis ikan mas koki. Kau tahu dari sisik, kulit licin, isi perut, sirip dan bentuk mata yang buruk ini.
Sebab jika ada hal yang begitu mahalnya sampai tidak bisa dibeli itu adalah waktu. Wittgenstein pernah berkata alangkah baiknya jika setiap kita membeli buku, kita juga sekalian membeli waktu untuk membacanya.

“Segala sesuatu terjadi sebagaimana seharusnya dan jika kau memeriksanya dengan sungguh-sungguh kau akan tahu memang begitu adanya.” – Marcus Aurelius

Segala sesuatu terjadi pada kita baik ataupun buruk pasti akan berlalu yang tersisa hanya ingatan bahwa dulu kita pernah sangat bahagia atau sangat sedih. Lalu ingatan itu nantinya akan memudar.

Dunia ini hanya begini-begini saja? Kau tidak rugi apapun, percayalah.
Aku tidak seharusnya di sana. Seperti aku seharusnya tidak ada di mana-mana.

“Kau pernah dengar apa pun yang orang tua lakukan pada akhirnya akan merusak anaknya?”

Benar setiap orang punya urusannya sendiri. Dan urusanku kali ini adalah menertawakan seisi semesta.

Semusim, Dan Semusim Lagi | Oleh Andina Dwifatma | Editor Hetih Rusli | GM 401 01 13 0028 | Desain sampul Rio Tupai | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama, April 2013 | 232 hlm.; 20 cm | ISBN 979-979-22-9510-8 | Skor: 3/5
Untuk Sheila Putri

Karawang, 250618 – M2M – Pretty Boy

#19 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Jangan Lepaskan Aku #18

Jangan Lepaskan Aku #18
Alurnya sangat lambat. Khas hiburan tenang penuh perenungan, tak ada hentakan sama sekali. Semua berjalan dalam aliran santai yang menyejukkan, beberapa bagian tampak melelahkan tapi mayoritas memang memberi kekuatan menyentuh hati. Penggambaran manusia kloning yang bisa berfikir saja sudah begitu berani, ditambah detail bagaimana para karakter ini menghadapi kenyataan yang sangat telak menohok kita: Mereka makhluk-makhluk lemah pendonor yang tak pernah takut mati, karena toh mau tersingkir sekarang atau nanti sama saja. Kehidupan akhir yang ditelan waktu. Tak ada cita-cita, tak ada harapan masa depan. Dirinya hanyalah ‘boneka’ manusia yang harus siap memberikan organ demi kelangsungan umat.
Kuselesaikan baca seminggu ini dimulai saat bikin SIM di Polres Karawang 14 Maret selesai 23 Maret, bersamaan satu buku motivasi dan satu novel adaptasi best picture Oscar. Saya mulai baca beruntun paska buku lokal yang lagi gencar promo ‘Laut Bercerita’. Wew, jauh sekali ya kualitasnya. Laut yang tergesa dan monoton padahal kalau dilihat konfliknya berat tentang drama penculikan mahasiswa era 1998, potensi bagus. Melawan buku alur tenang gini. Tentang orang-orang kloning yang menunjukkan eksistensi. Kalau digarap orang lain, saya ga yakin Let Me bakal akan sekuat ini. Pemilihan diksi, pembawaan yang bagus, dan permainan kata itu sangat penting. Arogansi manusia di era modern ini, apakah sampai sehagar ini? “Karena kita masing-masing dikopi dari seseorang yang normal, maka diluar sana pasti, bagi kami masing-masing di suatu tempat ada seorang model yang menjalani kehidupannya.”
Kisahnya dinarasikan oleh Kathy yang mengenang masa lalu. Persahabatannya dengan pasangan kekasih Ruth dan Tommy membuka rahasia-rahasia di balik dinding sekolah Hailsham.
“Aku tahu. Dia berniat mengatakan sesuatu yang berbeda.”
“Mungkin ini tak banyak membantu. Tapi ingat ini, setidaknya ada satu orang di Hailsham yang punya pandangan berbeda. Setidaknya satu orang percaya kau siswa yang sangat baik, sebaik siswa manapun yang pernah ditemuinya, tak peduli seberapa kreatifnya dirimu.”
“Itu cukup bagus untuk Galeri. Oh ya yang itu langsung masuk Galeri.”
“Jika kita kehilangan sesuatu yang berharga dan sudah mencari-cari dan masih juga tidak menemukannya, kita tidak perlu patah hati sepenuhnya. Kita masih punya penghiburan terakhir, berfikir suatu hari nanti sudah dewasa, kita bebas bepergian ke seantero dunia, kita selalu bisa pergi dan menemukannya lagi di Norfolk.”
Bagi kalian, kalian semua jauh lebih buruk untuk merokok daripada untukku.
Pikiran utamaku adalah bahwa aku tidak boleh menunjukkan betapa panik diriku. Betapa gundahnya dirinya bahwa kasetnya hilang.
Itu hanyalah benda, seperti bros atau cincin. Terutama sekarang setelah Ruth tiada, ini menjadi semacam barang milikku yang paling berharga.
Kalian sudah diberitahu tetapi tidak diberitahu. Kalian sudah diberitahu, tetapi tidak satupun kalian benar-benar mengerti, dan aku berani bilang beberapa orang senang membiarkannya seperti itu.
“Seks mempengaruhi emosi dengan cara yang tak pernah kauduga.”
“Menghormati kebutuhan fisik kami, bahwa seks karunia yang indah.”
“Kalau kau tidak menemukan seseorang dengan siapa kau benar-benar ingin berbagi pengalaman ini, jangan lakukan!” tapi sekitar musim semi di tahun yang kubicarakan sekarang, aku mulai berfikir aku tidak keberatan berhubungan seks dengan laki-laki.
Kami punya banyak buku terbitan abad kesembilan belas seperti karanagn Thomas Hardy dan orang-orang semacamnya yang bisa dibilang tidak berguna.
Kalau sedang kesuliatn dia lebih suka dibela olehmu daripada oleh laki-laki manapun. Harus kau akui, itu pujian yang tulus.
Dan bukan hanya karena itu bukti. Tapi demi kebaikanmu sendiri, kau akan mendapatkan banyak darinya untuk dirimu.
Dari pemenang Nobel Sastra 2017, inilah buku kedua sang Penulis Inggris kelahiran Jepang Kazuo Ishiguro yang kubaca setelah An Artist of the Floating World. Karena buku ini memang melejit setelah beliau menang, maka hype-nya tinggi. Tapi bagiku masih bagusan An Artist. Terasa original menikmati Jepang pasca Perang Dunia Kedua dengan segala bentuk permasalahan lokalnya ketimbang melesat jauh di era modern di Inggris. Kazuo sendiri seorang imigran yang akhirnya memilih pindah kewarganegaraan. Tema Never Let tergolong berat, pembawaannya butuh kesabaran dan konflik yang minim menantang kita untuk bertahan, menganalisis serta keberanian menyelesaikan masalah Ruth dan kawan-kawan, sampai akhirnya meledak di ending. Tema kematian yang hampa, serta tanpa ekspresi menghadapi hari esok menjadi begitu mengeri, berani, lugas dan sangat emosional.
Saya jadi begitu penasaran sama lagu yang jadi begitu sering disebut dan menggairahkan rilisan tahun 1956, Judy Bridgewater berjudul Songs After Dark.
Jangan Lepaskan Aku | by Kazuo Ishiguro | Diterjemahkan dari Never Let Me Go | Copyright 2005 | 617186017 | Alih bahasa Gita Yuliani K. | Editor Rosi L. Simamora | Desain sampul Marcel W. | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kedua, November 2017 | ISBN 9789792274936 | 360 hlm.; 20 cm |Skor: 4.5/5
Untuk Lorna dan Naomi
Karawang, 2303 – 240618 – Sherina Munaf – Impian Kecil
#18 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku