Tiga Saudari #16

Tusenbach: “Ketika kita sudah mati manusia akan terbang dengan balon, mengubah model pakaiannya, mungkin memiliki indra keenam, dan mengembangkannya tapi hidup tetap sama, susah, penuh dengan misteri dan kebahagiaan. Seribu tahun lagi, orang akan mengeluhkan hal yang sama, Betapa beratnya hidup ini. Dan seperti sekarang ia juga akan takut dan tak ingin mati.”

Buku pertama terbitan Kalabuku yang kubaca. Ternyata penerbit buku-buku sandiwara. Wah, ternyata kita punya penerbit yang concern ke sana ya, baru tahu. Dunia teater kita memang sedang menggeliat, bagus sekali kita punya opsi belajar acting dari textbook-nya. Buat anak muda yang bercita di dunia panggung jelas ini sangat bermanfaat.

Penyajian bukunya juga sistematis, dengan pengantar penerbit, penjelasan tokoh-tokoh yang ada dalamcerita, lima babak yang panjang serta epilog dari sutradara yang pernah mengadaptasinya. Lebih keren lagi, setiap ada kata atau kalimat yang perlu penjelasan lebih, ada catatan kaki yang ditaruh setelah ending. Kronologi Lakon-lakon anton Chekov semakin bervitamin memberi kejelasan timeline. Dengan segala detail dan kemasan bagus ini, jelas buku ini layak dikoleksi, taruh di rak perpustakaan kelurga. Dan je;as, kovernya keren sekali.

Berikut kutipan-kutipan yang patut disimak:

Manusia harus kerja keras, memeras keringat, siapa pun itu, karena semua tujuan dan makna hidup, kebahagian, suka cita bergantung pada kerja semata.

Oh Tuhan, apalah arti manusia, lebih baik menjadi lembu jantan atau seekor kuda, asalkan bisa bekerja, daripada menjadi perempuan yang bangun jam dua belas siang lalu minum kopi di tempat tidur, lalu menghabisakn waktu dua jam untuk berdandan.

Solyony: “Jika seorang lelaki filosofis, maka akan jadi filsafat atau sesat, tapi jika seorang atau dua perempuan filosofis, maka hanya akan jadi omong kosong.”

Anak-anakku tersayang, gadis-gadisku, hanya kalian yang kumiliki di atas bumi ini. Sebentar lagi aku berusia enam puluh tahun, lelaki tua kesepian dan tidak berguna. Aku tidak punya apapun kecuali rasa cintaku pada kalian, tanpa kalian mungkin aku sudah mati terlebih dahulu.

Jadi tidak heran kalau orang-orang tidak akan mengingat kita, mereka akan melupakan kita.

Dan mungkin saja hidup kita saat ini, yang sudah kita terima dengan senang hati, pada suatu hari nanti akan terlihat aneh, tidak nyaman, bodoh, bahkan penuh dengan dosa.
Di kota kecil ini tidak ada gunanya menguasai tiga bahasa! Tidak penting, bahkan jadi beban tak berguna seperti punya jari keenam. Kami mengetahui banyak hal yang tidak penting. Kalian mengetahui hal-hal tidak penting! Tak kukira ada kota yang sangat membosankan dan suram seperti ini sampai-sampai orang terpelajar dan pintar menjadi tidak penting.

Aku punya istri dan dua anak gadis, istriku sehat dan seterusnya, tapi bila aku diberi kesempatan mengulang kehidupanku, aku tidak akan menikah… tidak, tidak!

Hadirin sekalian, hari ini adalah hari Minggu, hari istirahat. Mari kita istirahat dan menikmati hari dengan cara yang sesuai dengan usia dan kedudukan kita.

Aku punya gairah yang besar untuk hidup, perjuangan, pekerjaan, yang bergejolak dalam jiwaku beserta cintaku untukmu, Irina, dunia terlihat indah karena kecantikanmu yang memancar! Apa lagi yang kau pikirkan?

Selamat hari pesta nama. Pestanya besar sekali, aku jadi merasa malu sekali…

Di tepi pantai sepohon ek menghijau… di atasnya seuntai rantai emas… (Dengan sedih) Mengapa aku terus-menerus mengucapkannya? Kalimat itu telah menghantuiku sepanjang hari.

Di Moskow kau bisa duduk di sebuah restoran besar; kau tidak kenal siapa pun dan tak seorang pun mengenalimu. Tapi di sini kau kenal semua orang dan semua mengenalmu, tapi kau tetap merasa sebagai orang asing – orang asing. Orang asing dan kesepian.

Aku mencintaimu – benar-benar mencintaimu… aku mencintai matamu, gerak tubuhmu, aku melihatnya dalam mimpi-mimpiku… Wanita yang luar biasa mengagumkan!

Kau harus tahu untuk apa kau hidup, jika tidak hidupmu hanya omong kosong belaka.

Balzac menikah di Berditchev

Tchebutykin: “Aku tidak pernah punya waktu untuk menikah karena hidup hanya sekejap kilat dan karena aku sangat tergila-gila pada ibumu yang sudah menikah.”

Mungkin saja itu baik, tapi bagaimana dengan kesepian? Kau boleh bicara semaumu, tapi kesendirian itu mengerikan, anak muda. Tapi tidak apa-apa.

Tua dan muda disatukan oleh cinta dan yang berharga adalah kepedihannya.

Marsha: “Amo, amas, amat; amamus, amatis, amant.” – “Aku cinta, cinta, cinta; kita cinta, cinta, cinta.”

Dan ada sesuatu yang menggangu pikiranku, ini memuakkan. Ia tertancap di kepalaku seperti paku; aku harus membicarakannya. Ini tentang Andrey, ia sudah mengggadaikan rumai ini ke bank dan istrinya memegang semua uangnya, dan kau tahu rumah ini bukan hanya miliknya, tapi milik kami berempat! Ia harus paham itu, jika ia lelaki yang terhormat.

Aku putus asa dan aku tidak tahu kenapa aku masih hidup dan tak juga bunuh diri.

Seseorang tidak menikah karena cinta, melainkan untuk menunaikan kewajibannya. Itu pendapatku, dan aku pun akan menikah tanpa didasari cinta. Siapa pun yang melamarku, aku akan menikahinya, asalkan ia pria yang baik. Lelaki tua pun tak apa…

Ketika kau membaca novel semua tampak usang dan jelas, namun ketika kau sedang jatuh cinta kau lihat tak seorang pun yang tahu apa pun dan kita harus menemukan jawaban untuk diri sendiri.

Aku mohon dengan sangat, mari kita pergi! Tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain Moskow! Ayo pergi, Olya! Ayo!

Tidak, ini selamat tinggal untuk perpisahan selamanya; kita tidak akan berjumpa lagi.

Modus vivendi – kesepakatan sementara antara dua pihak yang bersengketa. Namun Rusk dan Man memberi catatan bahwa maksud Kuligin adalah cara hidup.

Sepertinya begitu… kita tidak nyata, tidak ada yang nyata di dunia ini, kita tidak ada, hanya kelihatannya saja ada. Tidak apa-pa!

Hidup ini berat. Terlihat banyak dari kita yang membosankan dan hampa; tapi harus diakui bahwa ia terus berjalan dan semakin jelas dan mudah, dan waktu tidak terasa lama bila kita tahu bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan.
Tahukah kau, jika kerja keras disatukan dengan pendidikan dan pendidikan bersekutu dengan kerja keras.

Hanya kutemukan typo satu kata pada halaman 15 pada kata ‘teralu’ dan halaman kosong halaman 138 pada epilog Constantin Stanislavski. Malam itu setelah selesai baca saya kirim pesan langsung di ig: kalabuku_ dan langsung direspon dengan mengirimkan isi halaman yang hilang. Cepat sekali tanggapannya.

Ulasan singkatku di ig: lazione.budy sebagai buku yang kubaca ke 37 tahun ini adalah: ‘Akhirnya tercapai juga harapan menikmati #ThreeSisters terima kasih @kalabuku_ Buku ini sudah kuidam-idamkan jauh hari dalam Bahasa Indonesia. Rilis tepat 31.01 tanggal istimewa karena tahun 1901 #TigaSaudari pertama kali pentas oleh Moskow Art Theatre (MAT) dengan duo sutradara #KonstantinStanislavski dan #VladimirNemirovichDanchenko Buku ketiga #antonChekov yang kubaca. Semuanya suka. Kumpulan cerpen, novel dan kini naskah sandiwara. “Jadi menurut Anda, bahkan hanya memimpikan kebahagiaan saja, itu tidak ada gunanya? Bagaimana kalau aku sekarang sedang bahagia?” – #Tusenbach. Pelakon teater wajib baca. Penikmat fiksi pasti suka detail-detail seperti ini. “Sama halnya seperti kau, kau tidak akan terlalu memperhatikan #Moskow ketika kau tinggal di sana. Kita tidak punya kebahagiaan, dan tidak akan pernah memilikinya, kita hanya merindukannya.” – #Vershinin Kovernya jos banget, ilustrasi yang artistic #TeriVereb salah satu kover buku terbaik yang kumiliki. Jadi seberapa pelik permaslahan #Olga #Marsha dan #Irina See… kubeli daring di @paperplanebookstore’

Tiga Saudari | by Anton Chekhov | Sumber terjemahan: Anton Tchekov, The Plays of Anton Tchekov (New York Modern Library, 1929), terjemahan bahasa Inggris oleh Constance Garnett | Sumber epilog: Constantin Stanislavski, My Life in Art (New York, 1856), terjemahan bahasa Inggris oleh J.J. Robbins | Penerbit Kalabuku | Penerjemah Trisa Triandesa | Editor Ibed Surgana Yuga | Cetakan pertama, Januari 2018 | xvi + 157 hlm., 13 x 19 cm | ISBN 978-602-19352-6-2 | Kb 005.1.1.0118 | Desain isi dan sampul Tim desain Kalabuku | Ilustrasi sampul Teri Vereb, Three Ladies, 2009 | Skor: 5/5

Karawang, 210618 – Sherina Munaf – Menikmati Hari

#16 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s