Rahasia Di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia #8

Rahasia Di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia #8
Sudah kuduga sih isinya bakal kulitnya saja, ga akan detail. Dengan buku setipis ini mencantumkan banyak Penulis mana mungkin rahasia penting beliau-beliau terungkap di sini dengan gamblang. Kubaca cepat di #JanuariBaca tahun ini tanpa banyak ekspeltasi. Ada sih beberapa kutipan bagus, tapi sisanya hanya profil dan keterangan sederhana yang bisa dnegan mudah kita akses di Wikipedia. Sayang sekali di era digital gini buku cetak yang ditawarkan terlalu umum, harusnya disusun dengan lebih berbobot, lebih bervitamin dan menunjang memotivasi pembaca. Lha ini copy-paste dari situs, atau tulis ulang tanpa banyak pendapat, ide atau gagasan dari Penulisnya sendiri seakan buku ini hanyalah Tugas Akhir mahasiswa yang coba susun.
Ada 25 Penulis yang dinukil kisahnya, semua sudah bisa diakses di web. Gampang dan mudah. Sebuah karya seharusnya menyertai pandangan Penulis, ini sih enggak. Sekedar mengambil hikmah dan garis hidup orang lain. bukan, bukan semacam biografi. Kalau biografi butuh penelusuran intens, butuh telaah dan survey dan penelitian. Buku ini sekedar copas, walau daftar pustakanya banyak dan berat naun jelas buku ini ga berat atau bergizi.
Saya ambil saja 25 kutipan setiap ganti bab, yang mana semuanya juga gampang dicari di twitter.
Christie: Seorang arkeolog adalah suami terbaik yang bisa didapatkan seorang perempuan, bila sang istri semakin tua ia akan semakin menarik.
Chekov: Kita seharusnya menemukan kedamaian, kita seharusnya mendengar apa yang disampaikan malaikat, kita seharusnya melihat langit berbicara dengan taburan intan berlian.
Conan: Orang yang berkemampaun rata-rata tidak tahu apa-apa yang lebih tinggi daripada dirinya, tapi orang berbakat selalu bisa menyadari suatu kejeniusan.
Meyer: Walaupun banyak urusan lain yang perlu saya lakukan, saya tidak beranjak dari kastil dan asyik memikirkan mimpi itu. saya paksa diri untuk bangun dan selesaikan urusan di rumah. Selepsa semua selesai, pada sebelah malam saya ke komputer dan menulis beberapa nota kecil di kertas. Saya heran mengapa saya selalu memikirkannya.
Gibran: Sungguh, kesenangan adalah lagu kebebasan dan aku suka engkau menyanyikannya dnegan sepenuh hati meskipun aku tak ingin ikut bernyanyi.
Rumi: Oh Tuhan sudah kutemukan cinta! Betapa menakjubkan, betapa hebat, betapa indahnya. Kuhaturkan puja-puji bagi gairah yang bangkit. Dan menghiasai alam semesta ini maupun segala apa yang ada di dalamnya.
Dickens: Bersikaplah alami ankku. Karena penulis yang alami telah memenuhi aturan seni.
Allan Poe: Tak terlalu penting tentang ‘apa yang telah terjadi’, namun yang terpenting ialah bertanya tentang ‘apa yang telah terjadi pada sebelumnyatak pernah terjadi’
Hemingway: Ayahku berkata kepadaku, jangan membunuh apapun yang kau makan. Pada usia sembilan tahun, aku menembak seekor landak. Itu adalah pelajaran yang paling berat yang pernah kuperoleh.
Goethe: Beribu-ribu pikiran dalam diri senantiasa naik-turun dalam diriku. Jiwaku bagaikan pesta kembang api nan abadi, tak pernah istirahat.
Goenawan: Yang indah memang bisa menghibur selama-lamanya, membubuhkan luka selama-lamanya, meskipun puisi dan benda seni bisa lenyap. Ia seakan-akan roh yang hadir dan pergi ketika kata dilupakan dan benda jadi aus. Tapi apa arti roh tanpa tubuh yang buncah dan terbelah? Keindahan tidak bisa jadi total, ia abstrak, dan manusia dan dunia tak akan pernah menyapa lagi.
Rowling: Apa yang paling saya takuti di usia saya seperti Anda? Bukan kemiskinan, tetapi kegagalan. Kegagalan mengajarkansaya hal-hal tentang diri saya sendiri bahwa saya bisa belajar.
Tolstoy: Saya tahu bahwa kebanyakan orang, termasuk mereka yang malah menghadapi masalah-masalah paling rumit pun, jarang bisa menerima kebenaran yang paling sederhana dan paling jelas.
Iqbal: Melodi perpisahan boleh menggema atau tidak. Bunyi nafiri boleh bertiup lagi dari hijaz atau tidak. Saat si fakir telah sampai ke batas terakhir. Pujangga lain boleh datang atau tidak.
Mahfouz: Setiap orang memeluk rahasianya sendiri, memilikinya untuk diri sendiri. Setiap waktu yang kita lalui membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan.
Gogol: Pokok dari ‘Jiwa-Jiwa Mati’ tidak ada hubungannya dengan penggambaran mengenai kehidupan pedesaan Rusia ataupun segelintir tuan tanah yang memberontak. Untuk sementara waktu itu adalah suatu rahasia yang harus dengan mendadak dan menakjubkan setiap orang (karena hingga sekarang tak seorang pun pembacaku yang telah menerkanya.
Pamuk: Tak satupun yang berubah dalam hidup saya karena saya bekerja sepanjang waktu. Saya telah menghabiskan 30 tahun dalam menulis fiksi. Selama 10 tahun pertama, saya kuatir tentang uang dan tak seorangpun bertanay berapa banyak uang yang saya hasilkan. Dekade kedua saya menghabiskan uang dan tak seoarnpun bertanay tentang hal itu.
Coelho: Kalau kau merasa takdirmu, pergi dan carilah. Hanya manusia yang bahagia yang dapat menciptakan kebahagiaan di hati sesamanya.
Neruda: Carilah, hanya ada satu benda yang berbahaya untuk kalian di sini, puisi.
Pramoedya: batu-batu kali, kerikil, dan cadas pun bisa menyatakan perasaannya. Jangan meremehkan satu orang, apalagi dua. Karena satu pribadipun mengandung dalam dirinya kemungkinan tanpa batas.
Tagore: Ketika semua dawai kehidupanku akan dimainkan, maka pada setiap sentuhanMu akan muncul musik cinta.
King: Jika anda ingin menjadi penulis, Anda harus melakukan dua hal di atas segalanya, membaca yang banyak, menulis yang banyak.
Morisson: Karya dan kata adalah agung, sebab ia generatif, dia menghasilkan makna yang menjamin perbedaan kita, perbedaan manusiawi kita, inilah jalan yang membuat kita tidak sama dengan kehiduapn orang lain.
Shakespeare: Beberapa orang dilahirkan besar, beberapa meraih kebesaran, dan beberapa meraih kebesaran yang dipercayakan pada mereka.
Rendra: Hidup tidak untuk mengeluh tetapi untuk mengolah hidup, bekerja membalik tanah, memasuki rahasia langit dan semesta serta mengukir sejarah demi kehormatan seorang manusia.
Sungguh aneh sekali, lima besar best novel 100 ku ga masuk dalam daftar! Kok bisa? Memasukkan Goenawan Muhammad ketimbang George Orwell, memasukkan Muhamad Iqbal ketimbang William Faulkner. Makin menurunkan rate. Sebagian besar dari 25 Penulis yang tertera sudha kubaca karyanya. Sebagian jelas sudah kuulas jua di blog ini.
Yah, anggap saja ini sekedar tamasya santai menikmati kisah sekilas lewat para tokoh literasi. Jelas buku ini ga ‘Inspiratif & Menggugah’ seperti yang diiklankan kover depan. Ini juga menjadi buku pertama terbitan Parasmu. Baru tahu ada penerbit indi bernama ini. Saya sarankan Penulis membaca 100 novel paling berpengaruh yang ditarik timeline dari SM sampai abad milenium. Recomended!
Rahasia Di Balik Kesuksesan Para Maestro Penulis Besar Dunia | disusun oleh Jingga Gemilang | editor Adhon MK | layout Deriko Arter | desain kover Alfa | cetakan I, Februari 2014 | 13,5 x 20,5 cm, 188 hlm | ISBN 978-602-1676-47-9 | Penerbit Parasmu | Skor: 2/5
Karawang, 0800618 – Can’t Remeber To Forget You
#8 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s