Belas Kasih #7

Belas Kasih #7
Tapi bukankah Dia yang menciptakan kita nyonya? Memang. Tapi Dia juga menciptakan ekor merak, dan itu pasti lebih sulit. Oh nyonya kita bisa bernyanyi dan bicara, merak tidak. Kita perlu itu, merak tidak. Apalagi yang kita miliki? Akal. Tangan untuk membuat banyak hal. Semuanya baik dan bagus. Tapi itu urusan kita. Bukan urusan Tuhan. Dia sednag melakukan hal laindi dunia ini. Kita tidka ada dalam pikiranNya. Kalau tidak mengawasi kita, lantas apa yang dia lakukan? Hanya Tuhan yang tahu.
Buku pertama dari Penulis pertama Afro-Amerika penerima hadiah nobel Sastra tahun 1993 yang kubaca. Narasinya juara. Mengingatkanku pada xxx yang memainkan plot unik dan nyeleneh. Mengingatkanku pada Unclexxx Tom Cabin tentang perbudakan yang kejam. Mengingatkanku pula pada xxx.
Ini adalah buku fresh from the oven. Basa Basi menerbitkan bulan Mei 2018, saya beli Mei juga bareng Kura-Kura Berjanggut dari toko buku daring Yogyakarta, Paperplane Book dan berselang seminggu selesai baca, kini sudah kuulas. Wah, kecanggihan teknologi membuat kita sekarang bisa update sekali baca buku. Ini bukan pertama kalinya, di bulan yang sama dengan selesai cetak bisa kunikmati. Berkat took buku daring yang sekarang sudah banyak dan selalu update, thanks semua kita bisa menikmati karya tulis lebih mudah dan cepat.
Untuk bisa bertemu denganmu aku harus meninggalkan satu-satunya rumah dan orang-orang yang kukenal.
Aku suka bicara. Lina suka bicara, batu suka bicara, bahkan Sorrow juga bicara. Tapi yang terbaik adalah bicaramu.
Dia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan, siapa yang bakal menghampiri dan dengan maksud apa, namun dia menikmatinya.
Mereka tidka tersenyum, tapi menyeringai. Tidak tertawa tapi mengikik. Jacob membayangkan mereka adalah orang yang berlaku kejam pada pembantu dan sangat patuh pada pendeta.
Jacob mengernyitkan dahi. Makhluk bergading bukanlah barang dagangannya. Siapapun yang berdagang, ru-lah yang berkuasa.
Di dunia ini tidak ada hal yang lebih indah bagi anak yatim atau terlantar selain dari kebaikan orang asing.
Kau mungkin sama sekali tidak tahu seperti apa penampakan punggungmu saat ditempa cahaya matahari maupun rembulan.
Mandi telanjang di sungai adalah sebuah dosa, memetik buah ceri dari pohon adalah pencurian, dan makan bubur jangung langsung menggunakan tangan adalah salah. Tuhan paling membenci sifat malas.
“sebagian orang sengaja berbuat jahat. Sedangkan yang lainnya tidak tahan dengan kejahatan yang mereka perbuat.”
Tak seorang pun dari mereka dapat menjadi pewaris, tak terikat dengan Gereja ataupun tercatat dalam pembukuan. Perempuan dan illegal, mereka akan dianggap sebagai penyusup atau penghuni liar.
Tuan dan nyonya percaya mereka dapat menjalani kehidupan yang jujur dan merdeka dalam berfikir namun tanpa adanya pewaris seluruh hasil kerja keras mereka tak kan lebih berarti dari sarang burung wallet.
“Engkau dna aku, tanah ini adalah rumah kita, tapi tidak seperti dirimu, aku hanyalah ornag buangan di sini.”
“Kau hanyalah selembar daun yang ada di pohonnya.”
“Masih terus jatuh, ia terjatuh untuk selamanya.”
Akal sehat jarang bekerja dengan baik pada momen-momen krisis.
Aku sedikit takut dengan kebebasan ini. Beginikah rasanya menjadi merdeka? Aku tidak menyukainya. Aku tidka ingin bebas darimu, karena aku hanya bisa hidup bersamamu.
Kita tak pernah bisa membentuk dunia ini. Dunialah yang membentuk kita.
Agama, seperti yang Rebekka lihat dari ibunya, adalah nyala api yang mendapatkan bahan bakar dari kebencian.
Dia tidka lebih agung atau lebih baik dari apa yang dibayangkan oleh pengikut-Nya.
Keluarganya menganggap eksekusi itu adalah sebagai upaya perayaan yang sama meriahnya dnegan pawai raja.
Menjadi pembantu, pelacur atau istri. Kendati tetap ada cerita buruk dari masing-masing pilihan itu, yang terakhir sepertinya paling aman. Pilihan yang bisa membuatnya memiliki anak, sehingga dia pun mendapatkan kasih sayang.
Apapun pilihan masa depan yang tersaji di hadapannya, pada akhirnya semua berpulang pada karakter laki-laki yang memenang kuasa.
Amerika. Apapun bahaya yang menanti di sana, apakah mungkin jadi lebih buruk dari itu.
Memang hal ini lebih dekat dnegan Paganisme, tetapi setidaknya lebih menyenangkan daripada doa-doa terkait hari penghakiman yang pernah diajarkan Rebekka dan diperdengarkan berulang kali oleh Kongregasi Baptis.
Bagi mereka yang tidak bisa melihat langit, waktu adalah gelombang laut, dan tidak bisa ditandai, abadi, dan tidak berwujud.
Dunia di luar sana sangat kacau dan penuh bahaya, dan hanya suaminya yang bisa melindunginya.
Semuanya itu seperti sebuah lelucon yang buruk. Selamat, Setan.
Dia mendapat jawaban dari Tuhan yang berkata, Kau piker dirimu siapa? Mempertanyakanku? Biar kuberi kau petunjuk siapa Aku dan apa yang Aku tahu.
Dia paham benar arti kesepian: rasa ngeri akan warna, keheningan yang menderu, dan ancaman dari benda-benda tidak asing yang hanya tergeletak diam di tempatnya.
Keinginan untuk mendapat sesuatu yang lebih dan lebih lagi bukanlah suatu ketamakan, karena ini bukan hanay soal harta benda itu sendiri, melainkan lebih pada kepuasan saat melakoni prosesnya.
Masing-masing kelompok beranggapan bahwa kelompok yang lainnya sangat tercela dan berbahaya.
Adam yang pertama, kemudian Hawa yang bingung mengenai perannya adalah pelanggaran hokum yang pertama.
Tidak dari kematian yang pertama, mungkin dari yang kedua.
Aku mengeluarkan surat Nyonya dan mengulungkannya, tetapi tidak ada satu pun yang mau menyentuhnya.
Betapa berat beban yang ditanggung perempuan saat menjadi hampa laki-laki dan saat harus hidup tanpanya.
Dia percayabahwa kita akan lebih mencintai Tuhan jika kita bisa membaca. Aku tidak tahu itu, yang kutahu ada keajaiban dalam belajar.
Di dalam debu tempat hatiku bersemanyam siang dna malam menanti sampai kau bisa memahami apa yang kutahu dan ingin kuceritakan padamu: diberi kuasa atas yang lain adalah hal yang berat, merebut kuasa atas yang lain adalah hal yang salah, menyerahkan kuasa atas dirimu kepada yang lain adalah hal yang keji.
Oh Florens. Sayangku, dengarkanlah ibumu.
Kovernya bagus, sederhana minimalis cukup mewakili isi cerita. Era perbudakan yang gelap.
Belas Kasih | by Toni Morrison | diterjemahkan dari A Mercy, Alfred A. Knope | Terbitan New York Toronto, 2008 | Penerjemah nanda Akbar Ariefianto | Penyunting Tia Setiadi | Pemeriksa aksara Daruz Armedian | Tata Sampul Sukutangan | Tata Letak Kay | Pracetak Kiki | Cetakan pertama, Mei 2018 | Penerbit Basa Basi | 264 hlm; 14 x 20 cm | ISBN 979-602-5783-13-5 | Skor: 4/5
Karawang, 070618 –
#7 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan