My Irresistible Earl – Gaelen Foley

My Irresistible Earl – Gaelen Foley

Ayo, ada seseorang di sini yang tak henti-hentinya berdoa agar bisa melihat wajahmu lagi.”

Sebenarnya kisahnya bagus, menegangkan. Ada plot seru dalam pencarian jalan keluar. Ada karakter yang tewas akibat pengintaian, ada keseruan dalam perkelahian dan sang jagoan terpuruk dalam ketidakjelasan nasib. Sayangnya, ya sayangnya kisah utama novel ini adalah roman picisan, drama cinta yang sangat mudah ditebak. Benang merahnya seorang Lord yang jatuh hati sama Lady- kini menjanda, karena cinta pertama saat remaja maka kalimat ‘kutunggu jandamu’ itu mewujud nyata. Klise sih, tapi masih nyaman diikuti.

Fiction historical – romance.

Cinta, yang tak akan melepaskan mereka yang dicintai dari mencintai, mencengkramku erat. Sehingga seperti yang bisa kau lihat sekarang, cinta itu masih belum meninggalkanku.Dante’s Inferno, Canto V.I. 103-105

Seorang ksatria muda, dua puluh satu tahun tergabung dalam ordo rahasia Inggris pada tahun 1804. Jordan Lenox, Earl of Falcoridge dan tim sudah disumpah untuk setia menjaga kedaulatan kerajaan dan semua yang dicintai – keluarga dan teman-teman. Dilatih khusus sebagai mata-mata yang canggih. Memanjat bukit hanya dengan tali, berenang menyeberangi selat Inggris, mampu membuat bom hanya dari bahan sejumput potasium nitrat dan barang-barang ala kadar di sekitar. Fasih enam bahasa, bisa menggunakan bintang untuk navigasi dan menyatu dengan senjata hingga bisa menembak target dalam jarak 45 meter dengan mata tertutup. Pelatihan keras dan luar biasa di Skotlandia itu mengubah Jordan, pemuda biasa menjadi agen rahasia kerajaan. Tapi keputusan mengabdi pada negara memberi dampak negatif akan kisah asmaranya.

Sehingga dua belas tahun kemudian saat dia kembali, menjalankan misi dan bersinggungan dengan masa lalunya, segalanya jelas sudah sangat berbeda. Dalam pembuka kita diperkenalkan di sebuah Pelelangan Christie di Pal Mal, London. Delilah dan Mara – Lady Pierson, dua janda yang sedang mengikuti acara, tersipu dan merasa diperhatikan oleh pengunjung lain. “Seorang kekasih, Manis, berbeda dari seorang suami.” Mereka sedang memanti lukisan istimewa Gerrit Dou, lukisan itu rencana untuk diberikan kepada sang Pengeran Regent, George yang menjadi ayah baktis putranya Thomas. Dengan modal seribu seratus lima puluh pounds, Mara memenangkan lelang.
Mara menggigil akibat syok. Ketika akan pulang bertemu dengan Jordan Lenox, kekasih masa lalunya. Jordan menyapa dan basa-basi menanyakan kabar. Mereka dulu sejatinya saling mencinta dan darah muda yang meletup untuk setia. Keadaan memaksa Jordan merantau dalam keterasingan pelatihan agen, dan tak ada kabar, Mara yang diambang ketidakpastian pada akhirnya menerima lamaran orang lain dan memiliki Thomas. Sang suami meninggal dunia, dan kini setelah dua belas tahun ditelan rimba tiba-tiba muncul. Bagaimana ga kaget?

Pertemuan ulang itu hanya awal. Berikutnya mereka akan terus bersinggungnya. Dalam adegan lebai di depan kerajaan, balai kota Carton House ada demo mengkritik kebijakan Pemerintah. Tak sengaja Mara sedang lewat, massa yang melihatnya langsung menyerang kereta. Mara dianggap ada di sisi Sang Pangeran, sebab isu yang berkembang ia adalah selingkuhannya. Dan Jordan dengan gagah berani menghalau massa, melakukan penyelamatan bak Superman mendekap nyaman Loius Lane. Massa itu di sikat, orang-orang keok dengan satu orang saja. Hebat! Padahal mereka baru saja bertengkar sebab masa lalu yang berakhir ga harmonis.

Dan mudah ditebak, akhirnya sang Lady dan sang Lord membuka diri kembali dan membuka baju ternyata untuk menjalin kesempatan kedua. Untuk mendukung cerita roman, masa lalu Mara Bryce tak semara dalam keluarga, suaminya tuan Pierson loyo, judi, mabuk dan ditewaskna dalam kisah. Jordan yang kini pria perkasa, sudah menjelajah negeri diceritakan setia. Wew, benar-benar dasar kisah yang buruk. Di London, Great Cumberland Street no 37. Dan adegan pamas itu disajikan dengan porsi yang melimpah. Detailnya, manjanya, nafsunya, eranagnnya. Khas Harlequin yang senonoh.

Happy ending? Belum. Buku setelah 400 halaman ini masih jauh dari kata selesai saat politik disisipkan. Jordan yang seorang detektif Pemerintah ternyata punya misi, saat di pelelangan ia sedang memancing komploton yang mengincar naskah kuno tentang gulungan alkemis. Ia lalu menyamar dan berjudi dengan lord Inggris yang diduga penghianat, Albert. Dalam penyelidikan, Albert ternyata mencoba mencuri sebuah dokumen di ruang perpustakaan. Jordan mengikutinya, menyelinap dan memperhatiakn dalam gelap. Namun Mara yang mencarinya, mengetuk. Albert panik lalu kabur. Mara berdua dengan Jordan dalam gelap perpustakaan Negara, dan yah terjadilah. Mengerang bahagia.

Kesempatan kedua datang saat Albert di rumah bordir mabuk, Jordan bersamanya mencoba mengungkap. Mara ikut ke sana untuk membuktikan, dan yah mengacaukan. Cewek posesif. Ke sana dikira gituan, Jordan yang mulai kesal akhirnya mengaku. Keadaan negara nomor satu, tugas dan kewajiban tak bisa diabaikan apalagi karena cewek. Maka untuk keselamatan Mara sekeluarga, Jordan meminta pengertian. Duh klisenya.

Albert yang mulai frustasi karena di bawah ancaman pembunuh bayaran Bloodwell – sang vilain utama – akhirnya memberi satu nama Mara sebagai alat untuk mengambil dokumen di perpustakaan itu. Bloodwell dengan mudah menyingkirkan Albert yang tak guna, lalu menculik Thomas, dan mengancam Mara, memberinya tugas berikutnya. Dengan ancaman itu ia melakukan penghianatan, demi Thomas demi keselamatan putra semata wayangnya. Dikejar waktu, diburu kesempatan. Ia kembali ke purpustkaan itu, tempat gelutnya. Akankah rahasia itu akhirnya jatuh ke tangan lawan?

Salah satu kejutannya, Niall Banks adalah putra Virgil bukan keponakan. Jordan Lennox, namanya tertera dalam dokumen yang dicuri, dan sang pewaris takhta Perancis masuk ke dalam pusaran dalam adu saling silang perang mata-mata. Sayangnya itu semua hanya seakan sempalan cerita. Kisah sejatinya ya antara Mara dan Jordan, porsinya ngilani. Adegan panasnya bejibun, banyak. Jualan utama memang itu sih, novel macam gini selalu laku ya.

Sang Pangeran tinggal di Carton House. Dan pesta serta keputusan penting dicipta di sana. Jordan yang merupakan salah satu mata-mata negara, terjebak dalam kesulitan cinta ataukah kesetiaan pada Inggris. Sayangnya kisah ini happy ending, Jordan tak perlu memilih salah satu kalau bisa meraup keduanya. Janda dan Negara, aman. Sederhana. Tak berkesan.

Para janda yang masih memiliki kecantikan masa muda sering kali dikejar-kejar, mereka merupakan incaran bebas bangsawan perayu London. Mara mungkin salah satunya, tapi ia beruntung mendapatkan cinta yang benar. Kasih yang setia.

Kau melakukan segala sesuatunya dengan benar Jordan. Itu adalah sifat kamu yang menyebalkan.”

Cinta Pertama Sang Earl | by Gaelen Foley | diterjemahkan dari My Irresistible Earl | terbitan Avon Books, USA | copyright 2011 | Penerbit Dastan Books | penerjemah Junika Rajagukguk | Penyunting Sylfentri | Cetakan pertama, Juli 2011 | 496 hlm; 11 x 18 cm | ISBN 978-602-247-181-3 | desain sampul lutfindut@yahoo.com | Skor: 3,5/5

Karawang, 120418 – Afgan – Terima Kasih Cinta

Thx to Melly Potter, ketiga bukunya sudah kupinjam, baca, review.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s