Best Film 2017

Tahun yang sibuk. Seperti janjiku, setiap 31 Maret saya susun best film tahun sebelumnya. Kali ini genre jauh lebih beragam. Anehnya, genre fantasi hanya satu, itupun ga fantasi murni. Genre favoritku itu perlahan tergeser ke drama. Ya, kabar bagusnya film lokal benar-benar menggeliat bangkit. Kali ini saya pilih dua dari ratusan yang tersebar.

Dari agen Inggris sampai ketidakadilan takdir olahragawan. Dari tukang jahit merenung sampai pidato menggelegar Perdana Menteri. Dari kesempatan kedua menjadi muda sampai ruang karam hipnotis. Dari cakar menua sampai kisah rasis pasca perang Dunia Kedua. Dari remaja galau sampai cerita detektif klasik dengan kumis menjuntai.

Berikut daftar 14 film terbaik 2017 versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo.

#14. Kingsman2: The Golden Circle – Matthew Vaughn

Now go on and save the world. Ditonton di bioskop bersama teman-teman yang riuh. Tak peduli teriak-teriak geje, yang pasti aksi agen rahasia ini luar biasa menghibur. Lupakan logika, fun fun fun. Seri tiga akan lebih cadas dengan Tatum memegang kendali utama?

#13. Coco – Lee Unkrich

Animasi satu-satunya yang kutonton di bioskop rilisan tahun lalu. Bersama Hermione yang berjoget dalam remang bioskop, film anak bukan untuk anak-anak. Filosofis. Sebuah jawaban Pixar atas kritik dan tantangan bisakah meraih Oscar di luar kategori best animated, ‘Remember Me’ sekedar mula, suatu saat saya percaya kartun akan menang Best Picture. Suatu hari… Seize your moment.

#12. I, Tonya – Craig Gillespie

Dibuat bak dokumenter, film biografi pemain es skating yang menghentak. Hubungan ibu anak yang timbul tenggelam. Bagaiman bisa perempuan dengan watak keras menggemulai di atas es anggun? Margot Robbie dalam puncak performa, dibuat ga seseksi biasanya.

#11. Posesif – Edwin

Sebenarnya saya sudah curiga, ada sesuatu yang tak beres dalam diri sang pacar. Dor! Cut Mini langsung mengingatkanku pada novel Big Little Lies. Keras, dahsyat, setia, dipaksa pisah. Untungnya kisah cinta klise hanya berada di awal, dominannya justru thriller remaja yang menghantui.

#10. Phantom Thread – Paul Thomas Anderson

Drama luar biasa, dengan alur yang saaaaangat lambat. Film uji nyali menahan kantuk. Namun dua hal utama syarat film bagus terpenuhi. Akting keren sekali Daniel Day Lewis sebagai film pamitnya dan cerita yang sangat kuat. Adegan mengunyah sayur bermenit-menit, membuat penonton menahan nafas menanti kilatan jarum berikutnya. Hebat!

#9. Three Billboard Outside Ebbing, Missouri – Martin McDonagh

Kemenangan McDormand adalah kemenangan sebuah balas dendam yang absurd. Perempuan tua yang melempari kantor polisi dengan bom molotov. Papan iklan kreatif yang memberi tekanan kepada pihak berwajib untuk terus mengejar bayang.

#8. Dunkirk – Christopher Nolan

Secara teknikal luar biasa. Amazing. Merdu memanjakan telinga, eye poping mencuci mata. Dari sutradara kisah-kisah master WTF-Twist Nolan menyuguhkan drama evakuasi menawan di pantai Durkirk. Skoringnya sedari menit pertama sampai detik akhir membuat penonton menggigil merasuki aura perang. bukan film terbaik Nolan, tapi jelas salah satu film dengan teknik paling memuaskan di sinema.

#7. Sweet 20 – Ody C. Harahap

Paket komplit. Adaptasi Miss Granny Korea Selatan yang juga diproduksi negara lain. Sukses menghibur dari semua segi. Fantasi, komedi, drama, musikal. Pecah! Banyak cameo muncul, dari menit ke menit penonton diajak nostalgia dan menebak siapa lagi ya yang akan muncul? Endingnya mungkin tertebak, tapi dijamin mewek saat kasih ibu diungkap. Skenarionya ternyata ditulis Upi, pantas berkelas.

#6. MudBound – Dee Rees

Narasi ceritanya juara. Kisah rasis yang kena karma. Sistem alur macam gini memang menyenangkan, bagaimana adegan awal adalah bocoran akhir. Pesona Carey Mulligan tak pernah luntur di mataku. Lulusan An Education ini menjadi sentral kegalauan kakak-adik beda sifat dan terjebak dalam Amerika rasis akut pasca Perang Dunia Kedua.

#5. Logan – James Mangold

Jarang-jarang ada superhero masuk best screenplay. Terlebih ini adalah Wolvie, satu-satunya poster film yang masih bisa kupajang sampai menikah. Drama berkelas dalam bayang masa depan yang suram. Memainkan emosi rollercoaster dengan banyak trivia seru. Mari berdoa Hugh Jackman mau menajamkan lagi cakarnya.

#4. Darkest Hour – Joe Wright

Pidato Winston Churchill dibawakan Sirius Black dengan meluap-luap di akhir. Luar biasa. Menghentak, menjadi link istimewa Durkirk-nya Nolan. Ikut senang sekali, akhirnya Gary Oldman diakui kehebatannya. ‘Succes is not final. Failure is not fatal. It is the courage to continue that counts.

#3. Murder On The Orient Express – Kenneth Branagh

Salah satu adaptasi novel terbaik yang penah dibuat. Dasar cerita memang sudah luar biasa, Branagh tinggal mewujudkan dalam gambar gerak, setia pada cerita. Klimak di bioskop karena memang tak tertebak. Banyak adegan memorable dicipta, sebuat tribute untuk Poirot. You’ll Never Guess Whodunnit.

#2. Lady Bird – Greta Gerwig

Saoirseku yang kurang beruntung. Hubungan anak-ibu yang memiliki chemistry sempurna. Dua kali beruntun Saoirse membintangi film yang sangat personal di hatiku. Anak rantau yang menderita homesick dan hubungan timbul tenggelam dengan sang ibu. Kisah kebanggaan Sacramento. Suatu hari saya akan buat #PalurProud suatu hari nanti, demi Saoise, demi Najwa, demi kalian.

#1. Get Out – Jordan Peele

Saat Peele dipanggil maju untuk menerima penghargaan best original screenplay, saya ikut kasih applaus. Sejatinya layak menang di piala tertinggi. Jelas secara cerita, Get Out juara. Sehari sebelum hari H, beliau memborong piala dulu, sebuah sinyal menyenangkan seharusnya. Sayang kurang beruntung juga. Jadi sesuatu yang lumrah, best picture Oscar bukanlah film terbaik di mataku. Bagaimana bisa ada ide menanamkan manusia dalam ruang karam? Film horor tanpa hantu.

Karawang, 310318 – Sherina Munaf – Sendiri

Happy Birthday Winda Luthfi 12 tahun, sayangku, manisku, cintaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s