Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali – G. Sutarto & J. Sumardianta

Pertama berdamai dengan diri sendiri. Kedua berdamai dengan orang lain. Ketiga berdamai dengan Tuhan. – Pak Paimin.

Dua alasan sederhana kenapa saya membaca buku ini. Pertama jelas saya tidak membelinya, buku-buku self improvement adalah buku yang ‘enggak banget’ untuk kukoleksi beli. Kedua saya menantang kualitas Bentang lagi. Penerbit Yogyakarta yang konsisten secara mutu ini saya coba rambah ke sektor non fiksi. Saya menemukan buku ini dideretan rak Bus Taka Taman Kota Galuh Mas, Karawang. Kupinjam sebelum perhelatan akbar Oscar dan kuselesaikan santai tengah bulan ini. Hasilnya? Well, tak banyak hal baru yang kudapat, sesuai ekspektasi. Namun jelas sekali buku ini dengan jujur mencantumkan sumber, memberitahu Penulis aslinya jika itu saduran dan tak mengklaim itu karya duo ini. Di era serba digital gini, menjiplak tanpa sumber adalah kebodohan akut. Apa kabar Tere Liye? Buku ini dengan apa adanya menduplikasi separuh bab adalah kesan dari kisah usang dari siapapun yang bisa memberi inspirasi, separuhnya lagi adalah pengalaman hidup yang 90% adalah riwayat G Sutarta. Jadi buku ini masih sangat layak dinikmati. Dan menikmati gratis sebuah kisah di bukan genre tetaplah sebuah nilai plus tiada dua.

Mungkin karena pengalaman-pengalamn yang dibagikan begitu dekat dengan masa kecilku sehingga banyak hal menyentuh hati. Sutarto – berikutnya kita sebut Tarto, lahir dan besar di Karanganyar sebelum akhirnya hijrah ke ibu kota. Rumah tinggalnya, hanya setengah jam dari Palur, kampung halamanku. Masa kecilnya yang susah, ayahnya yang hanya sebagai buruh tani, lalu menjadi pak bon sekolah – semacam penjaga kebun dan sekolah dengan penghasilan minim. Ibunya membantu ekonomi keluarga kalau ada panggilan mburuh tani sawah tadah hujan. Namun mereka keluarga dengan cita-cita luar biasa. Ibunya sekali waktu pernah bermimpi anaknya akan bisa sukses. Saat lihat pesawat terbang, ia sudah pede bilang ‘anakku suatu saat bisa naik motor mabur’. Saat orang berada bisa pulang dari kota membawa makanan enak, dan alat-alat keren – di zamannya, beliau optimis Mimpi itu sudah dipetakan sedari kecil oleh orang tua.

Setiap bab dibuka dengan kutipan-kutipan keren. Saya ketik ulang semua deh, dibagi sekaligus buat pengingatku. Berisi 31 bab Bung, angka keberuntunganku!

#Kata Pengantar “No matter how good or bad you think life is, wake up each day and be thankful for life. Someone somewhere else fighting to survive.” – Tyga

#Prolog “Sebagian besar orang mampu membuat hamburger yang lebih enak ketimbang McDonald’s. Kendati demikian, sangat sedikit yang mampu membangun bisnis dengan sistem yang lebih baik dibandingkan dengan restoran itu.” – Robert Toru Kiyosaki

Bagian I Mensyukuri Keuntungan Tidak Adil

#1 “Peluang melakukan perbuatan istimewa mungkin tidak akan pernah muncul. Peluang melakukan perbuatan baik selalu diperbarui setiap hari. Kebaikan seharusnya menjadi dambaan setiap orang. Bukan pujian.” – F.W. Faber

#2 “Kita meski membangun tanggul keberanian untuk menahan banjir rasa takut.” – Martin Luther King Jr.

#3 “Banyak yang mengira disiplin berarti kehilangan kebebasan. Padahal disiplin itu sumber kebebasan.” – Stephen R. Covey

#4 “Kebanyakan orang lebih suka hancur oleh pujian ketimbang selamat berkat kecaman.” – Norman Vincent Peale

#5 “Lupakan diri sendiri. Investasikan banyak kebaikan kepada orang lain. Keduanya niscaya membuat kita meraup deviden terbesar dalam hidup.” – William Griffith Wilson

#6 “Silence and smile are two powerful tools. Smile is the way to solve many problems. Silence is the way to avoid many problems.” – Kutipan Motivasi

#7 “Salah satu cara meraih kebahagiaan adalah menikmati bagian perjalanan yang paling menggairahkan.” – Bertrand Russel

#8 “Pahlawan adalah orang yang memberikan uluran tangan saat dibutuhkan, lalu menepi diam-diam usai memberi pertolongan.” – Tom Brokow

#9 “Terobosan itu sesuatu yang tidak biasa kerena memiliki daya dobrak tinggi. Jika biasa-biasa saja dan normatif, bukan terobosan namanya.” – Lin Che Wei

#10 “An investment in knowledge always pays the best interest.” – Benjamin Franklin

Bagian II 3M : Menemani, Melayani, dan Membela

#11 “Real leaders must be ready to sacrifice all for the freedom of their people.” – Nelson Mandela

#12 “Tidak ada alas tidur yang lebih empuk dibandingkan dengan nurani yang bersih.” – Ungkapan Perancis

#13 “Pernikahan bukan sekedar pelukan mesra dan penyatuan spiritual. Pernikahan juga berarti makan tiga kali sehari, berbagi beban kerja, dan senantiasa ingat untuk mmbuang sampah.” – Joyce Brothers

#14 “Aku menangis karena tidak punya sepatu. Air mataku berhenti saat melihat orang tidak punya kaki.” – Ungkapan Persia kuno

#15 “To love is nothing. To be loved is something. To love and to be loved are everything.” – Rembrant van Rijn

#16 “Watak hampir bersinomin dengan integritas. Masa bodoh anonim dari integritas. Watak dibangun melalui jangka waktu yang tidak pendek. Reputasi itu bisa runtuh hanya dalam hitungan detik.” – David K. Hatch

#17 “Everything happens for a reason: live it, love it, learn it! Make your smile change the the world but don’t let the world change your smile.” – Kutipan motivasi

#18 “Respect people who find time for you in their busy schedule. But love people who never look at their schedule when you need them.” – Kutipan motivasi

#19 “Entah sedang mujur atau sedang sial, kita mesti bersikeras jika ingin mewujudkan impian paling bermakna.” – David K. Hatch

#20 “Tidak ada kesuksesan yang berhasil diraih di luar rumah yang bisa menggantikan kegagalan dalam berumah tangga.” – Catur Supatmono

#21 “Buat apa kita hidup kalau bukan untuk membuat dunia menjadi lebih mudah bagi semua.” – George Eliot

Bagian III Stay Hungry Stay Foolish

#22 “Dalam perlombaan meraih kualitas, tidak ada yang namanya garis finis.” – David T. Kearns

#23 “The teacher is like the candle which lights others in consuming itself.” – Giovanni Ruffini

#24 “Berdiam diri seperti besi berkarat gara-gara jarang digunakan, bisa merusak kecerdasan.” – Leonardo da Vinci

#25 “Hampir semua sifat jahat yang memadat dalam bentuk keserakahan maupun egoisme sebenarnya hasil dari keangkuhan.” – C.S. Lewis

#26 “Jika Anda melakukan sesuatu yang mudah dicerna orang-orang bodoh, mereka akan menganggap Anda pandir juga.” – Euripides

#27 “Apatisme hanya bisa diatasi dengan antusiasme. Antusiasme hanya bisa dibangkitkan oleh dua hal: cita-cita yang secepat kilat menyambar imajinasi dan rencana matang yang langsung dieksekusi untuk mewujudnyatakan cita-cita.” – Arnold Toynbee

#28 “Rahasia kesuksesan itu tak lain kemampuan mendapatkan sudut pandang orang lain dan melihat segalanya dari sudut pandang kita sendiri.” – Henry Ford

#29 “In life, I have made a lot of mistake and I have felt a lot of pain. But mistake make me smarter and pain make me stronger.” – Gregorius Sutarto

#30 “Perhatikan musuh-musuhmu karena mereka yang menunjukkan kebodohanmu.” – Antisthenes

#31 “Saat hidup Anda terasa berat itu tandanya sedang bergerak maju. Saat semuanya terasa mudah dan ringan itu tandanya hiudp Anda justru sedang turun. Persis seperti pengendara sepeda yang sedang menanjak atau melintasi turun.” – Rhenald Kasali

Pola cerita selalu sama. Kisah menggugah orang-orang terkenal (mayoritas yang sukses) lalu mengekor kisah hidup Pak Tarto, kecuali bab penutup. Kisahnya adalah dari Pak Sumardinata. Kolaborasi orang Solo dan Yogyakarta nih. Dari orang pertama yang di kampung yang bisa sarjana, pernikahan yang modal nekat, merantau ke Jakarta. Sampai sekarang menjadi Penulis buku-buku pelajaran terutama Fisika. Memang hidup harus diperjuangkan. Yang menentukan kebahagiaan sendiri yang diri sendiri, seperti kata istri John Maxwell. “Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri. Always happy. Happy always.” – Margaret Maxwell

Sebagian kisah sudah saya baca di broadcast grup WhatApps, di sosmed sampai di buku-buku motivasi. Namun tetap saja kita mendapat sajian ringkas yang enak dinikmati. Modal mengajar hanya tiga mantra sakti: “Mari kita lihat bersama, Hari ini kita akan belajar yang namanya… dan Ada pertanyaan?” – Frederik Ray Popo sang Einstein-nya SMA Kanisius Jakarta.

“Ya ya ya syukurlah kalau kamu belajar dari pengalaman keliru di masa lalu.” – Romo Bock

“Kunci kebahagian itu memberi bukan menerima. Menerima hanya menghasilkan kesenangan.”

“Bila Anda merasa senang akan keberuntungan orang lain, keberuntungan itu akan melekat pada diri Anda. Bila Anda mengagumi dan mengahrgai orang lain, Anda meletakkan kualitas-kualitas baik itu pada diri Anda. Namun bila Anda memikirkan atau membahas keburukan orang lain, sebenarnya Anda sedang meletakkan berbagai citra negatif pada diri Anda sendiri.” – Rhonda Byrne.

Les Giblin, seorang ahli hubungan manusia menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari pancainderanya. Sebesar 1% dari rasa, 1.5% dari sentuhan, 3.5% dari penciuman, 11% dari pendengaran dan 83% dari pengelihatan.

John C. Maxwell mempelajari proses seseorang menjadi pemimpin: 5% akibat krisis, 10% dari karunia alam, dan 85% karena pengaruh pemimpin sebelumnya.

Mengapa makin tinggi penghasilan seseorang makin menurun arti, fungsi, dan peran uang dalam membentuk kebahagiaan? Psikologi finansial menemukan jawabnya hedonic treadmill. Gaji berapapun yang diterima habis. Harapan, ekspektasi, dan gaya hidup akan ikut naik seiring dengan kenaikan penghasilan. Nafsu belanja materi dan barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan income, seperti berjalan di treadmill. Kabahagian jalan di tempat, tidak maju-maju dan tidak bergerak ke manapun. Nafsu terhadap materi tidak akan penah terpuaskan.

Charles Dickens punya ungkapan bagus: Manusia kala meragukan diri sendiri dan sedang kebungungan malah menghasilkan karya spektakuler. Dari lembah kesengsaraan muncullah berkah.

“Kita sudah jauh meninggalkan keindahan taman Eden. Telah lama kita lupakan diet sempurna yang menggantung matang dari setiap cabang pohon. Buah-buahan segar yang dirancang dengan susunan molekul tepat untuk tubuh sudah digantikan dengan makanan yang dikemas kreatif, diawetkan kimiawi, diberi rasa buatan, ditingkatkan teksturnya, diberi warna, diberi lemak (fatterned), dimaniskan, difortifikasi secara sintetis, dan dapat dihangatkan dalam microwave. Instan yang berbahaya.” – Tom GcGregorThe Perfect Diet.

Kita terlanjur menganggap filantropis (dermawan) adalah orang yang mendermakan uang dalam jumlah banyak. Padahal kata ‘filantropis’ berasal dari bahasa Yunani: philos – penuh cinta dan anthropos – orang yang berarti ‘orang penuh cinta’. Kita semua bisa menjadi filantropis. Mulailah dari hal yang kecil, yang terdekat, yang bisa kita perbuat. Sekarang! Para pemennag memikirkan hal-hal yang sama. Mereka hanya melakukan hal-hal yang berbeda.

Aku belajar menggesek biola sejak usia 14 tahun, tetapi aku selalu mengecewakan guru-guruku. Aku benar-benar mulai suka belajar sesudah jatuh cinta pada Sonata Mozart. Usaha untuk mengulangi keanggunan aransemen Mozart membuatku memperbaiki teknik gesekku. Aku yakin, secara keseluruhan, cinta merupakan guru yang lebih baik ketimbang keharusan melakukan sesuatu karena terpaksa. – Albert Einstein.

Tetaplah kaya raya akan integritas, disiplin dan kejujuran! – Sara Smith.

Jadi penasaran dan ingin nonton film Jepang: Eternal Zero. Hiks…

Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali | oleh G. Sutarto & J. Sumardianta | kisah guru pemberani yang menuai keungtungan dari ketidakadilan | cetakan pertama, Maret 2017 | penyunting Ikhdah Henny & Nurjannah Intan | perancang sampul Fahmi Ilmansyah | pemeriksa aksara Titish A.K. | penata aksara Arya Zendi | Penerbit Bentang | xxxvi + 248 hlm.; 20,5 cm | ISBN 978-602-291-373-3 | skor: 3,5/5

Dipersembahkan untuk SMA Kanisius Jakarta yang berulang tahun ke – 90 tahun (27 April 1927 – 27 April 2017).

Karawang, 180318 – Coldplay – Till Kingdom Come

Diketik Minggu pagi yang cerah bersama antrian baca Sapiens dan lagu kompilasi Winamp

Iklan

2 thoughts on “Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali – G. Sutarto & J. Sumardianta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s