Oscar Winners 2018: Lady Empty Hand

Selama saya mengikuti Oscar, nonton live baru tahun ini tebakanku rusak parah. Empat dari empat belas. Benar, fanatisme jangan dibawa dalam prediksi atau tebak apalah sebuah kompetisi. Berkat Saoirse Ronan saya gelap mata, lima kategori prestis yang diwakilkan tak satupun menemui sasaran. Sungguh terlalu. Film paling biasa dengan banyak nominasi The Shape of Water memenangkan dua piala tertinggi Best Picture dan Director. Film coming of age gay, Call Me by Your Name menang di tulisan adaptasi. Remember Me yang biasa bisa menggenapkan piala Coco dan seabreg kekecewaan. 90 kali ini jadi angka sialku.

Berikut daftar lengkap pemenang Academy Awards ke-90 atau piala Oscar 2018 beserta komentar singkat:

#1. Film Terbaik: The Shape of Water
Dalam prediksiku saya menuliskan, ‘… cerita, acting, teknikal, semua biasa. Ampun deh, jangan hilangkan kepercayaan kami, please ba[ak ibu juri. Hasilnya? Sungguh gilax, bukan film bagusnya Del Toro menyabet piala paling tinggi ini. Saat penganugerahan, Duo tua Warren Beatty dan Faye Dunaway menyapa penonton dengan kocak: ‘hey keyemu saya lagi’. Pintar sekali panitia, memberi kesempatan kedua. Kesalahan sebut tahun lalu memang bukan dari beliau, tapi memberi kesempatan lagi sungguh mulia. Salute!

#2. Aktor Utama Terbaik: Gary Oldman, Darkest Hour
Bagian ini sudah terprediksi dengan jelas sekali. Keluarga Potter bangga. Keluarga Drakula ikut menari. Timnas Inggris dalam semangat tinggi menyambut Piala dunia 2018, Rusia. Beberapa hari kemudian, Oldman memposting gambar dirinya mengenakan jersey Rashford dengan piala Oscar dalam genggaman. Sebuah dukungan penuh untuk The Three Lions. Inikah saatnya?

#3. Aktris Utama Terbaik: Frances McDormand, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Seperti yang kusangka, hanya McD lawan sesungguhnya Saoireku. Dan terjadilah. Emang pantas menang sih. Beliau begitu menyakinkan sekali melempari kantor polisi dengan bom molotov. Maka saat McD maju ke podium dan menyampaikan pidato keren, kita semua kasih aplaus. Para nominator yang kalah berkumpul, berpelukan seakan sepakat: Mildred Anda luar biasa.

#4. Aktor Pendukung Terbaik: Sam Rockwell, Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
Bagian ini juga sudah sesuai. Sam memang layak menang, penampilannya konsisiten bagus sampai akhir film. Apes aja Woody dimatikan di tengah sehingga tergelincir. Three Billboards setidaknya tak bertangan hampa. Hiks.

#5. Aktris Pendukung Terbaik: Allison Janney, I, Tonya
Karena I, Tonya saya memang belum nonton sehingga ga tahu sebagus apa Allison. Sayang saja, Emaknya Saoirse ga menang. Yang pasti lawan-lawannya ga tangguh.

#6. Film Animasi Terbaik: Coco
Sah. Hanya pengesahan saja. Tanpa melihat para lawan, Coco terlalu digdaya. Sungguh tribute menawan untuk warga Meksiko. Hal ini membesitkan harap, kapan ya suatu saat sineas Hollywood membuat film budaya Indonesia dialihkan dalam kartun? Yang anti-mainstream harusnya lebih menggigit, macam cerita Bawang Merah Bwang Putih versi cadas.

#7. Sutradara Terbaik: Guillermo del Toro, The Shape of Water
Greta dalam puncak prestasi, kalah. Bukan film Del Toro, dominasi Amerika Latin. Dalam lima tahun mereka membombardir Hollywood. Sayang sekali timing menangnya ga di film keren. Dalam pembacaan pemenang, Greta mendapat sebutan Wanita hebat, satu-satunya dalam daftar. Menyambut International Woman Day padahal, sayang sekali.

#8. Sinematografi Terbaik: Blade Runner 2049
Roger Deakins akhirnya pecah telur di angka keramat 14. Luar biasa, semua hadirin berdiri memberi aplaus selamat.

#9. Efek Visual Terbaik: Blade Runner 2049
Yah, I am Groot keok. Saya belum nonton Blade Runner makanya ga tahu semegah apa efek yang disajikan. Tapi emang baru dua film yang kulahap, yang pasti penutup trilogy Apes biasa saja dari segala segi.

#10. Tata Rias dan Tata Rambut Terbaik : Darkest Hour
Seyakin baju-baju cantik Phantom, make up Perdana Menteri Churchill memang luar biasa. Agak curang memilih kategori ini dalam 14 tebakan yang kusajikan. Yah, sudah curang saja berantakan apalagi enggak. Haha..

#11. Skenario Adaptasi Terbaik: Call Me By Your Name
Meh. Masterpiece Mudbound kalah oleh film gay. Banyak yang memuji Call Me tapi bagiku sanagt biasa. Dasar utama kisahnya yangkuanggap biasa membuat penulisan naskah terabaikan. Masih mending Logan yang luar biasa padahal. Asal bukan The Disaster Artist-lah. Haha, James Franco gelo.

#12. Skenario Orisinal Terbaik: Get Out
Sepakat. Kecuali The Shape, semua bagus. Saya antusias padahal Get Out akan berbicara banyak. Namun kemenangan Jordan Peele adalah kemenangan kita semua, pecinta film berkualitas. Menjadikannya orang kulit hitam pertama yang sukses menyabet piala penulisan scenario original.

#13. Scoring Orisinal Terbaik : The Shape of Water
Dunkirk yang hebat di Teknik keok di kualitas tertinggi mereka memanjakan penonton dengan gemuruh skor. Emang lumayan bagus The Shape, iringannya masih menghantui kita tapi jelas Dunkirk memiliki kualitas skor dewa. Salah satu film dengan desingan terhebat yang pernah kutonton. Sial.

#14. Musik Orisinal Terbaik: Remember Me , ‘Coco’
Seakan Disney-Pixar menjawab tantangan apa yang bisa diraih selain best animated? Tahun ini genap juga akhirnya. Coco rilis diwaktu yang tepat. Tak seperti Kubo yang tahun lalu punya dua nominasi tapi tangan hampa. Walau saya tak terlalu terkesan Remember Me, tapi setidaknya dunia animasi memang sedang bergairah dnegan film-film Indah. Suatu saat, catat kata-kataku: animasi akan memenagkan piala tertinggi: Best Picture. Kuharap itu tak lebih dari 10 tahun dari sekarang. Akan lebih gila bila bukan Pixar, Dreamworks kini sudah menjajarkan diri, Sony sudah yahud, Iluminati juga sudah luar biasa rutin buat animasi OK. Suatu hari nanti, bukan hanya kategori music, tapi best picture.

Berikut daftar pemenang lainnya diluar prediksi 14-ku:

#15. Desain Kostum Terbaik: Phantom Thread
Saya heran sendiri, tak memasukkan daftar ini dalam prediksi padahal udah jelas ini film kuat di kostum. Akan sangat aneh bila film yang jualan utamanya baju, ga menang di bagian kostum terbaik. Phantom nyaris seperti Lady Bird tangan hampa, untung mereka berhasil menyabet baju-baju jahitan Reynold emang sangat layak menang.

#16. Film Animasi Pendek Terbaik: Dear Basketball
Sekali masuk daftar Hollywood, Kobe menang. Hebat. Sebuah piala yang tak pernah dimenangkan Michael Jordan.

#17. Film Berbahasa Asing Terbaik: A Fantastic Woman (Cile)
Belum melihat satupun bahasa asing. Namun akan kucanangkan tahun depan kulibas sebelum hari H. Era makin maju, film makin musah diakses. Kapan Indonesia punya wakil ya? Mirles, Pak Joko, Hanung, dkk. Ini tantangan sesungguhnya buat kalian sebagai sutradara lokal. Harapan kita semua.

Film Live Action Pendek Terbaik : The Silent Child
Desain Produksi Terbaik: The Shape of Water
Penyuntingan Suara Terbaik : Dunkirk
Tata Suara Terbaik: Dunkirk
Film Dokumenter Panjang Terbaik : Icarus
Film Dokumenter Pendek Terbaik: Heaven is a Traffic Jam on the 405
Penyuntingan Terbaik: Dunkirk

Secara keseluruhan Jimmy membawakan acara dengan meriah dan sangat bagus. Walaupun jelas bukan yang terbaik dari Sembilan Oscar yang kulihat karena yang terbaik tetap Ellen. Sementara yang terburuk masih dipegang Franco. Konon di tahun 2000an pernah ada host wanita kulit berwarna. Please, saya ingin suatu saat melihat pembawa acara wanita berkulit hitam. Apakah itu Oprah Winfrey?

Karawang, 120318 – Dewi Perssik – Indah Pada Waktunya

Iklan

One thought on “Oscar Winners 2018: Lady Empty Hand

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s