Baby Driver: Music And Drive

Deborah: Sometimes all I want is to head West on 20 in a car I can’t afford, with a plan I don’t have, just me, my music, and the road.

Setengah pertama luar biasa. Keren sekali. Mixing lagu, aksi ugal-ugalan di jalan yang terlihat menawan. Bahkan Fast Furious jadi terlihat amatir – lihatlah Baby bisa memuntir mobil dalam sudut derajat sempit! Perampokan demi perampokan berkelas – tiap tembakan yang terjadi diiringi irama musik menghentak. Kisah cinta yang seru, beneran ada roman asyik saat di kafe. Dan bagaimana kenangan pahit yang terpatri dalam kepala selalu menghantui. Ya, itu separuh awal. Saat film memasuki 1/3 akhir, film langsung terjun bebas. Eksekusi ending yang biasa – kalau tak mau disebut bodoh. Happy ending yang membuat penggemar kisah thriller mengeluh, saat Doc teriak ‘Banana!’ bahkan tak ada debar jantung. Pantas, di Oscar Sopir Baby hanya masuk dalam kategori kelas dua di teknikal. Setuju, sangat setuju.

Dari judulnya enggak banget. Pakai nama ‘baby’ untuk film action. Waktu tayang di bioskop saya cuekin. Namun saat tahu rate-nya tinggi, hype-nya membumbung dan ternyata director-nya si Edgar Wright (filmnya bagus-bagus gan – Shuan of The Dead, Scott Pilgrim, The World’s End) maka langsung berubah pikiran. Cari waktu ga nemu dan saat kita menginginkan sesuatu, Tuhan menjauhkannya. Baby Driver tak lama tayang di CGV Festive Walk, Karawang sehingga keburu turun. Coba cari di lapak beberapa kali, belum kualitas bagus. Terendam dan digerus waktu, hampir terlupa hingga akhirnya film ini muncul kembali dalam daftar Oscar.

Awal kisahnya sangat menjanjikan sebagai hiburan berkelas. Menegangkan, action terjaga. Nama Baby (Ansel Elgort) yang semula kuanggap cheesy ternyata ga sembarangan pemilihan judul, sebab dipakai sebagai nama karakter utama dan nantinya jadi trivia seru saat perbandingan nama, unggul-unggulan banyakan nama kata dalam lirik lagu disinggung. B-A-B-Y. Apalagi dalam film ini lagu adalah tema yang dominan, selain rampok, pamer keren dan kisah cinta. Tersebutlah gerombolan si Berat yang dipimpin oleh Doc (Kevin Spacey) yang kali ini merampok bank. Dengan topeng ala Helloween, mereka beraksi. Saat rekan sejawat sedang merampok, sang sopir utama memasang earphone, menyalakan musik dan menunggu kode kabur. Kebut-kebutan jos tercipta, menghindari kejaran polisi, memporakporandakan lalu lintas. Sebuah suguhan pembuka yang menjanjikan. Berikutnya kita disuguhi long take beli kopi yang aduhai dengan iringan ‘Harlem Shuffle’. Butuh 24 take untuk mendapatkan adegan yang diharapkan, yang kita tonton dalam film adalah take ke 21. Setelah kejahatan usai para perampok berkumpul. Membagikan hasil jerih payah. Doc ucapkan terima kasih, dan saat ada tim yang meragukan kehebatan Baby, ‘was he slow?’ nope! Direkam tersembunyi dan mixing jadi data rekaman keren. Awalnya terlihat Baby kiranya bisu, tapi bukan. Ia hanya irit bicara. Ia membaca gerak bibir. Langsung melonjakkan harapan deh. Skuat rampok ini selalu berganti. Selalu. Kecuali tentu saja sang perencana sekaligus ketua dan sang sopir. Anggota si Berat dengan nama-nama aneh: Bat, Griff, Eddie, Buddy, Darling, Bats, JD sampai bos Doc, termasuk Baby sendiri. ‘The moment you catch feeling is the moment you catch a bullet.’

Keluarga Baby adalah sang kakek yang tuli Joseph (CJ Jones). Berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Menyajikan makan, mengajak menikmati hari. Chemistry mereka tampak hangat, ada kekhawatiran di wajah Joseph yang bertanya pada Baby – ‘darimana dapat uangnya?’ uang haram bukan? Kita tahu, uang itu disembunyikan dalam lantai kayu yang tersembunyi, sudah banyak. Tempat tabungan yang tak biasa. Alasan kenapa Baby selalu mengenakan earphone kemudian dijelaskan dengan logika pas. Masa lalunya, orang tua meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas karena sedang bertengkar. Kejadian itu membekas, dan akan beberapa kali diputar. Doc sendiri seperti pengganti seorang bapak yang ngayomi, karena saat ada anggota tim ngerecokin mempertanyakan integritas Baby, ‘itu dengar ga sih, masak kita sedang atur strategi ia malah pakai earphone?’ Dengan keren Baby menjelaskan ulang semuanya. Wow, jenius! Dan sangat fiktif, hehe…

Love interest-nya adalah pelayan sebuah resto. Baby yang terpesona pada pandangan pertama mengikuti, cuaca pagi yang cerah dan saat ia sudah duduk mengamati Deborah (Lily James)yang sesaat kemudian menghampiri untuk menanyakan pesanan. ‘So are you starting your day or did you just get off?’ Nah, bagian ini saya suka sekali. Perkenalan pertama begitu terkesan. ‘Kamu kerja sopir? Apakah ada yang bisa aku ketahui lagi?’ Nope! Bos Doc selalu bilang mereka menuju misi terakhir. Setelah itu bebas. ‘One more job and I’m done.’ Baby menanti telpon. Misi itu adalah boom, perampokan di kantor pos? Kertas-kertas yang bisa diuangkan. Cek kondisi, cek lokasi. Atur strategi, Apakah misi terakhir ini akan berakhir sesuai harapan, ataukah bencana sudah menanti?

Film ini juga laiknya sebuah tribute musik-musik yang berjaya di era kaset pita. Memainkan tombol play, REC, forward, rewind dan edit, mixing sound yang seru. Mau pakai C-90 atau C-60, kaset kosong yang buat rekaman. Nostalgia bagi yang besar di zaman 1970-1990an. Saya sendiri mengalami banyak kisah seru dengan kaset pita. Punya ratusan album, dari band luar, religi sampai penyanyi lokal yang ngehitz 90an. Makanya saat Baby merekam, dan mixing lagu itu saya merasa diajak terlibat. Di film ini yang paling berkesan adalah ‘Easy Like Sunday Morning’. Entah siapa pernyanyi aslinya, dulu saya sangat akrab karena pernah dibawakan sama Boyzone.

Untuk tiga nominasi semua di masalah teknis. Film editing nope, Baby Driver akan beruara lantang di bagian teknis suara. Keduanya layak menang: Sound editing dan sound mixing, bisalah. Namun biasanya kategori ini dibagi-bagi, ga ada dominasi jadi saya prediksi hanya akan menang satu. Satunya buat Dunkirk.

Sayang sekali film dengan akar kisah yang mempesona harus terjerebab oleh ulah sendiri. Klise, ga pintar ambil keputusan ending. Film ini akan jauh lebih membara dan diperhitungkan secara kualitas bila Edgar berani mematikan Baby dengan dramatis. Nope! Tertunduk, tapi tetap diamankan. Secara box office memang menjanjikan untuk sequel, apalagi kalau pasar sudah meminta. Saya kira, naskah kelanjutan akan segera diproses. Yah, siapa tahu.

Ada dua actor besar yang dilbatkan. Jamie Foxx dan Kevin Spacey, sempat berharap Foxx bakalan bikin ledakan yang seru, sayangnya malah gitu doang akhirnya. Kevin Spacey juga, aktor besar yang jarang mengecewakan, lha saat ujung laga gitu doang juga. Aduh, mengerikan.

Trivia menarik justru saat Baby mengutik dialog Monster Inc. ‘You and I are a team, Doc!’ Hehe.. absurd. Lily James memang cantik dan pas menjadi pemanis film. Peran ini awalnya punya Emma Stones tapi karena bentrok syuting dengan La La Land maka dilepas.

Dengan adegan aksi wow, minim efek dan CGI film ini melibaskan 150 mobil. Scene demi scene dalam lalu lintas itu terlihat jeren emang. Extra air of collision tention.

Baby Driver | Year 2017 | Directed by Edgar Wright | Screenplay Edgar Wright | Cast Ansel Elgort, Jon Bernthal, Jon Hamm, Eiza Gonzalez, Micah Howard, Lily James, Morgan Brown, Kevin Spacey, Jamie Foxx | Skor: 3/5

Karawang, 010318 – Sherina Munaf – Sebuah Rahasia

Iklan

2 thoughts on “Baby Driver: Music And Drive

  1. saya suka dengan film ini, mungkin bagi pecinta film action dll. berharap endingnya lebih dari ini, tapi buat pecinta film romance kayak saya, endingnya menenangkan dan hollywood banget, hehehe….

  2. Ping balik: Prediksiku Di Oscar 2018: #SacramentoProud | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s