Mudbound: Narasi Kisah Yang Hebat

Pappy: I don’t know what they let you do over there, but you’re in Mississippi now Nigger. You use back door.

If the book is better than this film, this is a book for your library. The good narrations by different characters at different times. Different perspective of the storytellers is blatantly obvious while the movie spares realistic actions. Cool! Pantaslah narasinya bagus, lha diadaptasi dari novel Hillary Jordan, kalau ada kesempatan suatu hari akan kunikmati.

Ketika opening credit muncul, saya lumayan kaget jua karena kukira Netflix hanya memproduksi film layar kecil. Sudah banyak yang bilang, film produksi mereka berkualitas. Karena saya tak ikuti, tak nonton juga secara runut dari TV kabel, maka seingatku ini film pertama dari Netflix yang kunikmati sampai tuntas.

Film ngegoliam yang melelahkan. Untungnya plotnya bagus, narasinya luar biasa, sehingga dua jam lebih yang kita luangkan tak rugi. Menikmati Mudbound seperti membaca buku. Keunggulan utama kisah ini adalah narasi padat yang enak sekali diikuti. Apalagi saat tahu endingnya ternyata dinukil di prolog. Lima menit awal yang krusial itu, menjadi sebuah boom penyelamat keseluruhan. Spesifik lubang kubur yang berisi tengkorak budak yang tewas ditembak, seakan berteriak lantang ‘kena kau! Karma does exist’. Untuk mencapai boom itu kita memang harus bersabar, detik demi detik orang ngoceh, ngelantur dan pada akhirnya meledak dalam tikaman pilu.

Kisahnya memang tentang dua keluarga yang hidup bertetangga. Jacksons berkulit hitam dan McAllan berkulit putih. Tak ada sentral cerita termasuk da pusaran duo saudara Henry McAllan (Jason Clarke) dan Jamie McAllan (Garrett Hedlund) di masa sebelum saat dan sesudah Perang Dunia Kedua. Tak ada tokoh utama yang dominan, semua pembagian tugas sudah sangat pas. Henry yang kolot yang tak romantis sedang bahu membahu menggali kubur dengan sang adik, Jamie yang tempak lebih cerdas. Hujan, mencari liang yang lebih pas, dan saat sebuah gerobak berisi keluarga negro melintas Henry meminta bantuan. Dengan tatapan penuh arti Jamie dan wajah sendu sang gadis lalu kita dinarasinya secara voice-over ke Musim Semi 1939.

Laura (diperankan dengan cantik oleh Carey Mulligan) adalah perawan tua 31 tahun, lulusan seni yang mengajar musik ini ‘dijodohkan’ dengan Henry dalam jamuan makan malam. Dalam narasi sendu, Laura bertutur bagaimana ia dilamar tak seperti yang diharapkan dalam bayang harap, tak ada pria berjongkok dan memohon. Sementara Jamie adalah seorang pilot yang Amerika yang siap diterjunkan dalam perang. Dalam adegan pembuka ini kita tahu, bahwa Laura sejatinya jatuh hati sama sang adik yang lebih cocok karena paham seni dan literasi. Saat Jamie akhirnya bergabung dalam perang, keluarga Henry berkembang. Jepang menyerang Amerika, 7 Desember 1941 dan pertempuran akhirnya berkecamuk.

Sementara dari keluarga Jacksons yang punya kulit berwarna, kita diajak ke pertemuan perpisahan sang Putra sulung yang berangkat mengemban tugas militer. Ronsel Jacksons (Jason Mitchell) diantar keluarga dan para tetangga dengan haru biru. Sang ibu Florence (Mary J Blige) hanya berpesan satu, ‘Pulanglah. Kembali lah dengan selamat.’ Dengan narasi sang ayah Hap (Rob Morgan), kita diajak menelusuri kehidupan para budak pertanian. ‘Miskin, menggali, banting tulang, menanam, memetik, membesarkan, dibakar, miskin lagi. Mengerjakan tanah ini seumur hidup, tanah ini takkan pernah menjadi milik mereka.’ Kalimat ini jelas diambil dari buku langsung. Saya belum membacanya, tapi suara berat Rob Morgan terdengar jelas ia membaca kutipan buku asli. Penyataan sedih para minoritas.

Saat Jamie bertempur, keluarga Henry yang kini terdiri ayahnya Pappy (Jonathan Banks) yang rasis, Laura dan dua putrinya memutuskan pindah. Bukan keputusan bulat sih, tapi Henry sebagai kepala keluarga mengambil keputusan sendiri untuk pindah ke Mississippi, membeli tanah dan akan hidup di sana. Di sinilah kebodohan Henry nampak, ia ditipu. Rumah yang dibelinya ternyata sudah dijual kepada orang lain, jadi saat keluarga ini sampai di sana mereka diusir. Konyol, sungguh bodoh. Akhirnya mereka terpaksa tinggal di perkebunan, di peternakan dekat rumah orang-orang kulit hitam.
Sesampai di sana, tahulah kita. Keluarga Hap yang menyambut, diminta bantu menurunkan barang. Mereka kini hidup bersisian. Di tahun 1940an Amerika masih sangat rasis, perbedaan warna kulit, antipati Jerman dan Soviet (nantinya) masih kental. Maka Papy terhadap keluarga Hap selalu pikir kolot sungguh seluruh kalimatnya terdengar mengancam, melecehkan. Dalam sebuah adegan yang sederhana, Hap menemukan bukunya Charles Dicken: A Tale of Two Cities di gudang. Ternyata ia bisa baca, dikit-dikit. Putranya Ronsel ikut perang, putrinya bahkan bercita-cita menjadi seorang stenograf. Hebat, setidaknya keluarga ini punya harapan. Punya keinginan untuk memperbaiki nasib. Nantinya Hap yang sedang memperbaiki atap, terjatuh dan sakit parah. Keluarga Henry memaksa pertanian untuk terus berlanjut, terutama Pappy yang tak mau tahu kondisi apapun. Tak mau peduli sekalipun, nantinya Florence yang membantu Laura mengurus anak-anak yang sakit, membantu banyak hal dalam rumah tangga. Sungguh memprihatinkan.

Ronsel sendiri akhirnya menemukan cinta saat Perang berlangsung. Di Jerman ia menjabat komando tank, dan memadu kasih. Sementara dari udara Jamie mengalami trauma, saat rekan co-pilot tertembak dan pesawat mereka tersudut. Pesawat bantuan tiba di saat krisis, yang menyelamatkan hidupnya. Kejutan kecilnya, pilot pesawat penyelamat berbuntut merah itu diisopiri oleh pria kulit hitam. Hal ini membekas dalam ingatannya, dan mengubah pendangannya terhadap hidup. Seperti yang kita tahu tahun 1945 sejarah mencatat kemenangan sekutu. Pasukan Amerika otomatis ditarik pulang. Dan di sinilah sejatinya kisah dimulai. Para pahlawan perang adaptasi dengan kehidupan tenang sebagai warga Negara.

Ronsel mengalami pelecehan warna kulit. Di sebuah toko, saat ia akan keluar dicegat gerombolan Pappy yang memintanya keluar lewat pintu belakang. Ia frustasi, klontang-klantung ga jelas. Ga mau ambil bagian untuk menggarap sawah, memikirkan gadis Jerman yang dipacarinya. Suatu hari ia menerima surat yang bilang, ia kini jadi ayah. Makinlah menjadi-jadi kerinduan ini. Orang tuanya bilang, jangan mimpi muluk-muluk. Apapun yang terjadi, warga kulit putih akan menang. Hiks, sedih. Apalagi nantinya surat dan foto itu jadi barang bukti utama untuk memicu ledakan kisah.

Jamie-lah yang membantu Ronsel. Sebagai sesama alumni pasukan perang mereka akrab. Saling bantu, saling cerita. Kisah cintanya disampaikan kepada sahabatnya, kepahitan hidup karena diperlakukan tak adil, berbagi rokok dan alcohol. Duo ini adalah presentasi bagus terkait toleransi, bahwa hidup emang harus bersisian. Perbedaan adalah wajar. Jamie yang juga frustasi karena sepi, kecewa sama kakaknya dan hidup yang membosankan. Cintanya pada kakak ipar, juga semakin intens. Persahabatan mereka nantinya diuji dengan sangat berat. Sedih sekali saya nonton bagian pasukan bertudung itu. Sebelum adegan ini kukira film akan berjalan bosan mengenai kegagalan adaptasi mereka di masyarakat. Ternyata tak seklise itu. Film ini punya ledakan dan kejutan bagus. Mudbound, tubuh siapa gerangan yang ditakdirkan terendam lumpur nasib itu?

Carey Mulligan adalah actress yang memikatku dalam An Education. Sejak itu saya selalu ikuti perkembangannya. Walau sempat terjatuh di Never Let Me Go, ia sejatinya konsisisten main film berkualitas. Membuatku megap-megap dalam pesta pora The Great Gatsby. Mengimbangi Ryan Gosling di Drive sampai jadi panas bareng Fassy di Shame. Tahun ini ia main sama Jake Gyllenhaal di Wildlife yang disutradarai Paul Dano. Gaungnya belum terdengar. Di Mudbound, jelas ia jadi secercah warna Indah di tengah kemuraman kisah. Apa yang ia putuskan saat akhirnya ada kesempatan berdua sama Jamie adalah sebuah tindakan puncak berontak atas segala nasib buruk yang menyelimutinya. Ia berkomentar, saat-saat genting Henry taka da, Henry memang payah saat memutuskan, bukan suami ideal, dan saat boom!

Garrett Hedlund saya kenal pertama di Tron: Legacy. Perannya sebagai pemain game yang narsis dengan piringan dan motor itu selalu membekas dalam kepala. Sebagai Jamie ia memainkan peran sebagai mantan pilot tempur dengan pas, persahabatan dengan mantan tentara hitam yang tertindas terlihat natural. Alkoholik, frustasi, dan kemarahan yang memuncak. Keren. Sangar. Tragis.

Jadi kenapa dua actor utama itu yang kuulas sepintas di sini? Karena ini adalah film kedua mereka bersama setelah mahakaya Inside Llewyn Davis tahun 2013. Terasa istimewa karena di sini mereka mendapat peran dengan sifat karakter yang sehati.

Untuk Oscar saya jagokan Mudbound di adapted screenplay. Naskah unik dan ‘menyenangkan’ diikuti laiknya didongengkan langsung dari buku gini saya suka sekali. Persaingan dengan superhero yang jarang-jarang ikut kategori ini. Bisakah kalahkan Logan? Untuk Mary J kurang terkesan saya. Saya lebih milih ibunya Saoirse. Cinematography OK lah, Rachel Morrison menjadi perempuan pertama yang masuk nominasi. Andai menang sungguh hebat, tapi sisi ini sungguh berat. Sedang untuk lagu Mighty River so sorry, sangat berat juga. Dapat piala satu saja sudah hebat ini, ketimbang tangan hampa.

We kicked the hell out of Hitler and them Jerries! While y’all at home, safe and sound… cool answer.

Mudbound | Year 2017 | Directed by Dee Rees | Screenplay Virgil Williams, Dee Rees | Cast Carey Mulligan, Garrett Hedlund, Jonathan Banks, Jason Clarke, Jason Mitchell, Mary J. Blige, Rob Morgan, Vera Atwood, Dylan Arnold | Skor: 4.5/5

Karawang, 280218 – Sherina Munaf – Akan Kutunggu

One thought on “Mudbound: Narasi Kisah Yang Hebat

  1. Ping balik: Prediksiku Di Oscar 2018: #SacramentoProud | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s