Coco: Oscar Lock For Animated Feature

Seize You Moment.

Mama Imelda: “Miguel, I give you my blessing to go home and… never forget how much your family cares for you.”

Terkejut juga sewaktu lihat temanya. Animasi yang ber-aura berat, kehidupan setelah kematian. Semacam ‘dunia antara’ yang menghubungkan akhir hayat dengan keabadian. Tahu gini saya tak akan mengajak Hermione, putriku. Padahal sejatinya Desember ini memang sudah berniat nonton kartun produksi Blue Sky tapi sayangnya segala review yang bilang Coco film yang tearjerker, saya berbelok arah. Film bagus, Disney selalu mencipta senyum di akhir, ketebak sekali. Tipikal Disney yang happy-ending, sehingga saya sudah tahu mau ke arah mana setelah kejutan kecil dibalik lagu ‘Remember Me’.

Sayang aja di bagian pembuka, kartun pendek Petualangan Olaf merusak mood. Untuk film pendek pembuka, durasinya tak pendek. Walau Pixar lalu mengklaim, Olaf memang bukan film pendek, tapi film pembuka. Bah! Gilax sampai 22 menit, waktu yang cukup untuk buang air besar – termasuk ceboknya. Saya sampai geregetan, ih kenapa ga mulai-mulai. Bahkan para penonton di kursi belakang atas ada yang teriak marah, ‘Kami minta Coco woy, kapan mulai!’ dan serentak ‘huuu….’ yup, saya setuju. Begitu membosankan. Frozen sendiri kisahnya tak kuat, sehingga saat kita ditawarkan sang manusia salju, saya sudah tak terlalu berharap. Apalagi, kisah manusia salju ketebak, happy ending dan sederhana. Pencarian jati diri, pencarian kenangan, serta substansi masa lalu untuk perayaan Natal. Untuk sebuah opening Olaf’s Frozen Adventure sungguh menjengkel, salah satu pembuka Pixar terburuk yang pernah kulihat.

Kisah ‘Dunia Antara’ yang berisi para jerangkong berdasarkan sebuah kota di Meksiko, Guanajuato di mana di sana selalu merayakan hari mengenang dengan dekorasi rumah warna-warni dan pesta mengenang para almarhum. An respect tribute to Mexican culture and his people. Salut untuk ide penghormatan ini.

Kisahnya bermula dari keluarga Mama Coco (disuarakan oleh Anna Ofelia Murguia) yang melarang Miguel Rivera (Anthony Gonzalez) dan seluruh saudaranya untuk bermain atau berhubungan dengan apapun terkait musik, bahkan sekedar mencuri dengar. Abuelita: No Music! Padahal kita tahu ia begitu berbakat, begitu antusias. Suatu hari ia bersama anjingnya Dante (tokoh yang paling asyik di sini – guk guk!) di alun-alun kita terpesona seorang musisi jalanan, dan memberinya selembar pengumuman kontes musik di hari perayaan. Dante digambarkan seperti anjing nasional Meksiko, Xoloitzcuintli. Miguel begitu berminat. Walaupun pertentangan dengan seluruh keluarga. Miguel diproyeksikan untuk meneruskan usaha keluarga di bidang industri sepatu. Awalnya kukira akan jadi tema usang ‘follow your dream.’ Atau ‘dengan kekuatan tekun akan mewujud mimpi.’ Atau yang lebih klasik, ‘semua pertentangan keluarga tak bisa mengubah cita-citaku menjadi musisi.’ Dan yah, awalnya memang terlihat seakan seperti itu.

Miguel yang melihat altar perhormatan silsilah keluarga, menemukan foto yang tersobek dibagian wajah. Foto yang mengarahkan dugaan (dan Penonton diajak untuk mengira) bahwa itu adalah musisi terhebat negeri, penyanyi legendaris Ernesto de la Cruz (Benjamin Pratt) – The greatest musician of all time! Fakta yang memukau Miguel itu makin menyentakkannya untuk mengejar mimpi. Di malam persembahan, ia pun menyelinap ke makam sang musisi guna mengambil gitar almarhum. Tapi seakan kena kutuk, ia gagal membawanya keluar ruangan. Dan ia tersentak – apa istilah yang lebih pas untuk terkirim ke dunia antara? – di dunia antah, dunia arwah. Nah bagian inilah, kita mulai curiga temanya akan lebih berat, pesan moralnya akan mendalam. Di sana Miguel bertemu orang-orang yang sudah meninggal. Penggambaran jerangkong hidup itu, hebatnya Pixar tak menakutkan, sehingga nyaman untuk dinikmati anak-anak.

Ia bertemu para anggota keluarga, silsilah orang-orang mati. Mereka kaget Miguel ada di dunia antara. Mengapa ia kesasar di sana dan bagaimana prosesnya sungguh ciamik. Setelah ditelusuri ia bisa dikirim balik, dengan sebuah daun dan izin (blessing) dari anggota keluarganya. Tante Imelda (Alanna Ubach) pun memberi tiupan izin, wuuushhh… tapi ada syaratnya, tak boleh bersentuhan dengan musik. Tersentak, Muguel terbangun di ruang makam di mana ia pingsan sebelumnya.

Keinginan, kegigihan dan tekad kuatnya menjadi musisi terlihat saat ia mencoba kembali membawa gitar sehingga lagi-lagi ia terlempar di dunia antah. Untuk kali ini, untuk kesempatan kedua ini ia akan menemui langsunga sang legendaris Ernesto. Dalam proses perjalanan ia bertemu dengan karakter pengantar Hector (Gael Garcia Bernal), awalnya tapi tak dinyana dialah yang nantinya yang memunculkan twist. Semasa hidupnya, ia memang punya bakat menyanyi, namun seperti lelucon teman-teman yang dilontarkan, ia mati sia-sia karena tersedak. Ia mengantar Miguel bertemu sang musisi, yang ternyata eks temannya di masa hidup. Bagian saat Ernesto bilang, ‘Success doesn’t come for free, you have to willing to, whatever it takes to, seize your moment!’ itu bikin muak. Menghadapi banyak rintangan, karena di dunia antara pun sang maestro – seperti di dunia kita – orang penting yang dikawal, dikelilingi tembok tinggi sekaligus security berjibun. Sehingga saat ada kompetisi menyanyi dengan pemenang akan bertemu langsung sama sang idola, Miguel ikut. Demi menembus plaza Ernesto de la Cruz. Berhasilkah ia meminta restu, melawan banyak rintangan. Berhasilkah? Berhasilkah? Bah, pasti berhasil. Namun, sekeras apa perjuangan itu.

Ada kejutan. Yup. Ini film Pixar, jadi kejutan khas mereka ada – walaupun saya tak sampai shock karena sudah nonton film The Word nya Bradley Cooper, di mana sebuah karya tulis fenomenal menjadi begitu terkenal saat dipublikasikan oleh Penulis lain, tanpa mencantumkan Penulis aslinya. Ide yang megah. Namun tetaplah film ini sungguh manis. Apalagi dibuat oleh Mbah Lee Unkrich, orang yang bikin kita nangis-nangis bahagia di Toy Story 3. Dan ia juga yang menulis cerita, memang akan lebih top penulis naskah sekaligus sutradara sehingga guratan kisah lebih sesuai apa yang mau disampaikan.
Seperti biasa, untuk mengoptimalkan film dalam hal teknis, mereka merekrut para pengisi suara yang belum terkenal. Mayoritas nama-nama asing di telinga penggemar film Hollywood. Bandingkan dengan Dreamwork yang cast-nya wow. Untuk mewujudkan panel-panel seasli mungkin, para creator bahkan ke Meksiko langsung, sampai lima kali untuk mempelajari kebudayaan, orang-orangnya, tingkah laku, tradisi asli yang akan dipetakan dalam film. Hebat! Jempol deh, seperti waktu mereka melukiskan air terjun dalam UP. Bau-bau menang piala tertinggi ini sih.

Dari banyak ajang penghargaan, Coco sudah banyak menang. Di Oscar, hanya kejutan luar biasa besar yang akan membuatnya keok. Saya belum nonton kandidat lain, termasuk Ferdinand yang pengen banget kusaksikan, tapi jelas Coco terlalu superior. Sejauh ini ada 75 yang dimenangkan (termasuk untuk Golden Globe – kemenangan Pixar kedelapan setelah Cars, Ratatouille, Wall-E, UP, Toy Story 3, Brave dan Inside Out), 32 masuk nominasi dan dua di antaranya di Oscar yang akan diumumkan Senin depan. Untuk animasi terbaik sudah pasti, tapi untuk lagu ‘Remember Me’ menurutku tak terlalu memorable. Saya belum nonton lawan lain seluruhnya, yang jelas saya tak menjagokan ‘Ingat aku’.

Di Brazil coco berarti kutukan (diambil dari bahasa Portugis), sehingga saat rilis judulnya dirubah ‘Viva’. Saya sempat mengira Coco itu si kecil yang main gitar, sang tokoh utama. Entah kenapa film ini malah menaruh judul untuk sang nenek. Apakah karena sang nenek menyimpan kutukan yang harus dipatahkan? Judul aslinya Dia de los Muertos, untuk di judul Meksiko. Film ke 19 Pixar, jelas Oscar.

Saya adalah orang terakhir yang keluar bioskop, bersama Hermione yang sudat tertidur sebelum twist-nya terungkap. Ia berkomentar, ‘Miguel nyanyi mulu…’ sebagian kecil ia ikut berjoget karena memang kursinya banyak yang kosong. Tapi tetap ia pada akhirnya pulas, memang film bukan untuk balita.

Vitamins are a real thing.

Coco | Year 2017 | Directed by Lee Unkrich | Screenplay Lee Unkrich | Cast (voice by) Anthony Gonzalez, Gael Garcia Bernal, Benjamin Bratt, Alanna Ubach, Renee Victor, Jaime Camil, Alfonso Arau, Herbert Siguenza, Gabriel Iglesias | Skor: 4/5

Karawang, 28 Des 17 – 15 Jan – 26 Feb 2018, Sherina Munaf – Sing Your Mind

Iklan